wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KMB pernafasan

Total questions: 10

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

seorang laki - laki, 44 tahun, dirawat dengan TB aktif. Pernafasan 24 kali/menit, ronchi pada kiri/kanan paru, produksi sputum banyak. Indeks masa tubuh 16, pucat dan terlihat sesak serta kelelahan.

apakah masalah keperawatan utama?

a)

Bersihan jalan nafas tidak efektif

b)

Intoleransi aktifitas

c)

nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

d)

Kerusakan pertukaran gas

e)

gangguan pola nafas

2.

Seorang laki-laki berumur 28 tahun datang ke UGD dengan keluhan batuk – batuk hingga berdarah. Pasien mengatakan batuk sudah selama lebih dari 1 bulan. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan lemah, kurus, mata cowong dan terdapat angular keilitis. Hasil lab BTA (+).

Apa data yang perlu dikaji untuk masalah keperawatan gangguan pertukaran gas?

a)

BGA

b)

batuk

c)

sputum

d)

Tarikan otot nafas

e)

Retraksi dinding dada

3.

Seorang perempuan berusia 47 tahun datang ke UGD dengan keluhan batuk. Dari hasil pengkajian didapatkan sputum (-), terdapat nyeri dada, pasien merasa mual dan muntah, turgor jelek. Hasil lab Leukosit 9 x103/ ul,. Pasien mendapatkan infuse RL dan ranitidin.

Apa intervensi yang tepat untuk masalah keperawatan gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh?

a)

relaksasi

b)

kolaborasi pemberian cairan

c)

Anjurkan banyak minum

d)

Mengajarkan batuk efektif

e)

Kolaborasi pemberian antiemetik

4.

Seorang laki - laki berusia 35 tahun ke IGD dengan keluhan batuk sudah 1 bulan tidak sembuh. Setelah dilakukan pengkajian, TD 80/60 mmHg, Nadi 55x/menit, RR 27x/menit lemah dan dalam, suhu 38,9o C, tidak terdapat dahak dan nyeri dada. Pemeriksaan laboratorium Hb 7 mg/dl, leukosit 13 x103/ ul. Salah satu masalah keperawatan yang diambil adalah gangguan perfusi jaringan perifer.

Apa kriteria hasil yang diperlukan agar masalah teratasi?

a)

Suhu 36 – 36,9 o C

b)

RR 18 – 24x/menit

c)

Leukosit 5 - 12 x103/ ul

d)

Tensi 110-120 / 70-80 mmHg

e)

Nadi 60-80 X/menit

5.

Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak. Dari hasil pengkajian pasien batuk, sputum (-), sianosis, suhu 39o C, pasien mengatakan nyeri dada setiap menarik nafas. Hasil laboratorium Leukosit 12 x103/ ul.

Apa diagnosa keperawatan yang utama untuk kasus diatas?

a)

Nyeri (akut)

b)

gangguan rasa nyaman

c)

Pola nafas inefektif

d)

Resiko kekurangan volume cairan

e)

Perubahan perfusi jaringan perifer

6.

Seorang perempan usia 51 tahun dirawat di ruang rawat inap dengan keluhan sesak napas yang semakin bertambah. Pada saat pengkajian didapatkan vital sign TD 150/87 mmHg, N: 108x/menit dan P: 38 x/menit, terdapat peningkatan kerja otot pernapasan dan perkusi: pekak di bagian basal paru, taktil fremitus menurun dikedua lapang paru bagian basal, sianosis (+), akral dingin.Dari hasil pemeriksaan toraks dada didapatkan gambaran efusi pleura bilateral.

Apakah masalah keperawatan kasus tersebut?

a)

Bersihan jalan napas tidak efektif

b)

Ketidak efektifan pola napas

c)

Gangguan pertukaran gas

d)

Gangguan ventilasi spontan

e)

Resiko penurunan perfusi jaringan perifer

7.

Seorang laki-laki usia 20 tahun dirawat di ruang ICU dengan keluhan sesak napas. Ada riwayat penggunaan inhaler sejak 2 tahun yang lalu. Hasil pengkajian sesak napas, retraksi dinding dada, wheezing positif dikedua lapang paru, TD 135/90 mmHg, N: 112 x/menit, P: 29 x/menit. Pemeriksaan nilai analisa gas darah pH 7,35, PCO2 57 mmHg, PO2 94% dan HCO3 30 mmHg.

Apakah terapi oksigen yang tepat?

a)

Nasal kanul 5 lpm

b)

Simple musk 8 lpm

c)

Rebreathing musk 10 lpm

d)

Non Rebreathing musk 10 lpm

e)

Non Rebreathing musk 12 lpm

8.

Seorang perempuan usia 40 tahun masuk di ruang ICU dengan odema paru. Terpasang ventilasi mekanik dengan mode controldengan FiO2 65%, frekuensi 12 x/menit, VT: 500 cc, PEEP: 10 mmHg. Hasil pengkajian distraksi dinding dada, ronkhi di kedua lapang paru, terdapat alarm high pressure. TD 135/85 mmHg, N: 108 x/menit, P: 37x/menit, SpO2 90%.

Apakah rencana tindakan keperawatan yang akan dilakukan untuk masalah prioritas?

a)

Mengkaji kepatenan tubing ventilator

b)

Melakukan pengisapan lendir

c)

Mengembangkan balon endotrakeal

d)

Monitor efektivitas ventilasi mekanik terhadap status fisiologis

e)

Kosongkan air yang telah terkondensasi di tabung air

9.

Seorang laki-laki usia 24 tahun dirawat di ICU dengan acute lung injury. Telah dilakukan intubasi dan terpasang ventilasi mekanik dengan mode control FiO2 60%, frekuensi 12 x/menit, VT 400 cc, PEEP 8 mmHg.Hasil pengkajian napas spontan tidak ada, fruity sputum, rokhi dikedua lapang paru, akral hangat, tidak ada peningkatan otot bantu pernapasan, TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 59 x/menit, frekuensi napas 12x/menit, S: 37,7oC. Hasil analisa gas darah pH 7,30, PCO2 50 mmHg, HCO3 22 mmHg, PaO2 120 mmHg, SaO2 95%.

Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Resiko penurunan perfusi jaringan cerebral

b)

Bersihan jalan napas tidak efektif

c)

Kerusakan ventilasi spontan

d)

Gangguan pertukaran gas

e)

Pola napas tidak efektif

10.

Seorang perempuan usia 25 tahun dirawat di ruang ICU hari ke-42 dengan pneumonia. Telah terintubasi dan terventilasi mekanik. Hasil pengkajian lendir encer, produksi banyak di oral dan ETT retraksi dinding dada tidak ada, reflex batuk minimal, berkeringat dingin, kulit lembab, sianosis, TD: 120/85 mmHg, N: 120 x/menit, P: 30 x/menit, S: 37,3oC.

Apakah diagnosa keperawatan kasus tersebut?

a)

Resiko penurunan perfusi perifer

b)

Bersihan jalan nafas tidak efektif

c)

Gangguan ventilasi spontan

d)

Gangguan pertukaran gas

e)

Pola napas tidak efektif