wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Pre/Post Klinik _ S1 Ners

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien gangguan jiwa, maka perawat hendaknya

menggunakan

a)

Komunikasi

b)

Hubungan interpersonal

c)

Hubungan saling percaya

d)

Diri sendiri secara terapiutik

e)

Kemampuan keluarga pasien

2.

Penggunaan obat anti psikotik dengan dosis

tinggi dan dalam jangka waktu lama akan

mengakibatkan terjadinya efek samping antara

lain :

a)

Tremor/Parkinsonisme

b)

Hipotensi Orthostatik

c)

Occulogyric crisis, Torticolis dan Protusio

d)

Hipersalivasi, mulut kering dan konstipasi

e)

Betul Semua

3.

Selain mendapatkan perawatan, kline gangguan jiwa juga mendapatkan terapi medis berupa obat-obatan. Berikut ini termasuk golongan obat anti psikosis, kecuali

a)

Chlorpromazine

b)

Haloperidol

c)

Resperidon

d)

Xanax

e)

Clozaril

4.

Jika dalam ruang perawatan ditemukan

klien dengan keluhan demam tinggi,

tachikardi, rigiditas otot, inkontinensia,

berkeringat dingin, kesadaran cenderung

menurun, nadi dan pernafasan meningkat,

maka tindakan yang bisa dilakukan oleh

seorang perawat adalah


1. Hentikan segera pemberian obat psikotropika

2. Turunkan demam

3. Atasi dehidrasi dan segera kolaburasi dengan

tim dokter

4. Naikkan dosis obat psikotropika

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

5.

Jika didapatkan efek samping obat

berupa mulut kering dan hipersalivasi,

maka tindakan keperawatan yang cocok

adalah

1. Berikan minum sedikit tapi sering

2. Berikan makanan ringan atau permen

untuk dikunyah

3. Kolaburasi dengan tim medis untuk

pemberian anti kolinergik

4. Obat dihentikan

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

6.

Apabila pengobatan dengan obat

psikofarmaka belum ada kemajuan,

maka perlu dipikirkan untuk pemberian

terapi dengan cara

a)

ECT

b)

ECG

c)

EEG

d)

TAK

e)

Brain Mapping

7.

Indikasi dari ECT adalah

a)

Depresi dengan kecenderungan

bunuh diri

b)

Klien Skizofrenia yang rentan

terhadap obat

c)

Klien dengan gaduh gelisah

d)

katatonik dan stupor katatonik

e)

TIdak semua klien Skizofrenia

8.

Kontra indikasi dari ECT adalah


1. Tumor otak

2. Penyakit jantung

3. Gangguan tulang

4. Aneurisma aorta

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

9.

ECT diberikan dengan cara

1. Secara Blok 2-4 hari berturut-

turut, 1-2 kali sehari

2. 2-3 kali seminggu

3. Maintenance setiap 2-4 minggu

4. Setiap hari berturut-turut selama

seminggu

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

10.

Persiapan sebelum ECT antara lain

1. Pemeriksaan fisik lengkap

2. Puasa makan dan minum

minimal 4-6 jam

3. Kandung kencing dan rectum

dikosongkan

4. Gigi palsu dilepas, pakaian

dilonggarkan

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

11.

Pengkajian merupakan tahap awal dan dasar utama dalam pemberian proses keperawatan. Pengkajian dalam proses keperawatan jiwa difokuskan atau ditekankan pada

a)

Data biologis

b)

Data social budaya

c)

Data subyektif

d)

Data obyektif

e)

Data status mental

12.

Umumnya sejumlah klien masalahnya saling berhubungan dan dapat digambarkan sebagai pohon masalah. Agar penentuan pohon masalah dapat dipahami dengan jelas, penting untuk mengetahui komponen yang terdapat dalam pohon maslah, antara lain

1. Masalah utama

2. Etiologi (penyebab)

3. Efek (akibat)

4. Diagnosa keperawatan

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

13.

Masalah utama adalah prioritas dari berbagai masalah yang dimiliki. Umumnya maslah utama berkaitan erat dengan

1. Alasan masuk

2. Keluhan utama

3. Data yang paling dirasakan pasien

saat pengkajian

4. Alasan yang menyebabkan keluarga

membawa pasien ke rumah sakit

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

14.

Apabila dalam pengkajian seorang perawat sudah menentukan masalah utama (Cor Problem) maka langkah berikutnya adalah

a)

Mencari factor predisposisi

b)

Mencari factor psikososial

c)

Mancari factor spiritual

d)

Mancari masalah keluarga

e)

Mengkaji status mental

15.

Kriteria dalam menentukan Core problem yang kita buat adalah


1. Yang paling menonjol

2. Yang paling dikeluhkan klien

3. Yang peling mengancam kondisi

klien

4. Yang paling mudah diselesaikan

dengan rencana keperawatan

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

16.

Seorang kline dibawa ke RSJ dengan alasan dan keluhan utama klien marah, memukul dan mengancam lingkungan. Hal ini terjadi setelah pasien dihina dan dipermalukan oleh anaknya. Dari kasus diatas masalah keperawatan yang muncul adalah

1. Perilaku kekerasan

2. Resiko mencederai orang lain

3. HDR

4. Resiko bunuh diri

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

17.

Dari kasus diatas, maka yang dapat dijadikan sebagai masalah utama (CP) adalah

a)

Perilaku kekerasan

b)

Resiko mencederai orang lain

c)

HDR

d)

Resiko bunuh diri

e)

Halusinasi

18.

Tn. Amir berumur 35th dibawa keluarganya ke RSJ dengan keluhan sering tertawa dan bicara sendiri, sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri seolah-olah ada yang mengajak bicara. Saat anamnesa klien mengatakan ada orang yang menyuruh untuk memukul-mukul barang yang ada di dekatnya. Suara-suara itu sangat menakutkan sehingga klien kesal dan ingin memukul-mukul, melempar barang agar suara itu hilang. Selama klien di RSJ sering terlihat menyendiri di pojok ruangan sambil tertawa dan bicara sendiri. Dari kasus diatas dapat dipastikan Tn. Amir mengalami halusinasi.

Data di atas menunjukkan bahwa Tn. Amir mengalami halusinasi fase

a)

I

b)

II

c)

III

d)

IV

e)

V

19.

Dalam perawatan pasien dengan gangguan jiwa ada lima aspek yang harus dipenuhi yaitu


1. Psikoterapiutik dan HE

2. ADL dan lingkungan yang

terapiutik

3. Kolaburasi

4. Kunjungan rumah

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

20.

Yang harus dikaji pada pasien dengan halusinasi adalah

1. Jenis dan isinya

2. Frekwensi halusinasi

3. Respon pasien saat muncul

halusinasi

4. Usaha pasien dalam mengatasi

halusinasi

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

21.

Untuk membantu pasien mengontrol halusinasinya, perawat dapat mengajarkan beberapa cara yaitu

1. Menghardik

2. Berinteraksi dengan orang lain

3. Melakukan aktifitas dengan

membuat jadwal harian

4. Minum obat secara teratur

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

22.

Penyebab halusinasi bisa karena pasien mengaami maslah keperawatan

a)

Menarik diri

b)

Harga diri rendah

c)

Panik

d)

Kecemasan

e)

Perilaku kekerasan

23.

Perilaku pasien yang harus diwaspadai dalam mengidentifikasi waham adalah

1. Pasien cukup puas dengan membicarakan

wahamnya tanpa menunjukkan perilaku yang

sesuai dengan wahamnya

2. Pasien hidup dengan wahamnya akan tetapi

perilakunya tidak terpengaruh oleh wahamnya

3. Pasien betul-betul terlibat dengan wahamnya

sehingga perilakunya sesuai dengan isi

wahamnya

4. Didasari oleh pengalaman hidup yang pahit

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

24.

Jika focus pengkajian waham pada proses pikir, maka dalam hal ini waham merupakan bagian dari

a)

Persepsi

b)

Bentuk pikir

c)

Arus pikir

d)

Isi pikir

e)

Pola pikir

25.

Selain halusinasi, yang termasuk dalam Gangguan Orientasi Realitas adalah waham. Dalam pengkajian status mental pasien dengan gangguan waham lebih difokuskan pada

a)

Proses interaksi

b)

Proses pembicaraan

c)

Konsep diri

d)

Proses pikir

e)

Pola pikir

26.

Masalah keperawatan yang muncul akibat dari waham adalah

1. Resiko mencederai diri sendiri,

orang lain dan lingkungan

2. Kerusakan komunikasi verbal

3. Isolasi social

4. Halusinasi

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

27.

Klien yang hidup dengan wahamnya kan tetapi perilakunya tidak terpengaruh oleh wahamnya biasanya terdapat pada

a)

Waham paranoid

b)

Waham kebesaran

c)

Waham menetap

d)

Waham pengaruh

e)

Waham somatic

28.

Waham merupakan salah satu bagian dari gangguan orientasi realitas, dibawah ini definisi waham menurut WF Maramis adalah


1. Keyakinan yang salah tidak sesuai dengan

kenyataan dan tidak bisa digoyahkan

2. Gangguan proses pikir yang ditandai

dengan keyakinan yang salah

3. Kayakinan tentang isi pikir yang tidak sesuai

dengan kenyataan, tidak cocok dengan

intelegensi dan latar belakang budaya dan

telah dibuktikan kemusthahilannya

4. Gangguan isi pikir yang tidak sesuai, ide-ide

pikiran atau bukti-bukti yang nyata

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

29.

Pada saat diajak bicara klien memberi respon dengan kata-kata baru yang tidak dimengerti artinya, keadaan ini merupakan gangguan proses pikir yang disebut

a)

Irrelevan

b)

Inkoheren

c)

Neologisme

d)

Logorea

e)

Assosiasi longgar

30.

Pasien : (mulai tenang)

Perawat : “Bu, saya akan selalu siap

membantu ibu, saya akan datang

lagi besok jam 09.00 pagi. Saya

harap ibu sudah tidak sedih lagi”.

Pasien : (diam, mengangguk)

Perawat : (berdiri meninggalkan klien,

tersenyum) “Selamat pagi Bu….”

a)

Pra interaksi

b)

Interaksi

c)

Orientasi

d)

Kerja

e)

Terminasi

31.

Peran perawat dalam TAK (Terapi Aktifitas Kelompok) adalah sebagai

1. Leader

2. Co-leader

3. Observer

4. Fasilitator

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

32.

Berikut ini mengenai Terapi Aktifitas Kelompok, kecuali

a)

Terapi psikologi yang dilakukan

secara kelompok

b)

Memberikan stimulasi bagi klien

c)

Memantau dan meningkatkan

hubungan interpersonal

d)

Manipulasi yang ada di lingkungan

untuk proses penyembuhan

e)

Diberikan dalam waktu yang sama

33.

Perkembangan kelompok terdiri dari 4 fase. Pada fase pra kelompok maka tugas dari perawat adalah

a)

Membuat proposal

b)

Memberi arahan kepada anggota

kelompok

c)

Membuat kontrak dengan anggota

kelompok

d)

Menyampaikan aturan dalam kelompok

e)

Mengevaluasi kemampuan anggota

kelompok

34.

Batas maksimal peserta untuk Terapi Aktifitas Kelompok adalah

a)

8 orang

b)

9 orang

c)

10 orang

d)

11 orang

e)

12 orang

35.

Berikut ini merupakan karakteristik dari hubungan interpersonal yang sehat, kecuali

a)

Hubungan yang terpusat pada masalah

pengendalian, berorientasi pada diri sendiri dan

mengganggap orang lain sebagai obyek

b)

Individu terlibat saling merasakan kedekatan,

sementara identaitas pribadinya masih tetap

dipertahankan

c)

Hubungan yang terbuka, menerima orang lain

sebagai orang yang mempunyai nilai sendiri dan

ada rasa empati

d)

Individu mampu untuk saling memberi dan

menerima

e)

Kondisi saling tergantung antara individu dan

orang lain dalam membina hubungan interpersonal

36.

Pada saat melakukan tidakan pengekangan terhadap klien amuk, yang harus kita perhatikan adalah :

1. Menjelaskan pada klien alasan pengekangan

2. Pengekangan dilakukan dengan hati-hati dan

tidak melukai

3. Pengekangan dilepas setelah klien benar-

benar tidak berdaya

4. Ada perawat yang ditugaskan untuk

mengontrol tanda vital dan membuka ikatan

untuk latihan gerak

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

37.

Menurut Stuart & Sundeen, prinsip pengasingan pada klien dengan amuk adalah

1. Pembatasan gerak

2. Isolasi

3. Pembatasan input sensoris

4. Pengaturan waktu interaksi

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

38.

Seseorang yang bisa mengungkapkan marah secara verbal dengan marah yang dialaminya, kemungkinan akan terjadi

a)

Marah berkepanjangan

b)

Rasa marah teratasi

c)

Rasa bermusuhan menahun

d)

Marah tidak terungkap

e)

Muncul rasa bermusuhan

39.

Urutan yang benar srategi komunikasi pada terapi individual adalah

a)

Salam terapeutik – Evaluasi validasi –

Kontrak

b)

Fase Orientasi – Fase Kerja – Fase

Terminasi

c)

Evaluasi Validasi – Salam terapeutik –

Kontrak

d)

Fase Kerja – Fase Orientasi – Fase

Terminasi

e)

. Fase Orientasi – Salam terapiutik –

Evaluasi Validasi – Kontrak

40.

Terapi modalitas yang dapat diberikan pada klien dengan gangguan gangguan jiwa dapat berupa


1. Terapi individu

2. Terapi keluarga

3. Terapi aktifitas kelompok

4. Terapi lingkungan

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E