NEW
Font size
WorksheetsHIKAYAT
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 24mins
Salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menggunakan bahasa Melayu klasik disebut....
Hikayat
Dongeng
Legenda
Fabel
Cerita Rakyat
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
Nilai edukasi
Nilai sosial
Nilai budaya
Nilai religius
Nilai moral
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
Nilai budaya
Nilai moral
Nilai sosial
Nilai edukasi
Nilai religius
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata "dititahkan" pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...
diizinkan
diperintahkan
diharapkan
diminta
diusir
Bacalah penggalan hikayat “Bunga Kemuning” berikut!
Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
Nilai budaya
Nilai edukasi
Nilai sosial
Nilai moral
Nilai estetika
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...
upeti, hatta, dan nujum
upeti dan hatta
elok dan nujum
upeti, nujum, dan raja
upeti, putri, dan nujum
Perhatikan penggalan hikayat berikut!
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kesaktian
kemustahilan
anonim
istana sentris
alur berbingkai
Perhatikan kalimat berikut!
Maka beberapa di antara itu ia juga membeli seekor tiung betina, lalu dibawanya ke rumah dan ditaruhnya hampir sangkaran bayan juga.
Kata arkais "bayan" pada kalimat di atas memiliki makna...
Ayam
Angsa
Burung
Kayu
Emas
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.
Kata "si bungkuk" pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...
Anafora
Alegori
Simile
Metafora
Antonomasia
acalah penggalan hikayat berikut!
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
Selanjutnya
Lalu
Setelah itu
Kemudian
Maka
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Pada suatu hari, raja hendak pergi jauh. Ia mengumpulkan semua putri-putrinya. “Aku hendak pergi jauh dan lama. Buah tangan apakah yang kalian inginkan?” tanya raja. “Aku ingin perhiasan yang mahal,” kata Putri Jambon. “Aku mau kain sutra yang berkilau-kilau,” kata Putri Jingga.
Majas yang digunakan pada penggalan teks hikayat di atas adalah...
Alegori
Personifikasi
Antonomasia
Simile
Metafora
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan. “Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas. “Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
Simile
Antonomasia
Alegori
Personifikasi
Metafora
Bacalah penggalan hikayat “Panji Semirang” berikut!
Satu kerajaan yang mana berita tentang Galuh Cendera Kirana yang mana putri dari Baginda Raja Nata yang amat ta`lim dan hormat kepada orangtuanya akan bertunangan dengan Raden Inu Kini telah terdengar beritanya oleh Galuh Ajeng. Mendengar berita ini Galuh Ajeng sangat teriris hatinya dan menangislah ia melihat keadaan ini. Melihat hal ini Paduka Liku yang tak lain adalah ayah dari Galuh Ajeng sangat menyayangkan hal tersebut. Sangat sedih ia melihat tingkah laku putrinya tersebut.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
Simile
Metafora
Personifikasi
Antonomasia
Alegori
Bacalah penggalan hikayat “Amir” berikut!
Dahulu kala di Sumatra, hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam. Syah Alam mempunyai seorang anak bernama Amir. Amir tidak menjaga uangnya dengan baik. Setiap hari dia membelanjakan uang yang diberi ayahnya. Karena sayangnya pada Amir, Syah Alam tidak pernah memarahinya. Syah Alam hanya bisa mengelus dada.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
Ppersonifikasi
Antonomasia
Alegori
Simile
Metafora
Bacalah penggalan hikayat “Pengembara yang Lapar” berikut!
(1) “Janganlah kamu berdua tamak sangat dan bercakap besar pula.
(2) Aku pun lapar juga.
(3) Bagi aku, kalau ada nasi sepinggan sudah cukup,” Awang bersuara.
(4) Kendi dan Buyung tertawa mendengar kata-kata Awang.
(5) “Dengan nasi sepinggan, mana boleh kenyang?
Majas metafora pada kalimat di atas ditandai dengan nomor...
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Perhatikan kutipan teks berikut!
Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah Swt.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
Nilai Budaya
Nilai Estetika
Nilai Religius
Nilai Sosial
Nilai Moral
Perhatikan kutipan teks hikayat berikut!
Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimun pulang dari rantauannya.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
Nilai Sosial
Nilai Edukasi
Nilai Religius
Nilai Moral
Nilai Budaya
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.
Karakteristik yang terkandung pada penggalan hikayat di atas adalah...
Alur Berbingkai
Kesaktian
Anonim
Istana Sentris
Kemustahilan
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Hatta beberapa lama di tinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu.
Karakteristik yang terkandung pada penggalan hikayat di atas adalah...
Alur Berbingkai
Anonim
Istana Sentris
Kesaktian
Kemustahilan
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orang tuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya.
Karakteristik yang terkandung pada penggalan hikayat di atas adalah...
Istana Sentris
Anonim
Kemustahilan
Kesaktian
Alur Berbingkai
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Para patik Sri Rama berani berkorban nyawa demi membantu Sri Rama yang sedang kesulitan mencari Sita Dewi. Mereka bakti akan perintah Sri Rama dengan menunjukkan kesetiaan mereka pada Sri Rama.
Tema kutipan hikayat tersebut adalah....
Kebijaksanaan
Pengorbanan
Kebijaksanaan dan Pengorbanan
Kesetiaan dan Pengorbanan
Kesetiaan
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
“Janganlah kamu berdua tamak sangat dan bercakap besar pula. Aku pun lapar juga. Bagi aku, kalau ada nasi sepinggan sudah cukup"
Nilai yang terkandung dalam kutipan hikayat di atas adalah....
Nilai Budaya
Nilai Sosial
Nilai Moral
Nilai Religius
Nilai Edukasi
Bacalah kutipan hikayat berikut!
“Dipanggilnya putranya, anak itu segera mendatanginya diusap-usapnya putranya sambil dinasihati bahwa ia harus mengaji, katanya “Sekarang saatnya anakku, sebenarnya aku kuatir tapi pergilah ke Mesir carilah jalan menuju keutamaan. ”Ibnu Hasan menjawab,”Ayah jangan ragu-ragu, jangankan jalan menuju kemuliaan, jalan kematianpun hamba jalani, semua kehendak orang tua, akan hamba turuti, tidak akan ku tolak, siang malam hanya perintah ayah ibu yang hamba nantikan.”
Nilai yang terkandung dalam kutipan hikayat tersebut adalah....
Nilai Moral
Nilai Estetika
Nilai Budaya
Nilai Sosial
Nilai Edukasi
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Maka dinantinya kalau-kalau ada orang lalu berperahu. Itupun tiada juga ada lalu perahu orang. Maka ia pun berhenti di tebing sungai itu dengan istrinya. Sebermula adapun istri orang itu terlalu baik parasnya.
Latar tempat pada kutipan hikayat tersebut adalah....
Tebing sungai
Sungai
Perahu
Pinggir perahu
Tebing
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Kelakian maka heranlah orang tua itu. Setelah sudah ia makan,maka ia pun berjalan keduanya. Setelah dilihat oleh orang tua itu aka Bedawi dengan istrinya,maka iapun berkata-kata dalam hatinya,”Daripada hidup melihat hal yang demikian ini,baiklah aku mati.” Setelah itu maka terjunlah ia kedalam sungai. Maka heranlah ia,karena dilihatnya sungai sampai itu airnya tiada dalam,maka mengarunglah ia ke seberang lalu diikuti Bedawi itu dengan hal yang demikian itu maka sampailah ia kepada dusun tempat Mashdulhak itu.
Latar suasana yang tergambar dari kutipan tersebut adalah....
Mengecewakan
Menegangkan
Membingungkan
Menyedihkan
Mencekam
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Sesampai di tengah hutan, Marakarmah dan Nila Kesuma berlindung di bawah pohon beringin. Ditangkapnya seekor burung untuk dimakan.
Latar tempat yang tergambar pada kutipan di atas adalah....
bawah pohon
hutan
pohon beringin
pohon
bawah pohon beringin
Bacalah kutipan hikayat berikut dengan saksama!
Pada suatu hari, saat ba’da zuhur, Ibnu Hasan sedang di jalan, bertemu seseorang bernama Saleh, yang baru pulang dari sekalah, Ibnu Hasan menyapa,”Anda pulang dari mana?” Saleh menjawab dengan sopan,”Saya pulang sekolah.” Ibnu Hasan bertanya lagi,” Sekolah itu apa? Coba jelaskan padaku!” yang ditanya menjawab,”Apakah anda belum tahu?”
Latar waktu pada kutipan teks di atas adalah....
Pagi
Malam
Siang
Sore
Dini hari
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
"Adapun akan hamba, tuan ini adalah seperti hikayat seekor unggas bayan yang dicabut bulunya oleh tuannya seorang istri saudagar."
Majas yang terdapat dalam kutipan di atas adalah....
metafora
epifora
anafora
personifikasi
simile
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Maka menangislah ia berseru-seru sepanjang jalan itu dengan tersengat lapar dahaganya seperti matilah rasanya.
Majas yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah
simile
metafora
personifikasi
anafora
antonomasia
Perhatikan kutipan hikayat berikut ini!
Maka Raden Budog melanjutkan pengembaraannya seorang diri. Dalam benaknya telah ada kesayangan lain yang ingin segera ditemukannya. Gadis pujaan yang muncul dalam mimpinya itu benar-benar memenuhi benaknya, sehingga goloknya pun tertinggal di Batu Cawar. Kini Raden Budog hanya membawa tas dari kulit terep beserta batu asah di dalamnya. Sesampainya di Legon Waru, Raden Budog kembali merasakan kelelahan. Sendi-sendi tubuhnya terasa lunglai. Tapi Raden Budog tidak ingin beristirahat barang sebentar. Dia terus mencoba melangkah dengan sisa tenaganya.
Watak Raden Budog pada kutipan hikayat di atas adalah....
pemimpi
bijaksana
pemberani
keras kepala
penakut
Salah satu karakteristik hikayat adalah tidak diketahui pengarangnya. Hal itu dapat disebut dengan istilah....
anom
ambigu
anomi
anomali
anonim
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Setiap hari Sri Poh Haci membantu ibunya mnumbuk padi menggunakan lesung yang dipukul-pukulnya itu menimbulkan suara yang sangat merdu dan indah. Oleh sebab itu, setiap kali selesai menumbuk padi, Sri Poh Haci tidak segera berhenti, tapi terus memukul-mukul lesung itu hingga terangkatlah nada yang merdu dan enak didengar. Dimulai dari sinilah akhirny banyak gadis kampung yang berdatangan ke rumah Nyi Siti untuk ikut memukul lesung bersama Sri Poh Haci.
Tokoh Sri Poh Haci memiiliki watak.....
penyayang
keras kepala
suka menolong
berbakti
patuh
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Itulah sebabnya ia ditaruh orang tuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya
Kata arkais "cembul" dalam kutipan teks tersebut memiliki makna....
memisahkan diri
benda berrongga yang dapat diisi dengan cairan atau serbuk dan dapat digunakan sebagai wadah
tempat kediaman raja atau putri-putri raja
tempat tembakau yang terbuat dari logam
tanaman berumpun, berakar serab
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Burung Bayan tidak melarang malah dia menyuruh Bibi Zainab meneruskan rancangannya itu, tepapi dia berjaya menarik perhatian serta melalaikan Bibi Zainab dengan cerita-ceritanya.
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan hikayat di atas adalah....
orang pertama jamak
orang kedua jamak
orang kedua tunggal
orang ketiga jamak
orang ketiga tunggal
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun.
Penggunaan konjungsi hubungan waktu pada kutipan di atas adalah....
sehingga
maka
setelah
oleh
sampai
Cermati kutipan hikayat berikut!
Maka berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut. Maka Bayanpun berceritalah kepada Bibi Zainab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu. Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu,dan setiap berpamitan dengan bayan ,maka di berilah ia cerita2 hingga sampai 24 kisah dan 24 malam ,burung tersebut bercerita, hingga akhirny lah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatanya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Alur yang digunakan dalam penggalan hikayat di atas adalah...
berbingkai
maju
mundur
campuran
flashback
Bacalah kutipan hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata orang tua itu kepada istrinya, "Pergilah diri dahulu." Setelah itu maka turunlah perempuan itu ke dalam sungai dengan orang Bedawi itu. Arkian maka kata Bedawi itu, "Berilah barang-barang bekal-bekal tuan hamba dahulu, hamba seberangkan." Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si Bungkuk air itu dalam. Maka sampailah kepada pertengahan sungai itu, maka kata Bedawi itu kepada perempuan itu, "Akan tuan ini terlalu elok rupanya dengan mudanya. Mengapa maka tuan hamba berlakikan orang tua bungkuk ini? Baik juga tuan hamba buangkan orang bungkuk itu, agar supaya tuan hamba, hamba ambit, hamba jadikan istri hamba." Maka berbagai-bagailah katanya akan perempuan itu.
Amanat yang terkandung dalam penggalan hikayat di atas adalah....
jadilah orang yang suka menolong
bantulah karena pamrih
jangan suka berbohong
jangan mudah percaya dengan orang baru
percayalah dengan orang
Berikut ini yang merupakan judul hikayat adalah....
hang tuah
tukang pijat keliling
rembulan dalam cappuccino
nio
celurit warisan
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Burung Bayan tidak melarang malah dia menyuruh Bibi Zainab meneruskan rancangannya itu, tepapi dia berjaya menarik perhatian serta melalaikan Bibi Zainab dengan cerita-ceritanya.
Penggunaan konjungsi hubungan waktu pada kutipan di atas adalah....
dengan
malah
serta
tetapi
tidak
Berikut ini yang menunjukkan ciri-ciri hikayat adalah....
menggunakan bahasa sehari-hari
bersifat anonim
bersifat logis
bersifat nyata
kejadiannya pada masa kini
