Worksheets2. KUIS BIMBEL UKNI
Total questions: 162
Worksheet time: 3hrs 42mins
Bayi laki – laki berusia 9 bulan dirawat diruang anak dengan keluhan panas sudah 3 hari, tadi pagi bayi menjerit dan kejang 1 kali selama 2 detik. Hasil pemeriksaan fisik keadaan umum lemah, frekuensi nafas 55x/menit, frekuensi nadi 110x/menit, suhu 390C, kulit teraba hangat dan tampak kemerahan, membran mukosa kering.
Bagaimanakah intervensi kolaborasi pada kasus tersebut?
Pemberian analgesik
Pemberian anti biotik
Pemberian anti piretik
Pemberian anti kejang
Pemberian anti mikroba
Anak perempuan usia 2 tahu dirawat di ruang anak dengan keluhan demam. Hasil pengkajian : mata merah, ruam pada kulit dimulai dari belakang telinga sampai keseluruh tubuh,
adanya lecet bekas garukan, kulit kering, anak rewel dan susah tidur, Suhu 38,2°C
Apakah kriteria evaluasi yang diharapkan tercapai pada kasus tersebut ?
Tidak terjadi gangguan integritas kulit
Integritas kulit berangsur kembali
Kebersihan diri terjaga
Kebutuhan tidur terpenuhi
Anak tenang
Anak laki – laki usia 5 tahun dirawat di ruang anak , beberapa kali anak kejang saat baru tiba di ruang anak, anak memeiliki riwayat kejang demam. Hasil pengkajian : Demam sudah 3 hari, batuk, pilek, ibu bingung dengan keadaan anaknya, Suhu Tubuh 39,4°C, Frekwensi nafas 36 X/menit
Apakah tindakan keperawatan utama yang dilakukan pada saat anak kejang ?
Melonggarkan pakaian
Kompres hangat
Mencegah cedera dan kejang berulang
Kolaburasi pemberian anti konvulsi
Pendidikan kesehatan pada orangtua cara penanganan kejang
Anak laki – laki usia 7 tahun dirawat di ruang anak dengan keluhan sakit kepala dan terjadi penurunan kesadaran. Hasil pengkajian : peningkatan TIK, kaku kuduk, Suhu tubuh 39°C, Frekwensi nafas 30 X/menit
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut ?
Hipertermi
Resiko cidera
Resiko gangguan perfusi jaringan serebral
Nyeri
Penurunan kesadaran
Anak laki – laki usia 4 tahun dirawat di ruang anak dengan keluhan bengkak pada muka, sakit kepala dan berat badan meningkat dratis, Hasil pengkajian : mudah lelah, oedema seluruh tubuh, konjungtiva pucat, porsi makan tidak dihabiskan, dan hasil laboratorium : protein urin +3
Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut ?
Istirahat dan aktivitas seimbang
Monitor karakteristik urin
Monitor hasil laboratorium
Pendidikan kesehatan
Monitor balance cairan
Anak laki – laki usia 3 tahun di rawat di ruang anak dengan keluhan bengkak di area wajah dan kelopak mata, dr mengatakan bahwa anak tersebut mengalami nefrotic syndrome. Hasil pengkajian : mata tertutup karena odema kelopak mata dan alis yang melekat.
Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus diatas?
Mengoleskan salap mata sesuai indikasi
Mengusap mata dengan air hangat
Mengkaji kadar albumin
Memberikan lotion
Memberikan tetes mata
Anak laki - laki usia 4 Tahun dibawah ibunya ke IGD dengan keluhan, BAK berwarna merah seperti darah, urin yag keluar sedikit, saat dilakukan pemeriksaan urinalis didapatkan proteinuria 4,0 gram/dl
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas ?
Perubahan eliminasi alvi
Resiko kekurangan volume cairan
Perubahan eliminasi urine
Gangguan body image
Gangguan keseimbangan cairan
Anak laki – laki usia 3 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan panas mulai tadi malam, hasil pengkajian ibu mengatakan demam mendadak dan terjadi kejang beberapa saat pada saat demam. Suhu 39°C, akral teraba hangat, anak nampak lemah, tidak nafsu makan dan merasa kedinginan.
Apakah implementasi pada kasus tersebut ?
Memberikan kompres hangat
Memberikan ventilasi yang memadai
Memonitor suhu tubuh anak
Menganjurkan banyak minum
Menyelimuti dengan selimut
Anak Laki – laki usia 8 tahun dibawah ibunya ke puskesmas karena mengalami demam selama 3 hari. Hasil pengkajian : anak mengeluh sakit kepala, suhu 38,8°C. Perawat akan melakukan uji tourniquet. Perawat menentukan prosedur dan meminta persetujuaan kepada ibunya, mencuci tangan, memasang manset diatas fossa cubiti, mengukur tekanan darah dan diperoleh hasil 110/70 mmHg
Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut ?
Melepas manset secara perlahan
Menahan tekanan manset selama 10 menit
Mencatat jumlah petekhie pada area yand ditandai
Menentukan tekanan tengah sistolik dan diastolik
Memompa manset sampai tekanan yang telah ditentukan
Anak laki – laki usia 4 tahun dibawah ibu ke IGD dengan keluhan panas hari ke 3 disertai muntah – muntah, hasil pengkajian anak tampak lemah, mukosa bibir kering, kelopak mata cekung, turgor kulit kembali lambat, petechi pada ekstrimitas, suhu akral dingin, frekwensi nadi 100x/menit, suhu 38,5°C, frekwensi nafas 28x/menit
Berikan cairan intravena RL
Observasi intake dan out put
Kolaburasi pemberian emetic
Kaji tanda dehidrasi
Beri transfusi darah
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dibawa orang tuanya ke IGD dengan keluhan sakit pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu, pendengaran menurun sehingga kesulitan saat berkomunikasi, demam dan batuk pilek sejak 6 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 37,8 0C, frekuensi nadi 90X/ menit, frekunsi nafas 28X/ menit, terdapat sekret berwarna kekuningan keluar dari telinga.
Apakah intervensi keperawatan untuk menangani kasus tersebut?
Gunakan komunikasi non verbal
Anjurkan untuk memberikan kompres
Bersihkan sekret yang keluar dari telinga
Anjurkan tindakan pengamanan yang tepat
Berikan penyuluhan tentang perawatan batuk pilek
Bayi laki–laki berusia 4 bulan bersama ibunya datang ke posyandu untuk melakukan pemeriksaan rutin. Hasil KMS menunjukkan BB 6 kg, PB 55 cm serta diperoleh suhu tubuh 36,50C.
Apakah Imunisasi yang tepat untuk kasus diatas ?
Hepatitis B III dan Polio II
Polio II dan DPT HB Combo II
Polio II dan DPT HB Combo III
Polio III dan DPT HB Combo III
Hepatitis B III dan DPT HB Combo II
Seorang bayi berusia 2 bulan datang bersama ibunya untuk melakukan imunisasi DPT HB combo ke sebuah klinik. Setelah diperiksa suhu bayi 37,80C. pernafasan : 40x/mnt.
Apakah tindakan yang tepat untuk kasus tersebut?
Memberikan imunisasi DPT HB combo I dan polio II
Memberikan edukasi untuk datang lagi minggu depan
Memberikan edukasi cara menyusui
Memberikan paracetamol
Mengajari kompres
Bayi perempuan 4 bulan dibawa ibu ke IGD dengan keluhan tidak mau menetek dan sesak pada saat disusui oleh ibunya. Hasil pemeriksaan fisik diperoleh conjungtiva pucat, membran mukosa bibir kering, ujung ekstremitas sianosis dan CRT kembali 4 detik, BB 6 Kg, PB 55 cm. Pada pemeriksaan ditemukan frekuensi nadi 110 x/menit, frekuensi napas 60 x/menit dan suhu 37,6 0C, Hb 9,4 gr%.
Apakah masalah utama pada kasus tersebut?
Hipertermi
Perubahan pola nafas
Ketidakefektifan perfusi jaringan
Risiko kekurangan volume cairan
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
Anak laki – laki umur 5 tahun dibawa ke IGD oleh orangtuanya karena mengalami epistaksis setelah demam tinggi selama 5 hari, mual tidak mau makan, nyeri ulu hati. Dari pemeriksaan didapatkan adanya petekie di tangan dan kaki, kulit dingin dan lembab, Tekanan Darah 90/70 mmHg, frekuensi nadi 110 x/menit, suhu 39° C
Berapakah derajat DBD pada kasus tersebut?
I
II
III
IV
V
laki–laki 5 tahun dibawa ke IGD oleh orangtuanya karena mengalami epistaksis dan demam tinggi selama 5 hari. Nyeri ulu hati dan mual tidak mau makan. Dari pemerikasan fisik didapatkan Tekanan Darah 90/70 mmHg, suhu 39°C, frekuensi nadi 68x/mnt, akral dingin, CRT 4 detik, mata cekung, turgor kembali 3 detik
Apakah intervensi untuk kasus diatas ?
Pemberian oksigenasi dengan nasal kanul 5 L/menit
Kompres dingin
Pemberian nutrisi per sonde
Resusitasi cairan dengan kristaloid Ringer Laktat
Resusitasi cairan dengan albumin
Bayi perempuan umur 2 hari, lahir normal di RS, BB Lahir 2700 gr, PB 50 cm. Kesulitan menyusu karena puting susu ibu tenggelam dan sering menangis. BB saat ini 2680 gr dg PB 50 cm. Suhu axilla 35,30 C. Perawat sudah melakukan pemberian selimut hangat, menutup kepala dan mempertahankan anak dengan metode kanguru di dada ibu.
Apakah intervensi yang diperlukan untuk bayi tersebut ?
Mengukur suhu setiap 2 jam
Membuka pakaian saat siang hari
Mengukur suhu setiap setengah jam
Memberikan pemanasan sampai suhu >36,50 c
Memeriksa kadar gula darah saat suhu >36,50 c
Anak laki-laki, berumur 3 tahun, dirawat di ruang Anak, dengan diagnosis Leukemia. Keluhannya panas, dan gusi berdarah. Hasil pemeriksaan didapatkan: frekuensi nafas 32 x/mnt, TD 90/70 mmHg, suhu 39,2°C, frekuensi nadi 100 x/mnt, BB 15 Kg. Anak belum dapat mengancingkan baju.
Apakah diagnosis keperawatan risiko pada bayi tersebut?
Anemia
Hipertermi
Gangguan pertumbuhan
Ketidakefektifan pola nafas
Keterlambatan perkembangan
Bayi laki-laki, umur 3 hari, dirawat di ruang intensive bayi. Lahir spontan, pada umur kehamilan 28 mgg, A-S 4-6. BBL 1200 gram. Hasil pemeriksaan saat ini BB 1195 gram, PB 42 cm, LK 20 cm, LLA 9 cm, LD 28 cm, suhu 36,8°C bayi berada di infant warmer, frekuensi nadi 130 x/mnt, frekuensi nafas 42 x/mnt, saturasi O2 88 - 92%.
Apakah diagnosis keperawatan pada bayi tersebut?
Aphiksia berat
Ketidakefektifan pola napas
Ketidakefektifan pola makan bayi
Ketidakseimbangan termoregulasi
Ketidak efektifan pemberian ASI
Bayi laki-laki lahir pada tanggal 01-01-2015 dibawa ibunya ke poli tumbuh kembang pada tanggal 29-12-2015. Hasil penimbangan 9 kg dengan tinggi badan 75 cm. Perawat bermaksud melakukan pemeriksaan DDTK pada bayi tersebut.
Apakah langkah pertama yang harus dilakukan perawat?
Membuat garis usia
Menentukan usia anak
Memulai dari sektor interpersonal sosial
Memulai dari pertanyaan yang paling mudah bagi anak
Memulai dari kotak yang terletak disebelah kiri garis usia
Bayi perempuan, berumur 2 hari, di rawat di ruang bayi. Riwayat perinatal: lahir spontan, dengan indikasi PEB ketuban keruh, BB lahir 1940 gram, PB 40 cm, LK 35 cm, AS 5-7. Hasil pemeriksaan saat ini: BB 1930 gram, Pernafasan Cuping Hidung, sianosis perifer, retraksi (+).
Apakah masalah keperawatan utama pada bayi tersebut?
Gagal nafas berat
Gangguan pertukaran gas
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
Ketidakmampuan melanjutkan ventilasi spontan
Menurunnya kebutuhan oksigen tingkat seluler
Anak laki – laki usia 2 tahun dibawah ke poli tumbuh kembang dengan keluhan BB kurang. Hasil pengkajian : anak tampak pucat, lemah, perut buncit, konjungtiva anemis, bentuk wajah khas thalasemia
Apakah masalah utama pada kasus di atas ?
Perfusi perifer tidak efektif
Intoleransi activitas
Resiko perdarahan
Defisit volume cairan
Pertukaran gas
Anak perempuan dibawah ibunya ke poliklinik tumbuh kembang untuk pemriksaan. Hasil pengkajian : tanggal lahir 27 September 2017, BB 11 kg, PB 80 cm, perawat akan melakukan skrining perkembangan pada hari ini tanggal 22 agustus 2019
Berapakah usia anak pada kasus di atas ?
1 Tahun 1 Bulan 5 Hari
1 Tahun 10 Bulan 15 Hari
1 Tahun 10 Bulan 25 Hari
2 Tahun 10 Bulan 5 Hari
2 Tahun 10 Bulan 25 Hari
Bayi perempuan usia 2 bulan dibawah ibunya ke posyandu untuk imunisasi, Hasil pengkajian : sudah mendapatkan HB0, BCG, dan Polio 1
Apakah imunisasi yang harus diberikan pada bayi tersebut ?
DPT – HB – HiB1 – Polio 1
DPT – HB – HiB2 – Polio 1
DPT – HB – HiB2 – Polio 2
DPT – HB – HiB1 – Polio 2
DPT – HB – HiB2 – Polio 3
seorang perempuan usia 35 tahun datang ke poliklinik ginekologi dengan keluhan tidak dapat melakukan aktivitas seksual dalam 1 bulan terakhir di karenakan keputihan yang berbau, dan ada perdarahan. Pasien merasakan nyeri pada saat berhubungan suami istri.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut ?
Nyeri akut
Disfungsi seksual
Gangguan rasa nyaman
Risiko disfungsi seksual
Pola seksual tidak efektif
Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke poliklinik KIA untuk konsultasi tentang pencegahan kanker payudara. Hasil pengkajian diperoleh dari pasien belum pernah mendapatkan informasi tentang cara, tujuan dan manfaat deteksi dini pada payudara. Observasi tanda vital : TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, dan frekuensi nafas 20x/menit.
Apakah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan secara mandiri pada kasus tersebut ?
SAVARI
SADANIS
SADARI
Biopsi
Pap smear
Seorang perempuan berusia 23 tahun G1P0A0 datang ke poliklinik KIA untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil pengkajian HPHT 20 April 2019, siklus 28 hari, TD 120/70mmHg, frekwensi nadi 80x/menit, TFU 3 jari diatas pusat, pungging kiri.
Kapan taksiran persalinan pada kasus tersebut ?
20 Januari 2020
27 Januari 2020
30 Januari 2020
20 Februari 2020
27 Februari 2020
Seorang perempuan usia 25 tahun G1P0A0 hamil 10 minggu, dirawat dengan keluhan mual dan muntah. Hasil pengkajian pasien tampak lelah, mata terlihat agak cekung dan mukosa bibir kering, TD 100/60mmHg, Frekwensi nadi 88x/menit, frekwensi nafas 20x/menit, dan suhu 37,4°C.
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Penurunan perfusi jaringan
Defisit volume cairan
Gangguan pola tidur
Intoleransi aktivitas
Ansietas
Seorang perempuan usia 34 tahun G1P0A0 hamil 28 minggu datang ke UGD dengan keluhan keluar darah flek dari kemaluan. Hasil pengkajian : tidak ada keluhan nyeri, flek darah berwarna merah segar. Hasil USG : Plasenta Previa Lateralis
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?
Kaji jumlah darah yang hilang
Kolaburasi pemberian heparin
Anjurkan untuk tirah baring
Pantau intake output cairan
Pantau pergerakan janin
Seorang perempuan usia 28 tahun G1P0A0 hamil 16 minggu, datang ke unit emergensi maternitas dengan keluhan keluar darah segar sejak 2 jam yang lalu dan terasa mulas. Hasil pengkajian : pasien tampak lemah, tampak perdarahan ½ pembalut merah segar,. Observasi tanda vital TD : 110/60mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit, frekuensi nafas 18x/menit, dan suhu 37°C
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?
Kurang volume cairan dan elektrolit
Gangguan perfusi jaringan cerebral
Risiko cedera ibu
Risiko cedera janin
Risiko cedera
Seorang perempuan usia 28 tahun G1P0A0 hamil 32 minggu, datang ke poli KIA untuk periksa kehamilan. Hasil pengkajian TD : 160/100mmHg, frekuensi nadi : 88x/menit, frekuensi nafas 18x/menit, dan suhu 37°C. Tampak odema di wajah dan ekstrimitas. TFU 30 cm, punggung kiri, presentasi kepala, DJJ 145x/menit. Perawat menjelaskan pada pasien cara menghitung gerakan janin.
Apakah hasil yang diharapkan dari intervensi tersebut ?
Pasien mengatakan bayinya banyak bergerak
Pasien menyampaikan jumlah gerakan janin
Pasien mengatakan oedema berkurang
Pasien mengatakan kondisinya baik
Pasien mengatakan bayinya sehat
Perempuan 28 tahun hamil 40 minggu dirawat di ruang bersalin dengan keluhan perut mulas dan nyeri. Pasien gelisah dan mengerang – ngerang kesakitan. Kontraksi uterus 3 x 10 menit lamanya 40 detik, DJJ 145x/menit. Pemeriksaan dalam : porsio tipis dan lunak, pembukaan 7, selaput ketuban utuh, presentasi kepala, kepala pada Hodge II, tidak ada hambatan pada jalan lahir.
Berapa menit sekali perawat harus mengkaji kontraksi uterus pada kasus tersebut ?
5
10
15
20
30
Seorang perempuan usia 28 tahun P3A0 di rawat di ruang nifas 5 jam yang lalu. Hasil pengkajian pasien mengatakan mengganti pembalut 2 kali dalam 1 jam dan belum menyusui, kontraksi uterus lemah, TFU 2 jari di atas pusat, TD : 90/70mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi nafas 24x/menit, dan suhu 37°C.
Apakah intervensi yang tepat untuk kasus tersebut ?
Monitor perdarahan
Berikan drip oksitosin
Lakukan masase uterus
Kolaburasi pemberian cairan infus
Menganjurkan klien menyusui bayinya
Seorang perempuan usia 25 tahun G1P0A0 hamil aterm, datang ke UGD dengan keluhan keluar lendir bercampur darah dari kemaluan sejak 8 jam yang lalu disertai nyeri yang semakin kuat saat ini. Hasil pengkajian didapatkan pembukaan lengkap namun ketuban masih utuh, DJJ : 120x/menit, reguler.
Apakah tindakan keperawatan pada kasus tersebut ?
Episiotomi
Amniotomi
Periksa dalam
Observasi DJJ
Observasi perdarahan
Seorang perempuan usia 20 tahun, G1P0A0 hamil aterm, datang ke UGD dengan keluhan keluar lendir bercampur darah dari kemaluan sejak 3 jam yang lalu. Berdasarkan hasil pengkajian, pasien dipimpin meneran dan lahir bayi laki – laki. Perawat melakukan penilaian kondisi bayi dan mengeringkan tubuh bayi, kemudian perawat memastikan janin tunggal.
Apakah tindakan manajemen aktif kala III yang tepat dilakukan pada kasus tersebut ?
Hecting perineum
Masase fundus uteri
Pemberian oksitosin
Observasi perdarahan
Penegangan tali pusat terkendali
Seorang perempuan usia 20 tahun, hamil aterm , di rawat di ruang bersalin dengan keluhan mules mau melahirkan. Hasil pengkajian pembukaan lengkap. Selaput ketuban negatif, perawat memimpin psien mengedan sambil melakukan penahanan pada perineum.
Apakah hasil yang diharapkan dari tindakan tersebut ?
Bayi lahir
Nyeri berkurang
Mencegah perdarahan
Persalinan menjadi lancar
Mencegah laserasi pada perineum
Seorang perempuan usia 30 tahun P3A0 nifas hari ke tiga post seksio sesaria atas indikasi plasenta previa totalis. Hasil pengkajian TD ; 100/70mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, suhu 36°C, payudara bengkak disertai nyeri, ASI sudah keluar namun sedikit dan bayi belum mendapat ASI. TFU 3 jari di bawah pusat, kontraksi baik, ibu dan bayi belum rawat gabung.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?
Lakukan pijat oksitosin
Ajarkan teknik relaksasi
Lakukan kompres hangat
Susui bayi sesering mungkin
Lakukan perawatan payudara
Seorang perempuan usia 38 tahun P3A0 di rawat di ruang nifas 5 jam yang lalu, Hasil pengkajian : pasien mengatakan mengganti pembalut dua kali dalam satu jam, dan belum menyusui, kontraksi uterus lemah, TFU 2 jari diatas pusat, TD : 90/70mmHg,frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi nafas 24x/menit dan suhu 37°C.
Apakah intervensi keperawatan untuk mengatasi kasus tersebut ?
Monitoring perdarahan
Melakukan masase uteri
Kolaburasi pemberian cairan infus
Pemberian drip oksitosin
Menganjurkan klien menyusui bayi nya
Seorang perempuan berusia 38 tahun datang ke poliklinik KIA untuk melakukan konsultasi KB. Hasil pengkajian TD : 120/80mmHG, frekuensi nadi 80x/menit, pasien memiliki 3 anak dan anak yang terkecil berusia 6 bulan.
Apakah metode kontrasepsi yang sesuai pada pasien tersebut ?
Pil
Implan
Kontrasepsi
Alat kontrasepsi dalam rahim
-
Seorang perempuanusia 31 tahun P2A0, post partum hari pertama, di rawat di ruang nifas. Dari pemeriksaan didapatkan TD ; 110/70mmHg,frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi nafas 20x/menit, dan suhu 37,2°C, perawat melakukan pemeriksaan abdomen pada pasien
Bagaimana hasil normal dari pengkajian tersebut ?
Dua jari di atas pusat
Tiga jari di atas pusat
Satu jari di atas pusat
Satu jari bawah pusat
Sepusat
Seorang perempuan berusia 26 tahun P1A0 post partum 48 jam di rawat di ruang nifas dengan keluhan payudara bengkak dan terasa nyeri dengan skala nyeri 5 – 6 (0 - 10), ASI tidak keluar, dan badan meriang. Hasil pengkajian : TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi nafas 20x/menit, dan suhu 38,5°C. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan setelah melahirkan dan takut bergerak karena ada jahitan pada perineum. Lokhea warna merah segar sebanyak satu pembalut penuh.
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?
Gangguan aktivitas
Risiko defisit nutrisi
Gangguan mobilisasi
Gangguan rasa nyaman
Ketidak seimbangan cairan
Seorang perempuan berusia 26 tahun P1A0 post partum 6 jam di rawat di ruang nifas dengan keluhan merasa lemas, banyak keluar darah dari jalan lahir. Hasil pengkajian : TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, kontraksi uterus lunak, kandung kemih penuh. Perawat segera mengosongkan kandung kemih dan melakukan masase uterus.
Apakah hasil yang diharapkan dari tindakan tersebut ?
Lochea rubra
Kandung kemih kosong
Kontraksi uterus kuat
Keadaan umum baik
Tinggi fundus setinggi umbilikus
Seorang perempuan berusia 18 tahun datang ke klinik KIA dengan keluhan nyeri saat haid. Hasil pengkajian diperoleh data nyeri dirasakan pada daerah sympisis. Nyeri terasa seperti tertusuk benda tajam hingga tidak mampu untuk melakukan aktivitas sehari – hari.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?
Kompres hangat
Posisi
Masase pada daerah sympisis
Exercise
Diet
Seorang perempuan berusia 37 tahun datang ke poli KIA dengan keluhan keputihan, gatal dan berbau. Hasil pengkajian diperoleh data pada daerah genital pasien tampak kemerahan dan lecet. Observasi tanda – tanda vital tekanan darah 110/70 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, dan frekuensi nafas 20x/menit.
Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat pada kasus tersebut ?
Usapan vagina
Colposkopi
USG transvagina
Biopsi
Pap smear
Seorang perempuan berusia 38 tahun datang ke poliklinik KIA dengan keluhan keputihan, gatal dan berbau, Hasil pengkajian diperoleh data pada daerah genital pasien tampak kemerahan dan lecet. Observasi tanda – tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 85x/menit, dan frekuensi nafas 18x/menit.
Apakah informasi pada pasangan untuk mencegah perluasan infeksi pada kasus tersebut ?
Anjuran untuk menggunakan kondom saat berhubungan
Tidak melakukan hubungan dengan pasangan selama fase aktif infeksi
Diet nutrisi
Menggunakan pakaian dalam dengan bahan katun agar nyaman
Posisi yang nyaman dan aman saat berhunungan
Seorang pria berusia 65 tahun tinggal di panti wreda mengeluh sudah satu minggu ini merasa badan terasa lemah, tidak nafsu makan, hanya menghabiskan kurang lebih setengah porsi makanan yang disajikan, sudah 3 hari ini tidak mengikuti kegiatan senam rutin setiap pagi karena lemas yang dirasakan, tampak murung, tidur sering terbangun.
Apakah masalah utama pada klien di atas ?
Gangguan pola tidur
Hambatan mobilitas fisik
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan.
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
Sindrom gangguan interpretasi lingkungan
Seorang wanita usia 65 tahun tampak duduk termenung sendirian di ruang pertemuan panti wreda, wajah terlihat murung.
Pertanyaan terbuka yang tepat untuk disampaikan agar klien mengungkapkan perasaannya adalah
Apakah ibu sendirian ?
Apakah ibu sedang memikirkan sesuatu ?
Mengapa ibu sendirian ?
Bagaimana perasaan ibu hari ini ?
Sudah berapa lama ibu tinggal di panti ini ?
Seorang wanita 66 tahun di rawat di rumah sakit dengan keluhan nyeri pada ulu hati disertai mual, mengeluh sering terbangun saat tidur malam karena seringnya kencing, klien mengatakan terbiasa tidur siang.
Apa anjuran yang tepat untuk mengatasi masalah yang dialami klien tersebut ?
Mengurangi jam tidur pada siang hari.
Mendengarkan music yang lembut sebelum tidur.
Mengurangi asupan cairan sebelum tidur
Melatih otot spingter dengan melakukan kegel’s exercise
Mengajarkan teknik napas dalam atau imajinasi terbimbing
Seorang kakek 75 tahun diantar cucunya periksa di poli dalam untuk perawatan hipertensi yang dideritanya. Klien harus teratur minum obat untuk mempertahankan tekanan darahnya. Menurut cucunya klien sudah mengalami penurunan memori sering kali lupa meletakkan sesuatu.
Apakah yang harus perawat sampaikan kepada keluarga untuk menjaga keamanan pengobatan yang dijalani klien ?
Menjelaskan cara minum obat yang aman.
Memberikan nomor obat sesuai tanggal dan waktu minum obat
Menganjurkan anggota keluarga memantau saat klien minum obat.
Menyediakan lemari/tempat khusus obat
Menyiapkan obat untuk sekali minum dalam tempat khusus.
Seorang kakek berusia 69 tahun mengalami dimensia memiliki kebiasaan jalan-jalan keluar rumah sendirian, sudah 3 kali ini pulang diantar oleh polisi karena tidak dapat mengingat nama, alamat rumah. Keluarga membawa klien ke poli geriatric.
Apakah anjuran yang diberikan oleh perawat untuk menangani masalah tersebut ?
Menganjurkan untuk dirawat di panti wreda
Menganjurkan untuk mengurung klien dalam kamar.
Menganjurkan memberikan klien gelang identitas diri
Melarang klien untuk keluar rumah
Menyiapkan anggota keluarga yang selalu menjaga klien.
Seorang wanita 75 tahun dengan katarak senilis, tinggal sendirian di rumah, mengeluh matanya tidak lagi mampu melihat dengan jelas, beberapa kali mengalami kecelakaan akibat keterbatasan penglihatan yang dialaminya.
Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi risiko cedera pada klien adalah
Menganjurkan klien untuk operasi katarak
Menciptakan lingkungan yang nyaman bagi klien
Menempatkan peraatan rumah tangga yang mudah dan aman bagi aktivitas klien
Menganjurkan klien untuk dirawat di panti wreda.
Menganjurkan ada anggota keluarga yang selalu menemani dan memenuhi kebutuhan klien.
Seorang nenek berusia 75 tahun mengeluh sering BAK tapi sedikit, sulit menahan kencing terutama saat batuk, tertawa dan bersin. Klien merasa terganggu terutama saat beribadah.
Apakah tindakan yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang dialami klien ?
Memasang kateter
Membatasi asupan cairan
Melatih otot spingter uretra dengan kegel’s exercise
Melakukan latihan toilet training
Menganjurkan klien menggunakan pampers
Seorang kakek berusia 78 tahun dating ke poliklinik untuk memeriksakan diri dengan keluhan sesak napas terutama saat beraktivitas, sudah 2 minggu ini kaki bengkak, nafsu makan menurun.
Apakah tindakan pertama yang dilakukan oleh perawat ?
Kaji jalan napas, pernapasan dan sirkulasi
Kaji riwayat penyakit dan pencetusnya
Pasang infus dan ECG
Kaji pemenuhan nutrisi dan cairan.
Berikan oksigen dan segera lakukan pengkajian
Seorang kakek berusia 69 tahun 2 minggu yang lalu didiagnosis TB paru, perawat melakukan kunjungan rumah untuk memantau perkembangan kesehatan klien.
Bagaimana teknik pemeriksaan yang tepat untuk menghindari penularan ?
Memeriksa dengan jarak minimal 50 cm
Menggunakan masker
Meminta klien untuk menahan batuk
Pemeriksaan dilakukan ditempat terbuka
Pemeriksaan dilakukan dari arah samping klien
Seorang klien berusia 75 tahun dirawat dengan arthritis pada kedua lututnya. Klien sering mengalami disorientasi, riwayat pernah terjatuh dari tempat tidur.
Manakah upaya pencegahan jatuh yang tepat ?
Anjurkan untuk memanggil perawat jika akan turun dari tempat tidur.
Pasang pengaman tempat tidur dan tambahkan bantalan lunak.
Atur ketinggian tempat tidur lebih rendah saat ditinggal oleh perawat
Tempatkan klien pada ruang perawatan dekat dengan nurse station.
Anjurkan selalu ada keluarga yang menunggui
Ny. Y (70 tahun) dapat menyebutkan tanggal dan hari dengan tepat. Klien dapat menyebutkan tempat keberadaan dia sekarang yaitu panti wreda welasasih. Klien tidak mampu menyebutkan alamat lengkap dia berasal hanya mampu mengatakan bahwa klien berasal dari Garut. Klien juga tidak dapat menyebutkan umur dengan alas an dia lupa kapan dia lahir. Ketika ditanya siapa nama ibu klien, klien mengatakan lupa. Ketika klien disuruh mengurangi 3 dari 20, klien menjawab tidak tahu.
Berdasarkan hasil pengkajian diatas maka status mental klien lansia Ny. Y ?
Fungsi intelektual utuh
Kerusakan intelektual ringan
Kerusakan intelektual sedang
Kerusakan intelektual berat
Kerusakan intelektual sangat berat
Tn. X usia 78 tahun mengalami sesak napas, dengan RR 40x/menit, nadi 60x/menit, TD 130/90 mmHg, suhu 36,7 derajat, terdapat pernapasan cuping hidung, terdapat tarikan intercostal, terdapat suara napas tambahan whezzing, tidak terdapat cyanosis, CRT˂2 detik.
Penegakan masalah keperawatan untuk Tn. X adalah ?
Gangguan perfusi jaringan
Gangguan pola napas
Bersihan jalan napas tidak efektif
Gangguan hipervaskularisasi
Risiko terjadinya cedera
Tn. Yusia 76 tahun mengalami kesulitan berjalan, kaki klien tampak kaku, klien mengeluh nyeri pada kedua kakinya bila digerakkan, scala nyeri 3 dari rentang 5, klien tampak meringis bila kedua kaki digerakkan. Klien menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan, nilai hasil pengkajian barthel indeks 80 (ketergantungan sebagian). Klien mempunyai riwayat post- stroke 2 kali, dirawat dengan paresthesia pada kedua ekstremitas bawah terjadi di tahhun 2002, serangan kedua pada tahun 2008. Keadaan sekarang TD 150/100mmHg, nadi 70x/menit, suhu normal, RR 30x/menit.
Prioritas masalah keperawatan untuk Tn. Y adalah :
Gangguan interaksi
Gangguan rasa nyaman nyeri.
Risiko tinggi jatuh/cedera
Kerusakan mobilitas fisik.
Gangguan immobilisasi
Ny. X dapat menyebutkan hari dengan benar, tapi tidak mampu menyebutkan tanggal dan tahun. Ketika ditanya tempat keberadaannya klien dapat menjawab dengan benar bahwa dia sedang di panti wreda. Perawat menyebutkan 3 objek: handuk, ember, sabun, kemudian meminta klien untuk menyebutkan kembali ketiga objek tersebut. Klien hanya mampu mengulang 2 objek dengan benar yaitu handuk dan sabun. Perawat meminta klien untuk memulai angka 100 kemudian dikurang 7 kali/tingkat, klien hanya benar 93 dan 86 yang lainnya keliru. Klien hanya mampu menyalin kalimat, sedangkan menggambar klien tidak mampu.
Pengkajian di atas adalah :
Barthel indeks
MMSE
SPSMQ
Katz Indeks
Pengkajian psikososial
Tn. X usia 65 tahun mengalami bronchopneumonia, keadaan umum klien kesadaran composmentis, RR 40x/menit, suhu 36,5 derajat, nadi 60x/menit. Hasil pemeriksaan terdapat suara napas tambahan, yaitu ronchi dan rales. Tn. X sulit melakukan batuk efektif. Tn. X tampak kesulitan bernapas akibat lender atau scret yang menghalangi jalan napas, meski tidak terdapat cyanosis tapi tampak pernapasan cuping hidung.
Prioritas intervensi keperawatan untuk Tn. X adalah
Lakukan suction
Latih batuk efektif.
Lakukan nebulizer
Berikan O2 nasal canule 2 it/menit
Lakukan postural drainage
Hasil pengkajian Ny. X didapatkan data: klien mandiri dalam makan, menggunakan pakaian, berpindah, kecuali ke kamar mandi klien memerlukan bantuan dalam mandi dan bantuan dalam kontinensia (BAK,BAB).
Termasuk katz indeks manakah klien (Ny. X) ?
Katz indeks B.
Katz indeks C.
Katz indeks D
Katz indeks E.
Katz indeks F
Seseorang laki-laki berusia 75 tahun sedang menjalani masa perawatan di panti wreda, sudah semenjak 4 hari yang lalu mengeluh mual dan muntah, saat ini setiap diberikan 1 porsi makanan, klien hanya menghabiskan ¼ porsi saja. Aktivitas saat ini yang sering dilakukan oleh pasien hanya terbaring lemah di tempat tidur. Aktivitas dan rutinitas lainnya tidak bisa diikuti oleh pasien.
Aspek lain yang sangat penting harus dikaji pada pasien tersebut ?
Riwayat kesehatan sebelumnya
Riwayat kesehatan keluarga
Jenis dan pola makan
Aktivitas kegiatan sehari-hari
Pola istirahat
Seorang laki-laki berusia 75 tahun sudah berada di Panti Rukun Ibu selama 2 bulan. Menurut dokter, pasien didiagnosis mengalami rematik. Berdasarkan hasil pengkajian tingkat kemandirian (katz indeks) didapatkan: dalam memenuhi kebutuhannya pasien dikategorikan mandiri dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, dan satu fungsi yang lain.
Apakah kategori katz indeks untuk pasien tersebut ?
Katz indeks C.
Katz indeks D.
Katz indeks E
Katz indeks F.
Katz indeks G
Dari hasil pengkajian terhadap seorang pasien perempuan berusia 80 tahun yang sudah dirawat di panti selama 4 tahun, didapatkan data sebagai berikut: pasien terlihat bingung, cemas paranoid, gelisah, mudah tersinggung dan marah, tidak konsentrasi, sulit untuk memecahkan persoalan, pasien mengatakan sudah mengalami kemunduran dalam merasakan rasa makanan.
Apakah diagnosis keperawatan yang tepat untuk kasus di atas ?
Sindrom stres relokasi
Perubahan proses pikir.
Perubahan persepsi-sensori
Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi, prognosis, dan pengobatan.
Ketidakefektifan koping individu
Seorang perempuan berusia 63 tahun tinggal sendiri dirumahnya dan mempunyai riwayat hipertensi, nyeri leher dang punggung. Hasil pengkajian didapatkan tekanan darah 180/110 mmHg, denyut 88x/menit, respirasi 26x/menit. Pasien sering merasa sedih dan khawatir sampai akhirnya mengalami gangguan tidur karena tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan tidak dapat bersosialisasi dengan lingkungannya.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk klien diatas ?
Mengkaji tingkat kemandirian klien
Mengkaji kemampuan kognitif klien
Mengkaji status psikologis klien
Mengkaji Status Mental (SPMSQ/Short Portable Mental Status Questionare)
Mengkaji barthel indeks klien
Seorang kepala ruang bedah pada hari yang sama harus menghadiri beberapa kegiatan yaitu rapat dengan direktur, kemudian memimpin Ronde keperawatan, dan harus mengikuti rapat rutin bulanan di ruangan.
Apakah kemampuan yang harus dimiliki oleh kepala ruangan tersebut ?
Kecedasan Emosional yang bagus
Pengelolaan waktu yang efektif
Pengetahuan yang luas
Stamina yang bagus
Kerja cepat selesai
Ruangan Penyakit dalam di salah satu rumah sakit swasta mempunyai jumlah tenaga 35 orang perawat dengan kualifikasi D3 20 orang, Ners 15 orang. Pada ruangan tersebut dalam memberikan asuhan keperawatan,ada perawat yangbertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap Asuhan keperawatan pasien. Mulai pasien masuk sampai keluar rumah sakit. Dalam pelaksaaannya ada juga perawat Asosiate.
Apakah metode asuhan keperawatan yang digunakan dalam pengelolaan pasien di atas ?
Fungsional
Case Manager
Tim
Primer
Kombinasi Primer dan Tim
Seorang Kepala ruangan Anak di rumah sakit, kepala ruangan tersebut ingin lingkungan kerja di tempatnya nyaman dan kondusif dalam menghadapi tuntutan akreditasi rumah sakit. Dari analisa tenaga masih banyak berpendidikan SPK dan D3 keperawatan.
Apakah tindakan utama yang harus dilakukan kepala ruangan tersebut ?
Selalu mengambil keputusan sendiri
Memberi motivasi untuk lanjut studi
Mengerjakan semuanya di usahakan sendiri.
Memberi beban keja yang sama antar anggota
Menjadwalkan dinas sesuai dengan beban kerja
Seorang kepala ruanga memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk melakukan perubahan atau ide untuk dijalankan dengan tidak di kontrol oleh kepala ruangan tersebut. kepala ruangan hanya memberikan arahahan apabila diminta, karena kepala ruangan menilai bahwa bawahannya mampu dan mempunyai motivasi dan komitmen yang tinggi.
Apakah gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala ruangan tersebut?
Autokratic
Demokratik
Laisess faire
Transformasional
Spiritual
Seorang manajer di suatu rumah sakit swasta. selalu mengambil keputusan sendiri walaupun banyak anggotanya yang berpendidikan sederajat dengannya, selalu memberikan beban kerja yang diluar aturan yang sudah ada dengan harapan visi dari rumah sakit tersebut cepat tercapai, dan dia selalu menyampaikan kalo keputusan yang di ambil adalah mewakili dari anggota walaupun tanpa ada proses musyawarah dahulu
Apakah gaya kepemimpinan yang di gunakan manajer rumah sakit tersebut?
Autokratic
Demokratik
Laisess faire
Transformasional
Spiritual
Seorang perawat primer bertanggung jawab pada seorang pasien di ruang perawatan. Salah satu pasien yang dirawat mengalami penurunan kondisi dan status gizi drastic. Intervensi telah dilaksanakan sesuai rencana, namun belum menujukan adanya perubahan. Kemudian perawat tersebut merencakanan untuk mendiskusikan kasus tersebut dengan tim kesehatan yang lain.
Apakah kegiatan yang di rencanakan pada kasus tersebut di atas?
Supervisi
Pendelegasian
Timbang terima
Dischard planning
Ronde keperawatan
Seorang kepala ruang di bangsal anak sedang melakukan penilaian kinerja terhadap anggotanya. Hasil kinerja menunjukkan tidak ada inisiatif, dan kurang berpikir kritis dalam menganalisis hasil pengkajian dan hanya bekerja sesuai rutinitas yang berjalan. Dari kesimpulan menujukan stagnansi prestasi kerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.
Apa tindakan prioritas yang dilakukan kepala ruang lakukan dalam kondisi tersebut?
Menyiapkan reward bagi perawat dengan kinerja baik
Merancang inovasi pelaksanaan asuhan keperawatan
Menyusun ulang standar operasional prosedur di ruangan
Menyusun standar supervisi yang ideal untuk perawat pelaksana
Mengajukan rancangan perubahan aturan insentif perawat kepada manajemen keperawatan RS
Seorang kepala ruang melihat bahwa proses timbang terima yang berjalan di ruangan berjalan tidak efektif sehingga berdampak pada kinerja anggota perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada shift berikutnya. Perawat cenderung melaporkan hal yang sama setiap waktu dan tidak memenuhi aspek proses keperawatan.
Apa tindakan yang tepat untuk dilaksanakan oleh karu?
Mensupervisi dokumen kehadiran timbang terima
Mensupervisi tindakan keperawatan yang dilakukan
Mensupervisi jalannya timbang terima setiap shift dinas
Mensupervisi isi kegiatan dan laporan asuhan keperawatan
Mensupervisi standar prosedur kegiatan timbang terima di ruangan
Perawat di ruang ICU melakukan fokus keperawatan sesuai dengan kebutuhan pasien sehingga berkesempatan untuk melakukan keperawatan yang komprehensif.
Apakah metode asuhan keperawatan yang digunakan?
Metode tim
Metode kasus
Metode primer
Metode Modular
Metode fungsiona
Seorang lulusan Ners baru 3 bulan bekerja di sebuah pelayanan kesehatan swasta. Berdasarkan penampilannya 3 bulan ini, perawat tersebut menunjukkan antusiasme dan komitmen yang tinggi pada institusi dan bidang yang digelutinya, namun secara kompetensi ia masih tergolong kurang terampil dan kurang kecakapannya, ia cenderung belum tanggap terhadap apa yang seharusnya dilakukan.
Bagaimana sikap manager terhadap perawat muda tersebut?
Diajarkan dan dibimbing (coaching)
Diberdayakan (empower)
Diarahkan (directing)
Diawasi (controlling)
Didukung (Support)
Kepala ruang ICU sedang merencanakan pengembangan staf ruangan melalui pendikan dan pelatihan selama 6 bulan untuk meningkatkan kemampuan serta ketrampilan staf yang berada di ICU tersebut.
Apakah fungsi manajemen keperawatan yang sedang dijalankan oleh kepala ruang tersebut?
Perencanaan
Pengorganisasian
Pengaturan staf
Pengarahan
Pengawasan
Seorang laki-laki usia 38 tahun selama perawatan memerlukan bantuan minimal dalam tindakan keperawatan dan pengobatan. Klien melakukan aktivitas perawatan diri sendiri secara mandiri biasanya dibutuhkan waktu 1-2 jam dengan waktu rata-rata efektif 1,5 jam/24 jam.
Pertanyaan soal
Apakah Kategori keperawatan klien menurut Swanburg dari kasus diatas ?
Self-care
Minimal care
Intermediate care
Intensive care
Mothfied intensive care
Seorang perawat bertanggung jawab merawat seorang pasien dengan infark miocard acute. Pasien mampu melakukan ADL secara mandiri, mampu mandi, makan dan minum sendiri, ambulasi dengan pengawasan, pemantauan tanda-tanda vital setiap pergantian shift.
Apakah tingkat ketergantungan perawatan pada pasien tersebut menurut Douglass ?
Self-care
Minimal care
Intermediate care
Intensive care
Mothfied intensive care
Seorang kepala ruangan diruang bedah melakukan evaluasi terhadap prosedur pengendalian infeksi, dari hasil didapatkan laporan bahwa lama hari rawat pasien bertambah akibat perawatan luka yang kurang optimal, hal ini disebabkan karena kurangnya kepatuhan perawat pelaksana dalam melakukan cuci tangan. Kepala ruangan telah melakukan beberapa inovasi salah satunya melaksanakan pelatihan kepada perawat pelaksana dan supervise terhadap tindakan tersebut.
Apakah tahap perubahan yang sudah dilakukan diruangan tersebut ?
Tahap interst
Tahap moving
Tahap refreezing
Tahap awareness
Tahap unfreezing
Diruang bedah umum memiliki Jumlah tenaga keperawatan sebanyak 18 orang, yang terdiri dari 4 orang lulusan Sarjana keperawatan, 11 orang lulusan diploma keperawatan dan 3 orang pekarya kesehatan. Ruangan memiliki kapasitas tempat Tidur sejumlah 22 Tempat tidur . BOR 60% . Tingkat ketergantungan pasien yaitu total care 4 orang, parsial 6 orang.
Apa metode asuhan keperawatan yang tepat dilakukan dengan kondisi ruangan tersebut ?
Metode asuhan fungsional
Metode asuhan modifikasi
Metode asuhan primer
Metode asuhan kasus
Metode asuhan tim
Seorang perawat pelaksana di Ruang Penyakit Dalam mengambil beberapa sampel darah untuk keperluan diagnostic pada penyakit HIV/AIDS. Secara tidak sengaja jarinya tertusuk jarum bekas pakai dari pasien tersebut .
Apakah tindakan yang harus segera dilakukan perawat tersebut ?
Meminta resep obat ARV pada dokter
Melakukan pemeriksaan darah HIV- AIDS
Melaporkan kejadian ini pada TIM keselamatan kerja
Mencoba mengeluarkan darah dan desinfeksi bekas tusukan
Membasuh luka tusukan pada air yang mengalir
Seorang perawat di Ruang Bedah bekerja dalam satu tim keperawatan yang diketuai oleh satu ketua tim. Perawat tersebut melakukan perawatan luka dengan seorang teman sejawatnya sesama perawat pelaksana. Ketika sedang bekerja perawat tersebut melihat teman sejawatnya tidak mencuci tangan saat akan mengganti balutan pasien
Apa yang sebaiknya dilakukan perawat pada keadaan tersebut?
Melaporkan pada pimpinan
Menegur teman sejawat anda
Menjelaskan pentingnya cuci tangan
Mengingatkan untuk mencuci tangan
Menjelaskan tentang pencegahan umum
Pasien datang ke IGD diantar polisi dengan open fraktur femur terjadi perdarahan masif. Perawat yang pertama segera memakai sarung tangan steril untuk merawat lukanya, sementara perawat kedua melakukan observasi kondisi pasien, saat observasi didapatkan banyaknya tanda bekas tusukan jarum suntik di pergelangan tangan pasien tersebut.
Apakah yang dilakukan perawat kedua setelah melihat hal tersebut ?
Memberi perawat pertama sarung tangan lagi
Memberitahukan adanya jejas bekas suntikan pada pergelangan tangan
Memberi kode untuk menjauhi pasien
Mengigatkan standar precaution penanganan pasien yang khusus
Mengigatkan untuk mengisolasikan pasien
Seorang keluarga klien mendatangi anda yang hari itu bertugas sebagai perawat pelaksana dan berkata “ saya kecewa dengan pelayanan disini, saya sudah bayar mahal, tapi tidak sesuai dengan pelayanannya yang saya dapat “ Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang keluhan diatas,
Bagaimana sikap profesional yang harus dilakukan perawat tersebut?
“ maaf saya kurang jelas, manakah pelayanan yang tidak berkenan dihati bapak”
“ maaf, pelayanan manakah yang mengecewakan bapak ?”
“ maaf bila ada hal yang kurang berkenan dihati bapak “
“ maaf , maksud bapak , yang tidak baik apa ya?”
“ maaf bila kami telah mengecewakan bapak”
Pada shiff pagi ketua tim dan anggota tim sedang melaksanakan timbang terima, ditemukan masalah perawatan pada klien yang terpasang infus, terdapat kemerahan pada lokasi pemasangan, infus terpasang sudah 3 hari. Pada saat di ners station ketua Tim mengingatkan waktu pemasangan tidak boleh lebih dari 3 hari, disarankan untuk mengganti infus dengan yang baru agar tidak terjadi plebitis.
Apakah Peran ketua Tim pada kasus tersebut ?
Sebagai motivator
Sebagai koordinator
Sebagai kontroling
Sebagai konselor
Sebagai evaluator
Seorang perempuan, berusia 35 tahun datang ke Poliklinik penyakit dalam dengan keluhan lapar dan berkemih di malam hari yang dialami sejak dua bulan terakhir. Pasien obesitas dan memiliki riwayat kurang aktivitas. Pada pemeriksaan fisik diketahui BB 75 kg, TB 156 cm, lingkar perut 98 cm. Hasil pemeriksaan penunjang ditemukan gula darah sewaktu (GDS) 220 mg/dL dan hemoglobin glikosilat (HbA1C) 6,9 %.
Apakah edukasi yang sesuai yang disampaikan kepada pasien pada kasus di atas?
Pembatasan asupan cairan
Perubahan pola hidup dan latihan jasmani
Edukasi self management
Edukasi self efficacy
Edukasi nutrisi
Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan suara parau, kesulitan menelan, dan menstruasi tidak lancar. Hasil anamnesa diketahui bahwa pasien berdomisili di daerah pegunungan dan memiliki riwayat keluarga dengan hipotiroid. Hasil pemeriksaan fisik teraba benjolan di leher bagian depan. Pasien mengatakan tidak mengeluh sesak nafas tetapi terkadang nadi agak lambat.
Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat pada kasus di atas?
Pemeriksaan radioimunologi Tyroid Stimulating Hormone
Pemeriksaan hormone reproduksi
Pemeriksaan darah rutin
Pemeriksaan radiologi
Pemeriksaan EKG
Seorang laki-laki, berusia 35 tahun datang ke Poliklinik endokrin dengan keluhan benjolan pada leher. Hasil anamnesa diketahui pasien mengalami kesulitan menelan dan sulit bernapas.Hasil pemeriksaan fisik tampak benjolan pada leher sebesar bola pimpong. Pasien mengeluh sering tremor dan jantung berdetak agak kencang. Pemeriksaan penunjang radioimunologi (TSH) 6.7 mLU/L.
Apakah intervensi keperawatan kolaborasi pada kasus di atas?
Kolaborasi terapi medikasi Levotiroxyn (T4) dan liotyronin (T3)
Kolaborasi terapi nutrisi medis
Kolaborasi latihan fisik
Kolaborasi Oksigenasi
Kolaborasi persiapan fine needle aspiration biopsy (FNAB)
Ny.C usia 34 tahun, datang ke poli penyakit dalam RS, dengan keluhan demam, menggigil, kepala pusing, dan mual, yang sudah dirasakan selama 1 minggu ini. Ny.C terlihat pucat dan lemas, suhu badan, 38,50 C, TD: 100/70mmHg, RR: 24x/menit, nadi: 78x/menit.
Apakah masalah keperawatan yang paling utama pada kasus diatas?
Intoleransi aktivitas
Hipertermi
Anoreksia
Ketidakseimbagan nutrisi kurang dari kebutuan tubuh
ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis medis diabetes melitus. Hasil anamnesa, pasien tidak patuh pada diet yang dianjurkan. Pencatatan Kurve Gula Darah Harian (KGDH): gula darah puasa (GDP) 190 mg/dL, gula darah sewaktu(GDS, pukul 12.00) 130 mg/dL, GDS (pukul 18.00) 220 mg/dL.
Apakah masalah keperawatan pada kasus di atas?
Kurang pengetahuan
Defisit perawatan diri
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Manajemen terapi tidak efektif
Risiko ketidakstabilan gula darah
Seorang laki-laki berusia 38 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis medis bronkitis. Pada pemeriksaan auskultasi paru terdengar ronkhi pada lobus bawah paru kanan dan kiri, dan pada perkusi dada terdengar suara yang lebih redup pada area tersebut dibandingkan area paru yang lain.
Apakah tindakan mandiri perawat keperawatan pada kasus di atas?
Napas dalam
Postural drainage
Pemberian antibiotic
Pemberian bronkodilator
Pemberian oksigen 2-4 liter/menit
Seorang perempuan berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas. Hasil pemeriksaan fisik diketahui tekanan darah 128/85 mmHg, frekuensi pernapasan 30 x/menit, frekuensi nadi 100x/menit, Suhu 36,30C, pasien berkeringat, dan sesekali batuk.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
Kolaborasi pemberian bronkodilator
Monitoring frekuensi dan pola napas
Pemeriksaan penunjang analisa gas darah
Oksigenasi dan inhalasi menggunakan nebulizer
Posisikan semifowler atau fowler dan memberikan oksigen
Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ruang interna dengan diagnosis medis hematemesis melena. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi pernapasan 24 x/menit, frekuensi nadi 124x/menit, Suhu 37,40C, konjungtiva pucat dan akral dingin. Pasien muntah darah dan BAB berwarna gelap disertai bau khas pada 12 jam terakhir sebanyak 6 kali. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 8.7 gr/dL.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas?
Risiko infeksi
Hipertermi
Nyeri akut
Defisit volume cairan
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Seorang laki-laki berusia 34 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan hematemesis melena. Pasien sedang mendapatkan transfusi darah RBC 600 ml, tiba-tiba pasien mengatakan sulit bernapas. Hasil pemeriksaan fisik tekanan darah 95/80 mmHg, frekuensi pernapasan 29 x/menit, frekuensi nadi 112x/menit, Suhu 370C.
Apakah tindakan yang paling tepat pada kasus di atas?
Melanjutkan transfusi darah dan berikan oksigen
Hentikan transfusi darah dan berikan oksigen
Posisikan semifowler atau fowler
Observasi tanda-tanda vital
Lakukan pemeriksaan EKG
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke Poliklinik THT dengan keluhan telinga kanan mendengung dan terasa tidak nyaman. Hasil pemeriksaan fisik diketahui banyak serumen di sepanjang kanalis auditorius eksternus hingga ke membran timpani. Pasien riwayat post kecelakaan lalu lintas dan bed rest lama.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus di atas?
Irigasi telinga
Pemeriksaan fisik terlinga
Memberikan obat tetes telinga
Memberikan obat salep telinga
Tes pendengaran dengan audiogram
Seorang perempuan berusia 50 tahun di rawat di ruang penyakit dalam mendapatkan terapi cairan via infus dengan kecepatan 21 tetes/menit. Pasien mengeluhkan nyeri pada area insersi. Hasil pengkajian didapatkan pada daerah radialis berwarna merah, bengkak, hangat dan nyeri, suhu 380 C.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada pasien tersebut ?
Memperlambat tetesan infus sampai 7 tetes/menit
Mengompres hangat daerah insersi
Memasang iv line yang baru
Mengubah posisi tangan
Menghentikan infus
Seorang remaja mengalami luka bakar pada muka dengan rambut terbakar dan baju sebagian besar terbakar. Diantar oleh petugas ambulan pemadam kebakaran ke unit gawat darurat. Kesadaran compos mentis, mengerang kesakitan dengan suara serak.
Apakah hal pertama yang harus dilakukan untuk menolong klien ini?
Periksa adakah perubahan pharinx/larynx
Pasang infus dengan jarum no 18G
Hitung luas luka bakar dengan rumus 9 (rule of nine)
Berikan oksigen therapy awal 2lt/menit
Rawat luka bakar
Seorang perempuan berusia 27 tahun dirawat diruangan paru dengan keluhan sesak nafas. Hasil pemeriksaan didapatkan data ada lingkar hitam pada mata, ada retraksi dinding dada, pernafasan cuping hidung, menggunakan otot bantu nafas, suara nafas ronchi, posisi tidur semi fowler, makan habis ½ porsi. Nilai tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 112 x/mnt, frekuensi nafas 30 x/mnt, suhu 36,50C.
Apakah masalah keperawatan yang tepat
Gangguan pola tidur
Pola nafas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Perubahan pemenuhan kebutuhan nutrisi
Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke UGD dengan keluhan BAB 8x sehari, nyeri perut, mual muntah dan panas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan turgor kulit menurun, suhu 38,50C, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi nafas 20x/ menit, TD 120/80 mmHg.
Apakah tindakan keperawatan yang harus dilakukan pertama kali ?
Memberikan infus cairan ringer laktat
Memberikan kompres dingin
Memberikan obat diare
Memberikan oksigen
Memberikan obat analgesik
Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke UGD dengan keluhan BAB 8x sehari, nyeri perut, mual muntah, panas dan tidak bias tidur. Dari pemeriksaan fisik didapatkan turgor kulit menurun, suhu 38,50C, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi nafas 20x/ menit, TD 120/80 mmHg.
Apakah masalah keperawatan yang tepat ?
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
Kekurangan cairan dan elektrolit
Gangguan pola tidur
Hipertermi
Nyeri
Seorang laki-laki berusia 47 tahun baru saja tiba di IGD mengeluh nyeri dada sebelah kiri, sesak nafas dan keringat dingin. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi nadi 120x/menit, frekuensi nafas 24x/ menit, TD 140/90 mmHg.
Apakah tindakan prioritas keperawatan yang pertama kali harus dilakukan?
Pemeriksaan EKG
Auskultasi jantung
Pemeriksaan tanda-tanda vital
Pengkajian lengkap riwayat penyakit pasien
Pasang oksigen
Seorang perempuan usia 38 tahun menderita asma dengan gejala yang timbul hampir setiap hari sehingga pasien terlihat kelelahan. Gejala yang timbul berupa batuk dengan sputum yang sulit keluar, ronkhi, wheezing, sesak nafas dan mengeluh sulit tidur. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi nadi 86x/menit, frekuensi nafas 24x/ menit, TD 110/70 mmHg.
Apakah masalah keperawatan yang tepat ?
Gangguan pola tidur
Pola nafas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Intoleransi aktifitas
Seorang laki-laki berusia 48 tahun di rawat di ruang penyakit dalam dengan infark miokard. Pada pengkajian hari ini didapatkan keluhan nyeri tidak ada, tekanan darah 120/70 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi nafas 22x/menit. Perawat sedang mengajarkan dan memotivasi pasien untuk melakukan latihan kaki dan ambulasi sesuai dengan program.
Apakah tujuan latihan yang dilakukan pada kasus di atas?
Mencegah konstipasi
Mencegah luka tekan
Mencegah serangan jantung berulang
Mencegah DVT (deep vein thrombosis)
Mengurangi nyeri
Seorang laki-laki berusia 55 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam sedang di berikan transfusi darah whole blood 500 ml. Tiba-tiba pasien mengatakan sesak nafas, dada terasa berat dan terlihat gelisah. Pasien memiliki riwayat DM dan hipertensi sejak 10 tahun yang lalu.
Manakah tindakan utama yang paling tepat untuk dilakukan?
Posisi tidur semi fowler
Hentikan aliran transfusi darah
Berikan oksigen dengan nasal kanul
Observasi tanda-tanda vital
Menghubungi dokter
Seorang perempuan berusia 45 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan lemah. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan kaki pasien mengalami luka ganggren, pasien terlihat kurus, nafsu makan turun, berat badan turun 5 kg 10 hari belakangan, pasien mengatakan pusing dan sering BAK, tekanan darah 100/70 mmHg, frekuensi napas 20 X/menit, Suhu: 37,9°C, frekuensi nadi 100 x /menit.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?
Lakukan pemasangan infus
Perbaiki kebutuhan nutrisi
Perhatikan asupan cairan
Lakukan perawatan luka
Pantau TTV setiap 4 jam
perawatan melakukan kunjungan rumah di Desa S. Dalam keluarga yang dikunjungi, ada seorang ibu yang telah melahirkan bayinya satu bulan yang lalu serta bapak yang selalu sibuk bekerja dan tidak sempat membantu istrinya untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Kondisi ibu kelelahan dan kurang istirahat. Apakah intervensi utama pada keluarga tersebut?
Menyarankan untuk istirahat
Penkes cara perawatan bayi dengan benar
Melibatkan keluarga besar untuk merawat bayi
Diskusikan kepada keluarga untuk berbagi tugas
Anjurkan kepada ibu untuk memeriksakan kesehatannya
Suatu hari, seorang perawat komunitas sedang melakukan kunjungan ke salah satu keluarga yang menderita hipertensi. Perawat sedang memeberikan pendidikan kesehatan tentang cara memilih makanan yang boleh dikonsumsi bagi penderita hipertensi an mengajarkan senam hipertensi. Apakah evaluasi hasil yang paling tepat pada kasus di atas?
mendemonstrasikan latihan senam hipertensi
peningkatan pengetahuan tentang diet HT
strategi dalam pemilihan makanan
media yang digunakan penkes
penderita hipertensi menyatakan setuju
Di desa Makmur, didapatkan data 250 balita. 80% balita berada di garis hijau, 20% balita berada di garis kuning, dan tidak ada satu balita pun yang berada di garis merah. Dalam suatu perkumpulan para ibu yang memiliki balita, perawat menjelaskan tentang makanan tambahan yang bergizi untuk balita. Apakah upaya kesehatan yang dilakukan perawat tersebut ?
Rehabilitatif
Preventif
Promotif
Kognitif
Kuratif
Di suatu desa, ada kegiatan posyandu balita yang dilaksanakan setiap bulan sekali. Pada bulan januari, salah seorang perawat dari puskesmas memberikn penyuluhan tentang pentingnya pemberian vitamin A untuk anak. Pada penyuluhan tersebut, perawat memberikan contoh pada salah satu keluarga yang anaknya tidak pernah diberikan vitamin A, tetapi tidak disebutkan namanya. Prinsip etika keperawatan apa yang dilanggar oleh perawat puskesmas tersebut ?
Nonmalefincence
Confidentiality
Beneficence
vercity
fidelity
seorang anak berusia 36 bulan datang ke posyandu balita untuk melakukan pemeriksaan berat badan. Saat pemeriksaan fisik, diketahui dia terlihat kurus, sedangkan perutnya terlihat buncit. Antopometri menunjukkan berat badannya 9 kg dan panjang badan 90cm. Berapa kilogram penambahan berat badan anak agar mencapai berat ideal?
2 Kg
3,5 Kg
4 Kg
5 Kg
6,5 Kg
Pendidikan sex terhadap anak oleh orangtuanya dengan member informasi tentang menstruasi dan alat reproduksi sebaiknya diberikan pada anak saat berusia
5 tahun
8 tahun
10 tahun
12 tahun
15 tahun
Seorang perempuan berusia 45 tahun terkena luka bakar kimia di rumah. Tangan dan sebagian dadanya mengalami luka bakar. Apa tindakan yang pertama kali dilakukan pada klien tersebut?
Memindahan klien ke tempat yang aman
Merendam klien ke air es
Menyiram tubuh klien dengan air
Membersihkan luka bakar klien dengan NaCl 0,9%
Membersihkan luka klien dengan antispetik
Di kelurahan Makmur Sejati terdapat lima orang balita menderita muntaber.diketahui sebanyak 150 keluarga di daerah tersebut menggunakan air sungai sebagai sumber air minum. Perawat komunitas melakukan wawancara kepada salah satu ketua RT di kelurahan Makmur sejati dan diperoleh data sekitar 75% masyarakat membuang sampah dan buang air besar di sungai tersebut. Apa tindakan keperawatan yang tepat untuk mengatasi permasalahan di atas?
Membuat tempat sampah dekat aliran sungai
Melaksanakan kerja bakti dengan masyarakat
Penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat
Pemantauan dari dinas kesehatan setiap sebulan sekali
Setiap tiga bulan sekali mengadakan lomba lingkungan bersih
Perawat puskesmas di suatu daerah mendapatkan data masyarakat setempat, yaitu 8% penduduknya menderita kusta. Sebanyak 80% penduduk menyatakan bahwa kusta merupakan penyakit yang berasal dari dukun. Apa diagnosis komunitas pada kasus di atas?
Risiko infeksi
Harga diri rendah
Gangguan gambaran diri
Kurang pengetahuan tentang penyakit kusta
Kurang pengetahuan tentang perawatan kusta
Di salah satu kelurahan yang memeliki dataran rendah diperoleh hasil survey dari perawat puskesmas, yang menyatakan bahwa ada 10% penduduk menderita kusta dan 85% penduduk memiliki kepercayaan bahwa kusta merupakan suatu penyakit yang timbul karena santet. Apakah implementasi yang tepat pada kasus tersebut?
Pendidikan tentang perawatan penderita kusta di masyarakat
Memberdayakan kader desa untuk deteksi kusta
Sosialisasi tentang penyakit kusta
Screening pada kelompok risiko
Membangun unit pelayanan kusta
Pak Andi merupakan keluarga yang memiliki pendapatan yang sangat kurang dalammencukupi ketiga anaknya dan istri. Dalam kesehariannya Pak andi bekerja sebagai galikubur, sedangkan istrinya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan anaknya masih sekolah.Pak Andi tinggal di rumah yang sangat sederhana dan dipakai untuk tinggal ketigaanaknya dan istrinya.Dari kasus di atas yang bukan merupakan kriteria BPS terhadap keluarga miskin Pak Andi di atas yaitu
Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari dari 14 m persegi per orang
Jenis dinding terbuat dari bamboo, kayu
Sumber penerangan masih menggunakan lilin
Sumber air minum berasal dari sungai atau air hujan yang di tendon
Mengkonsumsi daging,susu dalam sebulan sekali
Perawat berkunjung disebuah keluarga. Dalam keluarga tersebut terdapak bapak Xberumur 35 tahun dan Ibu Y berumur 30 tahun serta dua orang anak perempuan. Bapak Xmenceritakan bahwa seminggu yang lalu di ukur tekanan darah 150/90 mmHg. Tingkatpencegahan apa yang dapat dilakukan dalam keluarga tersebut untuk mencegah dampakyang lebih jauh.
Pencegahan Primer
Pencegahan sekunder
Melakukan skrining
Pencegahan tersier
Rehabilitasi
Bapak A tinggal dengan istrinya ibu B dan dua anak perempuannya yang berusia 19 tahun dan 16 tahun. Keluarga tersebut merupakan keluarga yang bahagia dan sejahtera. Berikut ini salah satu pernyataan yang berhubungan dengan keluarga sejahtera adalah, kecuali
Dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah
Mampu memenuhi kebutuhan hidup spirituil dan materil yang layak
Bertaqwa kepada TYME
Salah satu anggota keluarga memiliki gangguan kejiwaan
Memiliki hubungan yang sama, selaras, seimbang antar anggota
Sebuah keluarga selalu menjaga kesehatan anggota keluarganya dengan cara menjalankan pola yang sehat, di antaranya menjaga pola konsumsi, kesehatan fisik dan mental dan juga kebersihan lingkungan. Mereka juga selalu mengikuti penyuluhan kesehatan. Tingkat pecegahan apakah yang dilakukan keluarga tersebut?
Pencegahan primer
Pencegahan sekunder
Pencegahan tersier
Pencegahan penyakit
Pencegahan dalam keluaraga
Seorang perempuan berusia 40 tahun mempunyai 2 orang anak, datang ke klinik dalam satu tahun terakir ini mengalami tidak tidur teratur , sering mengalami panas di muka, kemerahan dan demam. Ny.M mengalami menstruasi pertama pada usia 9 tahun Salah satu cara yang paling tepat untuk mengatasi maslah Ny. M yang harus dianjurkan adalah?
Olaraga
Meditasi/yoga
Senam kebugaran
Diet tinggi kalori protein
Konsumsi kacang-kacangan dan buah
Tn. X dan Ny. X merupakan pasangan yang telah menjadi keluarga bahagia yang telahmenikah 4 tahun lalu. Keluarga ini telah memiliki seorang anak yang berusia 2,5 tahun.Fungsi dari orang tua di sini harus mampu memenuhi tuntutan baru dalam perawatan danpengasuhan bayi. Sedangkan perawat sendiri bertugas mengkaji peran menjadi orang tua.Dari kasus tersebut keluarga Tn. X telah memasuki perkembangan keluarga pada tahap..
Keluarga pasangan baru
Childbearing family
Keluarga dengan anak prasekolah
Keluarga dengan anak sekolah
Keluarga dengan anak remaja
pada keluarga kecil tuan A yang tinggal di sebuah perkampungan kumuh yang dekat dengan tempat pembuangan sampah. anak kedua berumur 3 tahun, dan anak keempat berumur 1 tahun. Keadaan lingkungan rumah keluarga tersebut sangat kumuh, sehingga menyebabkan anak keempat sering mengalami diare akibat keadaan lingkungan yang kotor dan nutrisi yang kurang bergizi. Apa tindakan perawat apa yang perlu dilakukan?
Memberikan sumbangan kepada keluarga tersebut
Membiarkan keadaan keluarga tersebut
Membantu keluarga untuk memodifikasi lingkungan sekitar rumah keluarga tersebut
Mengajak keluarga untuk pindah ke rumah yang lebih layak
Menganjurkan keluarga untuk mengajukan program raskin
Dalam keluarga Tuan X diberlakukan sistem disiplin yang sangat baik, dalammemecahkan masalah keluarga ini selalu memusyawarahkan dengan berkumpul semua anggota keluarga dan kemudian membahas masalah yang tekait tanpa perludisembunyikan, jelas dan tidak boleh ada kata berbohong. Oleh karena itu, strategikoping keluarga apakah yang diterapkan oleh keluarga Tuan X dalam menangani sebuahmasalah?
Strategi koping komunikasi terbuka dan jujur
Strategi koping pemecahan masalah bersama
Strategi koping untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan
Strategi koping komunitas
Strategi koping sumber dukungan keluarga
Tn.A 67th dan Ny.B 64th adalah merupakan pasangan suami istri yang sudah memasukiusia lansia. Perawat E yg kebetulan mendapat tugas untuk melakukan pemeriksaan didaerah pasangan tersebut mendatangi keluarga Tn.A dan memeriksa lingkungan tempattinggal mereka karena belakangan ini Tn.A sering mengeluh batuk karena alergi.Berdasarkan ilustrasi di atas proses pengkajian keluarga yang dilakukan perawat E termasuk dalam proses pengkajian ?
Mengidentifikasi data sosial-budaya
Data lingkungan
Struktur keluarga
Fungsi keluarga
Stress dan strategi koping keluarga
Sebuah keluarga terdiri dari ayah, ibu serta 2 orang anak. Ayah sedang menderita TBCsedangkan dia harus tetap menghidupi keluarganya karena istrinya hanya seorang iburumah tangga. Anak sulung mengalami gangguan mental sejak lahir.Persyaratan yang harus dipenuhi seorang perawat agar bisa memberikan asuhankeperawatan keluarga tersebut adalah, kecuali:
Telah menyelesaikan pendidikan formal Ners (Perawat) yang diakui
Mempunyai banyak ilmu dan pengalaman untuk mengatasi masalah keluarga
Telah melakukan proses legislasi
Memiliki institusi yang mempunyai kewenangan untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga
Mematuhi standar praktik dan etik profesi
Seorang remaja berusia 14 tahun dibawa keluarga masuk rumah sakit jiwa dengan alasan berusaha untuk minum racun serangga karena diputus pacarnya. Namun pasien berhasil diselamatkan. Keluarga mengatakan klien sering melamun, tiba-tiba menangis, dan berteriak-teriak. Apakah diagnosis keperawatan yang muncul saat ini ?
Isolasi sosial
Resiko bunuh diri
Resiko perilaku kekerasan
Gangguan persepsi sensori : halusinasi
Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Seorang perempuan berusia 40 tahun dibawa ke UGD RSJ karena di rumah tidak mau mandi selama seminggu dan mengunci dirinya di kamar. Saat dikaji, pasien bicara dan teriak-teriak sendiri, menutup telinganya, dan mondar mandir. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut ?
Gangguan persepsi sensori : halusinasi
Kerusakan komunikasi verbal
Kerusakan interaksi sosial
Defisit perawatan diri
Perilaku kekerasan
Seorang perempuan berusia 45 tahun terdiagnosa kanker payudara 1 tahun yang lalu dan sekarang mengeluh merasa was-was dan khawatir akan keberhasilan tindakan operasi yang direncakan 1 minggu lagi. Dari hasil pengkajian perawat, didapatkan bahwa klien sedang mengalami cemas sedang. Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk klien tersebut ?
Membantu klien mengenal ansietas dan faktor pencetus
Mengontrol kecemasan dengan teknik nafas dalam
Menganjurkan klien minum obat anti anxiety
Merujuk ke rumah sakit jiwa
Meminta klien untuk tenang
Seorang remaja berusia 14 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena mengeluh diare dan jantung berdebar-debar. Menurut ibunya, pasien seperti itu karena 3 hari lagi akan menjalani operasi amputasi kaki kanannya akibat kecelakaan. Pasien sering mengatakan bahwa dirinya tidak berguna lagi dan merasa tidak ada yang mau berteman dengan dirinya, dan mudah tersinggung. Apakah diagnosis keperawatan yang muncul saat ini ?
Resiko bunuh diri
Perilaku kekerasan
Kerusakan interaksi sosial
Gangguan alam perasaan : depresi
Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Seorang perempuan dengan usia 38 tahun, masuk rumah sakit jiwa dengan alasan pasien suka mengatakan dirinya adalah gubernur, dan yang terakhir pasien sering marah-marah, memukul ibunya dan tetangganya yang mengatakan dia berbohong. Menurut keluarga yang mengantar, pasien seperti itu setelah gagal masuk perguruan tinggi. Apakah tindakan keperawatan untuk pasien pada pertemuan kedua ?
Mengkaji jenis dan isi waham
Menganjurkan klien minum obat
Membina hubungan saling percaya
Memenuhi kebutuhan yang tidak terpenuhi
Mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
Seorang laki-laki masuk rumah sakit jiwa diantar oleh mertuanya karena sejak di PHK sering ketakutan sendiri dan sering mengatakan ada sekelompok orang dari luar angkasa yang mengejar-ngejarnya untuk dijadikan sandera. Dan yang terakhir, pasien mengunci semua keluarganya di rumah dan melarang keluarganya untuk keluar rumah selama sehari. Apakah masalah keperawatan utama pasien ?
Resiko tinggi perilaku kekerasan : menciderai orang lain
Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Perubahan proses pikir : waham
Kerusakan komunikasi verbal
Resiko bunuh diri
Seorang perempuan masuk rumah sakit jiwa dengan alasan sering mondar-mandir dan bicara ngelantur. Enam bulan ini setelah pasien diceraikan suaminya, pasien hanya melamun dan tiduran di kamar. Dari hasil pengkajian keperawatan, penampilan pasien tidak rapi, rambut pasien kotor, tidak tersisir dan terurai. Pasien juga makan sendiri namun selalu tercecer dan sisa makanannya selalu menempel dimulut. Apakah diagnosis keperawatan aktual yang muncul ?
Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Gangguan alam perasaan : depresi
Kerusakan komunikasi verbal
Kerusakan interaksi sosial
Defisit perawatan diri
Seorang perempuan masuk rumah sakit jiwa dengan alasan pasien sering bicara ngelantur dan ketawa sendiri setelah pulang menjadi TKW. Selama di rumah sakit pasien tidak pernah mengikuti kegiatan dan hanya tiduran sambil melamun. Hasil pengkajian data subyektif pasien mengatakan dirinya tidak mau memiliki teman dan tidak tahu kegunaan berinterkasi dengan orang lain. Apa tindakan keperawatan selanjutnya ?
Menganjurkan pasien untuk melakukan kegiatan sesuai jadwal
Membantu pasien memenuhi kebutuhan yang tidak terpenuhi
Menanyakan kembali apakah pasien memiliki orang terdekat
Mengidentifikasi kerugian tidak memiliki teman
Mengajarkan cara berkenalan dengan 1 orang
Seorang laki-laki berusia 64 tahun dibawa keluarga masuk rumah sakit jiwa dengan alasan berusaha untuk minum 10 obat untuk terapi kankernya. Satu bulan yang lalu pasien sudah mengatakan keinginannya untuk mati pada anak-anaknya. Pasien sering melamun, tiba-tiba menangis, dan banyak mengomel. Apakah intervensi keperawatan yang perlu dilakukan perawat ?
Jauhkan klien dari benda berbahaya atau obat-obatan yang berbahaya
Meminta pasien untuk berlatih pukul bantal kasur
Menganjurkan pasien banyak istigfar dan sholat
Mengajarkan pasien minum obat
Mengajarkan tarik nafas dalam
Seorang laki-laki masuk IGD karena sering teriak-teriak ketakutan di rumah dan mengatakan ada roh neneknya yang mengikutinya. Kondisi sekarang pasien sering jalan-jalan dengan menutup matanya, aktivitas meningkat, berbicara kacau, dan apatis. Apakah strategi pelaksanaan pada pertemuan kedua yang harus dilakukan oleh perawat ?
Membantu pasien minum obat
Mengidentifikasi adanya delusi
Mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi
Mengontrol waham dengan cara menghardik suara-suara
Mengontrol waham dengan cara melakukan kemampuan yang positif
Seorang perempuan masuk UGD dengan alasan berbicara ngelantur, tertawa sendiri di rumah. Kondisi sekarang penampilan tidak rapi, rambut pasien kotor, tidak tersisir dan terurai, pasien makan sendiri namun selalu tercecer dan sisa makanan menempel di mulut. Apakah strategi pelaksanaan pada pertemuan ketiga yang harus dilakukan oleh perawat ?
Membantu pasien minum obat
Membantu pasien mengenal halusinasi
Mengontrol halusinasi dengan menghardik halusinasi
Mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan sesuai jadwal
Mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain
Setelah gagal mendaftar menjadi polisi, seorang laki-laki mulai menyendiri di kamar. Ia merasa hidupnya telah gagal dan tidak ada lagi harapan untuk mencapai keinginanan. Pasien tidak mau makan dan merasa badannya tak berdaya, bahkan pernah ada keinginan untuk mati. Apakah yang menjadi faktor predisposisi biologis terjadinya depresi pada klien ?
Defisiensi katekolamin
Adanya bencana alam
Peningkatan dopamine
Gagal mendaftar menjadi polisi
Kehilangan sesuatu yang berharga
Seorang laki-laki berusia 18 tahun, dirawat di ruang NAPZA sebuah RSJ, hasil pengkajian didapatkan : eforia, mata merah, mulut kering, banyak bicara dan tertawa, nafsu makan meningkat, mengatakan mendengar bisikan-bisikan yng tidak ada wujudnya. Gejala apakah yang sedang dialami oleh pasien tersebut ?
Adiksi
Sugesti
Toleransi
Intoksikasi
Gejala putus zat
Seorang perempuan sudah 3 bulan ini menyendiri di kamar semenjak ditolak cintanya oleh teman sekelasnya. Klien sedih, malu, dan sering menangis. Penampilan kurang rapi, malas makan dan diam mematung. Setiap disapa tidak mau menjawab dan menundukkan kepalnya. Bagaimana teknik komunikasi yang perlu dilakukan oleh perawat terhadap klien ?
Pilih topik pembicaraan yang disukai oleh klien
Jelaskan bahwa dia harus berkomunikasi
Jelaskan proses pengobatan klien
Perhatikan kebersihan diri
Jelaskan kebutuhan klien
Seminggu yang lalu seorang anak kehilangan uang untuk membayar pengobatan ibunya di rumah sakit. Kondisi sekarang dia sering bicara kasar dan marah pada temannya. Apa rencana tindakan keperawatan yang tepat untuk klien ?
Jelaskan bahwa ada teman dekatnya ada yang suka mencuri
Bantu membicarakan rasa marahnya
Jelaskan penyebab rasa marahnya
Tingkatkan harga dirinya
Biarkan saja
Seorang perempuan berusia 35 tahun baru saja ditinggalkan oleh suaminya untuk menikah lagi. Dan saat ini klien di rumah tidak mau bekerja, sering melamun dan menangis. Dari hasil pengkajian ia sering mengatakan merasa tidak berguna dan bukan wanita cantik. Keluarganya mengatakan klien di rumah sering marah-marah. Apakah masalah keperawatan utama klien tersebut ?
Halusinasi
Waham
Isolasi sosial
Harga diri rendah
Defisit Perawatan diri
Seminggu yang lalu seorang remaja kehilangan uang untuk membayar pengobatan ibunya di rumah sakit. Kondisi sekarang dia sering bicara kasar dan marah pada temannya. Apa rencana tindakan keperawatan yang tepat untuk klien ?
Bantu membicarakan rasa marahnya
Jelaskan penyebab rasa marahnya
Jelaskan bahwa ada teman dekatnya ada yang suka mencuri
Tingkatkan harga dirinya
Biarkan saja
Seorang pria, umur 31 tahun dalam keseharian berpenampilan eksentrik, jarang mau bergaul dengan tetangganya, bila diajak bicara senantiasa menunduk atau megalihkan perhatian. Ia mengatakan merasa kesepian dan tidak nyaman bila bersama orang lain. Gangguan kepribadian apakah yang dialami pria tersebut ?
Paranoid
Schizoid
Anankatik
Histerikal
Avoidant
Seorang perempuan usia 20 tahun ditinggal kekasihnya menikah merasa sedih, suka melamun, tidak mau bergaul dengan teman-temannya. Ketika petugas cleaning service melintas didepannya ia menangis dan mengatakan kepadanya “mengapa kamu meninggalkan aku”. Ia melihat bahwa petugas tersebut adalah mantan kekasihnya. Jenis respon orientasi realitas apakah yang dialami oleh remaja putrid di atas ?
Ilusi
Halusinasi
Delusi
Depersonalisasi
Misspersepsi
Seorang pasien gangguan jiwa ketika ditanya perawat saat anamnesis penjelasannya berbelit-belit namun dapat dipahami dan dimengerti oleh perawat. Komponen proses piker apakah yang ditunjukkan oleh pasien tersebut ?
Bentuk piker
Arus piker
Isi piker
Pola piker
Sisip pikir
Seorang laki - laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat dengan open fraktur femur 1/3 distal sinistra, hasil pengkajian terdapat luka terbuka pada femur dengan perdarahan yang mengalir, tekanan darah 100/70 mmHg, frekuensi nadi 110x/mnt, frekuensi napas 28x/mnt, acral dingin. Apakah tindakan keperawatan priorotas untuk menghentikan perdarahan pada pasien tersebut?
Meninggikan bagian yang fraktur
Melakukan penekanan langsung pada daerah fraktur
Melakukan penjahitan pada luka
Melakuakan torniquet
Pemberian anti koagulan
Pasien laki-laki usia 35 tahun masuk ke IGD dengan keluhan sesak napas dan nyeri dada. Hasil anamnesis, pasien riwayat benturan dada akibat kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan vena jugularis meningkat, perkusi thorak hipersosonor. Tampak sesak samakin bertambah. TD 90/60mmHg, Nadi 130/mnt, pernapasan 28x/mnt dan suhu 37,8 0C. Apakah tindakan yang tepat bagi pasien kasus tersebut …
Memasang Infus kristaloid
Menganjurkan reaksi napas dalam
Memberikan oksigen
Melakukan dekompresas needle
Mealakuan kompres hangat
Seorang perempuan usia 45 tahun diantar oleh keluarganya di ruang IGD dengan kondisi penurunan kesadaran dialami sejak 15 menit yang lalu. Keluarga mengatakan pasien riwayat stroke. Hasil anamnesis, terdengar suara napas snoring dan gelisah. Pemeriksaan TD 150/100 mmHg, frekuensi nadi 120x/menit, pernapasan 28x/menit dan suhu 37,9 oC. Ners yang sedang shift melakukan head tilt chin lift. Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut ?
Melakukan suction
Memasang orofaringeal airway
Memasang endotrakeal tube
Melakukan jaw trust
Melakukan pemasangan infus
Seorang perempuan usia 22 tahun diantar ke IGD dengan kondisi penurunan kesadaran akibat kecelakaan lalu lintas 20 menit yang lalu. Tampak cidera pada kepala, terdengar bunyi gurgling, perdarahan pada telapak tangan. Hasil pemeriksaan didapatkan TD 110/60 mmHg, Nadi 100x/menit, pernapasan 14x/menit, suhu 36,4 OC. Apakah masalah keperawatan prioritas kasus tersebut ?
Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral
Resiko kekurangan volume cairan
Ketidakefektifan jalan napas
Kerusakan integritras kulit
Hipotermia
Seorang perawat sedang melakukan kompresi dada untuk membebaskan sumbatan jalan nafas karena benda asing pada korban yang tidak sadar. Perawat sedang mengkaji keberhasilan upaya pembebasan jalan nafas yang dilakukannya. Apakah indikator jalan nafas pasien sudah bebas?
pasien bisa diposisikan head tilt chin lift
rongga mulut tidak terdapat benda asing
ventilasi yang diberikan berhasil masuk
benda asing dapat diambil dari rongga mulut
sisa muntahan berhasil dibersihkan
Seorang perempuan usia 40 tahun mempunyai mengalami nyeri dada dan diantar keluarganya ke UGD RS, saat pengkajian didapatkan klien memegangi dada sebelah kiri, grimace +, skala nyeri 4 – 6, RR : 20 x/mnt, Nadi : 100 x/mn, TD : 130 / 80 mmHg, Tidak didapatkan tanda sesak nafas. Nyeri dada yang dirasakan menjalar ke punggung dan lengan. EKG : iskemik posterior. Apakah tindakan yang harus dilaksanakan oleh perawat UGD ? …
Observasi tingkat dan skala nyeri
Melaksanakan EKG 12 lead
Kolaborasi pemberian analgesik (nitrat atau narkotik)
Latih distraksi relaksasi
Anjurkan nafas panjang dan dalam
Seorang laki-laki berusia 45 tahun, dibawa oleh keluarganya ke UGD RS terdekat dari rumahnya karena pingsan, Karena mempunyai riwayat CHF maka pasien segera di bawa ke ICCU untuk segera mendapatkan pertolongan. Pada saat dilakukan pengkajian didapatkan pasien mengalami penurunan kesadaran, GCS 211, TD : 90/70 mmHg, Nadi : 40 x/mnt lemah dan segera dipasang monitor EKG. Setelah beberapa jam monitor tersebut menggambarkan Ventrikel Fibrilasi, tanpa nadi. Apakah tindakan yang harus dilaksanakan oleh perawat ?
Cek Circulasi, Airway dan Breathing
Kolaborasi pemberian pengobatan kardiovaskuler
Monitor TTV tiap 10 menit
Monitor EKG serial
Melakukan DC shock
Seorang perempuan berusia 41 tahun mengalami keluhan sesak napas saat beraktivitas sejak ± 1 minggu SMRS, batuk, mual muntah dan mengaku setiap tidur harus menggunakan 2 bantal agar tidak sesak. Sesak napas memberat sejak 1 hari SMRS. Pada 07/03/2020 pasien dibawa keluarga ke RS dan dirawat di ruang jantung. Pada 09/03/2020 jam 07.15, pasien apneu kemudian dilakukan RJPO selama ± 15 menit. dan dipindah ke ICCU. Pada 2 hari di ICCU tiba-tiba pasien mengalami henti nadi dan dilaksanakan defibrilasi. Perawat menghidupkan defibrilasi, kemudian pilih energi yang diperlukan dan pilih paddles melalui tombol lead select. Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya ?
Letakkan paddle pada apeks dan sternum
Lihat kembali irama pada monitor
Tekan tombol charge
Oleskan jelly pada paddle
Segera mengatakan DC shock siap, I clear, you clear
Seorang laki-laki usia 17 tahun mengalami kecelakaan dan polisi menghubungi 118 terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Berdasarkan kesaksian pada saat kecelakaan kepala klien terbentur aspal dan sempat tidak sadarkan diri selama kurang lebih 15 menit, dan tidak ada satupun saksi yang berani menolong klien karena menunggu petugas kesehatan datang demi keselamatan klien. Setelah petugas Triage RS datang dilakukan savety klien dengan menginstruksikan klien agar tidak bergerak atau tidak menggerakkan kepala dan badan, GCS 456, T : 100/70 mmHg, N : 50 x/mnt, RR : 20 X/mnt, suhu 37°C. Apakah langkah selanjutnya harus dilakukan oleh petugas triage tersebut ? …
Lakukan rapid assesment
Pelihara jalan nafas denga jaw trush dan berikan higt flow oksigen
Lakukan jaw trush dan cek AVPU
Pindah klien ke spinal board
Pasang neck collar denagn jaw trush tetap dilakukan
Seorang laki-laki usia 54 tahun BB : 70 kg mengalami kecelakaan di Jalan Nganjuk-Madiun dan polisi menghubungi 119 terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Setelah petugas Triage RS didapatkan klien mengalami perdarahan hebat pada daerah 1/3 femur distal, petugas dengan cepat menghentikan perdarahan dengan balut tekan pada daerah tersebut, GCS klien 336, T : 100/90 mmHg, N : 110 x/mnt, RR : 20 X/mnt, suhu 37°C, dan segera klien diangkut ke ambulan untuk di bawa ke IGD RS. Apakah yang harus segera dilaksanakan petugas di dalam mobil ambulance ?
Segera pasang oksigenasi
Resusitasi cairan dengan cepat kurang lebih 10 – 20 menit
Observasi GCS klien
Mengontrol perdarahan
Lakukan pemberian tranfusi darah
Seorang laki-laki usia 62 tahun tidak sadarkan diri setelah merasakan nyeri dada, kemudian oleh keluarganya segera di bawa ke RS terdekat. Perawat triage segera membawa klien menuju kritikal care untk dilakukan RJP karena nadi tidak teraba. Setelah beberapa menit dilakukan RJP 5 siklus dan di cek nadi tidak teraba, kemudian diulang s.d 5 siklus lagi, tetap nadi tidak teraba, dan dinyatakan nyawa klien tidak tertolong. Pihak keluarga marah dan melaporkan kejadian ke kepolisian karena dianggap perawat lalai dalam melaksanakan prosedural. Kelalaian apakah yang dilakukan oleh perawat emergency room dalam menangani kasus tersebut ?
Pelaksanaan RJP tidak sesuai prosedur
Klien seharusnya langsung ditangani di triage
Pemberian informed consent RJP
Perawat triage salah menempatkan prioritas
Tidak melaksanakan disharge planning
Seorang perempuan usia 25 tahun di rawat di ICU karena menderita kerusakan otak anoksia akibat kecelakaan kendaran bermotor. Kondisi sekarang vegetatif menetap dan diberi makan melalui NGT. Keluarga pasien menghendaki pencabutan NGT dikarenakan kondisi klien yang semakin hari tidak ada perubahan selama kurang lebih 2 minggu terakhir. Bagaimanakah tindakan perawat untuk menanggapi keluarga klien tersebut berdasarkan hukum, etik dan legal keperawatan ?
Segera mencabut NGT sesuai dengan permintaan keluarga
Menganjurkan keluarga untuk bersabar dan mengurungkan niatnya
Memberikan lembar persetujuan/penolakan tindakan medis dan keperawatan
Menolak keluarga dengan alasan mempertahankan keadaan klien
Menjelaskan ulang fungsi pemsangan NGT pada keluarga klien tersebut
Seorang laki-laki berusia 35 tahun, datang di UGD dengan luka tusuk pada bagian dada, pasien nampak kesulitan bernapas, terdapat tarikan otot interkostalis saat bernafas. Tekanan Darah 140/80 mmHg, frekuensi nadi 90 x/menit, suhu 37’5ºC, frekuensi nafas 34 x/menit. Saat dilakukan pemeriksaan terdapat hembusan udara dari luka bekas tusukan. Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat dengan segera?
Memasang balutan kasa 3 sisi
Menutup rapat luka dengan kasa lembab
Membiarkan luka tetap terbuka
Melakukan penjahitan pada luka
Mengompres luka dengan NaCl 0,9%
Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada dan dada terasa berdebar-debar. Hasil pemeriksan fisik : Keadaan umum lemah, frekuensi nadi : 90 x/menit, Frekuensi nafas 24 x/menit, TD 140/90 mmHg. Hasil pemeriksaan EKG didapatkan adanya ST elevasi dan T inversi. Kedua kaki tampak bengkak. Klien takut dengan keadaan penyakitnya. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas ? …
Nyeri
Cemas
Intoleransi aktivitas
Kelebihan volume cairan
Penurunan curah jantung
Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke UGD dengan riwayat kejang di rumah. Hasil pemeriksaan menunjukkan klien mengalami henti nafas, TD : 100/80 mmHg, frekuensi nadi 80 x/menit. Tindakan apa yang pertama dilakukan pada pasien tersebut ?
Memasang infus
Memberikan oksigen
Memberikan nafas buatan
Mempertahankan jalan nafas
Melakukan resusitasi jantung paru
Seorang laki-laki berusia 23 tahun. Berat badan 50 kg datang ke UGD dengan luka bakar karena ledakan tabung gas elpiji di dalam dapur tertutup. Terdapat luka bakar pada kedua tangan, perut dan dada. Hasil pemeriksaan menunjukkan frekuensi nadi 60 x/menit teraba di brachialis. Akral dingin dan basah, batuk-batuk dengan dahak bercampur jelaga, suara klien parau. Apa tindakan yang perlu dilakukan segera pada kasus di atas ? …
Mencuci luka
Melakukan perawatan luka
Guyur tubuh dengan es untuk mendinginkan
Pasang oksigenasi dan siapkan intubasi bila diperlukan
Menunggu hasil foto thorax untuk membuktikan trauma pada jaringan paru
Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke UGD diantar oleh keluarganya dengan kondisi tidak sadarkan diri. Hasil pemeriksaan TD 190/100 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi nafas 28 x/menit. Ketika akan dilakukan perawatan pada klien, keluarga menolak untuk dirawat. Apa tindakan yang dilakukan perawat pada kasus di atas ? …
Memberikan tindakan alternatif pada klien
Membiarkan klien untuk dirawat di ruang IGD
Memberikan informed consent pada keluarga klien
Menjelaskan alternatif pembiayaan yang dapat dilakukan
Memberikan penjelasan pada keluarga tentang kondisi klien dan pengobatannya
