NEW
Font size
WorksheetsSurveilans
Total questions: 40
Worksheet time: 7mins
Kriteria KLB Yaitu KECUALI
Munculnya kasus penyakit yang tidak pernah ada/tidak diketahui sebelumnya
Peningkatan Jumlah kasus penyakit 2x atau lebih dibanding periode sebelumnya
Jumlah Kasus/Kematian meningkat terus selama 3 kurun waktu berturut-turut
Banyaknya Rumor yang muncul dan meresahkan masyarakat di suatu wilayah
PMK RI Tentang KLB
1501/2010
1105/2015
1015/2015
5010/2010
PMK RI Tentang KLB Keracunan Pangan
02/2012
02/2013
12/2002
20/2012
Status KLB dicabut setelah ...... tidak ditemukan kasus baru
1 x Masa Inkubasi
2 x Masa Inkubasi
3 x Masa Inkubasi
4 x Masa Inkubasi
Penyakit Potensial KLB Menurut PMK RI 1501/2010, Kecuali
Leptospirosis
Rabies
GO
Yellow Fever
Level Kasus Dalam Pelaporan KLB, Kecuali :
Confirmed
Probable
Fleksibel
Possible
PMK RI tentang Surveilans Kesehatan
45/2015
54/2014
54/2015
45/2014
Jumlah sindrome penyakit yang diamati dalam SKDR
21
22
23
24
Indikator Keberhasilan SKDR, KECUALI
Kelengkapan Laporan >90%
Ketepatan Laporan >80%
Respon Alert >90%
Jumlah KLB > 100
PD3I yang disebabkan oleh Bakteri
Polio
Difteri
Campak
Rubela
Target Penemuan Kasus AFP Non Polio yaitu.....anak <=15 Tahun
>=2 / 100.000
<=2/100.000
>=5/100.000
<=5/100.000
Form yang diisi bila menemukan kasus AFP yaitu
FP1
Polio1
AFP1
W1
Kasus campak Klinik namun hasil pemeriksaan IgM Campak (-) dan IgM Rubela (-) disebut
Campak Pasti
Rubela Pasti
Discarded
Campak Klinis
Gejala Khas penanda kasus Suspek Difteri yaitu
Demam dan Ruam Kemerahan
Kelumpuhan Akut
Pseudomembran Mudah Berdarah
Batuk 100 Hari
Batas waktu pelaporan KLB/Wabah
1x24 Jam
2x24 Jam
1 Bulan
1 Minggu
Prinsip Pencegahan dan Pengendalian KLB/Wabah
Prevent, Detect, Respon
Prevent, Report, Posting
Outbreak, Treath, Detect
Alert, Respon, Detect
Lama maksimal pengambilan sampel AFP dari sejak timbulnya kelumpuhan yaitu
12 Hari
14 Hari
1 Bulan
1 Minggu
Masa Penularan Kasus Campak yaitu
4 Hari Sebelum dan Setelah Timbul Ruam
1 Minggu Setelah Demam
3 Hari Setelah Demam Menurun
1 Minggu Setelah Ruam Hilang
Penyimpanan Sampel darah sebaiknya pada Suhu (Derajat Celcius)
2 s/d 8
5 s/d 10
-2 s/d -8
-5 s/d - 10
Golden Period Cuci Luka Kasus GHPR yaitu.... setelah Gigitan
12 Jam
1 Jam
24 Jam
1 Minggu
Warna kantong plastik Limbah Infeksius
Kuning
Ungu
Hitam
Merah
Batas Pengisian Limbah Pada Safety Box
3/4
1/2
50 %
100 %
Kasus Suspek Difteri dengan Hasil Kultur Positif Strain Patogenic disebut
Kasus Positif
Kasus Konfirmasi Lab
Kasus Suspek
Kasus Discarded
Kekebalan Populasi yang terbentuk karena pemberian vaksin kepada anggota populasi disebut
Herd Immunity
Kekebalan Alamiah
Kekebalan Pasif Aktif
Efikasi Vaksinasi
Nama APD ini yaitu
Masker Steril
Masker Operasi
Masker N95
Masker Wajah
Pria ini Berisiko tertular penyakit apa
Rabies
Antraks
Zika
Mers-Cov
Penyelidikan Epid penyakit yang tidak memerlukan Pencarian kasus kontak yaitu
TN
Campak
Difteri
Flu Burung
Yang TIDAK termasuk respon KLB yaitu
Penyebarluasan Rumor
Penyelidikan Epid
Penemuan Kasus Baru
Isolasi - Karantina
Pengiriman Sampel Sebaiknya dilakukan maksimal.... sejak pengambilan sampel
24 Jam
3 hari
1 Minggu
5 Hari
Specimen yang diambil untuk pemeriksaan kasus AFP yaitu
Feces
Darah
Urine
Serum
Biakan Urine Diambil untuk Pemeriksaan Kasus
Campak
AFP
Difteri
Tetanus
Agent Penularan Kasus Keracunan Pangan Yaitu KECUALI
Kimia
Racun/Toksin
Mikroba/Biologi
Vector
Nama APD ini Yaitu
Apron
Coverall
Kacamata 3 Dimensi
Kantong Plastik ini digunakan untuk menyimpan sementara Limbah
Infeksius
Radioaktif
Non Infeksius
Sitotoksis
Nama Prosedur Pengambilan Sampel ini yaitu
Nasal Swab
Swab Tenggorok
Rectal Swab
Colok Dubur
Media ini Digunakan untuk pengambilan sampel kasus
Difteri
Campak
AFP
GHPR
Vector Penularan Penyakit Filariasis Yaitu Nyamuk
Mansonia
Aegypty
Culex
Anopheles
Rasio Kematian /CFR Kasus rabies yaitu
100%
50%
25%
30%
Pengambilan Sampel Makanan untuk pemeriksaan kasus keracunan pangan yaitu minimal
100 gram
5 gram
0.5 gram
1 gram
Pengambilan Sampel Tinja untuk Pemeriksaan Virus Minimal
5 gram
0.5 gram
1 gram
0.1 gram
