NEW
Font size
WorksheetsTes Ulangan Puisi Rakyat
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Perhatikan ciri-ciri puisi rakyat berikut ini!
1. Terdiri dari dua baris dalam sebait
2. terdiri dari empat baris dalam sebait
3. Berisi nasihat atau kata-kata mutiara
4. Bersajak a-a-a-a
5. Bersajak a-b-a-b
6. Bersajak a-a
7. Semua baris adalah isi
8. Baris 1-2 sampiran,baris 3-4 isi
Berdasarkan ciri-ciri tersebut, yang merupakan ciri-ciri syair adalah …
a. 2-4-7
b. 1-6-7
c. 2-5-8
d. 1-3-6
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Nira diolah untuk sedekah,…Gembiara hati tiada tara
Sari kelapa buah nira, … Nira diolah untuk sedekah
Perbedaan pantun, gurindam, dan syair berdasarkan jumlah kata/ suku kata yang tepat adalah …
Pantun : Terdiri atas 8-12 suku kata
Gurindam : Terdiri atas 10-14 suku kata
Syair : Terdiri atas 8-14 suku kata
Pantun : Terdiri atas 8-12 suku kata
Gurindam : Terdiri atas 8-14 suku kata
Syair : Terdiri atas 8 -14 suku kata
Pantun : Terdiri atas 10 -14 suku kata
Gurindam : Terdiri atas 8 -12 suku kata
Syair : Terdiri atas 8-14 suku kata
Pantun : Terdiri atas 8-14 suku kata
Gurindam : Terdiri atas 10-14 suku kata
Syair : Terdiri atas 8-12 suku kata
Puisi berikut ini yang merupakan syair adalah …
Bila kita bersama sudah,
Dunia ini terlalu in dah,
Dinda cantik permata bertahta,
Cantik rupa bicara petah.
Ditenun kain dengan kapas,
Bermacam-macam warna ragi,
Perahu lilin layar kertas,
Berani kulunggar lautan api.
Buah rambutan masak sebuah,
Kalau dimanakn manis rasanya,
Nona yang berbaju merah,
Sudahkah ada yang punya?
Air dalam bertambah dalam,
Hujan di hulu belum lagi teduh.
Hati dendam bertambah dendam,
Dendam dahulu belum lagi disentuh
(1) Bersajak a-a-a-a.
(2) Jumlah kata tiap baris bebas
(3) Bait pertama dan kedua merupakan sampiran
(4) Tiap baris terdiri dari 8 sampai 14 suku kata
Ciri-ciri syair ditandai oleh nomor . . . .
(1) dan (3)
(1) dan (4)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
Perhatikan pantun berikut!
Air surut memungut bayam,
Sayur diisi ke dalam kantung;
Jangan diikuti tabiat ayam,
Bertelur sebiji riuh sekampung.
Baris yang mempunyai rima penuh adalah ….
Baris pertama dan kedua
Baris kedua dan keempat
Baris ketiga dan keempat
Baris pertama dan ketiga
Perhatikan pantun berikut ini!
Pergi ke laut membawa jala,
Jala ditebar sambil mengingat;
Meski hidup banyak kendala,
Haruslah kita selalu semangat.
Isi pantun tersebut adalah …
Janganlah putus asa dengan nasib yang telah digariskan
Jika kita berusaha dengan keras, maka cita-cita akan tercapai.
Kita harus selalu membantu sesama manusia agar hidup kita jadi bahagia.
Meski kehidupan banyak cobaan dan aral melintang, kita tidak boleh menyerah, kita harus tetap semangat berjuang.
Perhatikan pantun berikut!
Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal di ubun
Turutlah ilmu insan nan mati
Makna isi pantun tersebut adalah ….
Ketika kita sekarat ilmu yang kita punya akan ikut mati bersama kita
Tidak ada satupun manusia yang pandai seperti nabi
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diterapkan dan diamalkan
Setiap manusia pintar yang mati akan meninggal seperti nabi
Perhatikan gurindam berikut!
Jika kau buat kebaikan dan keburukan,
maka balasan berdasar dari yang dilakukan
Makna gurindam tersebut adalah ….
Orang yang berbuat jahat akan dibalas dengan hukuman yang setimpal
Orang yang berbuat baik akan dibalas dengan pahala berlipat
Setiap perilaku yang kita perbuat, baik dan buruk, akan dibalas setimpal
Janganlah berbuat keburukan kepada sesama karena akan dapat balasan
Perhatikan kutipan syair berikut!
Wahai muda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil hidupmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal hidupmu
Pesan yang terkandung pada kutipan syair tersebut adalah ….
Pemuda dan pemudi wajib mempunyai perahu yang bisa menopang hidup mereka
Hidup kita tidak akan lama di dunia ini karena yang kekal hanyalah kehidupan di akhirat
Hidup para pemuda dan pemudi sangatlah singkat sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya
Kita harus bisa mengenali diri karena hidup kita bagaikan perahu dan hanya sementara dan berakhir di akhirat
Setelah berusaha belajar lebih giat dan serius, Danang mendapat peringkat pertama di kelas. Ia sangat senang karena akan memperoleh hadiah atas prestasinya itu.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
Bila kita ingin ke pasar
Pasar modern ada di mall
Ayo kita bergiat belajar
Supaya nilainya maksimal
Kuda poni si kuda kepang
Tubuhnya tinggi larinya cepat
Riang hati bukan kepalang
Hadiah prestasi akan didapat
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Pergi ke goa Jatijajar
Banyak orang bertamasya
Mari kita giat belajar
Supaya orang tua bahagia
Perhatikan pantun berikut!
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
1 Jangan ragu berbuat baik
2 Senyum saja sudah ibadah
1 Pikir dulu sebelum bertindak
2 Menyesal kemudian tiada guna
1 Supaya tidak sesal kemudian
2 Diperlukan selalu sikap waspada
1 Mari kita jalin silaturahmi
2 Untuk menambah sanak saudara
Perhatikan larik-larik pantun berikut!
1).Mendapat kawan senang rasanya
2).Bila dimasak dan dimakan
3).Tentu boleh kita berkenalan
4).Ikan laut enak rasanya
Larik pantun tersebut akan menjadi pantun yang baik bila disusun dengan urutan . . .
4 – 3 – 2 – 1
1 – 3 – 2 – 4
4 – 2 – 1 – 3
2 – 3 – 1 – 4
Perhatikan larik-larik pantun berikut!
Ikan laut enak rasanya
Bila dimasak dan dimakan.
Mendapat kawan senang rasanya
Tentu boleh kita berkenalan.
Variasi bentuk sampiran dari kutipan pantun tersebut adalah . . .
Lihatlah awan biru warnanya,
Ramai berarak seolah berjalan
Berkawan itu enak rasanya,
Kawan lama dilupakan jangan.
Beli duku di pasar minggu,
Jangan lupa membeli baju.
Indahnya dunia persahabatan
Selamanya tak kan terlupakan
Perhatikan pantun berikut!
Jalan-jalan ke pinggir pantai
Lihat bulan sedang purnama
............................................
.............................................
Baris yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah . . . .
Jawablah wahai ayah dan bunda
Siapa dia yang tinggi semampai
Kalau ingin lekas pandai
Rajin belajar wajib hukumnya
Jangan suka membeli tapai
Bisa-bisa sakit perutmu
Sungguh indah pemandangan pantai
Minum teh bersama ayah dan bunda
Faras sangat gembira, sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Sepeda itu, hadiah dari Ibu karena ia mendapat peringkat di kelas.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
. Kota Jambi kota beradat
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
Raja buah si raja pisang
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata
Buah duku buah durian
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi siang hari
d. Ke Selat beli ikan selar
Beli juga tempoyak durian
Jika kita rajin belajar
Prestasi tinggi mudah diraih
Usaha yang selalu ada
dapat mengubah nasib sengsara
karena Tuhan Maha Pemurah
selalu mendengar doa dan pinta
Bait puisi di atas disebut syair dengan alasan berikut, kecuali . . . .
baitnya terdiri atas empat baris
setiap baris terdiri dari 8 sampai 14 suku kata
terdiri dari sampiran dan isi
rima akhir berpola a-a-a-a
Perhatikan gurindam berikut ini!
Jagalah hati jagalah lisan
Agar kau tidak hidup dalam penyesalan
Makna hubungan antar baris yang terdapat pada gurindam tersebut adalah ….
Hubungan syarat
Hubungan tujuan
Hubungan sebab akibat
Hubungan soal-jawab
Perhatikan pantun berikut ini!
Rumput jadi rakit sederhana
Ringan ada di air tengah
Meskipun sedikit harta
Jangan lupa bersedekah
Yang merupakan kalimat larangan pada pantun di atas, adalah …
Rumput jadi rakit sederhana
Ringan ada di air tengah
Meskipun sedikit harta
Jangan lupa bersedekah
Kalimat yang menyatakan hubungan konsensip/ pertentangan, adalah …
Ayah membaca Koran sambil minum kopi
Kegiatan pramuka tetap dilaksanakan di lapangan meskipun hari sedang hujan.
Andi rajin belajar supaya mendapat juara kelas
Belajarlah dengan tekun supaya bisa mearih prestasi.
