NEW
Font size
WorksheetsDUAL SYSTEM
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Berikut merupakan alasan mengapa SMK 4 Tahun memperoleh perhatian khusus
Penyelenggaraan program pendidikan 4 tahun pada SMK merupakan salah satu upaya menyelaraskan program pendidikan SMK (Kompetensi dan Kualifikasi) dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja khususnya DUDI.
Kebijakan Direktorat PSMK mengembangkan program pendidikan 4 tahun pada SMK dilaksanakan secara bertahap.
Pada tahun 2019, sasaran program Penyelarasan Program Keahlian (Dual System) berjumlah 220 SMK.
Pendalaman terhadap kompetensi siswa di sekolah untuk pada tahun keempat
Tujuan pendampingan yang dilaksanakan oleh Direktorat PSMK kepada SMK 4 Tahun yang melaksanakan Dual Syatem
Agar SMK penerima bantuan penyelarasan (dual system) dapat melaksanakan seluruh kegiatan yang telah direncanakan dan disepakati oleh pemberi bantuan, dengan baik dan mencapai sasaran yang diharapkan.
Agar SMK penerima bantuan penyelarasan (dual system) dapat merencanakan seluruh kegiatan yang telah direncanakan dan disepakati oleh pemberi bantuan, dengan baik dan mencapai sasaran yang diharapkan.
Agar SMK penerima bantuan penyelarasan (dual system) dapat mengevaluasi seluruh kegiatan yang telah direncanakan dan disepakati oleh pemberi bantuan, dengan baik dan mencapai sasaran yang diharapkan.
Agar SMK penerima bantuan penyelarasan (dual system) dapat merencanakan, melaksanakan dan monev seluruh kegiatan yang telah direncanakan dan disepakati oleh pemberi bantuan, dengan baik dan mencapai sasaran yang diharapkan.
Tujuan utama dari penyelenggaraan Dual Syatem SMK 4 Tahun adalah
SMK penerima bantuan dapat mengembangkan jumlah penyelenggaraan pendidikan berbasis ganda (dual based system) yang dapat menyelaraskan kompetensi dan kualifikasi lulusan dengan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh dunia kerja terkait
SMK penerima bantuan dapat mengembangkan pola-pola penyelenggaraan pendidikan berbasis ganda (dual based system) yang dapat menyelaraskan kompetensi dan kualifikasi lulusan dengan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh dunia kerja terkait
SMK penerima bantuan dapat mengembangkan sinergitas penyelenggaraan pendidikan berbasis ganda (dual based system) yang dapat menyelaraskan kompetensi dan kualifikasi lulusan dengan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh dunia kerja terkait
SMK penerima bantuan dapat mengembangkan pola-pola penyelenggaraan pendidikan berbasis ganda (dual based system) yang dapat menyelaraskan pembelajaran dengan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh dunia kerja terkait
Sekema penyelenggaraan pendidikan Dual System tidak fokus pada hal berikut ini
Program kelas bersama bersama politeknik atau Perguruan tinggi lain
Magang Kerja/Persiapan Kerja
Wirausaha SIswa
Muatan Kearifan Lokal
Pola atau sekema pembelajaran kejuaruan berbasis Dual Syatem yang dilaksanakan pada tahun akhir SMK 4 tahun berupa kelas bersama politteknik atau perguruan tinggi dapat berupa, kecuali
Pembelajaran/perkuliahan bersama
Matrikulasi
Recognition Prior Learning (RPL)/ Recognition Current COmpetencies (RCC)
Bidik Misi
Pembelajaran siswa SMK 4 Tahun pada tahun keempat yaitu dengan magang di dunia usaha atau dunia industri selama 10 bulan. Kegiatan berikut bukan merupakan tujuan dari program magang
Penguatan kompetensi dan karakter kerja
Uji kompetensi dan Sertifikasi level III
Siswa magang memperoleh penghasilan meski terbatas
Penempatan Kerja
Kegiatan kewirausahaan siswa yang dibangun yaitu siswa berperan sebagai
Inkubator Bisnis binaan sekolah
Wirausaha binaan DUDI
Pekerja di bidang usaha DUDI
Magang di Inkubator binaan DUDI
Tujuan pola Program Kelas Bersama Politeknik akan menghasilkan lulusan sebagai berikut
Kualifikasi minimal jenjang 3 pada KKNI
Kompetensi akademik sesuai tuntutan politeknik
Keunggulan kompetitif sesuai tuntutan trend dunia pendidikan
Menjadi mahasiswa di politeknik sebagaimana lulusan SMA
Tujuan Pola/Skema Wirausaha siswa agar lulusan memiliki
Kesempatan pengalaman wirausaha
Entitas segmen bisnis corporate untuk dikembangkan
Penghasilan sendiri secara langsung
Pengetahuan dalam berwirausaha
Kegiatan Pendampingan Dual System harus memiliki output yang dilaporkan kepada Direktorat Pembinaan SMK Kemdikbud sebagai pemberi Bantuan Pemerintah. Berikut merupakan output yang tidak perlu dilaporkan
MoU dengan Politeknik dan Mou dengan Dunia Usaha Dunia Industri tentang penyelenggaraan Dual System
Inventarisasi kompetensi Level III KKNI yang selaras dengan kebutuhan DUDI. Inventarisasi sekema sertifikasi dan Uji Kompetensi
Pola Penyelenggaraan pembelajaran dan praktik siswa pada kelas akhir seperti magang, wirausaha siswa, pembelajaran lanjut (joint program bersama politeknik)
Mou dengan Sekolah sekitar dan orangtua siswa agar siswa 3 Tahun siap mengikuti program Dual System SMK 4 Tahun
Format Penyelarasan Kejuruan menjadi bertambah untuk SMK 4 Tahun yaitu dengan menambahkan bagian
KKNI Level 3 dari BNSP
KI/KD dari BSNP
Masukan dari DUDI
Bentuk pengakuan Politeknik
Target dan sasaran dari pendampingan Dual System SMK 4 Tahun berikut bukan untuk pengembangan dan implementasi sekema model penyelenggaraan pembelajaran
Pembelajaran berkelanjutan yang memungkinkan penyetaraan pengakuan Diploma I dan Sertifikasi Level 3 KKNI melalui kerja sama dengan Politeknik
Pembelajaran persiapan kerja melalui magang kerja di DUDI,
Pembelajaran berwirausaha melalui kelas wirausaha siswa atau inkubator bisnis
Pembelajaran STEM, PBL, PJBL, DL dan massive online untuk penghematan
Kerja sama kemitraan yang melembaga dengan Politeknik, DUDI, dan LSP untuk menjamin keberlangsungan implementasi program penyelarasan. Berikut bukan termasuk kerjasama yang perlu dilaporakan kepada Kemdikbud
Kerja sama dengan Politeknik yang relevan syarat utama untuk implementasi program pendidikan 4 tahun untuk penyetaraan D-I
Kerja sama dengan LSP dan atau DUDI relevan syarat untuk mengembangkan sertifikasi kompetensi jenjang 3 KKNI
Kerja sama dengan DUDI syarat untuk mengembangkan skema “Pembelajaran Melalui Magang Kerja” dan skema “Pembelajaran Melalui Wirausaha Siswa"
Kerjasama dengan Lembaga Pendidikan Kursus IT untuk implementasi MOOL/MOOC
Pernyataan berikut bukan merupakan kegiatan dalam identifikasi kompetensi kerja
Penyelarasan kurikulum mengacu pada KKNI dan SKKNI, melibatkan sekolah, DUDI, dan pakar (Politeknik) dan Pelibatan DUDI agar memberi masukan tentang kebutuhan kompetensi terkini dan kualifikasi yang dibutuhkan
Pelibatan pakar (Politeknik) agar memberi masukan tentang substansi kurikulum dan perumusan kebutuhan kompetensi kerja menjadi rumusan kurikulum dan pembelajaran untuk mendukung kemampuan pembelajaran lanjut.
Penyelarasan KD/substansi kurikulum, pola/skema penyelenggaraan, dan penilaian diarahkan terhadap tuntutan penguasaan kompetensi, karakter Nasional, dan tuntutan kebutuhan penyetaraan atau pembelajaran lanjut di Dunia Usaha dan Dunia Industri
Penyelarasan kurikulum merupakan kegiatan yang harus dilakukan secara periodik dan a.Lingkup penyelarasan Kurikulum SMK terhadap keutuhan kompetensi dan karakter kerja DUDI serta penyetaraan pembelajaran lanjut meliputi: profil lulusan, KI-KD, silabus, program Tahunan/semester, RPP, serta kegiatan intra, ko, dan ekstrakurikuler.
Penyetaraan lulusan program pendidikan 4 tahun mensyaratkan adanya Politeknik sebagai mitra kerja, beberapa mekanisme berikut merupakan langkah yang tidak dapat membantu program Dual system
Pembelajaran/Perkuliahan bersama
Perlu program, prosedur, dan mekanisme penyelenggaraan pembelajaran kelas XIII yang dapat diakui sebagai perkuliahan tingkat I di Politeknik Mitra yang disepakati.
Matrikulasi
Perlu program, mekanisme, dan instrumen untuk memberi pengakuan terhadap kompetensi/substansi yang telah dikuasai oleh siswa SMK program pendidikan 4 tahun disetarakan dengan kompetensi/substansi tertentu pada kurikulum Politeknik Mitra.
Rekondisi Pembelajaran Lampau (RPL)
Perlu program, prosedur, mekaisme dan instrumen RPL dan RCC yang disepakati
Pemanfaatan MOOC (Massive Open On-line Course)
SMK harus memiliki jaringan kelembagaan yang kuat dengan institusi pendidikan baik lokal maupun internasional untuk memanfaatkan fasilitas MOOCs.
