NEW
Font size
WorksheetsNILAI-NILAI HIKAYAT - CERPEN DAN MEMBANDINGKANNYA
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama!
Sebermula ada pun yang berjalan itu pertama Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala jalan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula raja-raja sekalian isi rimba itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Alim di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya seperti halilintar membelah bumi dari sebab segala raja-raja yang tiada terkira-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi membawa dirinya, ada yang ke dalam lubang tanah ada yang di celah-celah batu adanya.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....
Kekacauan penduduk akibat hasutan
Ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
Kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
Kekejaman raja terhadap rakyatnya
Keadilan seorang raja kepada rakyatnya
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
nilai moral
nilai agama
nilai budaya
nilai pendidikan
nilai sosial
Bacalah penggalan hikayat “Bunga Kemuning” berikut!
Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
nilai moral
nilai agama
nilai budaya
nilai pendidikan
nilai sosial
Bacalah penggalan hikayat berikut!
”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”
”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”
(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan ….
Menghormati orang lain
Mendahulukan kepentingan umum
Menegur orang dengan bahasa yang sopan
Menolong orang yang sedang menderita
Membantu orang yang sedang bersedih hati
Bacalah teks berikut dengan saksama!
(1) Teman-teman Fajar bersorak gembira. (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layangnya putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara adzan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas Daffa semakin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik Fajar memang sakti. (6) Fajar menjadi semakin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ....
1
3
4
5
6
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Haji soleh yang jadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. Dan dengan suara yang menggeletar dan berirama indah, Ia memulai pidatonya: “O, Tuhan kami yang Mahabesar, kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat, yang paling taat menyembah-Mu. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu, dan lain-lainnya…”
Nilai yang menonjol dalam cuplikan cerpen tersebut adalah ….
agama
moral
sosial
budaya
pendidikan
Bacalah teks berikut dengan saksama!
"Abu Bakar menangis. Ia tersedu dan gemetar hebat. Ia menahan amarah, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap Pak Yahudi. Lalu dengan terbata-bata, ia sampaikan sebuah rahasia. Kata Abu Bakar kepadanya: Tahukah Bapak, siapa orang yang selalu menyuapimu dengan sabar dan penuh kasih sayang itu? Dialah Rasulullah Muhammad yang engkau benci, yang setiap hari engkau maki. Tapi dia tak pernah sakit hati atau dendam kepadamu, justru memperlakukanmu melebihi cinta kerabatmu."
Nilai yang terkandung dalam cuplikan cerpen tersebut adalah nilai …
moral dan budaya
moral dan psikologi
moral dan agama
moral dan pendidikan
agama dan budaya
“Ramai sekali Yah?” Tanya Wahyu saat kami memasuki halaman rumah Datu. Tak ada yang menyadari kedatanganku, semuanya serius memandang ke arah seorang penari. Oh… hatiku ciut. Tanganku tiba-tiba dingin. Desiran darahku semakin kencang. Acara mabbissu, acara ritual yang diperankan oleh para bissu. Orang kebanyakan mengatakan kalau bissu itu “Urane majjiwa makkunrai, tengurane toi temmakunraitoi” (Laki-laki yang berjiwa perempuan, tapi bukan laki-laki juga bukan perempuan). Para bissu berperan sebagai penasihat raja. Pada masa pra- Islam mereka bisa dikatakan sebagai pendeta agama Bugis kuno. Sebagai pelaksana dalam ritual kerajaan, bissulah yang menentukan hari baik untuk memulai sesuatu, seperti turun ke sawah atau membangun rumah.
Nilai budaya yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Ritual mabbisu bagi suku Bugis untuk menentukan hari baik untuk memulai sesuatu
Para bissu berperan sebagai penasihat raja
Pada masa praislam bissu sebagai pendeta agama Bugis kuno.
Bissu menentukan hari baik untuk memulai sesuatu
Bissu itu “Urane majjiwa makkunrai, tengurane toi temmakunraitoi”
Bacalah kutipan teks hikayat dan cerpen berikut dengan saksama!
Teks I (Hikayat)
Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa Qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki.
Teks II (Cerpen)
Semenjak Budiman berangkat ke Jakarta, Ompi bertambah yakin, bahwa setahun demi setahun segala cita-citanya pasti tercapai. Dan benarlah. Ternyata setiap semester Indra Budiman mengirim rapor sekolahnya dengan angka-angka yang baik sekali. Dan setiap tahun ia naik kelas. Hanya dalam tempo dua tahun, Indra Budiman menamatkan pelajarannya di SMA seraya mengantungi ijazah yang berangka baik.
Perbedaan nilai yang terdapat dalam kutipan Teks I dan Teks II tersebut adalah ....
Teks I terdapat nilai budaya sedangkan Teks II terdapat nilai pendidikan.
Teks I terdapat nilai pendidikan sedangkan Teks II terdapat nilai budaya.
Teks I terdapat nilai moral sedangkan Teks II terdapat nilai pendidikan.
Teks I terdapat nilai budaya
Teks I terdapat nilai moral sedangkan Teks II terdapat nilai sosial.
Bacalah kutipan teks hikayat dan cerpen berikut dengan saksama!
Teks I (hikayat)
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat.
Teks II (cerpen)
Dia yakin itu, bahwa Indra Budimannya akan mendapat nama tambahan dokter dimuka namanya sekarang. Atau salah satu titel yang mentereng lainnya. Ketika Ompi mulai mengangankan nama tambahan itu, diambilnya kertas dan potlot. Di tulisnya nama anaknya, dr. Indra Budiman. Dan Ompi merasa bahagia sekali. Ia yakinkan kepada para tetangganya akan cita-citanya yang pasti tercapai itu.
Perbedaan penggunaan bahasa dalam kedua teks tersebut adalah ....
Hikayat menggunakan bahasa daerah sedangkan cerpen menggunakan bahasa Indonesia saat ini.
Hikayat dipengaruhi oleh bahasa asing sedangkan cerpen menggunakan bahasa Indonesia saat ini.
Hikayat dipengaruhi bahasa melayu sedangkan cerpen banyak dipengaruhi oleh bahasa asing.
Hikayat dipengaruhi oleh bahasa daerah sedangkan cerpen banyak dipengaruhi oleh bahasa asing.
Hikayat menggunakan bahasa melayu sedangkan cerpen menggunakan bahasa Indonesia saat ini.
