NEW
Font size
WorksheetsEKG UJI TENGAH POST BASIC
Total questions: 40
Worksheet time: 28mins
Perbandingan antara gelombang P dengan Gelombang QRS ( P: QRS ) pada irama Sinus bradikardi dan Sinus takikardi adalah
1: 1
2 : 1
3 : 1
4 : 1
Irama Supraventrikel dapat disebut Supraventrikel takikardia (SVT) jika heart rate (frekuensi jantung ) melebihi
100 kali/menit
110 kali/menit
150 kali/menit
200 kali/menit
Irama yang timbul disertai irama takikardi kemudian irama bradikardi disebut :
Irama Sick Sinus
AV blok derajat 2
AV blok derajat 3
Irama Sinus
Pada gambaran irama AV blok derajat 1, PR interval melebihi
0.12 detik
0.20 detik
0.08 detik
0.42 detik
Gambaran yang menunjukan fungsi pacu jantung normal pada pace maker ventrikel (Ventrikel Pace Maker ) adalah
Adanya Spike sebelum gelombang P
Adanya Spike sebelum gelombang QRS
Adanya Spike sebelum gelombang T
Adanya Spike sebelum gelombang P dan QRS
6. Gangguan irama yang sering terjadi pada pasien dengan kadar kalium rendah adalah
Sinus takikardi
Ventrikel takikardi
Supraventrikel takikardi
Ventrikel ekstra sistol
Ciri khas untuk gambaran Torsade de Pointes adalah
Gambaran seperti gigi gergaji
Gambaran garis dasar yang bergetar
PR interval lebih dari 0.20 detik
Gambaran VT dengan gelombang QRS yang berubah kebawah lalu keatas
Frekuensi jantung ( HR ) untuk kriteri irama Junctional adalah
20 – 40 kali/menit
40 – 60 kali/menit
60 – 100 kali/menit
100 – 150 kali/menit
Irama Fibrilasi atrial dikatakan Rapid ventrikel response jika frekuensi jantung ( HR )
Lebih dari 60 kali/menit
Lebih dari 100 kali/menit
Lebih dari 150 kali/menit
Lebih dari 200 kali/menit
Fokus listrik pada irama Idioventrikuler ( IVR ) berasal dari
S A node
A V node
His bundle
Ventrikel
Standar internasional perekaman EKG dibuat dengan kecepatan
10 mm/detik
15 mm/detik
20 mm/detik
25 mm/detik
Lead II pada perekaman EKG merekam beda potensial antara (muatan )
Tangan kanan dengan tangan kiri
Tangan kanan dengan kaki kiri
Tangan kiri dengan kaki kanan
Tangan kiri dengan kaki kiri
Adanya iskemia jantung pada EKG ditandai dengan adanya
a. Gelombang T inverted
b. Gelombang Q pathologis
c. ST Depresi
d. Jawabn a dan c
Adanya gelombang P mitrale ditemui pada hipertrofi
Atrium kanan
Atrium kiri
Ventrikel kanan
Ventrikel kiri
Rangsangan parasimpatis dapat menyebabkan
Frekuensi jatung menurun
Frekuensi jantung meningkat
Kontraktilitas jantung menurun
Kontraktilitas jantung meningkat
Bigemini adalah tipe ekstrasistol yang timbul
Setiap satu irama dasar
Setiap 2 irama dasar
Setiap 3 irama dasar
Kadang kadang timbul setelah irama dasar
Fokus ektopik pada ventrikel ekstra sistol berasal dari
SA node
Av node
His bundle
Ventrikel
Dapatkah Bundle Branch Block terjadi pada irama lain selain irama Sinus
Tidak
Ya
Hanya pada irama AV blok
Hanya pada irama Sinus dengan ST elevasi
Gambaran EKG yang mungkin terjadi akibat aktivitas adalah
Irama Sinus normal
Irama Sinus bradikardi
Irama Sinus Takikardi
Bukas salah satu di atas
Arah sandapan (Lead ) yang hampir sama dengan arah sandapan ( Lead ) I adalah
aVF
II
III
V 6
Normal axis QRS berkisar antara
0 derajat s/d + 180 derajat
0 derajat s/d + 90 derajat
– 30 derajat s/d + 100 derajat
– 110 derajat s/d + 30 derajat
Penempatan elektroda V1 pada dada pasien yaitu di interkostal ke
Dua
Tiga
Empat
Lima
PR interval normal berkisar antara
0,06 – 0.08 detik
0.08 – 0.12 detik
0.12 – 0.20 detik
0.20 – 0.42 detik
Kelainan jantung inferior pada EKG terlihat pada
Lead II, III dan aVF
Lead I, aVL
Lead III dan V 6
Lead II dan V3
Interpretasi gambaran EKG ini adalah
Irama Sinus
Irama Junctional
Irama Idioventrikuler
Irama AV blok
Interpretasi gambaran EKG ini adalah
Irama Sinus
Irama Junctional
Irama Idioventrikuler
Irama AV blok
Interpretasi gambaran EKG ini adalah
Atrial fibrilasi
Ventrikel fibrilasi
Wandering atrial pace maker
Atrial flutter
Interpretasi gambaran EKG ini adalah
Irama Idioventrikel
Irama Junctional
Irama Pacu jantung
Irama Accelerated idioventrikel
Interpretasi gambaran EKG ini adalah
Irama sinus dengan Accelerated idioventrikel
Irama sinus dengan Ventrikel ekstrasistol multifokal
Irama sinus dengan Ventrikel ekstrasistol unifokal
Irama sinus dengan Ventrikel ekstrasistol consecutive
30. Interpretasi gambaran EKG ini adalah
a. Supraventrikel takikardi
b. Ventrikel takikardi
c. Sinus takikardi
d. Atrial flutter
Interpretasi gambaran EKG ini adalah
Atrial fibrilasi
AV blok derajat 1
AV blok derajat 2
Irama sinus dengan ekstrasistol Junctional
Interpretasi gambaran EKG ini adalah
Atrial fibrilasi
AV blok derajat 1
AV blok derajat 2
Irama sinus dengan ekstrasistol atrial
Interpretasi gambaran EKG ini adalah
Atrial fibrilasi
AV blok derajat 1
AV blok derajat 2
Irama sinus dengan ekstrasistol atrial
Interpretasi gambaran EKG ini adalah
Irama sinus dengan ekstrasistol ventrikel
Irama sinus dengan bundle branch block
Irama sinus dengan junctional ekstrasistol
Irama sinus dengan ventrikel escape
Interpretasi gambaran EKG ini adalah
Supraventrik takikardi
Ventrikel takikardi
Sinus takikardi
Atrial flutter
Interpretasi gambaran EKG ini adalah
Irama Sinus takikardi
Irama Junctional takikardi
Irama Ventrikel takikardi
Irama Multifokal atrial takikardi
Axis pada gambaran EKG ini adalah
Normal axis
Deviasi ke kiri
Deviasi ke kanan
Bukan salah satu jawaban di atas
Diagnosa yang tepat untuk gambaran EKG ini adalah
Hipertrofi ventrikel kanan
Hipertrofi ventrikel kiri
Hipertrofi atrium kanan
Hipertrofi atrium kiri
Diagnosa yang tepat untuk gambaran EKG ini adalah
Infark di daerah anterior
Infark di daerah inferior
Infark di daerah posterior
Infark di ventrikel kanan
Diagnosa yang tepat untuk gambaran EKG di bawah ini adalah
Hipertrofi ventrikel kiri ( LVH )
Hipertrofi ventrikel kanan ( RVH )
Left bundle branch block ( LBBB )
Right bundle branch block ( RBBB
