NEW
Font size
WorksheetsObgyn 4
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Seorang pasien perempuan berusia 30 tahun, dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut bawah mendadak. Pasien tidak mengeluhkan adanya demam dan keputihan. Pasien baru saja lepas IUD 1,5 bulan yang lalu karena berencana untuk haml kembali. Pemeriksaan fisik tekanan darah 70/palpasi, nadi 115x/menit, laju nafas 24x/menit, konjungtiva anemis, abdomen distensi, nyeri tekan dan nyeri lepas (+), perdarahan pervaginam (+), nyeri goyang serviks (+), Hb 6,6gr/dl, pemeriksaan kehamilan (+).
Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah..
kehamilan ektopik terganggu
abortus iminens
kista ovarium yang rupture
appendicitis akut
Seorang perempuan berusia 40 tahun, G4P3A0, datang ke puskesmas dengan keluhan timbul pendarahan dari jalan lahir setelah 6 minggu terlambat menstruasi sejak tadi pagi. Pasien mengaku dari vagina sudah keluar gumpalan darah yang disertai selaput. Perdarahan berhenti setelah gumpalan tersebut keluar. Pemeriksaan inspekulo menunjukkan bahwa serviks menutup tanpa adanya darah. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan tes kehamilan (+).
Diagnosis yang paling tepat pada pasien di atas adalah..
abortus komplit
abortus inkomplet
abortus imminens
abortus insipiens
Dian, 39 tahun,P5A0, setelah melahirkan bayi 40 menit yang lalu, plasenta masih belum lahir. Perdarahan pervaginam dalam batas normal, tanda vital dalam batas normal. Tinggi fundus uteri 2 jari diatas pusat, kontraksi uterus baik.
Apakah diagnosis yang tepat untuk pasus diatas ?
retensio placenta
persalinan kala III
rupture uteri
atonia uteri
Dini, 20 tahun, G1P0A0, hamil 18 minggu, datang dengan perdarhan pervaginam sejak 2 hari yang lalu. Ia juga pernah mengalami hal yang sama dua bulan yang lalu. OUE tertutup.
Diagnosis yang tepat untuk kasus ini adalah..
plasenta previa
solusio plasenta
vasa previa
abortus iminens
abortus insipient
Ny. Liontin, 32 tahun, G1P0A0, saat ini kehamilan 20 minggu datang dengan perdarahan pervaginam. Pada pemeriksaan ditemukan OUE terbuka. Tampak teraba adanya jaringan.
Diagnosis yang sesuai adalah…
abortus imminens
abortus insipiens
abortus inkomplit
abortus komplit
plasenta previa
Seorang wanita berusia 28 tahun yang sudah menikah 2 tahun,telat haid 3 bulan. mengeluarkan darah menggumpal-gumpal sejak 2 hari yang lalu.Ia juga mengalami mual dan muntah,tinggi fundus uteri 1 jari dibawah pusat, plano test positif. Diagnosis yang mungkin pada pasien ini?
Abortus imminens
Hiperemis gravidum
Abortus insipiens
Mola hidatidosa
Preeklampsia
Seorang wanita 24 tahun datang dengan keluhan perdarahan pevaginam selama 1 minggu dan demam. Pasien ini belum menikah,terlambat haid selama 9 minggu. Ada riwayat minum obat-obatan dari temannya. Dari pemeriksaan dalam didapatkan flek(+),bau, portio terbuka dan teraba jaringan. Diagnosis yang paling tepat pada pasien ini?
Abortus iminens
Abortus insipient
Abortus inkomplit
Abortus septic
Abortus spontan
Seorang wanita umur 20 tahun P2A2 di rujuk dari bidan karena melahirkan 1 jam yang lalu tapi plasenta belum lahir lengkap,kondisi lemah,pucat TD 110/70 perdarahan banyak dan kental. Apakah penangan yang paling pertama?
Pemberian uteronika
Vaginal tamponade
Manual placenta
Infus cairan
Transfuse darah
Seorang wanita 45 tahun dibawah oleh bidan ke puskesmas dengan keluhan perdarahan pervaginam setelah melahirkan anak ketujuh dengan BB lahir 4800 gr. Plasenta lahir 5 menit setelah bayi lahir. Setelah lahir plasenta keluar perdarahan yang banyak. Pada pemfis didapatkan TFU 2 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baik. Pada pemeriksaan inspekulo darah keluar aktif dari vagina. Penyebab perdarahan pada pasien ini adalah?
Robekan vagina
Sisa plasenta
Atonia uteri
Gangguan pembekuan darah
Placenta previa
Perempuan 35 tahun G1P0A0, mengalami perdarahan pervaginam sejak 3 jam yang lalu, pasien merasa hamil 18 minggu, pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, nyeri tekan (-), defans muskular (-). Pada pemeriksaan dalam ditemukan darah (+), pembukaan 1 cm, dan tidak teraba jaringan/bagian janin. Apakah diagnosis pasien tersebut?
KET
Abortus inkomplit
Abortus imminens
Abortus komplit
Abortus insipiens
Perempuan usia 45 tahun, G6P4A1 usia kehamilan 9 bulan datang dengan keluhan perdarahan pervaginam. Sebelumnya pasien sudah melahirkan dan ditolong oleh dukun dengan cara didorong perutnya untuk membantu proses persalinan. Pemeriksaan tanda vital menunjukkan tanda syok. Pemeriksaan fisik ditemukan adanya nyeri simfisis (+), bundle ring dan bagian janin teraba. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Solusio plasenta
Ruptur uteri
Inversio uteri
Plasenta previa
Prolaps uteri
Seorang pasien wanita post partum anak sudah lahir, tetapi plasenta belum. Lalu tampak darah menyemprot tiba-tiba. Tindakan yang dilakukan :
Tarik plasenta
Masase uterus
Kompresi bimanual
Manual plasenta
Penarikan tali pusat terkendali
Seorang wanita 38 tahun G3P2A0H2 datang ke IGD dengan perdarahan sedikit pervaginam. Dari anamnesis pasien sudah telat menstruasi 5 bulan. Saat telat 2 bulan pasien sudah dipastikan hamil oleh dokter dari pemeriksaan USG. Anak terkecil pasien berusia 8 tahun. Pada pemeriksaan fisik KU baik, tinggi fundus 3 jari diatas simpisis pubis, pada pemeriksaan VT didapatkan perdarahan pervaginam, OUE tertutup, besar uterus sesuai pemeriksaan dari luar, plano test (-).
Diagnosis pada pasien ini :
Abortus imminens
Abortus insipiens
Abortus komplit
Abortus inkomplit
Missed abortion
Seorang wanita usia 30 tahun, P2A0, mengalami perdarahan yang tidak berhenti setelah melahirkan 2 minggu yang lalu. KU ibu baik, Hb 9 g/dl, leukosit 7800/mm3, trombosit normal, uterus lembek tinggi fundus 3 jari diatas simpisis pubis.
Diagnosis pada pasien ini :
Kelainan pembekuan
Involusi uteri
Sisa plasenta
Infeksi nifas
Prolaps uteri
Seorang perempuan 23 tahun g1poao usia kehamilan 38 minggu datang dengan keluhan perut nyeri setelah terjatuh dari sepeda motor. dari hasil pemeriksaan diperoleh keluhan kesakitan, ku : lemah TD 110/70 mmHg, rr 22x/menit, hr 92x/menit t : 37,2 oc. leopold 1 ditemukan bagian lunak dan bulat, leopold 2 sebelah kiri trdpt tahanan memanjang leopold 3 : terdapat bagian bulat keras leopold 4 kepala sudah masuk pinggul. his (-) pembukaan (-) djj 150 x/menit VT pembukaan (-) effacement 10% selaput ketuban (+) terdapat darah kehitaman di ostium uteri externa. diagnosis....
atonia uteri
ruptur uteri
vasa previa
solusio plasenta
plasenta previa
Seorang wanita G2P0A1 berusia 29 tahun merasa hamil 2 bulan karena 2 hari ini mengalami perdarahan pervaginam dan nyeri perut hebat. Pada pemeriksaan didapatkan pasien tampak pucat. Tekanan darah 80/60, nadi 104x, nafas 18x, suhu 37.6 C. Dimanakah letak tersering kejadian tersebut ?
Ampula tuba
Fimbria
Pars istmi tuba
Pars intersisial tuba
Uterus
Seorang wanita, 25 tahun, dirujuk oleh bidan ke UGD dengan pasca melahirkan 2 jam yang lalu. Setelah plasenta lahir, keluar benjolan dari jalan lahir disertai perdarahan yang banyak. Pada inspeksi tampak benjolan dengan permukaan yang tidak rata. Diagnosa pasien adalah ?
Inversio uteri
Ruptur uteri
Ruptur vagina
Mioma uteri
Prolaps uteri
Wanita hamil 8 mgg datang dengan keluhan nyeri perut, dan perdarahan jalan lahir. Pemeriksaan bimanual : cavum douglas menonjol, nyeri goyang portio +. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan ?
USG
Histerosalpingografi
Angiografi
Salpingografi
Salpingektomi
Wanita berusia 39 tahun G6P4A0 dengan usia kehamilan 8 minggu datang ke praktek dokter dengan keluan keluar bercak darah dan perut terasa mules. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 125/80, nadi 118x, nafas 24x, suhu 36.5 C. Tinggi fundus uteri setinggi pertengahan simpisis dan umbilikal.
Pemeriksaan yang perlu dilakukan selanjutnya adalah ?
Protein darah
Beta HCG
Darah rutin
CT scan abdomen
USG abdomen
Seorang ibu usia 32 tahun G3P2A0 dengan usia kehamilan 28 minggu datang ke IGD dengan keluhan perdarahan banyak tanpa disertai nyeri. Dari pemeriksaan fisis didapatkan TD 100/80 HR 90 RR 20 dan TFU setengah pusat-proc xyphoid. DJJ (+). Apa kemungkinan diagnosis ?
Solutio plasenta
Plasenta previa
Abortus iminens
Abortus insipiens
Kehamilan ectopic lanjut
Seorang perempuan usia 20 tahun G3P2A0 datang dengan perdarahan pervaginam setelah melahirkan anak ketiga di bidan 5 jam yang lalu dengan plasenta lahir lengkap. Dari pemeriksaan fisik tampak keadaan umum sakit berat, somnolen, tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 140x/ menit, nafas 24x/ menit, suhu 36.7oC, konjungtiva anemis. Dari pemeriksaan fundus teraba 3 jari di atas umbilikus. Apa kemungkinan penyebab perdarahan pada pasien ini ?
Laserasi jalan lahir
Atonia uteri
Inversio uteri
Retention plasenta
Kelainan pembekuan darah
Wanita 25 tahun P2A0 datang ke rumah sakit setelah melahirkan 1 jam yang lalu di puskesmas, plasenta belum keluar, sudah dilakukan manajemen aktif kala 3. OUI terbuka. tindakan apa yang dilakukan di UGD ?
Injeksi oksitocin 10 IU im
Injeksi methilergometrin 0,2 mg IV
misoprostol 1000mcg per rectal
lakukan kuretase post partum
lakukan manual placenta
ibu dengan G8P7A0 setelah melahirkan di bidan dan mengalami perdarahan jalan lahir, kontraksi uterus–. VS : TD 90/50, nadi 100x/ mnt, RR 24x/ mnt. penatalaksanaan awal dari kasus tsb ?
bimanual kompresi
tranfusi darah
misoprostol
Histerektomi
Jahit perineum
Wanita usia 27 tahun G2P1A0 dengan usia kehamilan 32 minggu datang untuk pemeriksaan ANC pertama kali. Berat badan Ibu 40 kg dan tinggi badan 159 cm. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan TFU setengah simfisis dan pusat. Apa kemungkinan yang terjadi pada bayi tersebut?
Mikrosefali
Makrosefali
Gemelli
Hidrosefalus
Pertumbuhan janin terhambat
Seorang perempuan usia 29 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 37 minggu datang ke IGD RS dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir. Darah yang keluar berwarna merah segar, Keluhan tidak disertai dengan nyeri perut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, denyut nadi 88 x/menit, frekuensi nafas 20 x/menit dan suhu 36,5⁰C. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut?
Solusio plasenta
Abortus inkomplet
Plasenta previa
Ruptur uterus
Abortus imminens
Seorang wanita usia 28 tahun, G1P0A0 usia kehamilan 39 minggu datang dengan keluhan perdarahan hebat sesaat setelah pecah ketuban. Darah berwarna merah terang tanpa disertai nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 100 x/menit, frekuensi nafas 20 x/menit dan suhu 36,5⁰C. pada pemeriksaan inspekulo tampak pembuluh darah pada selaput ketuban di depan ostium uteri internum. Apa diagnosis yang tepat?
Plasenta previa
Solusio plasenta
Tali pusat terkemuka
Tali pusat menumbung
Vasa previa
Seorang perempuan usia 37 tahun, P3A0 dibawa ke rumah sakit dengan keluhan perdarahan jalan lahir sejak 2 jam post partum. Keluhan disertai nyeri yang sangat hebat. Pasien diketahui riwayat plasenta ditarik keluar dengan cepat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 104 x/menit, frekuensi nafas 20x/menit dan suhu 36,7⁰C. Fundus uteri tidak teraba, terdapat benjolan kemerahan seperti beludru yang keluar dari jalan lahir dengan permukaan berdungkul dungkul. Apakah diagnosis yang tepat?
Inversio Uteri
Atonia Uteri
Ruptur uteri
Tumor jinak uteri
Mioma uteri
Seorang perempuan usia 32 tahun, P3A0 datang ke rumah sakit dengan keluhan perdarahan yang mengalir dari jalan lahir. Pasien diketahui riwayat melahirkan 1 jam yang lalu dibantu dukun. Pada tekanan darah 110/80 mmHg, denyut nadi 94 x/menit, frekuensi nafas 18 x/menit dan suhu 37,2⁰C. Kontraksi uterus baik, plasenta lahir lengkap. Pemeriksaan laserasi jalan lahir mengenai musculus spinter ani interna. Berapakah derajat ruptur perineum kasus tersebut?
Ruptur perineum derajat 2
Ruptur perineum derajat 4
Ruptur perineum derajat 3A
Ruptur perineum derajat 3B
Ruptur perineum derajat 3C
Ibu dengan P2A0 post partum datang dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir. Pada pemeriksaan didapatkan kontraksi uterus baik, uterus setinggi pusat dalam 2 jam pasca- melahirkan. Pada pemeriksaan vagina didapatkan robekan mukosa vagina, kulit, otot dan mukosa rektum, hingga komisura posterior. Derajat berapakah rupture perineum pada pasien?
I
II
IIIA
IIB
IV
Seorang perempuan usia 34 tahun, G2P1A0 Usia Kehamilan 32 minggu datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 88 x/menit, frekuensi nafas 18 x/menit dan suhu 37,5⁰C. Fundus Uteri setinggi umbilicus. DJJ 136 x/menit, gerakan janin (+). Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut?
IUGR
IUFD
Giant Baby
Gemeli
Missed Abortion
