NEW
Font size
WorksheetsBLS 1
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Rasio kompresi dan pemberian nafas buatan pada henti jantung orang dewasa adalah
15:2 untuk satu penolong
30:2
15:2 untuk dua penolong
60-100 kali permenit
12-24 kali permenit
Dosis pemberian defibrilasi pada pasien dengan VT/VF menggunakan alat defib monofasik adalah
100 Joule
200 Joule
240 Joule
300 Joule
360 Joule
Berikut pernyataan yang benar tentang pemberian injeksi adrenalin/epinefrin pada henti jantung
Adrenalin diberikan tiap 3-5 menit sekali
Adrenalin diberikan dengan bolus lambat
Adrenalin diberikan secara subcutaneous
Adrenalin diberikan setelah pemberian Sulfas Atropin
Adrenalin diberikan bersama dengan amiodarone
Jenis jenis advanced airway adalah sebagai berikut, kecuali
Combitube
Endotracheal tube
Laryngeal Mask Airway
Non Rebreathing Mask
Laryngeal tube
Rantai kehidupan pada basic life support adalah
Look, listen, and feel
Cek kesadaran, call for help, ambil AED, defibrilasi segera, kompresi dada
Cek kesadaran, call for help, ambil AED, kompresi dada, defibrilasi segera
Cek kesadaran, defibrilasi, cek nadi, defibrilasi, transportasi segera
Cek kesadaran, cek nadi, call for help, kompresi dada, transportasi segera
Anda sebagai perawat atau dokter di ruangan menjumpai pasien jatuh pingsan di kamar perawatan, yang dilakukan pertama kali adalah
Segera menghubungi tim kode biru
Segera mengambil troli emergensi
Segera mengecek kesadaran pasien
Segera meraba nadi carotis pasien
Segera mengukur tekanan darah pasien
Tim kode biru yang sampai di ruangan menjumpai pasien dewasa henti jantung sedang mendapatkan kompresi dada 30:2 siklus ke 2, yang anda lakukan sebagai tim kode biru adalah
Hentikan kompresi dan cek nadi
Ambil alih kompresi dan melanjutkan sampai siklus ke 5
Segera memasang ET tanpa menginterupsi kompresi
Segera melakukan defibrilasi tanpa menginterupsi kompresi
Segera mentransport pasien ke ICU tanpa menginterupsi kompresi
Indikasi tindakan defibrilasi pada henti jantung adalah
Pasien dengan irama Ventrikel Takikardia
Pasien dengan irama Ventrikel Exstra Systole
Pasien dengan irama Asistole
Pasien dengan irama Atrial Fibrilasi
Pasien dengan irama Idioventrikuler
Pada kondisi emergensi dan kritis hal pertama kali yang tidak boleh dilupakan adalah
Status kehamilan pasien
Usia pasien
Status cairan pasien
Pemeriksaan tanda vital
Keselamatan pasien, petugas, dan lingkungan
Pernyataan yang SALAH tentang Bantuan Hidup Dasar setelah panduan 2015 adalah
Cek nadi maksimal 10 detik
Penolong tidak terlatih dapat melakukan kompresi dada saja tanpa pemberian nafas buatan
Kompresi harus segera dilakukan setelah syok defibrilasi diberikan
Urutan Bantuan Hidup Dasar berubah dari CAB menjadi ABC
Vasopresor tidak lagi dipakai dalam algoritma henti jantung
Pernyataan yang BENAR tentang sulfas atropin (SA) adalah
SA diberikan pada kasus henti jantung setelah pemberian adrenalin
SA sudah tidak digunakan lagi pada kasus henti jantung
SA diberikan pada kasus henti jantung PEA dg laju listrik 20-40 kali permenit
SA diberikan pada kasus henti jantung dengan irama VF
SA diberikan pada kasus henti jantung dengan dosis 0.5 mg/pemberian (2 ampul)
Berikut pernyataan yang BENAR tentang resusitasi jantung paru pada anak dan bayi adalah
Rasio kompresi 15:2 untuk 2 penolong
Rasio kompresi 30:2 untuk 2 penolong
Rasio kompresi 15:2 untuk 1 penolong
Rasio kompresi 30:2 untuk 1 penolong
AED tidak digunakan pada bantuan hidup dasar anak
Indikasi tindakan defibrilasi pada henti jantung adalah
Pasien dengan irama Ventrikel Takikardia
Pasien dengan irama Ventrikel Exstra Systole
Pasien dengan irama Asistole
Pasien dengan irama Atrial Fibrilasi
Pasien dengan irama Idioventrikuler
Pernyataan yang BENAR dalam penggunaan AED adalah
AED diletakkan jauh dari pasien agar tidak menyebabkan kontak listrik
AED tidak boleh digunakan di dalam pesawat
AED tidak boleh digunakan untuk tranport di ambulans
AED tidak boleh digunakan dalam kondisi basah dan lingkungan berair
Bila patch untuk anak tidak tersedia, maka dapat digunakan patch dewasa
Pernyataan yang SALAH tentang high quality CPR adalah
Kompresi dilakukan di atas tulang iga (costae)
Interupsi CPR dilakukan saat cek nadi dan rotasi petugas kompresi
Recoil harus sempurna setelah kompresi
Kompresi dilakukan dengan kedalaman 5-6 cm untuk dewasa
Kecepatan kompresi 100 sampai 120 kali permenit
