WorksheetsImplementasi Mutu Beton
Total questions: 30
Worksheet time: 10mins
Beton adalah campuran antara dari :
Agregat Kasar, Agregat Halus, Semen
Agregat Halus, Mortar, Semen
Agregat A, Agregat B, Semen dan Air
Agregat Halus, Agregat Kasar, Semen dan Air
Cara Uji Slump Beton mengacu SNI :
SNI 1972:2008
SNI 1974:1994
SNI 30-2828-1992
SNI 2456 : 2011
Formulir untuk Mampu telusur bahan masuk beton adalah
IMTP-01 Beton
IMTP-02 Beton
PW-QHSE-06-14-01 Beton
PW-QHSE-06-14-02 Beton
Pada Formulir PW-QHSE-06-14-04 Mampu telusur proses terdapat 2 jenis finishing beton :
Finishing Halus dan Finishing Aci
Finishing Halus dan Finishing Kasar
Finishing Mandor dan Finishing Kasar
Finishing Cat dan Tidak Finishing
Menurut ACI 318 mensyaratkan curing beton dilakukan :
sampai tercapai min 50% kuat tekan beton yang disyaratkan
sampai tercapai min 60% kuat tekan beton yang disyaratkan
sampai tercapai min 75% kuat tekan beton yang disyaratkan
sampai tercapai min 70% kuat tekan beton yang disyaratkan
Menurut SNI 03-2847-2002 mensyaratkan curing beton selama :
3 hari untuk beton normal dan 7 hari untuk beton dengan kuat tekan awal tinggi
7 hari untuk beton normal dan 3 hari untuk beton dengan kuat tekan awal tinggi
4 hari untuk beton normal dan 6 hari untuk beton dengan kuat tekan awal tinggi
3 hari untuk beton normal dan 9 hari untuk beton dengan kuat tekan awal tinggi
Menurut SNI 02-6820-2002 , agregat halus adalah :
Agregat dengan besar butir maksimum 2 mm
Agregat dengan besar butir minimum 4,75 mm
Agregat dengan besar butir maksimum 4 mm
Agregat dengan besar butir maksimum 4,75 mm
Persyaratan agregat halus secara umum menurut SNI 03-6821-2002 adalah sebagai berikut, kecuali :
Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras
Butir-butir halus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca
Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (terhadap berat kering)
Jika kadar lumpur melampaui 2 % maka pasir harus di cuci
Menurut PBI, 1971 Agregat kasar secara umum adalah :
Kerikil hasil disintegrasi batuan atau disebut batu pecah yang ukuran butirannya lebih dari 5 mm
Kerikil hasil disintegrasi batuan atau disebut batu pecah yang ukuran butirannya kurang dari 5 mm
Kerikil hasil disintegrasi batuan atau disebut batu pecah yang ukuran butirannya lebih dari 10 mm
Kerikil hasil disintegrasi batuan atau disebut batu pecah yang ukuran butirannya kurang dari 10 mm
Menurut PBI, 1971 Kadar lumpur agregat kasar yang dianjurkan :
Minimal sebesar 1%
Maksimal sebesar 1 %
Maksimal 0,5 %
Minimal 0,5 %
Pada pekerjaan concrete precast berapa syarat maksimal untuk lateral :
L/1000
L/1200
L/300
L/600
Cutting pada pekerjaan rigid sebaiknya dilakukan berapa jam setelah selesai cor dan berapa dalamnya
8 JAM, KEDALAMAN H/2
12 JAM, KEDALAMAN H/2
8 JAM , KEDALAMAN H/3
12 JAM , KEDALAMAN H/3
Untuk menyakinkan kualitas beton girder perlu dicek :
CHAMBER
DIMENSI & PERMUKAAN NYA RETAK / TIDAK
SEMUA JAWABAN BENAR
LATERAL
Girder dikatakan non standar ,karena panjang nya > dari 40 m, untuk erection menggunakan system :
PENGALUNGAN DENGAN SLING
LIFTING FRAME
LIFTING HOOK
LIFTING HOOK & LIFTING FRAME
Jika girder mempunyai konfigurasi 2 tendon pada bagian tengah bentang , maka untuk penarikan menggunakan metode :
1 Mesin Jack
2 MESIN JACK DITARIK SECARA BERGANTIAN
2 MESIN JACK DITARIK BERSAMAAN
Jawaban Salah Semua
Apa Fungsi slump Beton dilakukan dilapangan :
Workability beton
Kekuatan Beton
Kelenturan Beton
Jawaban Salah semua
Untuk Mengetahui Homoginitas Beton dilakukan Test :
Hammer Test
UPV Test
Coredrill Test
Slump Test
Mana yang menyebabkan defleksi lateral PC-I Girder :
Penampang girder tidak simetris ( mengembung)
Girder miring akibat sleeper amblas
Gaya stressing antara 2 tendon menyebar tidak imbang
Jawaban Benar Semua
Kriteria mutu beton :
Workability, Durability, Excellent
Strength, Ekonomis, Durability
Ekonomis, Workability, Strength
Workability, Durability, Strength
Jika saat uji silinder beton pada umur 28 hari tidak masuk, langkah apa yang anda lakukan :
Hammer test
Coredrill Test
Menghitung Standar Deviasi
Jawaban Salah Semua
Durability pada beton , dipengaruhi oleh faktor :
Faktor Air Semen
Permeability beton & air semen
Perawatan Beton
Semua Jawaban Benar
Bleeding terjadi karena :
slump terlalu rendah & tulangan terlalu rapat
tulangan terlalu rapat
Lokasi pengecoran belum siap
slump terlalu rendah & kurang pemadatan
Sistem produksi beton segar dilakukan dengan metode :
Pengadukan dengan peralatan Batching Plant,
Pengadukan dengan tangan/Scope dan Dolak
Pengadukan dengan cara manual
Jawaban Benar Semua
Air bersih yang digunakan utnuk campuran beton sesuai dengan SNI 79:2013 dan ASTM C1602:06 :
Harus air yang bisa diminum
Air bersih, tidak berbau, tidak berwarna, diutamakan yang dapat diminum
Air Hujan, Air tanah
Air sungai, Air Laut
Untuk beton dengan Mutu K > 400 Sampel beton sebaiknya menggunakan :
Kubus 20x20
Kubus 15x15
Silinder 15x30
Silinder 15x20
Sistem Manajemen Mutu PT. Waskita Karya :
ISO 9001 : 2015
ISO 14001 : 2015
ISO 45001 : 2018
ISO 9001 : 2018
Tujuan penggunaan bahan tambah (admixture) untuk campuran pada beton, kecuali :
Water Reduction
Accelerators
Combination
Retarder
Komposisi / Mutu dalam pembuatan beton decking adalah :
Pasir + Semen + Air
Agregat Halus + Semen + Air
Agregat Halus + Mortar
Sesuai dengan Mutu Beton yang akan Dicor
Yang dimaksud dengan NCR adalah :
Non Comfortable Report
Non Conformity Report
Non Confirmation Report
Non Corrective Report
Apabila Slump Beton pada Truck Mixer didapat hasil 8 cm (syarat 12 ± 2 cm) apa yang harus dilakukan :
Tambahkan Air sesuai ketentuan kedalam Truck Mixer
Tambahkan Admixture Sesuai Ketentuan kedalam Truck Mixer
Tambahkan Semen sesuai ketentuan kedalam Truck Mixer
Tambahkan Agregat Kasar sesuai ketentuan kedalam Truck Mixer
