Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal UH2 KLS 7 Bahasa Indonesia Bab 2: Fabell apel 2019_2020

Total questions: 50

Worksheet time: 1hrs 1mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Tamat

Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…

a)

rendah hati

b)

sombong

c)

serakah

d)

malas

2.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Kalimat langsung pada teks di atas adalah....

a)

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.

b)

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

c)

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

d)

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.

3.

Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah....

a)

“Anjing, kenapa kau menangis,” tanya si Kupu.

b)

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.

c)

“Anjing, kenapa kau menangis” tanya si Kupu.

d)

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu."

4.

Perhatikan cerita fabel berikut dengan saksama!

Lebah dan Semut


Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas.

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.

Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

Pola pengembangan judul pada cerita fabel tersebut adalah....

a)

judul dikembangkan berdasarkan latar cerita

b)

judul berasal dari nama tokoh

c)

judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh

d)

judul diambil dari tema

5.

Perhatikan kutipan fabel berikut!

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Kutipan cerita fabel di atas merupakan struktur fabel bagian….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

6.

Berikut ini kalimat yang menggunakan kata untuk menyatakan hubungan waktu bersamaan adalah....

a)

Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak.

b)

Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu.

c)

Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat

baik.

d)

Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut.

7.

Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!

Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.

Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....

a)

diawali dengan konflik fisik

b)

diawali dengan konflik batin

c)

diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

d)

diawali dengan deskripsi latar

8.

Pesan yang disampaikan secara langsung oleh pengarang disebut....

a)

pesan eksplisit

b)

pesan implisit

c)

pesan moral

d)

pesan tersirat

9.

Perhatikan kutipan cerita fabel berikut dengan saksama!

Pada suatu malam di sebuah rumah sederhana yang ukurannya tidak begitu besar, ada sebuah keluarga kelinci yang sedang mengadakan pesta. Keluarga kelinci itu terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya bernama Tita dan Tuti. Keluarga kelinci itu sedang merayakan hari ulang tahun Tita dan Tuti.

Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, kutipan fabel di atas termasuk jenis fabel....

a)

fabel alami

b)

fabel dengan koda

c)

fabel tanpa koda

d)

fabel adaptasi

10.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.

Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.

Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....

a)

dihutan, di saat, di ajak

b)

di hutan, di tubuhnya, disaat

c)

di hutan, di tubuhnya, di saat

d)

dihutan, disaat, di ajak

11.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.

Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.

Perbaikan kesalahan penggunaan huruf kapital pada tokoh dalam kutipan fabel tersebut adalah ....

a)

Landak, Landa

b)

landak, landa

c)

Landak, landa

d)

landak, Landa

12.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.

Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

13.

Bacalah kutipan cerita fabel berikut!

Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.

“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”

Variasi pola pengembangan orientasi ceritas tersebuta diawali dengan....

a)

deskripsi latar

b)

latar dan kegiatan tokoh

c)

latar di masa lalu

d)

perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

14.

Bacalah kutipan cerita fabel berikut!

Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”

Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”

Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”

Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....

a)

pada, di, dan dari

b)

dari, pada, dan di

c)

di, dari, dan pada

d)

di, dari, dan dari

15.

Bacalah dengan saksama teks berikut!

(1) Ada beberapa cara menanam buah naga yang bisa kamu lakukan di rumah. Jika ingin menikmati buah naga secara gratis tanpa harus membelinya, kamu dapat menanam buah naga pada pot yang sekaligus dapat kamu jadikan sebagai hiasan di depan rumah.


(2) Di sebuah telaga di daerah Kalimantan Barat, tersebutlah seekor tupai bersahabat denganseekor ikan gabus. Persahabatan tersebut sangatlah erat.Pada suatu hari si ikan gabus jatuh sakit. Badannya sangat lemas. Dengan setia, si tupai menunggui temannnya itu. Sudah beberapa hari si ikan gabus tidak enak makan si tupai berusaha membujukknya untuk makan. Namun, si ikan gabus hanya mau makan kalo diberi makan hati ikan Yu. Mendengar permintaan si ikan gabus, si tupai menjadi sangat sedih sulit sekali memenuhi permintaan sahabatnya itu. Ikan Yu adalah hewan yang sangat ganas dan hanya hidup di lautan lepas.


(3) Nama kecil Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Meskipun demikian, ia sangat sederhana dan ingin dekat dengan rakyatnya.


(4) Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal dengan B.J. Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.


Yang merupakan teks fabel ditandai dengan nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

16.

Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah ....

a)

Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.

b)

Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.

c)

Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.

d)

Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.

17.

Simak kutipan teks cerita fabel berikut!


1) Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.


2) "Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.


3) "Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.


4) Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.


5) Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.


6) "Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.


Susunan yang tepat atas kutipan teks cerita fabel acak di atas adalah ....

a)

4 - 2 - 3 - 1 - 5 - 6

b)

4 - 6 - 2 - 1 - 3 - 5

c)

4 - 1 - 3 - 2 - 5 - 6

d)

4 - 6 - 3 - 2 - 1 - 5

18.

Bacalah teks berikut!

Hangat sinar matahari menyentuh kulit burung hantu digunakan untuk mendeskripsikan suasana pagi

Latar yang digunakan pada teks tersebut adalah....

a)

waktu

b)

tempat

c)

suasana

d)

sosial

19.

Cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang disebut ....

a)

Legenda

b)

Hikayat

c)

Fabel

d)

Prosa

20.

Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada....

a)

Tema

b)

Tokoh

c)

Latar

d)

Alur

21.

Berikut yang harus di persiapkan dalam memerankan teks fabel, kecuali......

a)

Watak

b)

Dialog

c)

Tema

d)

Merancang Tokoh

22.

Bagian awal dari sebuah cerita fabel disebut...

a)

Resolusi

b)

Orientasi

c)

Klimaks

d)

Koda

23.

fitur bahasa dalam fabel sering ditandai dengan penggunaan kata keterangan yang digunakan untuk menggambarkan....

a)

pesan moral dan budi pekerti

b)

penampilan fisik dan watak tokoh

c)

latar waktu, tempat, dan suasana

d)

peristiwa yang dialami tokoh

24.

Latar belakang cerita fabel adalah....

a)

Alam

b)

Bangunan

c)

Pedesaan

d)

Perkotaan

25.

Percakapan antara dua orang atau lebih disebut...

a)

Diskusi

b)

Wawancara

c)

Debat

d)

Dialog

26.

Bagian akhir disebuah cerita fabel disebut...

a)

Resolusi

b)

Koda

c)

Orientasi

d)

Klimaks

27.

Bagian akhir disebuah cerita fabel disebut...

a)

Resolusi

b)

Koda

c)

Orientasi

d)

Klimaks

28.

Tema yang sesuai dengan cerita yang sudah kalian dengarkan adalah ..

a)

Jangan mudah dibodohi oleh kancil.

b)

Kecerdikan kancil menghadapi masalah.

c)

Kehebatan kancil dalam mencari makanan.

d)

Kecerobohan buaya dalam menghadapi masalah.

29.

Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .

a)

“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”

b)

“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”

c)

“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.

d)

“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”

30.

tokoh utama dalam fabel tersebut adalah . . . .

a)

Kancil dan Buaya

b)

Belalang

c)

Ikan

d)

Burung Gagak

31.

Bukti kutipan cerita bahwa Buaya mempunyai watak bodoh adalah ....

a)

“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.

b)

“Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.”

c)

“Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentukseperti jembatan"

d)

“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,”

32.

Latar tempat pada fabel tersebut adalah ....

a)

Di dalam hutan

b)

di pinggir sungai.

c)

Di bawah pohon dan di pinggir sungai.

d)

Di dalam hutan dan di pinggir sungai.

33.

Latar waktu pada fabel tersebut adalah . . . .

a)

Sore hari

b)

Siang hari

c)

Pagi hari

d)

Malam hari

34.

(1) Setelah lama berjemur, kancil merasa lapar dan menemukan kebun ketimun di seberang sungai. (2) Buaya marah karena merasa ditipu oleh kancil. (3) Kancil mengelabuhi sekumpulan buaya untuk sampai ke seberang sungai. (4) Kancil jalan-jalan di pinggir hutan untuk berjemur dan mencari udara segar.

Urutan peristiwa yang sesuai adalah ....

a)

4-2-3-1

b)

4-1-3-2

c)

4-1-2-3

d)

4-3-2-1

35.

Alur yang digunakan dalam fabel tersebut adalah . . . .

a)

Flashback

b)

Mundur

c)

Campuran

d)

Maju

36.

Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .

a)

“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”

b)

“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”

c)

“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.

d)

“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”

37.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Tamat

Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…

a)

rendah hati

b)

sombong

c)

serakah

d)

malas

38.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.

Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

39.

Bacalah kutipan cerita fabel berikut!

Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”

Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”

Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”

Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....

a)

pada, di, dan dari

b)

dari, pada, dan di

c)

di, dari, dan pada

d)

di, dari, dan dari

40.

Cermati penggalan teks novel sejarah berikut!


Kala itu tahun 1309, Segenap rakyat berkumpul di alun-alun Kerajaan Majapahit. Semua berdoa, apapun warna agamanya, apakah Siwa, Buddha, maupun Hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang, ke Purawaktra yang tidak dijaga terlampau ketat.

Kutipan tersebut termasuk bagian struktur …

a)

orientasi

b)

pengungkapan peristiwa

c)

abstraksi

d)

menuju konflik

e)

resolusi

41.

Cerita yang didalamnya menceritakan perilaku tetapi tokohnya binatang disebut....

a)

Fabel

b)

Prosedur

c)

Eksplanasi

d)

Eksposisi

42.

Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian orientasi dalam sebuah fabel adalah….

a)

Cici akhirnya tahu ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.

b)

Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.

c)

Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.

d)

Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.

43.

Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah….

a)

Rini melirik jam dinding, ia gelisah adiknya belum pulang padahal matahari sudah semakin condong ke barat.

b)

Jam alarm Rosi berbunyi sangat nyaring, namun ia masih tetap saja memejamkan matanya karena masih mengantuk.

c)

Saat Serigala tertidur, Ibu Domba merobek perut Serigala dan mengeluarkan anak-anak Kambing yang telah dimakan Serigala jahat itu.

d)

Pak Tani membuat jebakan di kebun wortelnya supaya Si Kancil yang suka memakan wortelnya tertangkap.

44.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Si Lancang sudah mulai bosan dengan kehidupan yang serba kekurangan itu. Ia mulai mengeluh. Ia tampak mulai putus asa. Berkali-kali ibunya memberi nasihat kepada si Lancang agar anaknya itu tetap tekun bekerja.

“Sabarlah, Nak. Janganlah kamu terus-terusan mengeluh. Kita memang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Jangan putus asa dan jangan menyerah,” begitu ibu si Lancang menasihati anak semata wayangnya itu.


Watak tokoh ibu dalam kutipan cerita tersebut adalah….

a)

suka mengeluh

b)

mudah putus asa

c)

mudah menyerah

d)

suka menasihati

45.

Berikut ini pengungkapan komplikasi yang diawali dengan konflik batin adalah ….

a)

Semakin lama Kuda merasa hidupnya tak berguna lagi. Dia merasa hanya merepotkan teman-temannya. Dia sangat terpuruk dengan kepergian ibunya.

b)

Ketika Banteng sedang berada di tepi sungai untuk minum, Buaya langsung menyergapnya.

c)

Ketika Gajah memasuki perkampungan Semut Merah, tanpa diduga pasukan Semut Merah langsung menyerangnya.

d)

Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Bahkan, tahun pun silih berganti. Akan tetapi, kabar Ajisaka tidak kunjung diterima Sembada.

46.

Bacalah penggalan fabel berikut!


Pada suatu zaman di dalam hutan, tinggallah seekor rusa. Setiap kali ia pergi untuk minum di kolam, ia akan mengagumi dirinya, tertutama tanduknya yang indah. Akan tetapi, manakala ia melihat kakinya ia sangat malu karena sangat kurus dan buruk.

“Aku punya tanduk yang begitu indah, kalau saja kaki-kakiku tidak begitu kurus dan jelek seperti ini,” keluhnya.

Suatu hari rusa dikejar oleh seekor harimau besar. Rusa itu berlari kencang sekuat yang dapat dilakukan kaki-kakinya dan meninggalkan harimau itu. Tahu-tahu tanduknya tersangkut di cabang pohon. Rusa berusaha membebaskan diri, tetapi tidak bisa.

Tidak lama kemudian, harimau berhasil mengejar dan menerkam rusa itu. Rusa itu tersadar bahwa kaki-kakinya yang buruk ternyata lebih berguna daripada tanduknya yang indah.


Amanat dalam kutipan cerita tersebut adalah....

a)

Gunakan akal dan pikiranmu untuk menyelamatkan diri.

b)

Jangan suka menghina kekurangan makhluk lain.

c)

Jangan rakus karena akan berakhir dengan kesialan.

d)

Jangan menilai sesuatu dari penampilannya.

47.

Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya. Permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Prabu Surwartalaya dan Ratu Purbamanah belum dikaruniai keturunan sehingga mereka merasa kesepian. Rakyat pun sangat mengkhawatirkan keadaan tersebut. Mereka khawatir tidak ada yang meneruskan tahta kerajaan tersebut.


Paragraf tersebut dalam cerita legenda merupakan bagian ....

a)

Orientasi

b)

Koda

c)

Komplikasi

d)

Resolusi

48.

Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.

“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”


struktur teks fabel tersebut adalah ....

a)

koda

b)

orientasi

c)

komplikasi

d)

resolusi

49.

Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.


Kutipan tersebut termasuk struktur teks fabel bagian ....

a)

Komplikasi

b)

Koda

c)

Resolusi

d)

Orientasi

50.

Perhatikan penggalan cerita berikut


a) kelinci tertidur dan akhirnya kura-kura menang

b) kelinci yang sombong mengejek kura-kura yang jalannya lambat

c) ketika lomba di mulai kelinci lari dengan cepat dan jauh meninggalkan kura-kura

d) kura-kura menantang kelinci untuk lomba lari

e) kelinci yang sombong yakin kalau dia pasti menang

f) karena kelinci merasa kura-kura sangat jauh ia beristirahat di bawah pohon


Urutan yang tepat agar kalimat-kalimat diatas menjadi sebuah fabel adalah….

a)

a-b-d-f-c-e

b)

b-e-d-f-c-a

c)

b- d-e-c-f-a

d)

b-d-c-e-f-a