wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PRATES dan PASCATES ANEKDOT

Total questions: 10

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!

“Empat kali tujuh adalah dua puluh delapan,” Kata seorang pria. “Empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh,” kata seorang yang lain. Dua orang itu bertengkar sampai menjadi jengkel lalu berkelahi, dan dibawa menemui hakim setempat yang memerintahkan agar orang pertama dipenjara. Orang itu berteriak memperotes. “Kamu sangat bodoh” kata hakim itu dengan tenangnya, “sampai bertengkar dengan seseorang yang dengan tololnya mengatakan bahwa empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh. Bukankah kamu yang seharusnya dihukum?” Orang itu akhirnya mengangguk setuju dan mengakui bahwa hakim benar

Isi teks anekdot di atas menceritakan tentang...

a)

Kebodohan seorang hakim

b)

Kesombongan seorang hakim

c)

Pertengkaran dua orang sahabat

d)

Hakim tidak menyadari kebodohannya

e)

Permasalahan soal hitungan

2.

Makna tersirat pada gambar anekdot di atas adalah...

a)

Orang utan yang bersedih karena keluarganya punah

b)

Manusia yang tidak bisa melindungi keberadaan orang utan

c)

Kita harus hidup rukun dan berdampingan dengan orang utan

d)

Orang utan yang butuh tempat untuk hidup

e)

Indonesia merupakan tempat penangkarang orang utan

3.

Sudah, sudah. Tidak perlu terjebak dalam jargon. Susu beruang tidak dari dan untuk beruang. Jas hujan tidak terbuat dari hujan. Obat nyamuk tidak mengobati nyamuk. Maka, jangan heran kalau dewan perwakilan rakyat tidak mewakili rakyat.

@fiersabesari (penulis)

Kritikan dalam anekdot di atas adalah…

a)

Tidak perlu terjebak dalam jargon

b)

Susu beruang tidak dari dan untuk beruang

c)

Jas hujan tidak terbuat dari hujan

d)

Obat nyamuk tidak mengobati nyamuk

e)

dewan perwakilan rakyat tidak mewakili rakyat

4.

Kritik gambar anekdot di atas ditujukan untuk…

a)

Wisatawan

b)

masyarakat

c)

Pemerintah

d)

Anggota dewan

e)

Warga Riau

5.

Pada malam jumat, paling banyak ditemukan politisi melakukan blusukan, termasuk Darman (maaf bukan nama yang sebenarnya dan bukan sebenarnya nama). Darman mendatangi kampung yang diterjang banjir paling parah kebetulan disana banyak wartawan meliput sehingga dia makin semangat menyerahkan bingkisan.

Dalam teks tersebut yang termasuk peristiwa penting adalah….

a)

Pada malam jumat, sejumlah politisi melakukan ”blusukan” ke daerah-daerah banjir.

b)

Darman (maaf bukan nama yang sebenarnya dan bukan sebenarnya nama).

c)

Darman mendatangi kampung yang diterjang banjir paling parah

d)

Kebetulan disana banyak wartawan meliput.

e)

Darman makin semangat menyerahkan bingkisan.

6.

“Mengapa Bapak mendukung studi banding para pejabat ke Jepang?”

“oh, itu saya mendukung penuh sebab para pejabat akan belajar teknik menghargai rakyat yang mereka wakilli ala Jepang. Semoga segera diterapkan untuk seluruh pejabat.”

Makna tersirat dalam penggalan di atas adalah..

a)

Pejabat harus studi banding ke Jepang

b)

Rakyat harus mendukung progam pemerintah

c)

Jepang tempat yang bagus untuk studi banding

d)

Pejabat harus belajar menghargai rakyat

e)

Rakyat harus bisa saling menghormati dengan pejabat

7.

Alkisah, disuatu persidangan terjadi dialog sebagai berikut:

“sumpah mati, pak Hakim. Saya sama sekali tidak melakukan semua tuduhan korupsi itu!”

“saudara jangan berbohong! Tahukah apa hukumannya bagi pelaku yang memberi keterangan palsu di bawah sumpah?”

“hukumannya pastinya saya tidak tahu. Akan tetapi, saya yakin pasti lebih ringan daripada korupsi!”

Pokok permasalahan yang dibahas dalam anekdot tersebut adalah…

a)

Hukuman yang dberikan kepada koruptor

b)

Pemberantasan korupsi yang sudah terjadi

c)

Maraknya korupsi yang terjadi di Indonesia

d)

Keterangan palsu saat berada di dalam sidang

e)

Beratnya menjadi seorang hakim pengadilan

8.

Seorang pejabat daerah yang mencalonkan diri ikut pilkada memasuki kantor sebuah surat kabar dan langsung marah-marah.

“Berita tentang saya yang kalian tulis semaunya tidak sesuai dengan kenyataan!” katanya setengah berteriak.

“Tenang dulu, Pak!” jawab pimpinan redaksi surat kabar tersebut

“Tenang bagaimana?”

“kalau kami menulis tentang Bapak sesuai dengan kenyataan yang ada, pasti Bapak tidak akan terpilih sebagai kepada daerah, melainkan malah dipanggil KPK,” kata pimpinan redaksi dengan kalem.

Simpulan isi anekdot tersebut adalah…

a)

Pihak surat kabar menuliskan kabar palsu untuk melindungi nama baik si pejabat

b)

Pihak surat kabar tidak menuliskan isi berita sesuai dengan permintaan si pejabat

c)

Pihak surat kabar tidak bertanggung jawab dengan isi berita mengenai si pejabat

d)

Pihak surat kabar meminta maaf telah menuliskan berita bohong tentang di pejabat

e)

Pihak surat kabar menuliskan berita bohong untuk menjatuhkan nama baik di pejabat

9.

Berikut ini kalimat yang mengandung majas sindiran adalah...

a)

“Berita tentang saya yang kalian tulis semaunya tidak sesuai dengan kenyataan!”

b)

kalau kami menulis tentang Bapak sesuai dengan kenyataan yang ada, pasti Bapak tidak akan terpilih sebagai kepada daerah, melainkan malah dipanggil KPK

c)

Seorang pejabat daerah yang mencalonkan diri ikut pilkada memasuki kantor sebuah surat kabar dan langsung marah-marah

d)

kata pimpinan redaksi dengan kalem

e)

“Tenang dulu, Pak!” jawab pimpinan redaksi surat kabar tersebut

10.

“kamu membuat contekan, ya?” tanya di kawan.

“ah, hanya catatan-catatan kecil untuk ujian nanti,” jawab mahasiswa

“wah, kamu curang!” kaa kawan

“sedikit gak apa asal ga korupsi.”

“Bukannya nyontek itu bibit korupsi?”

Mereka berdua pun diam.

Pesan yang terkandung dala anekdot tersebut adalah…

a)

Dilarang curang

b)

Dilarang korupsi

c)

Dilarang mencela

d)

Dilarang berbohong

e)

Dilarang mencontek