NEW
Font size
WorksheetsUH 3 Cerpen
Total questions: 15
Worksheet time: 30mins
Burung merpati memiliki beragam jenis waarna antara lain coklat, putih, hitam atau perpaduan dari bebrapa waarna tersebut. Merpati memiliki semacam sensor dalam hidungnya yang digunakan untuk mengenaali bau rumahnya.inilah penyebaab burung merpati dapat pulang kerumahnya setelah terbang jauh. Makanan burung ini adalah biji-bijian seperti jagung, beras, kacang hijau, dan lain sebagainya.
Ide pokok kutipan teks tersebut adalah...
Makanan burung merpati adalah biji-bijian.
Burung merpati memiliki beragam jenis warna.
Burung merpati memiliki sensor di hidungnya.
Burung merpati dapat pulang ke rumahnya setelah terbang jauh.
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.
“Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”
“Maksud ibu apa?
‘ Saya khwatir , keinginan bapak untuk menyakiti Diah itu karena tidak senangnya bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap Diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Karakter tokoh pak Usman dalam kutipan cerpen di atas memiliki sifat…..
Pendendam
Keras kepala dan mudah marah
Tidak bisa membedakan urusan dinas dan pribadi
Ingin menang sendiri
Bacalah kutipan cerpen berikut !
“Nada, minggu depan kita harus pindah ke Jogjakarta. Ayah dipindahtugaskan di sana.” Bagaikan petir di siang bolong menyambar Nada yang seketika itu langsung diam mematung. “Kenapa mendadak, Bunda? Nada senang tinggal di sini. Apa Nada tidak bisa tetap tinggal di sini? Sekolah Nada gimana?” “Tidak bisa, sayang. Kamu mau tinggal sama siapa di sini? Masalah sekolah, semua sudah diurus Ayah. Kamu hanya tinggal mengemasi barang-barangmu.” Nada terdiam. Tak mungkin mampu ia membantah. Minggu depan ia harus meninggalkan tempat ini. Tepat di hari ulang tahun Dio yang ke-18. Terasa berat untuknya meninggalkan tempat ini. Terlalu banyak kenangan yang terukir. Semakin terasa berat ketika harus meninggalkan Dio.
yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
Sebagai anak harus patuh pada kedua orang tua.
Lakukan perintah orang tua meskipun dengan terpaksa!
Ikhlaskan diri kita dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan!
Setiap keputusan agar dibicarakan terlebih dahulu dengan keluarga!
Bacalah kutipan cerpen berikut !
“Nada, minggu depan kita harus pindah ke Jogjakarta. Ayah dipindahtugaskan di sana.” Bagaikan petir di siang bolong menyambar Nada yang seketika itu langsung diam mematung. “Kenapa mendadak, Bunda? Nada senang tinggal di sini. Apa Nada tidak bisa tetap tinggal di sini? Sekolah Nada gimana?” “Tidak bisa, sayang. Kamu mau tinggal sama siapa di sini? Masalah sekolah, semua sudah diurus Ayah. Kamu hanya tinggal mengemasi barang-barangmu.” Nada terdiam. Tak mungkin mampu ia membantah. Minggu depan ia harus meninggalkan tempat ini. Tepat di hari ulang tahun Dio yang ke-18. Terasa berat untuknya meninggalkan tempat ini. Terlalu banyak kenangan yang terukir. Semakin terasa berat ketika harus meninggalkan Dio.
. Penyebab terjadinya konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
Perasaan berat hati Nada harus meninggalkan Dio.
Nada merasa bingung dengan masalah sekolahnya.
Kepindahan tempat tugas ayah Nada yang mendadak.
Nada merasa berat meninggalkan tempat tinggal yang sekarang.
Bacalah kutipan cerpen berikut !
Langit menjadi kelabu. Awan hitam mulai tak mampu lagi membendung butiran air. Matahari pergi. Sinarnya pun tak berbekas. Di samping rumah Nada, nampak Dio masih asyik bermain dengan merpatinya. Nada tersenyum menatapnya dari balik jendela kamarnya. Ya, tetangganya itu memang sangat menyukai merpati. Bahkan di samping rumahnya ada sebuah kandang merpati yang cukup luas miliknya sendiri. Ia biasa menyebutnya istana Merpati Dara Dori. Begitu banyak jenis merpati yang ia piara. Semuanya sepasang. Ada merpati lokal, merpati kipas, merpati gondok, merpati Lahore, dan masih banyak lagi. Namun, di antara semua merpatinya, merpati lokal berwarna seputih saljulah yang paling ia sukai. Dara dan Dori
Pernyataan yang sesuai dengan isi cerpen tersebut adalah …
Merpati yang paling Dio Gemari adalah merpati Lahore.
Dio seorang yang menggemari berbagai jenis burung merpati.
Kandang burung yang ada sengaja dibuat untuk Dara dan Dori.
Nada tidak senang kalau Dio memelihara banyak burung merpati.
Burung Hantu dan Belalang
Burung hantu selalu tidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu serangga.
Ia adalah seekor Burung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.
“Pergi dari sini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang Burung Hantu Tua itu.
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangat ramah kepada Belalang.
“Tuang Belalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjung Burung Hantu Tua.
Belelalang terhanyut oleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Kalimat yang menyatakan keterangan tempat berikut ini adalah….
Belalang melihat pohon tua yang ada di hadapannya.
Belalang merapikan sarangnya setiap bangun tidur.
Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua.
Burung Hantu Tua melirik ke arah belalang yang tak menghiraukannya
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Dengan tergesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang yaman
baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang Asauntuk
segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di
dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
Sore hari, terminal
Siang hari, perjalanan
Siang hari, terminal
Pagi hari, rumah
Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, larasati segera memulai pembicaraan.
“Sebelum membicarakan soal diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”
“Maksud ibu apa?
‘ Saya khwatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Bagaimana gambaran karakter tokoh Diah dalam cerpen di atas?
Kuat menerima cobaan
Gampang putus asa
Lemah dan penuh penderitaan
Trauma dalam menjalani kehidupannya
“Saya pas masuk dapur waktu itu, kelihatan sekelebatan orang keluar dari pintu samping. Saya tidak terlalu memperhatikan karena banyak tanaman yang ada disekitar itu. Waktu mau balik ke depan, tiba-tiba ada perasaan tidak enak. Lalu saya ke garasi. Ada Parmn disitu yang kelihatan keluar. Saya tanya, “mau kemana Min?” saya kaget karena Parmin tiba-tiba gugup melihat saya “mau pulang” katanya. Saya bilang “nanti saja, bantuin beres-beres” dia memang batal pulang dan dia sangat kecewa. Tidak gomong apa-apa selain nunduk dan naroh sepedanya lagi.
Sebab terjadi konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ....
Tokoh saya berpura-pura sambil mengintip gerak-gerik Parmin.
Tokoh saya mencegah agar pulangnya nanti saja
Parmin batal pulang dan tampaknya sangat kecewa.
Parmin tidak ngomong apa-apa selalu menunduk dan menaruh sepeda
Tetapi bagaimanapun juga,Kusno tak akan putus asa. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan,hidup bersama kesengsaraan.Dan meskipun celana 1001-nya lenyap,Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan,biarpun hanya untuk mendapatkan sebuah celana 1001 yang lain.
Tema kutipan cerpen itu adalah…
Kesengsaraan
Kepasrahan
Kegigihan
Kesedihan
Dengan gemetar, diambilnya kertas itu dari atas meja. Lega rasanya begitu melihat bahwa kertas itu benar-benar soal ulangan matematika. Rasa takut kembali muncul di hatinya. “Pengecut, pengecut!” Mengingat kata-kata Dani itu, Arya menjadi nekat membawa kertas itu keluar. Secepat kilat ia lari ke ruang TV menelpon Dani. “Hebat!” teriak Dani. Arya lalu membacakan soal matematika itu dan Dani mencatatnya.
Cuplikan cerpen di atas merupakan bagian dari…
Koda
Komplikasi
Orientasi
Resolusi
Suatu ketika, Darma dan Zainal sepakat ingin melihat pesawat terbang dari dekat. Sebetulnya mereka juga mengajak anak-anak lain tetapi mereka tidak mau. Kedua anak ini pun pergi tanpa pamit kepada orang tua mereka. Mereka melangkah terus menyusuri kampung-kampung. Akhirnya, di depan mata mereka tampak terhampar sebagian kecil dari landasan pesawat udara. Di kejauhan tampak juga tulisan Polonia. Betapa gembira hati Darma dan Zainal.
Bagian tersebut termasuk komplikasi karena…
Mengenalkan nama-nama tokoh
Mengantarkan tokoh-tokohnya pada suatu masalah
Tokoh-tokohnya sedang menyelesaikan suatu masalah
Diselesaikannya masalah dengan jelas oleh para tokoh
Tukang becak itu akhirnya bisa pulang dengan hati sedikit gembira. Dengan uang yang didapatnya dari penumpang,ia membelikan istri dan anaknya makanan untuk santap malam. Meskipun demikian,ia tetap masih merasa sedih karena sikap preman pasar yang mengambil hasil kerjanya tadi siang. Padahal,ia sudah berjanji untuk membelikan kado anaknya yang sedang berulang tahun hari itu. Namun karena keserakahan dan sikap semena-mena preman pasar itu,ia tidak dapat memenuhi janji pada anaknya. Ia berharap semoga tidak ada lagi manusia serakah seperti preman-preman itu,yang mengambil uang bukan haknya.
Amanat yang terdapat dalam cuplikan tersebut adalah...
Apabila mendapatkan uang, harus memberikan hadiah kepada anak dan istri
Jika berjanji kepada orang lain, sebaiknya ditepati
Mengambil sesuatu hal yang bukan hak milik kita adalah perbuatan yang tidak
baik karena merugikan orang lain
A. Sikap semena - mena terhadap orang lain biasa dilakukan oleh orang orang yang tidak baik
Tukang becak itu akhirnya bisa pulang dengan hati sedikit gembira. Dengan uang yang didapatnya dari penumpang,ia membelikan istri dan anaknya makanan untuk santap malam. Meskipun demikian,ia tetap masih merasa sedih karena sikap preman pasar yang mengambil hasil kerjanya tadi siang. Padahal,ia sudah berjanji untuk membelikan kado anaknya yang sedang berulang tahun hari itu. Namun karena keserakahan dan sikap semena-mena preman pasar itu,ia tidak dapat memenuhi janji pada anaknya. Ia berharap semoga tidak ada lagi manusia serakah seperti preman-preman itu,yang mengambil uang bukan haknya.
Sudut pandang yang digunakan dalam cuplikan tersebut adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga sebagai pengamat
Langit menjadi kelabu. Awan hitam mulai tak mampu lagi membendung butiran air.
Matahari pergi. Sinarnya pun tak berbekas. Di samping rumah Nada, nampak Dio
masih asyik bermain dengan merpatinya. Nada tersenyum menatapnya dari balik
jendela kamarnya. Ya, tetangganya itu memang sangat menyukai merpati. Bahkan di
samping rumahnya ada sebuah kandang merpati yang cukup luas miliknya sendiri. Ia
biasa menyebutnya istana Merpati Dara Dori. Begitu banyak jenis merpati yang ia
piara. Semuanya sepasang. Ada merpati lokal, merpati kipas, merpati gondok,
merpati Lahore, dan masih banyak lagi. Namun, di antara semua merpatinya, merpati
lokal berwarna seputih saljulah yang paling ia sukai. Dara dan Dori
Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian alur ...
pengenalan
komplikasi
. klimaks
. penyelesaian
