wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

EVALUASI KD 3.5 DAN 4.5

Total questions: 10

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

Cermatilah pernyataan berikut!

Cerita lucu yang mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum atau untuk melukiskan suatu sifat dengan ringan serta sarana untuk menyampaikan kritik terhadap sesuatu, disebut... .

a)

A. teks novel

b)

B. teks roman

c)

C. teks anekdot

d)

D. teks humor

e)

E. teks cerpen

2.

Bacalah teks anekdot berikut dengan cermat!

Alkisah, disuatu persidangan terjadi dialog sebagai berikut.

“Sumpah mati, Pak Hakim. Saya sama sekali tidak melakukan semua tuduhan korupsi itu!”

“Saudara jangan berbohong! Tahukah apa hukumannya bagi pelaku yang memberi keterangan palsu di bawah sumpah?”

“Hukuman pastinya saya tidak tahu. Akan tetapi, saya yakin pasti lebih ringan daripada korupsi!”

Dikutip dari : Eko Sugiarto, “Keterangan Palsu” dalam Apel Malang, Apel Washington & Semangka Rujak Humor ala Koruptor, Yogyakarta, Andi, 2012

Pokok masalah yang dibahas dalam anekdot tersebut adalah... .

a)

A. hukuman yang diberikan kepada koruptor

b)

B. pemberantasan korupsi yang sudah terjadi

c)

C. maraknya korupsi yang terjadi di indonesia

d)

D. keterangan palsu saat berada dalam sidang

e)

E. beratnya menjadi seorang hakim pengadilan

3.

Bacalah dengan cermat teks anekdot berikut.

Antara Pencuri Sandal dan Koruptor

Pada suatu persidangan, seorang hakim menjatuhi hukuman 5 tahun terhadap pemuda berusia 23 tahun. Pemuda tersebut bernama Adi, Ia terbukti bersalah karena mencuri sepasang sandal di masjid.

Adi : “Lho tunggu dahulu Pak Hakim, sandal yang saya curi hanya berharga Rp 30.000. Mengapa saya dihukum 5 tahun penjara Pak? Sementara para koruptor yang mencuri uang rakyat dalam jumlah besar lebih ringan hukumannya?”

Hakim: “Saudara Adi, Anda merugikan satu orang senilai

Rp 30.000. Sementara itu, para koruptor merugikan 200 juta orang senilai 2 miliar rupiah. Jika dirinci kerugian yang ditimbulkan dari tindak korupsi hanya Rp 10 per orang.”

Adi : “Lalu?”

Hakim: “Lalu apa lagi? Jelas-jelas tindakan Anda jauh lebih merugikan orang lain. Oleh karena itu, sudah sepantasnya Anda saya berikan hukuman lebih berat.”

Adi: (Pingsan)

Tokoh yang diceritakan dalam anekdot di atas adalah... .

a)

A. hakim

b)

B. adi

c)

C. jaksa

d)

D. koruptor

e)

E. rakyat

4.

Bacalah dengan cermat teks anekdot berikut.

Antara Pencuri Sandal dan Koruptor

Pada suatu persidangan, seorang hakim menjatuhi hukuman 5 tahun terhadap pemuda berusia 23 tahun. Pemuda tersebut bernama Adi, Ia terbukti bersalah karena mencuri sepasang sandal di masjid.

Adi : “Lho tunggu dahulu Pak Hakim, sandal yang saya curi hanya berharga Rp 30.000. Mengapa saya dihukum 5 tahun penjara Pak? Sementara para koruptor yang mencuri uang rakyat dalam jumlah besar lebih ringan hukumannya?”

Hakim: “Saudara Adi, Anda merugikan satu orang senilai Rp 30.000. Sementara itu, para koruptor merugikan 200 juta orang senilai 2 miliar rupiah. Jika dirinci kerugian yang ditimbulkan dari tindak korupsi hanya Rp 10 per orang.”

Adi : “Lalu?”

Hakim: “Lalu apa lagi? Jelas-jelas tindakan Anda jauh lebih merugikan orang lain. Oleh karena itu, sudah sepantasnya Anda saya berikan hukuman lebih berat.”

Adi: (Pingsan)

Hal yang dilakukan Adi sehingga ia harus dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, adalah... .

a)

A. mencuri uang dan sandal

b)

B. mencuri sepasang sandal

c)

C. mencuri uang rakyat

d)

D. mencuri uang Rp 30.000,-

e)

E. mencuri uang dua ratus juta

5.

Bacalah teks anekdot berikut dengan cermat.

Ketika sedang melakukan inspeksi ke sebuah rumah tahanan (rutan), seorang bupati menyempatkan diri menanyai seorang napi. "Perbuatan tidak terpuji apa yang kamu lakukan sehingga harus ditahan?" Tanya sang bupati.

"Saya membohongi teman saya sehingga ia kehilangan beberapa ratus juta." Jawab si napi.

"Selain itu, apa lagi?" sang bupati kembali bertanya.

"Saya juga melakukan manipulasi anggaran proyek di kantor saya." jawab napi.

"Umm, kamu pembohong kelas kakap ya. Omong-omong, apa lagi tindakan tidak terpuji yang telah kamu lakukan?"

Si napi pun berpikir sejenak, lalu berkata, "(......)."

Sang bupati berusaha menunjukkan ekspresi yang biasa-biasa saja. Ia pun pergi meninggalkan tahanan itu.

Agar tercipta efek humor (kelucuan), bagian rumpang tersebut seharusnya berisi kalimat... .

a)

A. saya tidak tahu. saya sudah lupa. nanti akan saya ingat-ingat lagi

b)

B. dalam pemilu kemarin, saya memilih calon pemimpin yang ternyata seorang pembual belaka

c)

C. saya pernah membohongi kedua orang tua saya, saya juga pernah membohongi guru saya

d)

D. baiklah, saya akan mengubah perilaku saya ketika saya sudah bebas dari sini

e)

E. tidak ada. sebenarnya saya adalah orang baik. ayah saya adalah seorang pemuka agama

6.

Bacalah teks anekdot berikut dengan saksama.

KUHP DALAM ANEKDOT

Seorang dosen fakultas hukum suatu uniersitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.

Saat sesi tanya jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP,Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad.”Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!”

Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad,”Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawab dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak!” Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.

Kritikan/sindiran yang disampaikan dalam anekdot di atas adalah... .

a)

A. menjelaskan kepanjangan kuhp sebenarnya adalah kitab undang hukum pidana

b)

B. menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap

c)

C. mengkritik bapak dosen yang sedang memberikan kuliah hukum pidana

d)

D. peribahasa inggris mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik.

e)

E. menyindir Ali yang bertanya kepanjangan KUHP

7.

Cermatilah gambar di atas.

Pesan tersirat pada gambar anekdot di atas adalah... .

a)

A. mengingatkan siswa yang malas belajar dan selalu mengharapkan sepiring nasi.

b)

B. menyadarkan siswa pintar yang tidak mau mengajari siswa lain

c)

C. sebagai pemerintah jangan mempersulit siswa dengan adanya soal UN

d)

D. Mengkritik pemerintah yang tidak memperhatikan pelajar

e)

E. sebagai siswa janganlah malas belajar dan selalu mengharapkan kebocoran soal UN

8.

Cermatilah teks humor dan teks anekdot berikut.

TEKS HUMOR

Di Balik Nikmatnya Berlibur

Sebuah keluarga sedang pergi ke Disney Land. Setelah melewati liburan yang menyenangkan dan melelahkan, mereka kembali ke rumah. Saat mereka meninggalkan Disney Land, anak laki-laki melambaikan tangan dan berkata, “Goodbye, Mickey.”

Lalu si anak perempuan juga melambaikan tangan dan berkata, “Goodbye, Minnie.”

Kemudian, si ayah juga melambaikan tangan dan dengan lemahnya berkata, “Goodbye, Money.”

TEKS ANEKDOT

Kursi yang Membuat Lupa

Di suatu siang, ada dua bocah yang tengah bercanda di bawah pohon rindang.

Bagus: “Anton, kita main tebak-tebakan, yuk! Kursi apa yang membuat orang lupa ingatan?”

Anton: “Kursi goyang! Orang yang duduk di atas kursi goyang akan mengantuk dan tertidur. Saat tidur, orang kan lupa.”

Bagus: (Tertawa) “Meski lucu, tapi jawabanmu salah.”

Anton: “Hmm… kursi apa, ya?”

Bagus: “Jawabannya adalah kursi DPR!”

Anton: “Lho, kok begitu?”

Bagus: “Jelas, lah! Coba kamu ingat, sebelum duduk di kursi DPR, banyak caleg yang berjanji macam-macam agar masyarakat memilih mereka. Tapi setelah merasakan kursi DPR, sekejap saja mereka hilang ingatan akan janji-janjinya.”

Anton: “Oh, iya, betul juga.”

kalimat yang tepat untuk membandingkan humor dan anekdot di atas dari segi fungsi komunikasi ialah...

a)

A. humor di atas memiliki fungsi komunikasi sebagai hiburan bahwa si ayah sedih uangnya habis. Sedangkan anekdot di atas memiliki fungsi komunikasi sebagai kritikan untuk anggota DPR yang sering lupa akan janji-janjinya setelah menduduki jabatannya

b)

B. humor di atas memiliki fungsi komunikasi sebagai teladan bahwa si ayah telah memberikan kebahagiaan kepada keluarganya. Sedangkan anekdot di atas memiliki fungsi komunikasi sebagai kritikan untuk anggota DPR yang melupakan kewajiban untuk membela hak-hak rakyat

c)

C. humor di atas memiliki fungsi komunikasi sebagai hiburan bahwa liburan ke Disney Land mengakibatkan uang si ayah habis. Sedangkan anekdot di atas memiliki fungsi komunikasi sebagai bentuk protes kepada anggota DPR

d)

D. humor di atas memiliki fungsi komunikasi sebagai hiburan bahwa si ayah menyesal karena uangnya habis. Sedangkan anekdot di atas memiliki fungsi komunikasi sebagai kritikan untuk anggota dewan yang sering memakan uang rakyat

e)

E. humor di atas memiliki fungsi komunikasi untuk menyampaikan penyesalan seorang ayah yang mengajak berlibur keluarga ke tempat yang mahal. Sedangkan anekdot di atas memiliki fungsi komunikasi untuk menyampaikan pikiran atau pendapat kepada anggota DPR

9.

Cermatilah teks humor dan teks anekdot berikut dengan saksama.

TEKS HUMOR

Di Balik Nikmatnya Berlibur

Sebuah keluarga sedang pergi ke Disney Land. Setelah melewati liburan yang menyenangkan dan melelahkan, mereka kembali ke rumah. Saat mereka meninggalkan Disney Land, anak laki-laki melambaikan tangan dan berkata, “Goodbye, Mickey.”

Lalu si anak perempuan juga melambaikan tangan dan berkata, “Goodbye, Minnie.”

Kemudian, si ayah juga melambaikan tangan dan dengan lemahnya berkata, “Goodbye, Money.”


TEKS ANEKDOT

Kursi yang Membuat Lupa

Di suatu siang, ada dua bocah yang tengah bercanda di bawah pohon rindang.

Bagus: “Anton, kita main tebak-tebakan, yuk! Kursi apa yang membuat orang lupa ingatan?”

Anton: “Kursi goyang! Orang yang duduk di atas kursi goyang akan mengantuk dan tertidur. Saat tidur, orang kan lupa.”

Bagus: (Tertawa) “Meski lucu, tapi jawabanmu salah.”

Anton: “Hmm… kursi apa, ya?”

Bagus: “Jawabannya adalah kursi DPR!”

Anton: “Lho, kok begitu?”

Bagus: “Jelas, lah! Coba kamu ingat, sebelum duduk di kursi DPR, banyak caleg yang berjanji macam-macam agar masyarakat memilih mereka. Tapi setelah merasakan kursi DPR, sekejap saja mereka hilang ingatan akan janji-janjinya.”

Anton: “Oh, iya, betul juga.”

Jika humor dan anekdot di atas dibandingkan dari aspek isinya, pernyataan berikut ini yang paling tepat ialah...

a)

A. isi teks humor di atas mengenai masalah suatu keluarga, sedangkan isi teks anekdot di atas mengarah kepada masalah tokoh Anton dan Bagus

b)

B. isi teks humor di atas mengenai masalah keluarga dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan isi teks anekdot di atas mengarah kepada masalah anggota DPR

c)

C. isi teks humor di atas mengenai masalah kepentingan orang banyak, sedangkan isi teks anekdot di atas mengarah kepada masalah terkait kepentingan tokoh publik

d)

D. isi teks humor di atas mengenai masalah kehidupan sehari-hari, sedangkan isi teks anekdot di atas mengarah kepada masalah terkait tokoh publik atau yang menyangkut orang banyak

e)

E. isi teks humor di atas mengenai masalah kehidupan suatu keluarga yang berlibur, sedangkan isi teks anekdot di atas mengarah kepada masalah kenyamanan kursi anggota DPR

10.

Bacalah teks anekdot berikut dengan cermat!

Hukum Peradilan


Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.

Saat sesi tanya jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. "Apa kepanjangan KUHP, Pak?". Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. "Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi," pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, "Kasih Uang Habis Perkara, Pak....!".

Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, "Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?" Pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, "Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak...!".

Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.

Rumusan makna tersirat teks anekdot di atas yang paling tepat ialah...

a)

A. hukum di Indonesia yang sering tidak menyelesaikan perkara

b)

B. seorang dosen hukum yang suka melempar permasalahan kepada mahasiswa

c)

C. kritikan kepada hukum di Indonesia yang kurang tegas dan dapat dibeli dengan uang

d)

D. rakyat kecil yang selalu lemah di mata hukum dan selalu kalah ketika di pengadilan

e)

E. kritikan kepada hukum di Indonesia yang selalu berpihak kepada pejabat tinggi