wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TO UKOM Imunoserologi_1

Total questions: 15

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Seorang calon ASN melakukan pemeriksaan laboratorium. Menurut prosedur pelaksana penerimaan ASN, hasil laboratorium langsung dikirimkan kepada panitia. Saat dilakukan pemeriksaan HIV, hasil menunjukkan sampel reaktif dan pemeriksaan sudah dilakukan berdasarkan SOP yang ada.

Apa yang harus dilakukan ATLM?

a)

Memberitahukan kepada calon ASN bahwa hasil pemeriksaannya reaktif

b)

Berkonsultasi pada ATLM senior

c)

Berkonsultasi pada dokter patologi klinik

d)

Mengubah hasil menjadi non reaktif

e)

Mengirimkan hasil kepada panitia pelaksana

2.

Pria berusia 35 tahun datang ke laboratorium klinik dengan membawa rujukan dari dokter, dokter menduga pria tersebut terkena HIV dan meminta seorang ATLM untuk melakukan pemeriksaan HIV pada pasien tersebut.

Sebagai seorang ATLM, apa metode awal yang akan digunakan pada kasus tersebut?

a)

Imunokromatografi

b)

Aglutinasi direk

c)

Western Blot

d)

ELISA

e)

PCR

3.

Seorang laki-laki berumur 26 tahun datang ke laboratorium membawa surat rujukan dari dokter untuk dilakukan pemeriksaan HIV. Setelah petugas laboratorium melakukan pemeriksaan HIV menggunakan rapid test, hasil menunjukkan tidak adanya garis warna merah muncul pada zona C (control) dan T (test).

Apakah tindakan tepat yang harus dilakukan petugas laboratorium terhadap hasil pemeriksaan tersebut?

a)

Tidak menuliskan hasil

b)

Menuliskan hasil “reaktif”

c)

Menuliskan hasil “non reaktif”

d)

Mengulang pemeriksaan dengan menggunakan reagensia baru

e)

Melakukan flebotomi untuk mendapatkan spesimen baru

4.

Seorang petugas laboratorium mendapatkan surat rujukan dari dokter untuk melakukan pemeriksaan kepada seorang pasien perempuan berumur 31 tahun. Adapun pemeriksaan yang akan dilakukan petugas tersebut menggunakan reagensia seperti gambar di atas.

Apakah tujuan dari pemeriksaan tersebut?

a)

Mendeteksi keberadaan virus hepatitis

b)

Mendeteksi ada/tidak adanya infeksi virus

c)

Mendeteksi adanya antigen virus hepatitis C

d)

Mendeteksi reaksi kompleks antigen-antibodi terhadap virus

e)

Mendeteksi antibodi virus hepatitis C penyebab infeksi

5.

Seorang ATLM akan melakukan pemeriksaan hepatitis pada sampel darah yang baru diambil, akan tetapi reagen HbsAg nya sedang habis sehingga sampelnya akan dirujuk ke laboratorium klinik yang lain, sampel yang akan dikirim tidak boleh hemolisis.

Apa yang akan dilakukan oleh ATLM supaya mengurangi resiko sampel yang akan dikirim hemolisis?

a)

Menutup seluruh bagian tabung darah menggunakan hipafix

b)

Sampel yang dikirim berupa darah pada suhu 2-8oC

c)

Sampel yang akan dikirim berupa serum

d)

Darah ditambahkan Na-Citrat 3,8%

e)

Darah dibekukan selama 15 menit

6.

Seorang wanita berumur 25 tahun datang ke laboratorium untuk pemeriksaan penanda hepatitis. ATLM melakukan pemeriksaan HBsAg menggunakan metode yang cukup sensitive dengan hasil cepat. Interpretasi hasil dilakukan dengan cara visual, dengan melihat ada tidaknya pita berwarna merah pada kertas tes.

Apa metode pemeriksaan penanda hepatitis tersebut di atas?

a)

Metode Aglutinasi

b)

Flokulasi

c)

Presipitasi

d)

Hemaglutinasi

e)

Imunokromatografi

7.

Seorang petugas laboratorium sedang melakukan pemeriksaan widal pada spesimen seorang pasien. Pada pemberian antigen Salmonella A-H diperoleh hasil positif dan setelah dilakukan pemeriksaan semi kuantitatif didapatkan hasil yang masih menunjukkan aglutinasi yaitu pada pengenceran ke-dua (lingkaran ke-3 pada kaca slide)

Berapakah titer dari antigen Salmonella B-O tersebut?

a)

1/20

b)

1/40

c)

1/80

d)

1/160

e)

1/320

8.

Seorang petugas labotarorium diminta melakukan pemeriksaan CRP pada beberapa spesimen serum. Pengerjaan dilakukan sesuai dengan prosedur yang tertera pada brosur reagen. Setelah dilakukan pemeriksaan, didapatkan hasil pemeriksaan CRP seperti gambar tersebut.

Apa makna dari hasil pemeriksaan CRP pada sampel nomor 2 dan 3?

a)

Pasien tidak sedang sakit

b)

Pasien sedang mengalami inflamasi akut

c)

Pasien sedang mengalami inflamasi kronik

d)

Pasien tidak sedang mengalami inflamasi akut

e)

Pasien tidak sedang mengalami inflamasi kronik

9.

Seorang ATLM menerima serum untuk pemeriksaan CRP metode lateks. Setelah mengeluarkan reagen lateks dari lemari pendingin dan dibiarkan sampai suhu reagen sama dengan suhu ruang. Kemudian dilakukan pemeriksaan reagen lateks CRP menggunakan serum positif.

Apa tujuan dari kegiatan tersebut?

a)

Uji kualitas reagensia

b)

Uji kelayakan sampel

c)

Uji kepekatan sampel

d)

Uji kepekatan reagensia

e)

Uji kesegaran sampel

10.

Pasien seorang laki-laki dengan usia 70 tahun datang kepada dokter dengan keluhan sakit dipersendian jika digerakkan. Dokter kemudian menyarankan untuk pemeriksaan immunologi pasien tersebut untuk mengetahui adanya autoimun terhadap persendian pasien.

Apakah pemeriksaan yang dimaksud oleh dokter?

a)

Rheumatoid Factor

b)

Anti streptolisin O

c)

C Reactive Protein

d)

Human chorionic gonadotropin

e)

Human chorionic gonadotropin

VDRL

11.

Seorang petugas laboratorium melakukan pemeriksaan ASTO sesuai surat rujukan dokter pada spesimen pasien laki-laki berusia 34 tahun. Petugas tersebut melakukan pemeriksaan ASTO dengan menggunakan reagen ASTO latex dan diperoleh hasil seperti tampak pada gambar di atas.

Metode apakah yang digunakan dalam pemeriksaan tersebut?

a)

Flokulasi

b)

Aglutinasi

c)

Presipitasi

d)

Immunoassay

e)

Imunokromatografi

12.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan ASTO pada sampel x, saat penambahan sampel dan reagen tidak sesuai dengan standar operasional prosedur pemeriksaan sehingga terjadi post zone effect.

Apa yang menyebabkan tidak terjadinya reaksi aglutinasi pada kasus tersebut?

a)

Terlalu lama waktu inkubasi

b)

Terlalu lama waktu homogenisasi

c)

Terlalu sebentar waktu homogenisasi

d)

Terlalu banyak penambahan sampel

e)

Terlalu banyak penambahan reagen

13.

Seorang ATLM pada sebuah klinik baru mendapatkan sampel whole blood dari bagian flebotomi untuk pemeriksaan ASTO, karena sudah jam pulang maka pemeriksaannya akan dilakukan besok hari.

Apa yang akan dilakukan oleh seorang ATLM dalam kasus tersebut?

a)

Menambahkan pengawet toluene

b)

Menaruh di rak tabung pada suhu ruang

c)

Menaruh di rak tabung pada suhu 2-80C

d)

Memisahkan serum dari sampel lalu menaruh di suhu ruang

e)

Memisahkan serum dari sampel lalu menaruh di suhu 2-80C

14.

Seorang laki-laki berusia 40 tahun diduga menderita sifilis. Maka, dokter menganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan VDRL terhadap serum pasien. Setelah diperiksa ternyata hasil menunjukan positif, ditandai dengan terbentuknya aglutinasi.

Mengapa pada hasil yang positif terbentuk aglutinasi?

a)

Antigen VDRL dalam reagen bereaksi dengan bakteri Treponema pallidum dalam serum pasien

b)

Antigen VDRL dalam reagen bereaksi dengan antibodi Treponema pallidum dalam serum pasien

c)

Antigen VDRL dalam serum pasien bereaksi dengan antibodi Treponema pallidum dalam reagen

d)

Antibodi Treponema pallidum dalam serum pasien bereaksi dengan antibodi VDRL dalam reagen

e)

Antigen VDRL dalam reagen bereaksi dengan antigen Treponema pallidum dalam serum pasien

15.

Seorang pasien datang ke laboratorium klinik dengan membawa rujukan dari dokter untuk pemeriksaan sifilis. Setelah dilakukan pemeriksaan VDRL ternyata didapatkan hasil positif lalu dilakukan uji lanjutan untuk mengetahui apakah yang pasien tersebut terkena Treponema pallidum.

Apa tes lanjutan yang paling tepat untuk kasus tersebut?

a)

RF

b)

CRP

c)

ASTO

d)

TPHA

e)

TUBEX