wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS FARMASI RS TAHUN AKADEMIK 2020

Total questions: 65

Worksheet time: 33mins

Name
Class
Date
1.

Pengertian Rumah Sakit berdasarkan UU no 4 tahun 2004 adalah ....

a)

institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

b)

setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, baik secara langsung maupun tidak langsung

c)

institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat

d)

Instansi pelayanan medik (medik dasar, medik spesialis dan medik subspesialis) dan Penunjang medik, Pelayanan keperawatan dan kebidanan serta Pelayanan Non Medik

e)

Institusi yang memberikan Pelayanan pada satu bidang atau satu jenis penyakit berdasarkan disiplin ilmu, golongan umum, organ, jenis kelamin dan kekhususan lain

2.

Dibawah ini salahsatu prasarana rumah sakit berdasarkan Permenkes no 72 tahun 2016, adalah ....

a)

Instalasi gas medik

b)

Ruang Farmasi

c)

Ruang Rawat Inap dan Rawat Jalan

d)

Ruang Radiologi

e)

Ruang Gawat Darurat

3.

Rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas Tempat tidur minimal 100 bed dan dokter medik umum, medik spesialis dasar, spesialis lain dan sub spesialis, dinamakan RS Tipe ....

a)

RS Umum Tipe A

b)

RS Umum Tipe B

c)

RS Umum Tipe C

d)

RS Umum Tipe D

e)

RS Khusus Tipe B

4.

Tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian, dinamakan ....

a)

Pekerjaan Kefarmasian

b)

Tenaga Kefarmasian

c)

Pharmaceutical Care

d)

Standar Pelayanan Kefarmasian

e)

Instalasi Farmasi

5.

Pelayanan Kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan ....

a)

Sediaan farmasi , Alat Kesehatan, Badan Medis Habis Pakai (BMHP)

b)

Perbekalan Kefarmasian dan Alat Kesehatan

c)

Perbekalan Kesehatan Rumah tangga dan Alkes

d)

Obat, bahan baku, kosmetik dan obat tradisional

e)

Sediaan farmasi dan Alat Kesehatan

6.

Alat kesehatan yang ditujukan untuk penggunaan sekali pakai (single use) yang daftar produknya diatur dalam peraturan perundang-undangan, dinamakan ....

a)

Sediaan Farmasi

b)

Obat

c)

Perbekalan Kefarmasian

d)

Alat Kesehatan

e)

Bahan Medis Habis Pakai

7.

Unit pelaksana fungsionalyang menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit, yaitu ....

a)

Gudang Farmasi

b)

Instalasi Gawat Darurat

c)

Apotek

d)

Instalasi Farmasi

e)

Instalasi CSSD

8.

Yang termasuk Bahan Medis Habis Pakai adalah ....

a)

Alat kontrasepsi (IUD)

b)

Urine Cateter

c)

Obat

d)

Stetoskop

e)

Elektronic Kardiogram (EKG)

9.

Berikut ini beberapa tujuan standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit, kecuali ....

a)

Meningkatkan mutu Pelayanan Kefarmasian

b)

Menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian

c)

Melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan Obat yang tidak rasional

d)

Meningkatkan keselamatan pasien (patient safety)

e)

Melindungi pasien dan masyarakat dari rekonsiliasi pengobatan dan ROTD

10.

Salah satu ruang lingkup standar pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit dari aspek manajerial pengelolaan, adalah .....

a)

Penelusuran riwayat penggunaan Obat

b)

Penyimpanan dan pendistribusian

c)

Pemantauan Terapi Obat (PTO)

d)

Monitoring Efek Samping Obat (MESO);

e)

Dispensing sediaan steril

11.

Penyelenggaraan Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit harus didukung Oleh :

a)

Dokter dan Perawat

b)

Ketersediaan sumber daya kefarmasian

c)

Tim Komite farmasi dan Terapi

d)

Tenaga Medis dan Non Medis

e)

Tim Panitia Pengendalian Infeksi RS

12.

High Alert sering menyebabkan terjadikesalahan/kesalahan serius (sentinel event) dan Obat yang berisiko tinggi menyebabkan ....

a)

Patien safety

b)

Rekonsiliasi pengobatan

c)

Drug Interaction

d)

Reaksi Obat Tidak dinginkan (ROTD)

e)

Toksisitas dan Adverse drug event

13.

Dibawah ini merupakan kelompok obat high-alert, kecuali ....

a)

Look Alike Sound Alike/LASA

b)

Kalium klorida 2 meq/ml atau yang lebih pekat

c)

magnesium sulfat =50%

d)

Obat-Obat sitostatika

e)

Larutan Fisiologis NaCl 0,9%

14.

Salah satu yang BUKAN Pemilihan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai ini yaitu: ....

a)

Formularium dan standar pengobatan/pedoman diagnosa dan terapi

b)

Standar Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai yang telah ditetapkan

c)

Hubungan antara dokter dan medical representative

d)

Pengobatan berbasis bukti

e)

Pola penyakit

15.

Perencanaan obat yang ditetapkan prosedur WHO memiliki kriteria dibawah ini, kecuali ....

a)

Memiliki obat yang lebih efektif serta merupkan drug of choice;

b)

mutu terjamin, termasuk stabilitas dan bioavailabilitas

c)

Obat lain yang terbukti paling efektif secara ilmiah dan aman (evidence based medicines) yang paling dibutuhkan

d)

Biaya obat yang secara klinik sama harus dipilih yang mahal dan bermutu

e)

Menggunakan obat dengan nama generik

16.

Pada Kriteria Pemilihan Obat Essensial Nasional/DOEN, memiliki lebih dari satu pilihan yang mempunyai efek terapi yang serupa, maka pilihan dijatuhkan pada ....

a)

Obat yang sifatnya lebih banyak diketahui berdasarkan bukti ilmiah

b)

Obat yang sifat farmakokinetiknya diketahui paling menguntungkan

c)

Obat yang memiliki stabilitas lebih baik

d)

Obat yang sulit diperoleh

e)

obat memeiliki harga cost benefit

17.

Pada pemilihan obat RS berdasarkan Formularium Obat nasional/DOEN maka obat yang memiliki kombinasi Tetap harus memenuhi salah satu kriteria yaitu :

a)

Obat hanya bermanfaat bagi pasien dalam bentuk kombinasi tetap

b)

Kombinasi tetap harus memiliki khasiat dan keamanan yang tidak toksik dan berdosis rendah

c)

Perbandingan dosis komponen kombinasi tetap merupakan pada salah satu zat aktif utama

d)

Kombinasi tetap harus mengurangi rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio)

e)

Untuk AB kombinasi tetap harus dapat terjadi resistensi dan duplikasi

18.

Organisasi yang mewakili hubungan komunikasi antara staf medis dengan staf farmasi sehingga anggotanya terdiri atas dokter dan tenaga kesehatan yang mewakili spesialisasi2 yang ada di RS, dinamakan ....

a)

Pantia pengendali Infeksi Rumah Sakit

b)

Komite Farmasi dan Terapi (KFT/PFT)

c)

Panitia Promosi Kesehatan Rumah sakit

d)

Komite medis dan Farmasi

e)

Panitia Tim Rumah sakit

19.

Proses kegiatan untuk menentukan jumlah dan periode pengadaan sediaan farmasi, Alkes dan BMHP sesuai dengan hasil kegiatan pemilihan untuk menjamin terpenuhinya kriteria tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu dan efisien, dinamakan ....

a)

Perencanaan

b)

Pengadaan

c)

Penyimpanan

d)

Pendistribusian

e)

Pemilihan

20.

Dibawah ini beberapa pertimbangan perencanaan sediaan farmasi, alkes dan BMHP di rumah sakit, kecuali....

a)

Anggaran yang tersedia;

b)

Sisa Persediaan

c)

Waktu tunggu pemesanan

d)

Rencana pengembangan

e)

Data pemakaian selama triwulan

21.

Metode Perencanaan yang didasarkan atas analisis penggunaan sediaan farmasi, alkes dan BMHP tahun sebelumnya, dinamakan ....

a)

Metode Epidemiologi

b)

Metode Konsumsi

c)

Gabungan antara Metode Konsumsi dan Epidemiologi

d)

Metode Morbiditas

e)

Analisa Pareto ABC

22.

Kegiatan yang berkesinambungan dimulai dari pemilihan, penentuan jumlah yang dibutuhkan, penyesuaian antara kebutuhan dan dana, pemilihan, metode pemilihan pemasok, penentuan spesifikasi kontrak, pemantauan proses dan pembayaran, makan dinamakan ....

a)

Perencanaan

b)

Pengadaan

c)

Penyimpanan

d)

Pendistribusian

e)

Pemilihan

23.

Dibawah ini Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai, Kecuali ....

a)

Bahan baku Obat harus disertai Sertifikat Analisa.

b)

Bahan berbahaya harus menyertakan Material Safety Data Sheet (MSDS).

c)

mempunyai Nomor Izin Edar

d)

Masa kadaluarsa (expired date) minimal 2 (dua) tahun kecuali vaksin, reagensia, dan lain-lain

e)

Mempunyai Harga Eceran tertinggi (HET) obat

24.

Pengadaan dapat dilakukan salahsatunya melalui produksi sediaan farmasi di Instalasi Farmasi, Manakah Yang Bukan Alasan tepat dilakukan produksi , .....

a)

Sediaan Farmasi dengan formula khusus

b)

Sediaan Farmasi lebih murah jika diproduksi sendiri

c)

Sediaan Farmasi dengan kemasan yang lebih kecil/repacking

d)

Terdapatnya Sediaan Farmasi di pasaran

e)

Sediaan Farmasi yang tidak stabil dalam penyimpanan/harus dibuat baru (recenter paratus)

25.

Sediaan yang harus disimpan terpisah dengan posisi berdiri, terikat, dan diberi penandaaan untuk menghindari kesalahan pengambilan jenis, dinamakan .....

a)

Bahan Medis Habis Pakai

b)

Obat sintetik dan tradisional

c)

Bahan Baku Obat

d)

Gas Medis

e)

Alat Kesehatan

26.

Dibawah ini salahsatu contoh Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai di rumah sakit sesuai standar PMK no. 72 tahun 2016 adalah…

a)

Perencanaan kebutuhan – pengadaan - penyimpanan – penerimaan – pendistribusian - pemusnahan dan penarikan – administrasi - pengendalian

b)

Pemilihan - perencanaan kebutuhan – pengadaan- penerimaan – penyimpanan – pendistribusian - pemusnahan dan penarikan – pengendalian - administrasi.

c)

Pemilihan - perencanaan kebutuhan – penerimaan – penyimpanan – pendistribusian - pemusnahan dan penarikan - administrasi

d)

Perencanaan kebutuhan – pengadaan - penyimpanan – pendistribusian - pemusnahan dan penarikan – pengendalian

e)

Pemilihan - perencanaan kebutuhan –penerimaan – penyimpanan –Penggunaan- pemusnahan dan penarikan – pengendalian - administrasi

27.

Berdasarkan standar PMK no 72 tahun 2016 dibawah ini yang termasuk standar peralatan aseptik dispensing pencampuran obat kemoterapi/sitostatika adalah…

a)

Horizontal Laminar Air Flow Cabinet

b)

Biological Safety Cabinet/Vertical Laminar Air Flow Cabinet

c)

Pass-box dengan pintu berganda (air-lock)

d)

Barometer

e)

Wireless intercom.

28.

Farmasis (Apoteker dan TTK) harus mampu melakukan pengkajian resep sesuai persyaratan administrasi, persyaratan farmasetik, dan persyaratan klinis baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan di rumahsakit. Berikut ini persyaratan farmasetik yang dapat dilakukan oleh farmasis adalah ….

a)

Nama, nomor ijin, alamat dan paraf dokter;

b)

Tanggal Resep

c)

Alergi dan Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD)

d)

Kontraindikasi dan interaksi Obat.

e)

Dosis, jumlah obat serta stabilitas obat

29.

Sediaan heparin dan nitropusid ditambahkan kedalam botol kantung iv yang sama, merupakan salah satu contoh kategori pertanyaan informasi obat yang berkaitan dengan….

a)

Identifikasi Obat

b)

Terapi dan farmakologi

c)

Komptabilitas iv atau im

d)

Interaksi Obat

e)

Toksisitas dan keracunan

30.

Sistem penyimpanan yang mendahulukan obat pertama datang untuk dijual terlebih dahulu adalah sistem penyimpanan secara….

a)

FIFO

b)

FEFO

c)

LIFO

d)

HEPA Filter

e)

LEFO

31.

Obat-obat yang termasuk high alert dan memiliki potensial life-saving drugs adalah…

a)

Meropenen

b)

Dobutamin

c)

Larutan NaCl 0.9%

d)

Klaritromisin

e)

Vincritine

32.

Timbulnya frekuensi pemesanan dan menentukan prioritas pemesanan berdasarkan nilai atau harga obat dan menekankan pada persediaan yang mempunyai nilai penggunaan relative tinggi atau mahal kemudian dilakukan evaluasi dapat menggunakan persediaan obat maka dipilih model perencanaan….

a)

FEFO

b)

Non Essensial dan Essensial (NE)

c)

Kombinasi Analisa ABC dan VEN

d)

FIFO dan FEFO

e)

VEN

33.

Pemberian antibiotik golongan kuinolon (misalnya siprofloksasin dan ofloksasin) untuk anak dan meresepkan asam mefenamat untuk demam bukannya parasetamol yang lebih aman. Maka termasuk penggunaan obat yang tidak rasional sering dijumpai dalam praktek sehari-hari dengan kategori…

a)

Peresepan salah (incorrect prescribing)

b)

Peresepan majemuk (multiple prescribing)

c)

Peresepan kurang (underprescribing)

d)

Peresepan berlebih (overprescribing)

e)

Peresepan duplikasi pengobatan

34.

Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai yang disimpan di ruang rawat harus dalam jenis dan jumlah yang sangat dibutuhkan, Dalam kondisi sementara dimana tidak ada petugas farmasi yang mengelola (di atas jam kerja) maka pendistribusiannya didelegasikan kepada penanggung jawab ruang, maka sistem distribusi yang tepat digunakan adalah .....

a)

Unit Dose Dispensing (UDD)

b)

Prescription Indiovidual

c)

Total Floor Stock

d)

Kombinasi UDD dan Prescription individual

e)

Kombinasi UDD dan total floor stock

35.

Pendistribusian Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai berdasarkan Resep perorangan yang disiapkan dalam unit dosis tunggal atau ganda, untuk penggunaan satu kali dosis/pasien, dinamakan ....

a)

Unit dose dispensing

b)

Total Floor stock

c)

Kombinasi UDD dan Resep Individual

d)

Kombinasi UDD dan Total Floor Stock

e)

Peresepan Individual

36.

Yang merupakan salah satu kriteria umum pemilihan pemasok perbekalan farmasi di rumah sakit adalah.......

a)

Telah memenuhi masuk dalam pencatatan hukum kriminal

b)

Mempunyai masa reputasi yang kurang berpengalaman dan buruk

c)

Telah akreditasi CPOB dan ISO 9000

d)

Selalu tersedia dengan mutu yang tertinggi dan harga bersaing

e)

Pernah mempunyai sediaan obat yang ditarik dari peredaran karena mutu yang buruk

37.

Tujuan pengendalian persediaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai adalah untuk:

a)

Memastikan persediaan efektif dan efisien atau tidak terjadi kelebihan dan kekurangan/kekosongan,

b)

Terdapatnya Incomptabilitas sediaan/kerusakan k

c)

Obat sesuai dengan Expire date

d)

Pengembalian dan ketepatan jumlah pesanan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai.

e)

Penggunaan Obat yang tidak sesuai dosis terapi

38.

Cara untuk mengendalikan persediaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai adalah:

(jawaban lebih dari satu, silahkan dipilih)

a)

melakukan evaluasi persediaan yang jarang digunakan (slow moving)

b)

melakukan evaluasi persediaan yang tidak digunakan dalam waktu tiga bulan berturut-turut (death stock)

c)

Stok opname yang dilakukan secara periodik dan berkala.

d)

melakukan evaluasi persediaan yang bersifat fast moving

e)

Melakukan stock opname berdasarkan metode epidemiologi

39.

Kegiatan Penyiapan produk yang dilakukan farmasi dengan prinsip teknik aseptik yang tepat dan berkualitas, adalah ....

a)

Total Parenteral Nutrition

b)

Aseptik Dispensing

c)

Evaluasi Penggunaan Obat

d)

Monitoring Efek Samping Obat

e)

Rekonsiliasi obat

40.

Manakah yang bukan dari Tujuan Dispensing sediaan steril , yaitu ....

a)

menjamin agar pasien menerima Obat sesuai dengan dosis yang dibutuhkan

b)

menghindari terjadinya kesalahan pemberian Obat

c)

mendapatkan gambaran keadaan saat ini atas pola penggunaan Obat

d)

menjamin sterilitas dan stabilitas produk

e)

melindungi petugas dari paparan zat berbahaya

41.

Dibawah ini beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan rokonstitusi sitostatika, kecuali .....

a)

Kantong khusus untuk nutrisi parenteral

b)

Alat Pelindung Diri (APD)

c)

cara pemberian Obat kanker

d)

HEPA filter

e)

Lemari pencampuran Biological Safety Cabinet

42.

Kegiatan mencampur sediaan intravena ke dalam cairan infus, kemudian melarutkan sediaan intravena dalam bentuk serbuk dengan pelarut yang sesuai serta mengemas menjadi sediaan siap pakai, maka contoh kegiatan diatas termasuk aseptic dispensing pada ....

a)

Dispensing sediaan Obat

b)

Total Parenteral Nutrition (TPN)

c)

IV Admixture

d)

Rekonstitusi Sitostatika

e)

Rekonsiliasi Obat

43.

Kegiatan dispensing sediaan steril dengan cara mencampur sediaan karbohidrat, protein, lipid, vitamin, mineral untuk kebutuhan perorangan mengemas ke dalam kantong khusus untuk nutrisi, disebut kegiatan....

a)

Total Parenteral Nutrition

b)

IV admixture

c)

Peracikan Obat non steril

d)

Rekonstitusi Sitostatika

e)

Rekonsiliasi Obat

44.

Berikut ini yang bukan termasuk Insiden keselamatan pasien adalah ....

a)

Reaksi obat yang merugikan (adverse drug reaction)

b)

Obat yang merugikan

c)

Kesalahan pengobatan (medication errors)

d)

Adverse drug reaction

e)

Rasionalitas Pengobatan yang tepat

45.

Shok anafilaksis pada penggunaan antbiotik golongan penisilin merupakan salah satu contoh bentuk keselamatan pasien pada bentuk

a)

Prescribiung error

b)

Medication Error

c)

Kejadian yang tidak diharapkan (Adverse Event)

d)

Reaksi obat yang tidak diharapkan (Adverse Drug Reaction) pada kasus alergi obat

e)

Irrasionalitas Pengobatan

46.

Patient bekerja di Gudang Bahan reagen mudah terbakar dan gas medis merupakan salah satu contoh keselamatan pasien dengan kategori

a)

Kondisi Potensial Cedera (KPC)

b)

Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)

c)

Kejadian Tidak Cedera (KTC)

d)

Kejadian Nyaris Cedera (KNC)

e)

Kejadian sentinel (KTD)

47.

Kondisi yang sangat berpotensi untuk menimbulkan cedera, tetapi belum terjadi insiden, dinamakan

a)

KTC

b)

KPC

c)

Kejadian Sentinel

d)

KNC

e)

KTD

48.

Proses masuknya kuman kedalam penjamu sehingga timbul radang/penyakit, adalah…

a)

Dekontaminasi

b)

Aseptis

c)

Desinfeksi

d)

Transmisi

e)

Infeksi

49.

Autoklave merupakan alat sterilisasi dengan panas uap yang sering digunakan di RS dengan salah satu waktu suhu yang direkomendasikan, yaitu .... (jawaban lebih dari satu)

a)

1300C dengan waktu 2 menit

b)

1210C dengan waktu12 menit

c)

1600C dengan waktu 60-150 menit

d)

1700C dengan waktu 20-30 menit

e)

1160C dengan waktu 30 menit

50.

gas etilen oksida, formaldehida, merupakan contoh sterilasiasi dengan menggunakan metode steril ....

a)

Panas Kering

b)

Sinar Pengion

c)

Filtrasi

d)

Panas Uap

e)

Gas Kimia

51.

Infeksi yang didapat ketika penderita dirawat di rumah sakit saat mulai dirawat à tanda-tanda klinis (-), saat mulai Tanda-tanda klinis timbul sekurang-kurangnya 2 kali 24 jam sejak mulai perawatan. maka dinamakan ....

a)

Infeksi nosokomial

b)

Infeksi Opportunistik

c)

Infeksi Sekunder

d)

Infeksi primer

e)

Infeksi alamiah

52.

Manakah berikut ini yang bukan kemungkinan tertular infeksi yang didapat di rumah sakit:

a)

menjadi lebih lama

b)

Diabetes Mellitus

c)

Immobilitas

d)

Suku Etnis

e)

Resistensi obat

53.

When should we wash our hands?

a)

Before and after touching any patient.

b)

When exiting and entering a room

c)

When making skin to skin contact

d)

At least once when interacting with a patient

54.

Tujuan PPIRS adalah untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya infeksi nosokomial pada

a)

Petugas kesehatan dan

Karyawan RS

b)

Pasien dan Petugas Kesehatan

c)

Pasien dan masyarakat rumah sakit

d)

Pasien

e)

Pasien, petugas kesehatan dan masyarakat rumah sakit

55.

Langkah melakukan kebersihan tangan keenam adalah:

a)

Menggosok punggung tangan dan sela-sela jari secara bergantian

b)

Menggosok telapak tangan dan sela-sela jari secara bergantian

c)

Menggosok ibu jari tangan dengan cara menggenggam dan diputar secara bergantian

d)

Menggosok punggung tangan dan sela-sela jari secara bergantian

e)

Menggosok ujung-ujung jari memutar pada telapak tangan secara bergantian

56.

Tempat Limbah/sampah yang mengandung darah atau cairan tubuh diberi kantong plastik warna:

a)

Kuning

b)

Ungu

c)

Hitam

d)

Coklat

e)

abu-abu

57.

PPIRS adalah kepanjangan dari ....

a)

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit

b)

Pemberantasan dan Penanganan Limbah Rumah Sakit

c)

Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi Rumah Sakit

d)

Pengendalian dan Pencegahan Infeksi Rumah Sakit

e)

Pengendalian dan Pemberantasan infeksi nosokomial

58.

Dalam usaha pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit, hal utama yang harus dilakukan sebagai petugas kesehatan dalam pelayanannya adalah

a)

Mematuhi dalam penggunaan APD

b)

Melakukan kebersihan tangan

c)

Ikut berpartisipasi melaksanakan semua program PPIRS

d)

Membuang limbah sesuai jenisnya

59.

Prinsip utama pelaporan tentang keselamatan pasien adalah:

a)

Pelaporan digunakan untuk proses pembelajaran

b)

Pelaporan dipakai untuk melihat siapa yang salah

c)

Pelaporan untuk menentukan kinerja karyawan

d)

Pelaporan sebagai bahan presentasi kasus

e)

Pelaporan dipakai untuk melihat siapa yang salah

60.

Berapa lama Hand Hygiene dengan air mengalir

a)

50 - 60 Detik

b)

20 - 30 Detik

c)

30 - 40 Detik

d)

20 - 40 Detik

e)

40 - 60 Detik

61.

Metode pengendaliann item obat yang ada menjadi grup berdasarkan peringkat nilai dari tertinggi hingga rendah dan berdasarkan persentase penyerapan anggran dinamakan ...

a)

Metode Kombinasi

b)

Metode Konsumsi

c)

Metode epidemiologi

d)

Metode VEN

e)

Metode ABC

62.

Obat-obat yang termasuk potensial/harus ada (life-saving drugs). Mempunyai efek withdrawl secara signifikan atau sangat penting dalam penyediaan pelayanan kesehatan dasar, dinamakan ....

a)

Obat Vital

b)

Obat Essensial

c)

Obat Non Esensial

d)

Lookalike sound alike

e)

High alert

63.

Oba-obat yang digunakan untuk penyakit minor atau penyakit tertentu yang dapat diragukan termasuk terhitung mempunyai biaya tinggi untuk memperoleh keuntungan tersebut, maka dinamakan ....

a)

obat kategori non vital

b)

obat kategori vital

c)

obat kategori non esensial

d)

obat kategori life saving

e)

obat kategori esensial

64.

Dibawah ini salahsatu contoh jenis obat kategori vital adalah ....

a)

Salbutamol syrup

b)

Injeksi penicillinn dry syrup

c)

Injeksi Vitamin K

d)

Injeksi Epinefrin

e)

Simvastatin tablet

65.

Selama tahun 2009 (Januari Desember) pemakaian Parasetamol tablet sebanyak 2.500.000 tablet untuk pemakaian selama 10 (sepuluh) bulan. Pernah terjadi kekosongan selama 2 (dua) bulan.

Sisa stok per 31 Desember 2009 adalah 100.000 tablet.

Hitunglah buffer stock dari tablet parasetamoil jika berkisar antara 10% - 20% , sejumlah .....

a)

4.350.000 tablet

b)

3.000.000 tablet

c)

250.000 tablet

d)

750.000 tablet

e)

600.000 tablet