NEW
Font size
WorksheetsUH ANEKDOT KELAS X
Total questions: 20
Worksheet time: 49mins
Teks anekdot adalah....
teks yang berisi pendapat pribadi
teks yang berisi hasil observasi
teks yang mengandung unsur lucu dan digunakan untuk mengkritik
teks yang berisi cerita lucu
Perbedaan anekdot dan humor dari aspek fungsi adalah
anekdot : menyampaikan sindiran
humor : hanya hiburan
anekdot : nyata
humor : rekaan
anekdot : ada pesan tersirat
humor : tidak ada pesan tersirat
anekdot : masalah berkaitan dengan tokoh publik
humor : masalah berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
struktur anekdot yang tepat adalah
abstraksi - orientasi - krisis - reaksi - koda
orientasi - abstraksi - reaksi - krisis - koda
abstraksi - krisis - orientasi - reaksi - koda
orientasi - abstraksi - krisis - reaksi - koda
perbedaan anekdot dan humor dari aspek ide cerita adalah
anekdot : masalah berkaitan dengan tokoh publik
humor : masalah berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
anekdot : nyata
humor : rekaan
anekdot : menyindir
humor : menghibur
anekdot : ada pesan tersirat
humor : tidak ada pesan tersirat
Bagian yang menunjukkan ringkasan cerita disebut ….
orientasi
koda
abstraksi
krisis
Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”. Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah .kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah…
“Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”
Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.
Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai.
Susunlah kalimat berikut menjadi teks anekdot yang tepat.
1. Bu guru pun tersenyum
2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.
3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
2-4-5-3-6-1
3-5-6-1-2-4
2-5-3-1-4-6
2-5-6-3-4-1
Bacalah paragraf berikut ini.
(1) Hari ini Sekolah Bahagia mengadakan rekreasi ke Bali. Para siswa terlihat gembira dan mengenakan pakaian yang terbagus. (2) Di antara mereka ada yang membawa tongsis. (3) Tiba-tiba Nasrudin berkata, “Iya, tongsis itu memang cocok untuk kita, supaya kita semua pandai berkaca diri”. (4) Anak yang membawa tongsis hanya tersenyum kemudian mengajak Nasrudin selfie.
Konjungsi temporal terdapat pada kalimat ke ….
1
2
3
4
Bacalah teks di bawah ini.
Adi nonton TV bersama bapaknya di ruang keluarga. Ia mengikuti berita agar tidak ketinggalan informasi.
Berita Politik
Adi: Pak, itu teman saya waktu kuliah dulu!
Bapak: Yang mana?
Adi: Itu lho, Pak yang pakai baju mahal!
Bapak: Tak ada, hanya pakai kaos KPK.
Adi: Itu kan mahal, Pak. Kalau kita mana bisa pakai baju seperti itu?
Bapak: Kamu mau seperti itu?
Adi tertawa bersama bapaknya.
Pertanyaan retoris yang terdapat dalam teks di atas adalah .…
Yang mana?
Itu lho, Pak yang pakai baju mahal!
Itu kan mahal, Pak. Kalau kita mana bisa pakai baju seperti itu?
Kamu mau seperti itu?
Bacalah teks berikut ini!
Ketika hujan datang dengan deras, para petani bawang merah tidak suka. Ketika tidak hujan, petani padi pun tidak suka.
“Tuhan berikan hujan agar padiku tidak kering!” pinta petani kepadanya.
“Tuhan, jangan turunkan hujan, nanti saya tidak bisa memanen bawang merah!” pinta petani bawang merah.
Doa mereka pun dikabulkan oleh Tuhan. Di daerah petani padi terjadi hujan sedangkan di daerah petani bawang merah, tidak hujan.
“Kok sekarang aneh ya, musimnya. Apakah Tuhan sudah murka dengan manusia? Sehingga di sana hujan, di sini tidak hujan.” Kata petani sayur.
“Hujan kodok!!!” Teriak anak-anak.
Amanat yang terdapat dalam teks tersebut adalah….
manusia harus selalu bersyukur kepada Tuhan terhadap apa yang telah Tuhan berikan kepadanya.
keberhasilan seseorang ditentukan oleh doa yang dipanjatkan
apapun yang terjadi, manusia harus tetap waspada
manusia harus selalu berdoa untuk kebaikannya sendiri
berikut ini yang bukan merupakan ungkapan adalah...
hati manusia
rendah hati
besar kepala
buah tangan
Bacalah teks berikut ini!
Menjelang lebaran, anak-anak bermain petasan. Mereka bersaing dalam bunyi suara, semakin besar bunyi petasan, semakin mereka senang dan tersanjung. Mereka membuat petasan dengan bahan peledak sehingga menimbulkan bunyi yang luar biasa.
“Duaaar..duaar..duar..!!! bunyi petasan pada subuh hari. Pak Amat kaget mendengarnya. Sambil marah-marah dia mengatakan, “Ooalah..setiap hari kok dengar ledakan terus. Ledakan harga kebutuhan pokok, ledakan harga gas, ledakan TDL, dan kali ini benar-benar ledakan petasan..membuat merah telingaku.”
Makna ungkapan merah telinga dalam teks di atas adalah...
marah
tidak bisa mendengar
kurang beruntung
dijadikan bahan pembicaraan
Berikut ini yang bukan ciri-ciri teks anekdot, adalah...
mengandung sindiran
merupakan hasil pengamatan
mengandung ajaran moral
mengandung unsur lucu, konyol dan menjengkelkan
Tahap awal proses menulis sebuah teks anekdot adalah ….
menentukan pesan moral
menentukan topik
menentukan unsur lucu
memberi judul
bacalah teks berikut.
Pemerintah sedang gencar membuat taman-taman. Taman merupakan hutan kecil di tengah-tengah kota. Taman kota disinyalir dapat membawa suasana bahagia, nyaman, dan tenteram bagi penghuninya. Namun, kita terkadang lupa dengan ‘taman besar’ yang sesungguhnya, hutan. Memperhatikan hal kecil memang penting asal jangan melupakan yang ‘besar’. Save our forest!
Teks anekdot di atas dibangun dari kalimat sindiran berdasarkan antonim, yaitu ....
besar-kecil
pemerintah-kota
ingat-lupa
taman-hutan
Bacalah teks di bawah ini!
Di suatu kelas saat pendampingan penjurusan oleh wali kelas.
“Anak-anak, kau harus pilih jurusan yang sesuai dengan cita-citamu!” kata Wali kelas dengan semangat. “Masa depanmu masih panjang, keberhasilanmu ditentukan oleh pilihanmu hari ini, apa kau ingin mengambil jurusan IPA atau IPS.”
“Bu, saya bingung menentukan pilihan. Sebenarnya saya ingin jurusan IPA tapi saya senang IPS. IPS lebih praktis daripada IPA. Contohnya, kalau ada kelapa jatuh kalau pelajaran IPA dihitung kecepatannya. Tapi kalau pelajaran di jurusan IPS, kelapa yang jatuh diambil dan dijual.”
Seisi kelas tertawa memecahkan keheningan dan keseriusan wali kelas dan siswa saat penjurusan.
Tokoh utama teks di atas adalah….
kepala sekolah dan siswa
siswa dan wali kelas
siswa dan guru
guru dan kepala sekolah
Bagian yang menunjukkan konflik cerita disebut….
koda
orientasi
reaksi
krisis
berikut ini yang bukan merupakan kata kerja aksi, adalah...
melempar
mengambil
berpikir
menulis
Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari kepala dukuh terbukti oleh warga kalau menggelapkan uang kas desa sebanyak Rp 10.000.000. Warga hanya diam saja, tidak bisa berbuat-apa-apa. Bersamaan dengan kejadian itu, seorang warga tertangkap basah mencuri satu ayam jago. Dia pun dihakimi massa.
“Apa yang harus kita lakukan? Menghajarnya?” kata seorang warga
“Hajar sampai dia kapok!” kata warga lain
“Ampun, pak!” kata pencuri
“Kita harus kasih pelajaran!!!” sahut kepala dukuh
“Bagaimana, apakah dia sudah menerima ganjaran yang pantas, sebagai pencuri ayam?” teriak kepala dukuh
“Pantas!!” jawab warga
“Apakah ada yang mau seperti dia?” jelas kepala dukuh
Topik cerita di atas adalah ….
ketidakadilan hukum
adat masyarakat
kepala dukuh yang bertanggungjawab
pencuri yang malang
Bacalah teks berikut ini!
“Nah, mengertikan?” tanya Dodi sambil menyimpan pensilnya. Sudah dua jam dia menerangkan logaritma pada Yusuf. “Entahlah, saya masih ragu” jawab Yusuf, “aku benar-benar tidak bisa konsentrasi, Dod”
“Kamu ini kepala angin atau memang tidak konsentrasi? Kamu ini rupanya harus minum ramuan jahe dulu supaya tidak kepala angin!”kata Dodi sambil siap-siap menerangkan kembali teorinya.
Kepala angin memiliki makna…
sering lupa
bodoh
tidak konsentrasi
masuk angin
