NEW
Font size
Worksheetsmembandingkan hikayat dan cerpen
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Hikayat dan cerpen sama-sama merupakan teks narasi fiksi. Keduanya mempunyai unsur intrinsik yang sama yaitu…
Tema, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, alur, gaya bahasa dan imaji.
Tema, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, alur, amanat dan anekdot.
Tema, tokoh dan penokohan, sudut pandang, latar, gaya bahasa, dan alur.
Tema, tokoh dan penokohan, sudut pandang, latar, gaya bahasa, alur, dan diksi.
Ketika Leyla memutuskan untuk mengungsi, meninggalkan kampong halamannya, perih yang melilit perutnya kian menjadi-jadi. Terlampau perihnya, hingga seluruh pandangannya terasa buram. Leyla seperti melihat ribuan kunang-kunang berlesatan mengitari kepalanya. Selanjutnya, ia menyebut kunang-kunang itu sebagai sang maut. Sang maut yang selalu menguntitnya dan sewaktu-waktu siap mengantarnya menyusul almarhum suaminya.
Konjungsi “ketika” dalam teks di atas menyatakan?
Urutan peristiwa
Urutan waktu
Hubungan peristiwa
Hubungan waktu
“Memang ngapain sih Mas, ke Madura segala? Lama lagi!”
“Diajak survei sama salah satu profesor dan kontraktor, untuk perencanaan bangunan besar di sana, Dik Manis! Sekalian penelitian skripsi Mas….”
Ah, soal bangunan dan penelitian skripsi. Lalu kenapa Mas Gagah bisa berubah jadi aneh gara-gara hal tersebut? Pikirku waktu itu.
“Mas ketemu kiai hebat di Madura,” cerita Mas Gagah antusias. “Namanya Kiai Ghufron! Subhanallah, orangnya sangat bersahaja, santri-santrinya luar biasa! Di sana Mas memakai waktu luang Mas untuk mengaji pada beliau. Dan tiba-tiba dunia jadi lebih benderang!” tambahnya penuh semangat. “Nanti kapan-kapan kita ke sana ya, Git”.
Termasuk ke dalam teks apakah kutipan di atas?
“Memang ngapain sih Mas, ke Madura segala? Lama lagi!”
“Diajak survei sama salah satu profesor dan kontraktor, untuk perencanaan bangunan besar di sana, Dik Manis! Sekalian penelitian skripsi Mas….”
Ah, soal bangunan dan penelitian skripsi. Lalu kenapa Mas Gagah bisa berubah jadi aneh gara-gara hal tersebut? Pikirku waktu itu.
“Mas ketemu kiai hebat di Madura,” cerita Mas Gagah antusias. “Namanya Kiai Ghufron! Subhanallah, orangnya sangat bersahaja, santri-santrinya luar biasa! Di sana Mas memakai waktu luang Mas untuk mengaji pada beliau. Dan tiba-tiba dunia jadi lebih benderang!” tambahnya penuh semangat. “Nanti kapan-kapan kita ke sana ya, Git”.
Di manakah latar tempat dalam kutipan teks tersebut?
“Memang ngapain sih Mas, ke Madura segala? Lama lagi!”
“Diajak survei sama salah satu profesor dan kontraktor, untuk perencanaan bangunan besar di sana, Dik Manis! Sekalian penelitian skripsi Mas….”
Ah, soal bangunan dan penelitian skripsi. Lalu kenapa Mas Gagah bisa berubah jadi aneh gara-gara hal tersebut? Pikirku waktu itu.
“Mas ketemu kiai hebat di Madura,” cerita Mas Gagah antusias. “Namanya Kiai Ghufron! Subhanallah, orangnya sangat bersahaja, santri-santrinya luar biasa! Di sana Mas memakai waktu luang Mas untuk mengaji pada beliau. Dan tiba-tiba dunia jadi lebih benderang!” tambahnya penuh semangat. “Nanti kapan-kapan kita ke sana ya, Git”.
Siapa sajakah tokoh yang ada dalam teks tersebut?
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah.
Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Dalam kutipan teks tersebut, termasuk ke dalam teks apakah?
Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di negeri antah berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah Si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki.
Dari teks tersebut, kapan terjadinya sebuah peristiwa?
Bacalah teks berikut!
Kira-kira seratus meter kakiku tersandung, lalu jatuh. Beberapa orang yang kebetulan ada di pinggir jalan mula-mula hanya menengokku. Namun, saat aku tak bisa bangun, mereka datang menolongku. Bagaikan salah seorang dari keluargaku, mereka mendudukkan aku.
Nialai moral yang terdapat pada teks tersebut adalah ....
Menghargai orang lain
Tolong-menolong
Teguh pendirian
Tidak peduli
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
(1) Usaha pembuatan pempek ikan tenggiri di keluarga Surya tetap berjalan meskipun hasilnya berkurang.
(2) Hal ini disebabkan oleh pasangnya air laut dan cuaca yang tidak menentu mengakibatkan nelayan kesulitan mencari ikan tenggiri.
(3) Surya hanya mampu membeli dari para nelayan yang mendapatkan ikan tenggiri.
(4) Tak jarang, ia juga ikut ayahnya melaut untuk mencari sendiri ikan tenggirinya demi kualitas pempek produksi keluarganya tersebut.
(5) Sekarang, Surya bekerja tanpa lelah dan tidak pernah mengeluh.
(6) Para tetangganya merasa kasihan padanya.
(7) Mereka merasa salut sekaligus tidak percaya ada anak seperti Surya.
Kalimat yang membuktikan Surya seorang yang pekerja keras adalah.
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(4) dan (5)
(5) dan (7)
