wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Anemia, Antidotum, PPOK & Hepatitis

Total questions: 35

Worksheet time: 35mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien, perempuan, usia 40 tahun, didiagnosa dokter mengalami anemia megaloblastik akibat penyakit gastritis kronik yang menyebabkan rendahnya sekresi faktor intrinsik yang dilepaskan oleh sel parietal lambung ke dalam usus. Dokter berdiskusi dengan apoteker mengenai pemilihan obatnya. Apakah obat yang tepat direkomendasikan kepada dokter untuk pasien tersebut?

a)

Asam Folat

b)

Vit. B12

c)

Fero Sulfat

d)

Epoetin alfa

2.

Seorang pasien, laki-laki, usia 38 tahun, datang ke suatu klinik karena sering merasa lemas, pucat dan kesemutan pada kedua tangannya. Pemeriksaan darah rutin menunjukkan Hb 8 g/dL, dan apusan darah tepi menunjukkan pasien mengalami anemia makrositik. Apakah obat yang tepat untuk pengobatan penyakit pasien tersebut?

a)

Vit. B12

b)

Suplemen As. Folat

c)

Suplemen Besi

d)

Vit. K

3.

Seorang pasien masuk rumah sakit dan didiagnosa dokter mengalami gagal ginjal kronik stage 3. Pasien juga mengalami anemia dengan kadar Hb 9 mg/dL. Kadar zat besi dalam darah berada dikisaran normal. Dokter berdiskusi dengan apoteker mengenai pemilihan obatnya. Apakah obat yang tepat direkomendasikan kepada dokter untuk pasien tersebut?

a)

Vitamin B12

b)

Epoetin Alfa

c)

Asam Folat

d)

Iron Sukrose

4.

Seorang pasien, perempuan, usia 35 tahun, datang ke apotek untuk membeli obat untuk mengatasi penyakit anemia yang sedang dialaminya. Pasien mengatakan kepada apoteker bahwa dia didiagnosa dokter mengalami anemia hipokromik mikrositik. Apakah obat yang tepat diberikan kepada pasien untuk mengobati penyakitnya?

a)

Suplemen penambah zat besi

b)

Asam folat

c)

Vitamin B12

d)

Eritropoetin

5.

Seorang pasien, perempuan, usia 40 tahun, didiagnosa dokter di suatu rumah sakit mengalami anemia (kadar Hb 6 g/dL, Trombosit 18.000/mL). Pasien ternyata saat ini sedang mengalami TBC dan sedang menjalani mengobatan dengan antibiotik. Apakah terapi yang tepat diberikan untuk mengatasi gejala anemia pasien tersebut?

a)

Asam Folat

b)

Sulfat Ferosus

c)

Transfusi Darah

d)

Vitamin B12

6.

Seorang pasien, perempuan, usia 30 tahun, datang ke apotek membeli supplemen zat besi untuk mengurangi gejala anemia yang sedang dideritanya. Apoteker mengatakan kepada pasien bahwa suplemen tersebut tidak boleh diminum menggunakan teh manis karena ada kandungan senyawa dalam teh yang dapat membentuk senyawa khelat dengan zat besi. Apakah kandungan senyawa yang dimaksudkan oleh apoteker tersebut?

a)

Alkaloid

b)

Flavooid

c)

Tanin

d)

Terpenoid

7.

Seorang dokter di suatu rumah sakit akan meresepkan tablet asam folat 1.000 μg untuk pasiennya (perempuan, usia 48 tahun, penderita anemia karena defisiensi folate) dan meminta informasi dari apoteker mengenai durasi terapi obat ini dalam pengobatan anemia. Apakah informasi yang tepat disampaikan kepada dokter tersebut?

a)

1 bulan

b)

2 bulan

c)

3 bulan

d)

4 bulan

8.

Seorang pasien, laki-laki, usia 27 tahun, pecandu narkoba, dibawa ke UGD suatu rumah sakit karena overdosis Morfin. Apoteker langsung menyiapkan kebutuhan obat emergensi dan antidote untuk membatasi efek toksik racun dalam tubuh pasien tersebut. Apakah antidote yang tepat disiapkan untuk pasien tersebut?

a)

Dimerkaprol

b)

NAC

c)

Nalokson

d)

Flumazenil

9.

Seorang pasien perempuan, usia 35 tahun, BB 45 kg, dilarikan ke UGD suatu rumah sakit karena mengalami overdosis asetosal karena meminum 40 tablet asetosal 100 mg. Kondisi pasien saat ini tidak sadar, TD 128/90 mmHg, RR 140/menit, T 39 °C dan terlihat tanda-tanda asidosis metabolik. Dokter meminta apoteker untuk menyiapkan obat emergensi untuk mempercepat eksresi asetosal dari tubuh pasien melalui urin. Apakah obat emergensi yang tepat disiapkan?

a)

Na Bicarbonat

b)

Infus Glukosa

c)

Infus NaCl

d)

Arang Aktif

10.

Seorang pasien, laki-laki, usia 25 tahun, dibawa ke IGD rumah sakit. Hasil wawancara dengan keluarga pasien berhasil diketahui bahwa pasien mencoba melakukan usaha bunuh diri dengan meminum obat nyamuk cair yang mengandung senyawa golongan karbamat. Apoteker di IGD menyiapkan antidot yang dibutuhkan untuk meminimalisir efek toksik racun tersebut. Apakah antidot yang tepat disiapkan untuk pasien tersebut?

a)

Na Tiosulfat

b)

Dimerkaprol

c)

NAC

d)

Atropin Sulfat

11.

Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun dibawa ke IGD rumah sakit karena diduga mengalami keracunan obat parasetamol. Keluarga pasien menyatakan bahwa pasien tersebut telah meminum tablet parasetamol sebanyak 20 butir sekitar 8 jam sebelum dibawa ke RS. Apoteker di depo UGD berdiskusi dengan dokter untuk menetapkan antidote untuk pasien tersebut. Apakah antidot yang tepat direkomendasikan?

a)

NAC

b)

Dimerkaprol

c)

Na Tiosulfat

d)

Atropin Sulfat

12.

Seorang pasien laki-laki berusia 54 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan lemas, dada berdebar dan detak jantung tak beraturan. Pasien diketahui rutin mengkonsumsi digoxin sejak 3 tahun terakhir untuk pengobatan gagal jantung yang diidapnya. Berdasarkan keluhan tersebut, dokter mendiagnosa pasien mengalami keracunan digoksin dengan ventricular takikardi. Apakah antidote yang tepat untuk mengatasi gejala keracunan yang dialami pasien tersebut?

a)

Lidokain

b)

Asam Folinat

c)

Defepiron

d)

Ca Glukonas

13.

Seorang pasien, perempuan, usia 32 tahun, didiagnosa dokter mengalami keracunan pengawet natrium nitrit dalam daging. Keluhan yang dirasakan pasien adalah sakit kepala, hipotensi, serta mengalami sesak nafas, methemoglobinemia. Sehari sebelumnya pasien mengkonsumsi daging sapi awetan. Apakah antidote yang tepat disiapkan oleh apoteker untuk membatasi efek toksik racun tersebut?

a)

Dimerkaprol

b)

Pralidoxim

c)

Metilen Blue

d)

NAC

14.

Seorang pasien, laki-laki, usia 54 tahun, penderita general anxiety disorder, mengalami overdosis alprazolam sehingga dilarikan ke UGD suatu rumah sakit. Dokter dan apoteker berdiskusi tentang terapi antidot yang akan diberikan untuk pasien tersebut. Apakah antidote yang tepat direkomendasikan untuk pasien tersebut?

a)

Flumazenil

b)

Fomepizol

c)

Carbo Adsorbens

d)

Na Tiosulfat

15.

Seorang pasien laki-laki berusia 54 tahun mendapatkan terapi Warfarin injeksi dosis 3 mg/ hari untuk penanganan thrombosis yang dideritanya. Sehari setelah pemberian obat, pasien mengalami perdarahan. Dokter mendiagnosis bahwa pasien mengalami toksisitas warfarin. Apakah antidote spesifik yang tepat direkomendasikan untuk pengobatan toksisitas yang dialami pasien tersebut?

a)

Phytomenadion

b)

Protamine

c)

Timidin

d)

EDTA

16.

Seorang pasien, laki-laki, usia 27 tahun, dilarikan ke UGD suatu rumah sakit karena mengalami keracunan arsen akibat usaha pembunuhan. Pasien mengalami kelumpuhan, sakit perut yang hebat, muntah yang berwarna hijau dan diare. Apoteker menyiapkan obat-obatan dan bahan medis lainnya di depo UGD untuk terapi pasien tersebut. Apakah antidotum yang tepat digunakan untuk membatasi efek toksik racun pada pasien tersebut?

a)

EDTA

b)

D-Penicilamine

c)

Dimerkaprol

d)

DMBA

17.

Seorang laki-laki membawa anaknya (laki-laki, usia 5 tahun) ke UGD rumah sakit karena diduga mengalami keracunan dengan gejala mengalami mual-muntah, nyeri abdomen, mulut terasa seperti logam, terdapat garis biru pada gusi, dan susah buang air besar. Hasil pemeriksaan menunjukan pasien mengalami keracunan timah hitam (timbal) secara kronis akibat pencemaran pada sumber air minum. Apakah antidote yang tepat untuk pasien?

a)

Na EDTA IV

b)

Kalsium EDTA IV

c)

BAL dosis tunggal

d)

Dimerkaprol

18.

Seseorang pasien dilarikan ke sebuah UGD suatu rumah sakit karena keracunan minuman keras oplosan. Hasil pemeriksaan menemukan kadungan metanol yang tinggi dalam minuman keras tersebut. Apoteker yang bertugas di UGD tersebut menyiapkan terapi emergensi untuk pasien tersebut. Antidote apakah yang tepat untuk disiapkan oleh apoteker tersebut?

a)

Etanol dan fomepizol

b)

Glukagon

c)

Dimerkaprol

d)

Flumazenil

19.

Seorang pasien, laki-laki, usia 55 tahun masuk IGD suatu rumah sakit karena mengalami Syok anafilaksis dan harus segera mendapatkan terapi emergensi. Apakah obat emergensi yang tepat diberikan kepada pasien tersebut untuk mengatasi keadaan pasien tersebut?

a)

Epinephrin

b)

Norepinephrin

c)

Dimerkaprol

d)

Dobumine

20.

Seorang pasien, perempuan, usia 45 tahun, penderita asma kronis datang menebus resep obat di instalasi rawat jalan suatu rumah sakit. Pada saat assesmen, pasien memiliki riwayat pengobatan asma dengan salbutamol. Akan tetapi, pasien saat ini sering kali mengalami serangan asma dan dokter menambahkan obat baru dalam resep pasien, yaitu Montelukast. Bagaimanakah mekanisme kerja obat baru tersebut?

a)

Menghambat kerja leukotrien

b)

Menghambat fosfolipase

c)

Menghambat siklooksigenase

d)

Menghambat kerja interleukin-6

21.

Seorang apoteker melakukan visite bersama dokter ke ruang rawat inap untuk memonitor efek samping obat yang telah diberikan kepada seorang pasien asma (laki-laki, usia 45 tahun) dengan riwayat penyakit hipertiroid. Pasien baru saja menjalani terapi dengan salbutamol nebulizer 2,5 mg. Apoteker mengatakan kepada dokter bahwa pasien ini harus dipantau secara ketat untuk mencegah efek samping salbutamol. Apakah parameter laboratorium yang harus dimonitor pada pasien tersebut?

a)

Kadar ion natrium

b)

Kadar ion kalium

c)

Kadar ion kalsium

d)

Kadar ion magnesium

22.

Seorang dokter di suatu rumah sakit akan memberikan sediaan salbutamol untuk seorang pasien (laki-laki, usia 17 tahun, penderita asma akut parah dengan PEF = 28%). Dokter tersebut meminta saran apoteker mengenai bentuk sediaan yang tepat diresepkan untuk meredakan serangan asma akut pasien tersebut. Apakah bentuk sediaan salbutamol yang disarankan?

a)

Injeksi

b)

Inhaler

c)

Kapsul

d)

Nebulizer

23.

Seorang pasien laki-laki, usia 33 tahun, dirawat pada suatu rumah sakit karena hepatitis B kronis yang parah. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa HBeAg (+) dan Anti HBe (-). Sementara itu, pasien menunjukkan tanda dekompensasi hati (kadar ALT: 200 IU/mL). Dokter meminta saran apoteker untuk pemilihan antihepatitis untuk diberikan pada pasien. Apakah antihepatitis yang direkomendasikan?

a)

Lamivudin

b)

Entecavir

c)

Interferon alfa 2a

d)

Adefovir dipivoxil

24.

Seorang pasien laki-laki, usia 20 tahun, datang ke klinik dengan keluhan sesak napas dan selanjutnya didiagnosa dokter mengalami asma. Salah satu obat yang diresepkan dokter adalah produk obat dengan zat aktif ipratropium bromide. Apoteker menyerahkan obat kepada pasien dan memberikan informasi kegunaan obat tersebut, yaitu mengatasi sesak nafas pasien. Bagaimanakah mekanisme aksi obat tetsebut?

a)

Memblok reseptor histamin H1

b)

Menstimulasi reseptor beta2 adrenergik pada trakhea dan bronkus

c)

Menstabilkan sel mast pada otot polos bronkus

d)

Mengeblok reseptor kolinergik pada otot polos bronkus

25.

Seorang pasien, laki-laki, usia 40 tahun, didiagnosis dokter mengalami terinfeksi Hepatitis B. Dokter akan meresepkan obat berupa injeksi intramuscular Pegylated Interferon dan meminta informasi dari apoteker mengenai aturan pakai obat tersebut untuk pasien. Apakah informasi yang tepat disampaikan?

a)

Tiga kali sehari

b)

Sebulan sekali

c)

Tiga kali seminggu

d)

Sekali seminggu

26.

Seorang pasien, laki-laki, usia 35 tahun didiagnosa dokter mengalami PPOK dengan keluhan sesak nafas dan batuk berdahak. Dokter meresepkan obat inhaler yang berisi budesonide untuk terapi pemeliharaan. Apakah kelas efek farmakologi dari obat dari obat yang diresepkan dokter tersebut?

a)

Mengencerkan dahak pasien

b)

Bronkodilatasi pada saluran nafas

c)

Antibakteri pada saluran nafas

d)

Antiinflamasi pada saluran nafas

27.

Seorang dokter di suatu rumah sakit meminta rekomendasi pilihan antibiotik empiris kepada apoteker untuk pengobatan pasiennya (laki-laki, usia 40 tahun, penderita PPOK). Pasien mengalami uncomplicated exacerbasi dengan perburukan gejala sesak nafas dan meningkatnya sputum purulence. Apakah antibiotik empiris yang tepat direkomendasikan?

a)

Sefazolin

b)

Amoksisilin

c)

Eritromisin

d)

Azitromisin

28.

Seorang dokter di suatu rumah sakit akan memberikan sediaan salbutamol untuk seorang (laki-laki, usia 17 tahun, penderita asma akut parah dengan PEF = 48%). Dokter tersebut meminta saran kepada apoteker mengenai bentuk sediaan yang tepat diresepkan untuk meredakan serangan asma akut pasien tersebut. Apakah bentuk sediaan salbutamol yang disarankan?

a)

Kapsul

b)

Nebulizer

c)

Inhaler

d)

Injeksi

29.

Seorang dokter di suatu rumah sakit meminta rekomendasi terapi kepada apoteker mengenai tindak lanjut pengobatan pasiennya (laki-laki, usia 40 tahun, penderita PPOK dengan exacerbasi akut). Selain menyarankan short acting β2-agonist, apoteker juga menyarankan pemberikan kortikosteroid oral untuk pengobatan pasien. Apakah obat yang tepat direkomendasikan?

a)

Prednison

b)

Triamnisolon

c)

Deksametason

d)

Betametasone

30.

Seorang apoteker di instalasi farmasi rawat jalan suatu rumah sakit menjelaskan aturan pakai obat inhaler yang berisi (kombinasi salmoterol 25 mcg dan fluticasone propionate 50 mcg tiap hirupan) kepada seorang pasien asma kronis (perempuan, usia 45 tahun). Obat ini digunakan secara rutin sebanyak 2 hirupan, 2 kali sehari. Berdasarkan aturan pakai tersebut, berapakah dosis fluticasone propionate yang dihirup pasien setiap harinya?

a)

50 mcg

b)

100 mcg

c)

200 mcg

d)

250 mcg

31.

Seorang dokter di poli rawat jalan suatu rumah sakit meminta rekomendasi penambahan obat kepada apoteker untuk pasiennya (laki-laki, usia 20 tahun, penderita asma). Akhir-akhir ini pasien sering mengalami kekambuhan asma yang dipicu oleh udara dingin. Dokter akan meresepkan obat yang dapat menstabilkan sel mast agar tidak melepaskan histamin. Apakah obat yang direkomendasikan?

a)

Omalizumab

b)

Albuterol

c)

Sodium kromolin

d)

Ipratropium bromida

32.

Seorang pasien, laki-laki, usia 40 tahun, didiagnosis dokter di suatu rumah sakit mengalami infeksi Hepatitis B kronik. Dokter selanjutnya meresepkan obat tenofovir untuk pengobatan pasien dan meminta pasien untuk menebus obat tersebut di apotek rawat jalan. Bagaimanakah mekanisme aksi obat yang diresepkan dokter tersebut?

a)

Menghambat reverse transkriptase

b)

Menghambat enzim protease virus

c)

Menghambat sintesis RNA virus

d)

Meningkatkan aktivitas sel NK

33.

Seorang apoteker di ruang ICU suatu rumah sakit melakukan evaluasi terapi obat pada pasien asma (laki-laki, usia 30 tahun, penderita asma kronis) setelah 1 jam hari menjalani mendapatkan terapi dengan oksigensi, nebulasi salbutamol dan injeksi metilprednisolon. Hasil pengukuran APE pasien saat ini adalah 55%. Bagaimanakah hasil respon terapi tersebut?

a)

Sangat Baik

b)

Baik

c)

Sedang

d)

Buruk

34.

Seorang dokter di suatu rumah sakit meminta rekomendasi terapi kepada apoteker mengenai tindak lanjut pengobatan pasiennya (laki-laki, usia 40 tahun, penderita PPOK). Pasien telah menggunakan Terbutalin Sulfat Turbuhaler 0,5mg/dose (S.2.dd. 1 puff.) selama 2 minggu. Akan tetapi, frekuensi serangan bronkospasme pasien tidak berkurang. Apakah rekomendasi terapi yang tepat disampaikan?

a)

Meningkatkan dosis menjadi 4 kali sehari

b)

Mengganti obat dengan Salbutamol inhaler

c)

Mengganti obat dengan fluticasone-salmoterol nebulizer

d)

Mengganti obat dengan ipratropium bromida inhaler

35.

Seorang pasien, laki-laki, usia 65 tahun, dirawat di Puskesmas dengan diagnosis PPOK dan mendapat obat asetilsistein kapsul, parasetamol tablet, siprofloksasin kapsul. Karena kondisinya memburuk kemudian dirujuk ke RSUD. Pada saat masuk di RSUD, apoteker membandingkan instruksi pengobatan di RSUD dengan obat yang telah diperoleh pasien selama di Puskesmas. Apakah layanan kefarmasian yang dilakukan oleh apoteker tersebut?

a)

Skrining resep

b)

Rekonstitusi obat

c)

Rekonsiliasi obat

d)

Monitoring penggunaan obat