Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

teks cerita rakyat

Total questions: 20

Worksheet time: 33mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah petikan hikayat berikut dengan saksama!

Kesepuluh putri itu dinamai dengan nama-nama warna. Putri Sulung bernama Putri Jambon. Adik-adiknya dinamai Putri Jingga, Putri NIlai, Putri HIjau, Putri Kelabu, Putri Oranye, Putri Merah Merona, Putri KUning, dan dua putri lainnya. Baju yang mereka kenakan pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Putri Kuning sedikit berbeda. Ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya, ia selalu tersenyumramah kepada siapa pun. Ia lebih suka bepergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.


Karakteristik hikayat yang menonjol dalam pennggalan cerita rakyat di atas adalah …

a)

anonim

b)

kemustahilan

c)

istanasentris

d)

kesaktian tokoh

e)

menggunakan bahasa Melayu klasik

2.

Bacalah petikan hikayat berikut dengan saksama!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.


Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....

a)

diam dan tuan

b)

daripadanya dan merebut

c)

raja dan tamasya

d)

rimba dan akal

e)

hamba dan buraksa

3.

Berikut ciri-ciri hikayat, kecuali….

a)

cerita bersifat istanasentris

b)

disebarkan secara tertulis

c)

cerita bersifat simbolis

d)

bersifat anonim

e)

cerita bersifat mustahil

4.

Bacalah penggalan hikayat berikut!

”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)

Amanat dalam hikayat tersebut adalah....

a)

mendahulukan kepentingan umum

b)

menghormati perasaan orang lain

c)

menegur orang dengan bahasa yang sopan

d)

menolong orang yang sedang menderita

e)

membantu orang yang sedang bersedih hati

5.

Berdasarkan isinya, Hikayat Hang Tuah termasuk ke dalam jenis hikayat ...

a)

rekaan

b)

sejarah

c)

biografi

d)

autobiografi

e)

fantasi

6.

Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama!

Sebermula ada pun yang berjalan itu pertama Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala jalan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula raja-raja sekalian isi rimba itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Alim di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya seperti halilintar membelah bumi dari sebab segala raja-raja yang tiada terkira-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi membawa dirinya, ada yang ke dalam lubang tanah ada yang di celah-celah batu adanya.


Melihat isinya, kutipan di atas merupakan bagian … dari keseluruhan alur cerita.

a)

eksposisi (pengenalan)

b)

komplikasi (pertikaian awal)

c)

konflik (pertentangan)

d)

puncak konflik (klimaks)

e)

penyelesaian (falling action)

7.

Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.


Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak …

a)

pemberani

b)

sombong

c)

baik hati

d)

kasar

e)

setia

8.

nilai yang berkaitan dengan budi pekerti disebut...

a)

nilai moral

b)

nilai sosial

c)

nilai budaya

d)

nilai edukasi

e)

nilai agama

9.

karakteristik kebahasaan hikayat, kecuali...

a)

terdapat majas

b)

konjungsi temporal

c)

kata arkais

d)

melayu klasik

e)

terdapat kata kias

10.

cara mengubah hikayat ke dalam bentuk cerpen, kecuali...

a)

mengubah alur cerita

b)

menggunakan bahasa indonesia

c)

gaya bahasa yang sesuai

d)

mempertahankan nilai

e)

membuat rangkuman

11.

nilai dalam karya sastra, kecuali...

a)

nilai moral

b)

nilai estetika

c)

nilai hukum

d)

nilai budaya

e)

nilai sosial

12.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.

Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...

a)

Harusnya orang makan daging

b)

Pentingnya menepati janji

c)

Harus menghormati orang lain

d)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

e)

Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

13.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

14.

Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

b)

Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

c)

Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

d)

Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

e)

Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.

15.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang berwarna merah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...

a)

diusir

b)

diminta

c)

diperintah

d)

diizinkan

e)

diharapkan

16.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum

17.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

kemustahilan

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

anonim

e)

bahasa

18.

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"


Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

kemudian

b)

lalu

c)

maka

d)

setelah itu

e)

selanjutnya

19.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

alegori

c)

antonomasia

d)

personifikasi

e)

simile

20.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)


Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Saling menolong terutama pada musim kemarau

b)

Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan

c)

Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan

d)

Manjalin persahabatan dengan siapa pun.

e)

Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka