NEW
Font size
WorksheetsTipe Hutan Apa??
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Iklim selalu basah, berada pada dataran rendah sampai 1.200 m, tanah zonal, ada kauliflori dan ramiflori, pemanjat berkayu melimpah, pohon emergent khas dengan tinggi mencapai 60 m
Hutan hujan tropis pegunungan tinggi
Hutan hujan setengah-selalu hijau tropis
Hutan hujan tropis dataran rendah selalu hijau
Hutan hujan tropis pegunungan rendah
Iklim selalu basah, mengalami penggenangan (basah secara periodis), air tawar, habitat bagi pepohonan komersial dari famili Dipteocarpaceae, lstonia spathulata, Barringtonia racemosa, Elaeocarpus macrocerus, Erythrina fusca, Eugenia operculata, Ficus retusa, Gluta renghas, dll.
Hutan rawa musiman
Hutan rawa air tawar
Hutan rawa gambut
Hutan air asin-payau
Iklim selalu basah, mengalami penggenangan (basah secara periodis), air payau-asin, tumbuhan memiliki akar nafas, tanah berlumpur
Vegetasi pantai
Hutan mangrove
Hutan payau
Hutan rawa gambut
Iklim selalu basah, air tawar, kedalaman gambut mencapai 0,5-20 m, struktur dan kenampakan kurang lebih sama dengan hutan hujan selalu hujau dataran rendah tropis tetapi tajuk dan jumlah batangnya lebih rendah
Hutan rawa gambut
Hutan rawa air tawar
Hutan rawa musiman
Hutan hujan setengah-selalu hijau tropis
Iklim selalu basah, tanah kapur, kebanyakan berada di dataran rendah, kerapatan pohon relatif rendah, ketinggian pohon umumnya rendah
Hutan di atas batuan kapur
Hutan di atas batuan ultrabasika
Hutan kerangas
Hutan hujan tropis dataran rendah selalu hijau
Iklim selalu basah, tanah berpasir, terdapat dua formasi vegetasi yaitu Pescaprae dan Barringtonia, miskin hara
Hutan
Hutan payau
Hutan mangrove
Vegetasi pantai
Iklim selalu basah, ketinggian mencapai > 3.000 m, pohon rendah/kerdil, daun berukuran kecil, talofit melimpah
Hutan hujan tropis pegunungan tinggi
Hutan hujan setengah-selalu hijau tropis
Hutan tropis subalpin
Hutan hujan tropis pegunungan rendah
Iklim kering secara periodis, tumbuh dan berkembang di daerah yang beriklim tropis, suhu hangat dan tetap sama sepanjang tahunnya, ditumbuhi oleh berbagai macam rumput-rumputan dan diselingi oleh pohon-pohon.
Hutan sabana
Hutan padang rumput
Hutan padang pasir
Hutan kerangas
Iklim kering secara periodis, dapat ditemui di wilayah beriklim tropis dan beberapa juga ada di daerah beriklim subtropis, ditumbuhi rumput-rumput yang pendek, tidak terdapat pepohonan, banyak terdapat herbivora misalnya zebra, bison, kanguru
Hutan padang rumput
Hutan sabana
Hutan padang pasir
Hutan tundra
Iklim kering secara periodis, pohon tinggi (30-36 m), terdapat pohon yang menggugurkan daun dan sedikit
pohon selalu hijau (kurang dari 50%), bambu khas
Hutan hujan setengah-selalu hijau tropis
Hutan hujan tropis dataran rendah selalu hijau
Hutan rawa
Hutan deciduous basah tropis
Iklim kering secara periodis, pohon lebih pendek daripada hutan hujan selalu hijau, terdapat pohon yang menggugurkan daun (jumlahnya kurang lebih 1/3), pemanjat berkayu melimpah, pohon berbanir, berkulit tebal, dan kasar
Hutan deciduous basah tropis
Hutan hujan setengah-selalu hijau tropis
Hutan hujan tropis dataran rendah selalu hijau
Hutan rawa
Iklim selalu basah, salinitas payau, tergenang secara periodik, sering ditemui nipah.
Hutan payau
Hutan mangrove
Vegetasi pantai
Hutan rawa
Iklim kering secara periodis, curah hujan rendah, tumbuhan yang hidup memiliki daun yang kecil seperti duri dan berakar panjang, habitat fauna unta, kadal, dll.
Hutan padang pasir tropis
Vegetasi pantai
Hutan padang rumput
Hutan sabana
Acacia nilotica merupakan spesies invasif di Taman Nasional Baluran sehingga mengubah sabana menjadi hutan yang berisi spesies tersebut. Beriklim kering secara periodis dan berada pada dataran rendah.
Hutan duri
Hutan padang rumput
Hutan sabana
Hutan tundra
Iklim selalu basah, terletak di pegunungan, tinggi tajuk mencapai 15-33 m, pohon emergent sering absen, kauliflori jarang, epifit melimpah
Hutan hujan tropis pegunungan rendah
Hutan hujan tropis pegunungan tinggi
Hutan tropis subalpin
Hutan di atas batuan ultrabasika
Iklim selalu basah, terletak di pegunungan, tinggi tajuk mencapai 1,5-18 m, pohon emergent biasanya absen, kauliflori tidak ada, epifit sangat melimpah
Hutan hujan tropis pegunungan rendah
Hutan hujan tropis pegunungan tinggi
Hutan tropis subalpin
Hutan di atas batuan ultrabasika
Iklim selalu basah, tanah mengandung unsur besi dan mangan yang tinggi serta silikanya rendah, memiliki unsur hara yang rendah, pohon ketinggiannya rendah dan banyak ditemukan semak.
Hutan kerangas
Hutan di atas batuan kapur
Hutan di atas batuan ultrabasika
Hutan gambut
Iklim selalu basah, tergenang air tawar kaya mineral dan pH >6, gambut lebih tipis dan tidak tergantung air hujan
Hutan rawa air tawar
Hutan rawa musiman
Hutan rawa gambut
Hutan kerangas
Iklim yang sama dengan hutan hujan dataran rendah, tanah-tanah podsol dari pasir kuarsa yang miskin hara dan sangat masam (pH 3-4), tekstur kasar, drainase bagus, kanopi rendah, seragam, tertutup secara rapat, tanpa ada tajuk berlapis, ragam vegetasi yang lebih sedikit
Hutan kerangas
Hutan diatas batuan kapur
Hutan diatas batuan ultrabasika
Hutan gambut
Faktor edafik merupakan faktor yang paling mendominasi dalam pembentukan hutan ini
vegetasi pantai dan hutan mangrove
hutan hujan tropis dataran rendah selalu hijau dan hutan hujan tropis pegunungan rendah
hutan hujan tropis dataran rendah selalu hijau dan vegetasi pantai
hutan mangrove dan hutan hujan tropis pegunungan rendah
