NEW
Font size
WorksheetsPuisi
Total questions: 20
Worksheet time: 39mins
Perhatikan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
Bola matanya yang indah
Indahnya menjalani kehidupan
Seorang pemuda yang sedang senang
Pada waktu sore hari
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Hati yang terbuat dari baja
Tangguh sungguh perkasa
Kata baja dalam baris puisi tersebut bisa melambangkan....
Kerasnya menjalani hidup
Sulitnya menjalani hidup
Manusia harus adapat menjalani cobaan hidup
Kekuatan yang sulit dipecahkan
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Suasana yang ingin ditunjukan dalam puisi “sajak putih” ini adalah....
Kebahagiaan
Keindahan
Kesedihan
Kebaikan
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kata bercetak miring dalam penggalan puisi di atas mengandung citraan . . . .
Pendengaran
Penglihatan
Penciuman
Perasaan
TSUNAMI: JERITAN HATI
Karya: Yulia Puspa
Tangisan terus terdengar
seakan alam tak mau kompromi
manusia terjajar
terkapar . . . .
hanya doa yang terucap untuk saudara kami
Citraan pendengaran terdapat pada baris . . . .
kesatu dan ketiga
kedua dan keempat
kesatu dan kelima
kedua dan ketiga
Perhatikan kutipan puisi berikut!
...
Wahai sahabat
Untuk slamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Untukmu sahabat
...
Tema puisi tersebut adalah ....
Persahabatan
Kelelahan
Perdamaian
Kepercayaan
Ada Tilgram Tiba Senja
....
Ada podang pulang ke sarang
Tembangnya panjang berulang-ulang
pulang ya pulang, hai petualang!
Ketapang. Ketapang yang kembang
Berumpun di perigi tua
Anakku datang anakku pulang
Kembali kucium, kembali kuraba
Tema puisi tersebut adalah ....
Bunga yang berkembang
Pulangnya anak tersayang
Kegembiraan seorang anak
Pulangnya sang kepodang
Perhatikan puisi berikut!
HAMPA
Sepi di luar
Sepi menekan mendesak
Lurus kaku pohonan
Tak bergerak
Sampai ke puncak
Sepi memagut
Segala menanti, menanti, menanti
Sepi
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa.
Karya Chairil Anwar
Amanat yang tepat dalam puisi tersebut adalah . . . .
Hendaknya jangan membuat sseorang harus menunggu.
Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan.
Menunggu adalah pekerjaan yang menyedihkan manusia.
Hendaknya seseorang menghindari kebiasaan menunggu.
Perhatikan puisi berikut!
Sebuah jendela kaca membentang dunia lama
dalam suram dari murung senja
bersama ketukan jari hujan
dan di hati bangkit kemanisan
yang berakhir negeri sendiri
yang lalu tak kan surut lagi
Amanat yang terkandung dalam kutipan puisi di atas adalah . . . .
Janganlah suka bermain air hujan.
Janganlah terlalu memikirkan masa lalu.
Janganlah masalah disimpan dalam hati.
Janganlah membiarkan jendela terbuka.
Perhatikan kutipan puisi berikut!
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas anakku sayang
pergi ke hidup bebas
selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinari daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
Suasana puisi tersebut adalah . . . .
mengharukan
mengecewakan
menyedihkan
menjengkelkan
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Suatu senja di kala sunyi
Nelayan itu berjalan tegap
Ke arah debur ombak berbunyi
Dikelilingi cuaca gelap
(“Nelayan” karya Helmi Nasution)
Penggalan puisi di atas menceritakan . . . .
para nelayan yang pergi melaut setelah sore tiba di rumah
para nelayan yang seharian mencari ikan di laut lepas baru kembali setelah larut malam
para nelayan yang mencari ikan di laut lepas pada malam hari dan pagi hari baru kembali
para nelayan yang mencari ikan di laut lepas baru mendengar suara ombak setelah malam hari
Perhatikan puisi berikut!
BILA NABATI TERSUNGKUR
Kucoba berjalan menapaki pertiwi nan luas
sambil menatap perutnya yang berhias panorama indah
Jejeran pohon sambil melambai siapapun yang lewat
tersirat makna: Aku di sini, seolah dia berucap
Akulah pelindung dari surya yang memuntahkan sengatan panas
Akulah penelan gelombang air yang siap menenggelamkan
Akulah pelindung hewani yang berkeliaran tanpa arah
Cobalah gunakan setetes aqliyah
Karya: Faisal Hakiki
Pesan yang terkandung dalam penggalan puisi di atas adalah . . . .
hutan adalah pelindung dari panas
bencana banjir adalah karena penebangan hutan
hutan adalah pelindung dari bencana banjir
bencana terjadi karena ulah manusia sendiri
Ladang Petani
Karya A. Hasjmi
Tersisih jauh di luar kota,
Mendatar ladang setentang mata,
Dalamnya penuh tanam-tanaman,
Senang riang pandangan mata,
Damai aman hati dan sukma,
Di tengah-tengah tanaman muda,
Petani berdiri dengan senangnya,
Memandang ladang penuh kejayaan,
Tumbuh-tumbuhan banyak macamnya hanya membayangkan datang zaman sentosa,
Isi puisi tersebut tentang …
Keindahan sawah lading
Tanaman siap panen
Suasana di daerah pertanian
Tumbuhan petani bermacam-macam
Perhatikan cuplikan puisi Amal Hamzah yang berjudul “Laut” berikut ini!
Berdiri aku di tepi pantai
Memandang lepas ke tengah laut
Ombak pulang, memecah berderai
Keribaan pasir rindu berpaut.
Cuplikan puisi di atas melukiskan ....
Keadaan si Aku yang memandangi pantai
Keadaan ombak yang memecah pantai
Keindahan laut dengan ombaknya yang memecah pantai
Keadaan pasir laut yang memenuhi pantai
Perhatikan cuplikan puisi berikut!
“Aku”
Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Kata yang mengandung makna simbolik pada kutipan puisi di atas adalah ....
waktu
sedu sedan
merayu
binatang jalang
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Berdiri aku di tepi pantai
Memandang lepas ketengah laut
Ombak pulang, memecah berderai
Keribaan pasir rindu berpaut
Larik ke-2 puisi di atas mengandung citraan ....
penglihatan
pendengaran
perabaan
perasaan
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Wahai sahabat
Untuk slamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Untukmu sahabat
Tema puisi tersebut adalah ....
Persahabatan
Kelelahan
Perdamaian
Kepercayaan
Pedang di kanan dan keris di kiri
Berselempang semangat tak bisa mati
Ini barisan tak bergenderung-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Penggalan puisi Chairil Anwar di atas melukiskan ....
semangat yang terbelenggu
sikap pasrah terhadap Tuhan
perjuangan tanpa senjata
semnagat perjuangan yang pantang meyerah
Perhatikan puisi berikut dengan seksama !
Tadi siang kulihat
Pejabat !
Terlihat mata kuyup
penuh harap
Rupanya angin dan awan
tlah membangkitkan
hati dan jiwanya
yang dulu beku dan bisu
yang dulu tawar dan hambar
Terakhir kulihat
Pejabat!
Tersenyum lebar
Menyematkan kuntum bunga
di bibirnya
Di tangan kanannya
tergenggam erat
sebuah pernyataan :
Camkan keadilan !
Pejabat !
Khianat !
Tamat !
Dari puisi di atas, pengarang menggambarkan seorang pejabat sebagai orang yang....
Ingin membangkitkan hati dan jiwanya
Ingin menyematkan kuntum bunga di bibirnya
Ingin menegakkan keadilan
Bersifat khianat kepada rakyat
Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Di mana pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselubung semangat yang tak bisa mati
………
(Diponegoro: Chairil anwar)
Makna yang terkandung dalam kutipan puisi tersebut adalah….
Sekarang ini Indonesia harus membangun semangat juang para pahlawan.
Jangan gentar menghadapi masalah pembangunan apa saja.
Semangat juang para pahlawan harus diteladani dalam membangun negeri.
Pedang dan keris adalah senjata yang ampuh digunakan untuk berjuang.
