Font size
WorksheetsMateri 1 MPPL
Total questions: 14
Worksheet time: 7mins
Manajemen Proyek adalah
Usaha sementara dalam mengerjakan sesuatu untuk mencapai atau menyelesaikan tujuan yang unik
Pengaplikasian pengetahuan, keterampilan, peralatan, dan teknik untuk kegiatan proyek dalam memenuhi persyaratan proyek
Efektifitas dan efisiensi dalam operasional, kebutuhan bertambah, dan peluang baru yang semakin terbuka membutuhkan solusi yang tepat dalam bertindak dan berbuat agar dapat memberikan perubahan terhadap individu dan organisasi yang lebih baik
Perencanaan yang baik terhadap pengembangan suatu proyek perangkat lunak perlu dilakukan agar tidak terjadi
Kesalahan dalam proyek
Korupsi dalam proyek
Kekacauan dalam proyek.
Tujuan utama dari rencana dalam suatu proyek untuk
Memandu Tim Pengujian
Membimbing/memandu eksekusi suatu proyek
Membimbing kesempurnaan
Proses mengakui secara resmi bahwa proyek baru atau yang sudah ada dapat berlanjut pada tahap/tingkat berikutnya.
Inisiasi
Intuisi
Perencanaan
Proses untuk mengukur kemajuan dan tercapainya tujuan proyek, mengamati penyimpangan proyek dari rencana yang sudah ditetapkan, dan memperbaiki serta menyesuaikan perkembangan proyek dengan rencana yang telah ditetapkan
Pelaksanaan proyek
Mengontrol proyek
Pelaksanaan dan mengontrol proyek
Dalam konteks manajemen proyek perangkat lunak, istilah pelaksanaan dan kontrol
Bukan bermakna memberitahu orang-orang apa yang harus dilakukan, mendikte tindakan atau pikiran mereka, atau mencoba untuk memaksa mereka untuk berperilaku dengan cara-tertentu
Bermakna memberitahu orang-orang apa yang harus dilakukan, mendikte tindakan atau pikiran mereka, atau mencoba untuk memaksa mereka untuk berperilaku dengan cara-tertentu
Mendikte tindakan atau pikiran mereka, atau mencoba untuk memaksa mereka untuk berperilaku dengan cara-tertentu
Fungsi proses pelaksanaan dan kontrol proyek dalam proyek perangkat lunak untuk
Menekankan pada pengumpulan informasi masa lalu
Menekankan pada pengumpulan informasi sekarang
Menekankan pada pengumpulan informasi masa yang akan datang.
Menekankan pada pengumpulan informasi masa lalu, sekarang dan juga masa yang akan datang.
Mengimplementasikan perencanaan dan kontrol lebih cenderung pada kehati-hatian dalam berbuat dan bertindak agar antara pelaksanaan dan perencanaan sesuai.
Fungsi pelaksanaan
Fungsi perencanaan
Fungsi aktivitas
Manajemen proyek memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
Terjalinnya hubungan formal berdasarkan aturan yang telah ditetapkan bersama, terdapat tim kerja, dan adanya objek pekerjaan
Terdapat pembagian kerja, tugas, dan tanggungjawab
Adanya tujuan bersama untuk mencapai kepentingan bersama
Adanya kerjasama secara informal
Kunci keberhasilan manajemen proyek adalah tersedianya
Sumber daya proyek kualitatif
Sumber daya proyek kuantitatif
Sumber daya proyek
Komponen summer saya proyek meliputi
Konteks ruang lingkup
Waktu & Biaya
Kualitas & SDM
Kuantitas
Kualitas produk dapat ditinjau dari tiga aspek, yaitu
Ooperasi produk (correctness, realiability, efficiency, integrity, usability)
Peralihaan produk (portability, reausibility, interoperatibility)
Revisi produk (maintainability, flexibility, testability).
Kebenaran (correctness, realiability, lexibility, integrity, portability,
Konfigurasi proyek sangat ditentukan oleh model atau teknik yang digunakan, misalnya
Cloud computing adalah model virtualisasi yang mampu untuk mengintegrasikan berbagai model.
Model client-server, model ini tidak jauh beda dengan komputasi terpusat,
Model tersebar (distributed computing) adalah konfigurasi dimana fisik dan logik sistem dipecah ke dalam komputer kecil-kecil yang disebut node dan saling berkomunikasi,
Model terpusat (decentralized computing) adalah konfigurasi dimana fisik sistem dipecah ke dalam beberapa sistem yang lebih kecil dan beberapa entitas beban dipisah dan dibagi ke sistem-sistem kecil tersebut.
Faktor resiko pengembangan sistem yang perlu diperhatikan diantaranya berkatan dengan
Resiko proyek (anggaran, jadwal, pekerja, sumber, pelanggan dan kebutuhan)
Resiko teknikal (desain, interface, perjanjian, dan pelaksanaan)
Resiko bisnis (tidak ada pesanan, tidak berkualitas, sukar dipasarkan karena kurang anggaran dan dukungan manajemen)
Resiko pryer (Model dan teknik konfigurasi proyek sangat ditentukan oleh kemajuan dan kapasitas teknologi informasi dan sumberdaya lainnya)
