NEW
Font size
WorksheetsKerajaan-kerajaan Maritim Bercorak Hindu-Buddha
Total questions: 15
Worksheet time: 5mins
Teori Brahmana dikemukakan oleh seorang tokoh bernama . . .
N.J. Krom
J.C. Van Leur
C.C. Berg & Mookerji
F.D.K. Bosch
Sistem kepercayaan menyembah hewan-hewan yang disucikan dikenal dengan istilah . . .
Animisme
Dinamisme
Totemisme
Sinkretisme
N.J. Krom berpendapat bahwa agama dan kebudayaan India masuk ke Nusantara dibawa oleh kaum . . .
Pendeta
Prajurit
Pedagang
Rakyat Pribumi
Upacara Hindu untuk penyucian diri sebagai syarat masuk pada kasta ksatria disebut . . .
vratyastoma
hinduisme
sinkretisme
indianisasi
Pendiri Kerajaan Kutai yakni . . .
Kudungga
Mulawarman
Aswawarman
Purnawarman
Kerajaan Maritim bercorak Hindu-Buddha di Nusantara, kecuali . . .
Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Majapahit
Kerajaan Samudera Pasai
Raja Kerajaan Kutai yang mendatangkan para Brahmana penganut ajaran Syiwa ke kerajaannya yakni . . .
Purnawarman
Mulawarman
Kudungga
Aswawarman
Penggalian Sungai Gomati dan Candrabhaga tertuang dalam prasasti . . .
Kebon Kopi
Tugu
Ciaruteun
Cidanghiyang
Kerajaan yang disebut sebagai negara nasional kedua Indonesia adalah . . .
Kediri
Tarumanegara
Majapahit
Sriwijaya
salah satu bentuk nyata pengaruh kebudayaan Maritim Hindu-Buddha yang masih dipertahankan hingga saat ini yakni . . .
sistem perdagangan di Sungai Musi dan Kampas
sistem penyucian vratyastoma
perluasan wilayah dengan ritual Asmaweda
persembahan sapi untuk Brahmana
Prasasti Tugu dibuat pada masa . . .
Raja Kudungga
Raja Aswawarman
Ratu Sima
Raja Purnawarman
Kalimat Bhineka Tunggal Ika menjadi slogan Republik Indonesia, terdapat dalam kitab . . .
Bharata Yudha
Negarakertagama
Arjuna Wiwaha
Sutasoma
Yang merupakan candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya yakni . . .
Candi Bajang Ratu
Candi Muara Takus
Candi Ratu Boko
Candi Gedong Songo
Sumpah palapa diucapkan oleh patih bernama . . .
Hayam Wuruk
Gajah Mada
Gajah Pagon
Raden Wijaya
Raja Majapahit pemilik julukan Paduka Sri Tiktawilwanagareswara Sri Rajasanagaragharbott-Pasutinama Dyah Sri . . .
Raden Wijaya
Tribhuwana Wijayatunggadewi
Hayam Wuruk
Ken Angrok
