Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal TO Ukom Keperawatan 2020

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

1. Seorang perawat melakukan pengkajian pada suatu keluarga di suatu desa. Hasil pengkajian: terdapat seorang anak (5 tahun) selalu menangis jika menginginkan sesuatu. Hal ini membuat anggota keluarga menyerah dan selalu memenuhi keinginan dari anaknya tersebut. Apakah tipe landasan kekuasaan yang diterapkan pada keluarga tersebut?

a)

Kekuasaan afektif

b)

Kekuasaan tak-berdaya

c)

Kekuasaan referen

d)

Kekuasaan memaksa

e)

Kekuasaan manajemen ketegangan

2.

Seorang perawat melakukan pengkajian pada suatu keluarga. Hasil pengkajian: keluarga terdiri dari ayah, ibu dan 2 anak yang sudah kuliah. Apabila ada masalah dalam keluarga, anak yang paling sulung selalu mencari kesalahan pada adiknya dan ayah akan menengahi perbedaan yang ada diantara anggota keluarga. Apakah peran keluarga yang dijalankan pada kasus tersebut?

a)

Penyelaras

b)

Formal

c)

Informal

d)

Penyalah

e)

Dominator

3.

Hasil pengkajian pada suatu keluarga didapatkan bahwa keluarga terdiri dari suami dan istri dengan satu anak. Suami dan istri sama-sama bekerja di suatu perusahaandengan penghasilan tetap. Istri dapat mengurus rumah tangga dengan baik sambil bekerja. Apakah tipe keluarga pada pengkajian tersebut?

a)

Extended family

b)

Commune family

c)

Dual-earner family

d)

Cohibiting coupel

e)

Dyadie family

4.

Seorang perawat melakukan pengkajian pada suatu keluarga di suatu kelurahan. Hasil pengkajian: terdapat pasangan suami istri yang telah menikah sejak 1 tahun yang lalu. Saat ini istri baru saja melahirkan seorang anak sekitar seminggu yang lalu. Apakah fungsi keluarga yang sedang berlangsung pada keluarga tersebut?

a)

Fungsi reproduksi

b)

Fungsi efektif

c)

Fungsi sosialisasi

d)

Funsi ekonomi

e)

Fungsi keperawatan kesehatan

5.

Seorang perawat saat ini sedang melakukan home visit pada suatu keluarga. Hasil pengkajian: terdapat seorang remaja yang mengeluh nyeri haid dan ini merupakan haid pertama bagi klien. Perawat memberikan pendidikan kesehatan tentang penanganan disminorrhea. Apakah evaluasi hasil keperawatan yang tepat diharapkan?

a)

Klien mengetahui tentang menstruasi

b)

Klien mengetahui tentang cara mengatasi disminore

c)

Nyeri haid pada klien berkurang

d)

Klien mempraktekan cara mengatasi nyeri haid

e)

Klien mengetahui tentang menstruasi dan cara mengatasi disminore

6.

Seorang perawat melakukan pengkajian pada suatu keluarga . hasil pengkajian: seorang ibu baru melahirkan anak kedua 1 bulan yang lalu. Anak pertama berusia 4 tahun. Ibu dan ayah lebih memperhatikan anak keduanya karena masih bayi sehingga anak pertama sering marah-marah pada orang tuanya dan juga berbuat nakal pada diknya.

Apakah tindakan utama yang tepat dilakukan oleh perawat?

a)

Menganjurkan orang tua untuk mencari pengasuh anak

b)

Menjelaskan kepadaa orang tua tentang acra merawat bayi dan balita

c)

Mengahakimi orang tua untuk adil dalam memberikan kasih sayang

d)

Memberikan motivasi pada anak pertama untuk ikut membantu merawat adiknya

e)

Menganjurkan orang tua untuk meluangkan waktu tersendiri pada anak pertama

7.

Seorang perawat melakukan pengkajian pada suatu keluarga disuatu desa. Hasil pengkajian: keluarga dengan pasangan muda yang baru saja melahirkan seorang anak 2 bulan yang lalu. Ibu tampak kelelahan dan menegeluh kurang tidur karena sibuk mengurus bayi dan rumah, sedangkan ayah hanya bekerja, sering bepergian dengan temanya dan tidak membantu istrinya saat dirumah. Apakah intervensi yang tepat dilakukan oleh perawat?

a)

Ajarkan teknik relaksasi autogenik

b)

Motivasi ayah dan ibu umtuk berbagi dalam mengurus urusan rumah tangga

c)

Anjurkan ayah untuk melkaukan pekerjaan rumah tangga

d)

Memnberikan pendidikan kesehatan tentang peran orang tua

e)

Diskusikan dengan anggota keluarga tentang ketidaksesuain peran

8.

Seorang perawat melakukan pengkajian pada suatu keluarga. Hasil pengkajian: terdapat seorang bapak(49 tahun) mengeluh luka pada kaki, luka tampak kemerahan, bernanah dan berbau. Klien memiliki riwayat DM sejak 2 tahun yang lalu namun keluarga hanya memberikan obat tradisional kepda klien. Apakah tindakan yang tepat dilakukan oleh perawat?

a)

Merujuk klien ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat

b)

Memberikan pendidikan kesehatan tentang penanganan DM

c)

Melakukan perawatan luka

d)

Menjelaskan tentang pengobatan tradisional yang tepat unruk penserita DM

e)

Memberikan obat sesuai dengan keluhan

9.

Seorang perawat dikirim ke puskesmas untuk mengikuti loka karya mini kelurahan . Perawat memberikan pengajuan program pemenuhan bantuan transportasi bagi penderita TB dengan kondisi tidak mampu yang dirahapkan dapat dikeluarkan dari dana kelurahan. Apakah peran perawat puskesmas dalam situasi tersebut?

a)

Manajer

b)

Pendidik kesehatan

c)

Pembuat kebijakan

d)

Pemberi layanan kesehatan

e)

Advokator

10.

Seorang perawat melakukan survei komunitas di suatu kecamatan. Hasil pengkajian: terdapat suatu kelurahan yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol setiap melaksanakan suatu kegiatan perayaan dikeluarga tersebut. Apakah faktor determinal yang mempengaruhi kesehatan warga keluran tersebut?

a)

Faktor konstitusional

b)

Faktor individual

c)

Faktor gaya hidup

d)

Faktor sosial

e)

Faktor sosio ekonomi

11.

Seorang perawat melakukan skrining disuatu pertembangan untuk mengetahui penyakit pneumonicoisis yang dialami pekerja tambang. Perawat memastikan bahwa alat yang memiliki konsistensi keakuratan hasil pemeriksaan pada saat digunakan dalam menilai kondisi kesehatan pekerja. Apakah prinsip skrining yang dilakukan perawat agar program tersebut berhasil?

a)

Reliaabilitas

b)

Validitas

c)

Kapabilitas

d)

Efektipitas

e)

Evisien

12.

Tim perawat puskesmas melakukan survei lingkungan kesuatu desa pedalaman. Hasil pengkajian: sebagian besar warga memiliki jamban yang pembuangan tidak keseptik tank. Ada warga yang mengaliri pembuangan toiletnya kekolam dan ada yang menampungnya dengan lobang galian yang terbuka. Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pertama kali?

a)

Memfasilitasi warga untuk membuat jamban yang sehat dan baik

b)

Memberikan penjelaskan kepada warga tentang pembuatan jamban yang sehat

c)

Mengajukan permohonan program jamban sehat kepada pemerintah setempat

d)

Bergotong royong bersama warga untuk membuat jamban yang sehat

e)

Mengajukan permohonan untuk pembuatan WC yang umum sehat kepemerintahan setempat

13.

Seorang perawat yang bekerja didinas kesehatan melakukan pengumpulan data jumlah penderita cholera diberbagai puskesmas diwilayah dinas kesehatan tersebut. Apakah bentuk interfensi yang dilakukan oleh perawat komunitas tersebut?

a)

Surveilans komunitas

b)

Pendidikan kesehatan cholera

c)

Investigasi kasus

d)

Monitoring kesehatan

e)

Perencana program

14.

Di suatu desa terdapat masalah pengelolaan sampah yang tidak baik. Hasil pengkajian perawat: tidak terdapat tempat pembuangan sampah umum yang dapat menampung sampah rumah tanggga yang ada di masyarakat dan banyak anak usia sekolah di desa tersebut yang sering mengalami diare. Apakah jenis data yang didapatkan oleh perawat pada kasus?

a)

Data sekunder

b)

Data primer

c)

Data statistik

d)

Data subjektif

e)

Data objektif

15.

Seorang perawat puskesmas melakukan pendataan di suatu RW. Hasil pengkajian: terdapat 12 orang masyarakat di RW tersebut yang menderita penyakit diabetes . para penderita diabetes tersebut memiliki kesulitan dalam mengatur porsi makan harian dan melakukan aktifitas fisik secara rutin. Apakah tindakan yang tepat dilakukan perawat untuk manangani perrmasalahan kasus tersebut?

a)

Membentuk program kelompok dukungan

b)

Memberikan pengajaran terkait proses penyakit

c)

Melakukan pengajaran kelompok

d)

Melakukan diskusi kelompok kecil

e)

Manajemen diri: penyakit akut

16.

Seorang perawat komunitas membuat sebuah kebijakan dengan melarang para penderita penyakit flu burung dari wilayah perbatasan untuk masuk ke wilayahnya. Perawat mealkukan seleksi ketat pada pendatang yang melintasi perbatasan dengan melakukan penilaaian sensor panas. Apakah bentuk upaya pencegahan kesehatan yang dilakukan oleh perawat?

a)

Pencegahan tersier

b)

Pencegahan sekunder

c)

Pencegahan primer

d)

Promosi kesehatan

e)

Kuratif

17.

Seorang perawat puskesmas merujuk ke RS dengan suspect cysta pasien tidak mau dirujuk karena tidak memiliki biaya perawat kemudian memberikan informasi kepada pasien terkait keuntungan dan kerugian mealkukan pemeriksaan. Perawat juga mengarahkan pasien untuk mneggunkan jaminan kesehatn untuk meringankan biaya pengobatan. Apakah peran perawat komunitas yang sedang dijalankan oleh perawat tersebut?

a)

Manajer kasus

b)

Pelaksana asuhan keperawatan

c)

Pendidik

d)

Advokat

e)

Konselor

18.

Seorang perawat mengunjungi suatu keluarga yang berangotakan seorang lansia(76 tahun) Dan suami nya. Klien memliki 5 orang anak, 4 diantaranya telah menikah dan berdomisili di luar kota. Anak ke-3 meninggal leukimia pada usia 5 tahun saat ini, klien hanya disibukan dengan mengurusi suaminya yang mulai lemah dan sakit. Apakah data yang sedang dikaji oleh pearwat keluarga tersebut?

a)

Masalah keluarga

b)

Struktur dan fungsi keluarga

c)

Perawatan kesehatan keluarga

d)

Stress dan koping keluarga

e)

Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

19.

Seorang perawat mengunjugi keluarga binaan yang terdiri kakek, nenek. Ibu, ayah, dan bayi tahun). Ayah dan ibu bekerja seharinya sedangkan bayi dititip kepada kakek dan nenek. Saat ini bayi masih mengkomsumsi ASI karena selalu menyimpan stok ASI. Ayah dan ibu mengatakan bahwa bayi cerewal. Jika bersama mereka dan nyaman jika digendong kakek dan nenek nya. Apakah komponen fungsi keluarga yang sedang dikaji oleh perawat?

a)

Perawatan kesehatan

b)

Ekonomi

c)

Afektif

d)

Reproduksi

e)

Sosialisasi

20.

Seorang perawat mealkukan pengakjian pada seorang lansia tahun) dengan DM sejak 6 bulan yang lalu. Hasil pengkajian: nilai GDS kl 230 gr/ dl, tanpa adanya luka gangren yang dibalut perban pada area jempol kaki kanan dan keluarga memberikan obat merah untuk perwatan luka klien. Perawat menyarankan untuk segera membawa klien ke puskesmas, namun keluarga menolong. Bagaimana sifat perawat terhadap respon keluarga tersebut?

a)

Melaporkan klien ke puskesmas

b)

Menawarkan diri untuk mengantarkan klien ke puskesmas

c)

Membujuk keluarga untuk merujuk ke puskesmas

d)

Menggali penyebab keluarga tidak ingin membawa klien ke puskesmas

e)

Memberi kesempatan keluarga untuk mempergunakan keputusannya

21.

Suatu keluarga terdiri dar ayah(65 tahun), ibu(60 tahun) dan 8 orang anak. Awalnya keluarga harmonis, saling mendukung dan berusaha keluarga berkembang pesat. Namun sejak 1 tahun belakangan, usaha keluarga makin sulit, jatuh bangkrut dan anak ke-4 terlibat penyalahgunaan narkoba hingga mengakibatkan anggota keluarga saling menyalahkan. Berdasarkan kasus, apakah strategi koping yang dicerminkan keluarga?

a)

Abnormal

b)

Destruktif

c)

Corrupt

d)

Devastate

e)

Difungsional

22.

Seorang lansia(60 tahun) mengalami hipertensi sejak 5 tahun lalu hasil pengkajian: klien merasa tubuhnya lemas, tengkuk terasa berat, pusing, TD 190/120 mmHg. Obat hipertensi yang biasa dikomsumsi habis 2 minggu yang lalu tapi klien merasa baik-baik saja. Namun beberapa hari terakhir klien merasa gejalan penyakit kambuh saat selesai mengerjakan pekerjaan rumah. Apakah tindakan yang tepat dilakukan perawat?

a)

Menganjurkan klien untuk latihan senam

b)

Meminta klien untuk tidak melalukan pekerjaan yang berat

c)

Memberi obat kepada klien untuk menghilangkan nyeri

d)

Menyarankan klien untuk selalu melakukan kontrol kesehatn secara rutin

e)

Mentarankan klien untuk tidak banyak gerak

23.

Seorang perawat mengunjungi suatu keluarga yang terdiri dari 12 anggota keluarga. Hasil pengkajian: terdapat anak yang mengalami batuk sejak 3 hari yang lalu dan keluarga tidak tahu bagaimana cara penanganan kesehatan yang tepat. Keluarga juga mengatakan tidak mau menggunakan obat dari RS karena cucu mereka mempuyai riwayat alergi obat. Apakah tindakan yang tepat dilakukan oleh perawat?

a)

Menjelaskan kepada keluarga terkait pentingnya berobat kerumah sakit

b)

Mendemonstrasikan kepada keluarga cara mengompres anak yang jatuh sakit

c)

Menyerahkan keputusan pengobatan kepada keluarga sepenuhnya

d)

Menjelaskan kepada keluarga bahwa batuk harus segera ditangani

e)

Menjelaskan kepada keluarga terkait terapi komplementer yang tepat untukmengatasi masalah batu dan mendemosnstrasikan cara pembuatannya

24.

Seorang perawat melakukan pengkajian pada suatu keluarga. Hasil pengkajian: terdapat seorang klien (80 tahun) memilki riwayat asma sejak 5 tahun yang lalu. Seluruh anggota keluarga memutuskan untuk mencari penanganan kesehatan yang tepat dengan membawa klien ke klinik kesehatan terdekat. Apakah tugas kesehatan yang sedang dijalankan oleh keluarga?

a)

Mencari perawatan

b)

Upaya keluarga dalam promosi kesehatan

c)

Respons akut klien dan keluarga terhadap penyakit

d)

Merujuk dan mendapatkan perawatan

e)

Penilaian keluarga terhadap gejala

25.

Seorang perawat melakukan kunjungan pada suatu extended family. Hasil pengkajian: interaksi antar anggota keluarga tampak hangat, kakek dan nenek selalu dihormati dalam setiap pengambilan keputusan dan mereka selalu mengajarkan cucu-cucunya agar dapat berbaur bersama masyarakat serta selalu menghargai setiap pendapat dan keputusan anggota keluarga. Apakah fungsi dasar yang dibangun pada keluarga tersebut?

a)

Reproduksi

b)

Ekonomi

c)

Afektif

d)

Sosialisasi

e)

Pembinaan kesehatan

26.

Seorang perawat melakukan kunjungan rumah kesalah satu tempat keluarga. Hasil pengkajian: terdapat salah seorang anggota keluarga yang mengalami demam sejak tadi pagi mual dankurang nafsu makan. Hasil pemeriksaan suhu tubuh klien 38,5. Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan?

a)

Mengajarkan keluarga terkait cara

pemberian kompres hangat pada anggotakeluarganya yang demam

b)

Memberikan terapi pengobatan paracetamol kepada anggota keluarga yang sakit

c)

Menganjurkan keluarga untuk membawa klien ke fasilitas kesehatan

d)

Menganjurkan klien untuk menggunakan pakaian yang tipis

e)

Menganjurkan klien untuk makan sedikit tapi sering

27.

Seorang laki-laki berusia 42 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan diare kronis sejak sebulan yang lalu. Pasien mempunyai riwayat HIV, mengalami penurunan BB 18 Kg dalam 4 bulan terakhir. Hasil pengkajian: turgor kulit tidak elastis, membran mukosa kering, dan konsentrasi menurun.

Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?

a)

Gangguan proses pikir

b)

Gangguan integritas kulit

c)

Defisit volume cairan tubuh

d)

Gangguan perfusi jaringan perifer

e)

Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

28.

Seorang perempuan berusia 60 tahun dirawat di ruang bedah paska operasi katarak. Pasien direncanakan untuk pulang dan perawat menjelaskan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pasien.

Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Tidak menggosok mata

b)

Tidak memakai kaca mata

c)

Tidak boleh membaca majalah

d)

Tidak menutup mata saat mandi

e)

Tidak boleh diberikan tetes mata

29.

Seorang perempuan berusia 33 tahun dirawat diruangan bedah paska operasi hari pertama pada telinga bagian tengah. Hasil pengkajian: pasien mengatakan nyeri setelah operasi, skala 7 (0-10) dan mual. Ekspresi wajah meringis saat menahan nyeri, masih terasa lemas, dan takut untuk bergerak. Tekanan darah 100/80 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, frekuensi nafas 18 x menit, dan suhu 36,70C.

Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas?

a)

Nyeri akut

b)

Nyeri kronik

c)

Risiko infeksi

d)

Gangguan istirahat tidur

e)

Gangguan mobilitas fisik

30.

Seorang perempuan berusia 63 tahun dirawat di RS dengan DM tipe 2. Hasil pengkajian: pasien tampak lemah, gemetar, keluar keringat dingin, kesadaran somnolen, TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, frekuensi nafas 22 x/menit, suhu 360C. Pasien telah disuntik dengan atracpid 30 menit yang lalu.

Apakah evaluasi tindakan pada kasus tersebut?

a)

Monitor tanda vital

b)

Monitor tetesan infus

c)

Monitor glukosa darah

d)

Monitor balance cairan

e)

Monitor tingkat kesadaran

31.

Seorang laki-laki berusia 69 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas dan kedua kaki bengkak. Sesak dirasakan memberat saat pasien beraktivitas. Hasil pengkajian: pasien terlihat pucat, sianosis, lemah, dan tak berdaya. Tekanan darah 170/100 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit dan lemah, frekuensi nafas 24 x/menit dan dangkal, suhu 370C, foto toraks menunjukkan Cardio Thorax Ratio (CTR) 65%.

Apakah masalah keperawatan yang prioritas pada kasus tersebut?

a)

Intoleransi aktivitas

b)

Pola nafas tidak efektif

c)

Kelebihan volume cairan

d)

Gangguan perfusi jaringan

e)

Penurunan curah jantung

32.

Seorang laki-laki berusia 57 tahun dirawat di RS dengan gagal ginjal kronis. Pasien mendapat terapi pembatasan cairan. Keluarga membawa air putih dari guru spiritual yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit pasien dan menyuruh pasien untuk segera menghabiskannya.

Apakah tindakan yang yang tepat dilakukan perawat?

a)

Melarang keluarga mempercayai hal mistik

b)

Melarang keluarga untuk memberikan pasien air tersebut

c)

Memperbolehkan pasien untuk menghabiskan air tersebut

d)

Memperbolehkan pasien untuk meminum air tersebut sedikit saja

e)

Memperbolehkan pasien meminum air tersebut sesuai takaran intake cairan

33.

Seorang perempuan berusia 37 tahun dirawat di RS dengan keluhan nyeri abdomen pada bagian umbilicus dan tidak nafsu makan. Hasil pengkajian: pasien tampak berkeringat, mengeluh nyeri dan tampak mencari posisi nyaman, skala nyeri 8 serta tidak menghabiskan porsi makan siang.

Apakah tindakan yang tepat dilakukan perawat?

a)

Memposisikan pasien dengan nyaman

b)

Menganjurkan pasien menarik napas dalam

c)

Kolaborasi dalam pemberian terapi analgesik

d)

Kolaborasi dalam pemberian terapi antipiretik

e)

Menganjurkan pasien untuk makan sedikit tapi sering

34.

Seorang laki-laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan bronchopneumonia. Hasil pengkajian: pasien mengeluh sesak napas dengan tidur terganggu akibat batuk, sulit mengeluarkan dahak, auskultasi paru terdengar ronchi dan saat ini pasien terpasang oksigen 3 lpm.

Apakah tindakan mandiri keperawatan yang tepat dilakukan?

a)

Memberikan terapi nebulisasi

b)

Meningkatkan aliran oksien menjadi 4 lpm

c)

Menganjurkan pasien menarik napas dalam

d)

Memposisikan pasien pada posisi semi fowler

e)

Mengajarkan pasien melakukan batuk efektif

35.

Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di RS dengan hepatitis. Hasil pengkajian: pasien mengeluh nafsu makan menurun dan kehilangan miat untuk makan.

Manakah pendidikan kesehatan yang tepat diberikan perawat kepada pasien untuk mempertahankan intake nutrisi yang adekuat?

a)

Memilih makanan yang tinggi lemak

b)

Menganjurkan lebih baik makan hanya tiga kali sehari

c)

Memilih makanan tinggi karbohidrat dan cukup protein

d)

Makan porsi tambahan jika gejala anoreksia tidak berat

e)

Memilih makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat

36.

Seorang laki-laki berusia 67 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan DM tipe 2. Hasil pengkajian: glukosa darah puasa 115 mg/dl, frekuensi napas 22 x/menit, TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 85 x/menit, dan suhu tubuh 38,50C..

Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan?

a)

Kolaborasi pemberian insulin

b)

Kolaborasi pemberian antipiretik

c)

Mengatur posisi pasien semifowler

d)

Menganjurkan pasien untuk menjaga pola diet

e)

Menganjurkan pasien untuk istirahat yang cukup

37.

Seorang laki-laki berumur 59 tahun dirawat di RS mengeluh badan lemas dan luka sulit sembuh di ibu jari kaki kanan selama 1 bulan. Hasil pemeriksaan luka tampak bernanah dan sebagian berwarna kehitaman. Hasil laboratorium GDS 250 Mg/dl. Perawat akan melakukan perawatan luka, sarung tangan bersih sudah digunakan, balutan lama sudah dibuka dan jaringan berwarna hitam sudah dibuang.

Apakah langkah prosedur selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

Mencuci luka

b)

Mengatur posisi tidur

c)

Menjelaskan langkah prosedur

d)

Membuang jaringan yang nekrosis

e)

Menutup luka dengan kassa lembab

38.

Seorang laki-laki berumur 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan DM tipe 2 demgam ulkus pada tumit kiri. Saat ini pasien akan dilakukan penggantian dan perawatan luka. Sebelum dibuka didapatkan data balutan kondisi basah, kotor, dan bernanah. Setelah balutan dibuka, kondisi luka terdapat banyak eksudat, sedikit granulasi, kemerahan disekeliling area luka dan sedikit jaringan mati.

Apakah tindakan keperawatan pertama kali yang dilakukan pada kasus di atas?

a)

Tekan area sekitar luka untuk mengeluarkan eksudat

b)

Lakukan tindakan debridement pada jaringan mati

c)

Bersihkan eksudat menggunakan kassa steril

d)

Irigasi area luka dengan normal salin

e)

Bersihkan aea sekitar luka

39.

Seorang perempuan berumur 30 tahun datang ke poli kulit karena pruritus. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tangan, kaki, dan lengan bagian atas terdapat erythema dan likenifikasi. Berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik, dan test laboratorium klien di diagnosa eksim (eczema).

Apa pendidikan kesehatan yang harus diberikan pada pasien tersebut diatas?

a)

Boleh digaruk dan dikompres dengan air hangat

b)

Hindari makanan berlemak dan kompres dengan air dingin

c)

Sering berkontak dengan material penyebab alergi agar kulit terbiasa

d)

Hindari kontak dengan air, jika ingin menggaruk gunakan sarung tangan

e)

Jangan digaruk, tingkatkan asupan cairan, lakukan distraksi dan relaksasi

40.

Seorang laki-laki berumur 31 tahun tersiram air panas saat mengangkat air baru mendidih dan terkena air panas di dada, perut, dan tangan. Hasil pengkajian: klien mengeluh nyeri dengan skala 6 dan sudah diberikan analgetik drip, dihari yang ke tiga kulit tampak merah dan terdapat bulla, tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi nadi 115 x/menit, frekuensi nafas 28 x/menit, BB = 58 Kg, dan mukosa bibir terlihat kering dengan produksi urin 100 cc/6 jam.

Apakah masalah keperawatan yang prioritas pada kasus tersebut?

a)

Nyeri akut

b)

Resiko infeksi

c)

Defisit volume cairan

d)

Kerusakan integritas kulit

e)

Gangguan pola eliminasi urin

41.

Seorang perempuan berusia 60 tahun dirawat dengan keluhan kelemahan pada kedua kaki. Pasien mengeluh tidak bisa turun dari tempat tidur. Saat dilakukan pemeriksaan fisik, pasien mampu mengangkat kedua kaki tetapi tidak mampu menahan tahanan yang diberikan perawat.

Berapakah nilai kekuatan otot pada kasus tersebut?

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

42.

Seorang perempuan berumur 40 tahun dirawat di ruang interna untuk dipersiapkan operasi struma. Post operasi hari pertama dan kedua dirawat di ruangan HCU. Perawat menerima pasien di ruangan rawat pada hari ketiga ketika sudah bisa dilakukan perawatan luka. Terapy yang didapat adalah Cefotaxim 2 x 1 gram IV, dan Ketorolax injeksi 1 ampul IV.

Apa saja yang perlu dievaluasi pada luka klien tersebut?

a)

Observasi kondisi luka, kultur luka, drainase/drainnya jika terpasang

b)

Apakah ada darah atau cairan lainnya pada balutan yang baru dibuka

c)

Kaji apakah terjadi nyeri sekitar luka, panas, bengkak, dan dainasenya

d)

Amati integritas subkutis, kemerahan, bengkak, nanah/cairan, drainnya

e)

Perhatikan reaksi pasien saat luka dibuka, apakah pasien meringis dan kondisi luka

43.

Seorang laki-laki berusia 57 tahun di bawa ke UGD oleh keluarganya. Keluarga mengatakan klien sudah 3 hari mencret, satu hari 6 kali. Riwayat pekerjaan supir truk luar kota. Ketika dikaji perawat turgor kulit kembali > 3 detik, kulit kering, pasien mengatakan lemah dan lemas, dan terlihat lesi di mukosa mulut, tekanan darah: 130/80 mmHg, frekuensi nafas 25 x/menit, selera makan menurun. Apakah masalah keperawatan utama pada klien tersebut?

a)

Intoleransi aktivitas

b)

Defisit volume cairan

c)

Gangguan integritas kulit

d)

Perubahan perfusi jaringan

e)

Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

44.

Seorang perempuan berusia 42 tahun, dibawa oleh keluarganya ke UGD RS yang terdekat dari rumahnya karena terjadi penurunan kesadaran. Klien mempunyai riwayat stroke non hemoragi maka klien segera dibawa ke ICCU untuk segera mendapatkan pertolongan. Pada saat dilakukan pengkajian klien dapat membuka mata saat diperintah, saat ditanya mengucapkan kata-kata yang tidak jelas, dan kaki kanan tidak menekuk penuh saat diberi rangsang nyeri. Berapakah nilai GCS klien tersebut?

a)

6

b)

7

c)

8

d)

9

e)

10

45.

Seorang laki-laki berusia 65 tahun dibawa ke UGD bersama keluarganya dengan keluhan utama sulit BAK 3 hari terakhir. Hasil pengkajian TD: 130/80 mmHg, Pols: 86 x/menit, Temp: 37,40C, RR: 20 x/menit. Klien mengatakan kandung kemih terasa penuh, nyeri saat BAK, urin keluar hanya menetes (oliguria), dan terjadi distensi abdomen.

Apakah intervensi keperawatan mandiri yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Pemasangan Kateter

b)

Monitor vital sign

c)

Pemberian obat antikolinergik

d)

Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan

e)

Stimulasi reflex bladder dengan kompres dingin pada abdomen

46.

Seorang perempuan berusia 27 tahun dirawat di RS dengan diagnosa medis trauma kapitis. Saat pemeriksaan klien dalam keadaan seseorang mengantuk yang dalam, tapi dapat sadar bila dirangsang nyeri, tetapi tidak sadar sempurna dan tidak menjawab pertanyaan dengan baik.

Apakah tingkat kesadaran pasien pada kasus tersebut?

a)

Koma

b)

Sopor

c)

Apatis

d)

Delirium

e)

Somnolen

47.

Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke ruang UGD bersama teman kerjanya. Satu jam yang lalu, klien dan temannya ingin memasang teralis plafon rumah klien terbakar oleh api, terdapat luka bakar pada telapak tangan sampai ke bahu sebelah kanan dan kiri, kaki kanan sampai alat vital klien.

Berdasarkan rumus 9 (rule of nine) termasuk luka bakar. Apakah pada kasus tersebut

a)

Minor

b)

Berat

c)

Mayor

d)

ringan

e)

sedang

48.

Seorang laki-laki berusia 33 tahun datang ke ruang UGD dengan keluhan mengalami luka bakar pada abdomen dan telapak tangan kanan.

Berdasarkan perhitungan baxter, berapakah kebutuhan cairan yang dibutuhkan pada 8 jam pertama setelah kejadian dengan BB 50 kg….

a)

500 cc

b)

1000 cc

c)

1500 cc

d)

2000 cc

e)

2500 cc

49.

Seorang perempuan berusia 31 tahun dengan masalah luka bakar, di instruksikan dokter untuk mendapatkan Nacl 0,9 % sebanyak 1600 ml karena luka bakar listrik, mendapat terapi cairan pada hari pertama.

Berapakah volume cairan yg diberikan setelah 8 jam pertama dan berapa kecepatan cairan yang diberikan.?

a)

600 ml, 25 tts/i

b)

600 ml, 33 tts/i

c)

800 ml, 25 tts/i

d)

800 ml, 33 tts/i

e)

960 ml, 38 tts/i

50.

Seorang perempuan berusia 62 tahun dirawat di ruang paska stroke. Saat ini klien mengalami gangguan berupa bibir miring dan sulit berkomunikasi dengan jelas. Klien mengatakan tidak mau keluar rumah.

Apakah masalah keperawatan utama yang muncul?

a)

Kecemasan

b)

Resiko jatuh

c)

Kurang pengetahuan

d)

Gangguan citra tubuh

e)

Gangguan komunikasi verbal

51.

Seorang perempuan berusia 62 tahun dirawat di ruang paska stroke. Saat ini klien mengalami gangguan berupa bibir miring dan sulit berkomunikasi dengan jelas. Klien mengatakan tidak mau keluar rumah.

Apakah pendidikan kesehatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Kaji dan jelaskan vital sign

b)

Kaji dan jelaskan mengkritik dirinya

c)

Anjuran klien mengungkapkan perasaannya

d)

Kaji secara verbal dan nonverbal respon pasien terhadap tubuhnya

e)

Jelaskan tentang pengobatan, perawatan, kemajuan, dan prognosis penyakit

52.

Seorang laki-laki berusia 57 tahun dibawa ke UGD oleh keluarganya. Keluarga mengatakan saat berjalan tiba-tiba klien lemas. Hasil pengkajian TD: 110/90 mmHg, Pols: 70 x/menit, Temp: 360C, RR: 18 x/menit, perubahan warna kulit, kulit lembab dan dingin, penurunan tekanan perifer dan kelemahan.

Apakah masalah keperawatan pada klien tersebut?

a)

Defisit volume cairan

b)

Kelebihan volume cairan

c)

Penurunan curah jantung

d)

Perubahan perfusi jaringan

e)

Perubahan perfusi serebral

53.

Ruang Delima RS X terdiri dari perawat yang berbeda-beda dalam memberikan asuhan keperawatan, perawata ruangan dibagi dengan komposisi tenaga professional, tekhnikal dan pembantu dalam satu grup kecil yang saling membantu. Metode apa yang digunakan oleh ruang perawatan di atas ?

a)

Meduler

b)

Fungsional

c)

Metode Tim

d)

Penugasan Kasus

e)

Keperawatan Primer

54.

Ruang rawat Bedah dengan 12 tempat tidur dan BOR 85 %. Berdasarkan struktur ketenagaan diketahui memiliki kepala ruangan dengan jenjang pendidikan S.Kep, pengalaman bekerja 5 Tahun, 4 Ners dengan pengalaman bekerja 2 tahun, 5 Diploma keperawatan dengan pengalaman bekerja 3-4 tahun. Ruangan tersebut memiliki ruangan gizi dan terdapat 1 tenaga administrasi. Berdasarkan karakteristik erawatan yang ada, model pengorganisasian keperawatan yang cocok untuk diimplementasikan adalah :

a)

Keperawatan Meduler

b)

Keperawatan Fungsional

c)

Keperawatan Tim

d)

Keperawatan Kasus

e)

Keperawatan Primer

55.

Kapasitas ruang penyakit dalam sebanyak 50 tempat tidur dengan rata-rata BOR 90 %. Perawat pelaksana yang bertugas di ruangan tersebut adalah berjumlah 10 orang. Metode asuhan keperawatan yang manakah cocok dengan kondisi seperti itu ? Apakah proses manajemen yang sedang diterapkan oleh kepala ruangan tersebut ?

a)

Metodekeperawatan fungsional

b)

Metode keperawatan tim

c)

Metode keperawatan primer

d)

Metode keperawatan manajemen kasus

e)

Metode keperawatan Modular

56.

Di ruangan bedah, seorang perawat merawat 1 orang pasien secara holistic pada dinas pagi, kegiatan yang dilakukannya adalah seluruh kegiatan uyang dibutuhkan pasien. Keesokan harinya perawat tersebut merawat pasien lainnya sama seperti sebelumnya. Kemungkinan metode penugasan yang digunakan oleh perawat tersebut adalah ?

a)

Tim

b)

Primer

c)

Kasus

d)

Fungsional

e)

Modular

57.

Di salalah satu ruangan rawat dengan jenis perawatan penyakit dalam, terdapat 18 orang perawat pelaksana dan 1 orang kepala ruangan. Jenjang pendidikan dan lama kerja serta keahlian dari perawat di ruangan tersebut bervariasi. Ruangan akan mencoba menerapkan model asuhan keperawatan professional. Metode yang cocok untuk kondisi tersebut di atas adalah :

a)

Metode Kasus

b)

Metode Tim

c)

Perawatan primer

d)

Manajemen kasus

e)

Metode fungsional

58.

Seorang perawat ditunjuk oleh rumah sakit menjalankan model keperawatan primer, dalam melaksanakan kegiatannya perawat tersebut melakukan asuhan keperawatan kepada pasien kelolahannya saat pasien mengalami panas. Tindakan apa yang seharusnya dilakukan oleh parawat primer tersebut ?

a)

Meminta pendapat dokter tentang tindakan yang harus dilakukan

b)

Berdiskusi dengan dokter tentang obat yang akan diberikan

c)

Memberikan obat sesuai perintah dokter

d)

Menghubuni doker untuk pemberian obat

e)

Meminta kepada perawat pelaksana untuk langsung memberikan obat

59.

Pada suatu ruangan dengan penanganan pasien Bedah dibentuk suatu tim yang beranggotakan Perawat primer, Dokter, Ahli gizi, Fisiotherapi dan Farmasi yang bekerja bersama untuk menangani pasien tertentu. Dalam hal ini sudah dibuat aturan bersama diantara anggota tim kesehatan di atas untuk pengelolahan pasien. Jenis model asuhan keperawatan professional yang diterapkan pada ruangan bedah tersebut adalah :

a)

Manajemen Kasus

b)

Metode Kasus

c)

Metode Fungsional

d)

Metode Tim

e)

Keperawatan Primer

60.

Rumah sakit X disetiap ruangan perawatan perawat memiliki tugas masing-masing. Ada perawat yang pekerjaannya khusus melakukan injeksi, memberikan penkes, dan melakukan asuhan keperawatan. Apakah metode penugasan yang digunakan oleh tuang rawat tersebut ?

a)

Metode alokasi pasien

b)

Metode fungsional

c)

Metode modulan

d)

Metode primer

e)

Metode Tim

61.

Ruang bedah saraf terdiri dari beraneka ragam perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Perawat ruangan dibagi dengan komposisi tenaga professional, tehnikal dan pembantu dalam satu kelompok kecil yang saling membantu. Metode apa yang digunakan oleh ruang perawat diatas ?

a)

Fungsional

b)

Penugasan

c)

Kasus

d)

Metode Tim

e)

Keperawatan Primer

62.

Ruangan Melati RSU Sumber makmur terdiri dari perawat yang memiliki tugas yang berbeda-beda dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, perawat ruangan dibagi dengan komposisi tenaga professional, teknikal dan pembantu dalam satu grup kecil yang saling membatu Metode apa yang digunakan oleh ruangan perawatan di atas ?

a)

Fungsional

b)

Penugasan/kasus

c)

Metode Tim

d)

Keperawatan primer

e)

All Out nursing

63.

Pasien tabrak lari mengalami fraktur terbuka pada kaki kiri. Pasien dilarikan ke rumah sakit kemudian ditangani oleh 3 perawat. Perawat A bertugas untuk tindakan perawatan luka, perawat B bertugas memberikan obat-obatan, dan perawat C bertugas untuk penerimaan dan pemulangan pasien. Apakah metode keperawatan yang diterapkan di rumah sakit tersebut ?

a)

Metode kasus

b)

Metode fungsional

c)

Metode primer

d)

Metode Tim

64.

Setelah dokter visite, kilen B 50 tahun dirawat inap penyakit dalam dinyatakan boleh pulang. Perawat S bertanggung jawab kepada klien D dari awal masuk RS sampai pulang, melihat catatan perkembangan klien D selama dirawat di Rs. Apakah metode keperawatan yang diterapkan di ruang rawat inap penyakit dalam ?

a)

Metode kasus

b)

Metode fungsional

c)

Metode primer

d)

Metode Tim

65.

Kapasitas ruang kebidanan adalah 50 tempat tidur dengan rata-rata BOR 90 %. Perawat pelaksana yang bertugas di ruangan tersebut adalah berjumlah 10 orang. Metode asuhan keperawatan yang manakah cocok dengan kondisi seperti itu ? Apakah proses manajemen yang sedang diterapkan oleh kepala ruangan tersebut ?

a)

Metode keperawatan fungsional

b)

Metode keperawatan tim

c)

Metode keperawatan primer

d)

Metode keperawatan manajemen kasus

e)

Metode keperawatan Modular

66.

Di ruangan inetensif, seorang perawat merawat 1 orang pasien secara holistic pada dinas pagi, kegiatan yang dilakukannya adalah seluruh kegiatan uyang dibutuhkan pasien. Keesokan harinya perawat tersebut merawat pasien lainnya sama seperti sebelumnya. Kemungkinan metode penugasan yang digunakan oleh perawat tersebut adalah ?

a)

Tim

b)

Primer

c)

Kasus

d)

Fungsional

e)

Modular

67.

Di salalah satu ruangan rawatan dengan jenis perawatan penyakit dalam, terdapat 18 orang perawat pelaksana dan 1 orang kepala ruangan. Jenjang pendidikan dan lama kerja serta keahlian dari perawat di ruangan tersebut bervariasi. Ruangan akan mencoba menerapkan model asuhan keperawatan professional. Metode yang cocok untuk kondisi tersebut di atas adalah :

a)

Metode Kasus

b)

Metode Tim

c)

Perawatan primer

d)

Manajemen kasus

e)

Metode fungsional

68.

Seorang perawat ditunjuk oleh rumah sakit menjalankan model keperawatan primer, dalam melaksanakan kegiatannya perawat tersebut melakukan asuhan keperawatan kepada pasien kelolahannya saat pasien mengalami panas. Tindakan apa yang seharusnya dilakukan oleh parawat primer tersebut ?

a)

Meminta pendapat dokter tentang tindakan yang harus dilakukan

b)

Berdiskusi dengan dokter tentang obat yang akan diberikan

c)

Memberikan obat sesuai perintah dokter

d)

Menghubuni doker untuk pemberian obat

e)

Meminta kepada perawat pelaksana untuk langsung memberikan obat

69.

Pada suatu ruangan untuk penanganan pasien di ruang Bedah dibentuk suatu tim yang beranggotakan Perawat primer, Dokter, Ahli gizi, Fisiotherapi dan Farmasi yang bekerja bersama untuk menangani pasien tertentu. Dalam hal ini sudah dibuat aturan bersama diantara anggota tim kesehatan di atas untuk pengelolahan pasien. Jenis model asuhan keperawatan professional yang diterapkan pada ruangan bedah tersebut adalah :

a)

Manajemen Kasus

b)

Metode Kasus

c)

Metode Fungsional

d)

Metode Tim

e)

Keperawatan Primer

70.

Pada sebuah ruangan Rumah sakit setiap perawat memiliki tugas masing-masing. Ada perawat yang pekerjaannya khusus melakukan injeksi, memberikan penkes, dan melakukan asuhan keperawatan. Apakah metode penugasan yang digunakan oleh tuang rawat tersebut ?

a)

Metode alokasi pasien

b)

Metode fungsional

c)

Metode modulan

d)

Metode primer

e)

Metode Tim

71.

Ruang penyakit dalam terdiri dari beraneka ragam perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Perawat ruangan dibagi dengan komposisi tenaga professional, tehnikal dan pembantu dalam satu kelompok kecil yang saling membantu. Metode apa yang digunakan oleh ruang perawat diatas ?

a)

Fungsional

b)

Penugasan

c)

Kasus

d)

Metode Tim

e)

Keperawatan Primer

72.

Ruangan Melati RSU X terdiri dari perawat yang memiliki tugas yang berbeda-beda dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, perawat ruangan dibagi dengan komposisi tenaga professional, teknikal dan pembantu dalam satu grup kecil yang saling membatu Metode apa yang digunakan oleh ruangan perawatan di atas ?

a)

Fungsional

b)

Penugasan/kasus

c)

Metode Tim

d)

Keperawatan primer

e)

All Out nursing

73.

Pada suatu ruangan untuk penanganan pasien di ruang Bedah dibentuk suatu tim yang beranggotakan Perawat primer, Dokter, Ahli gizi, Fisiotherapi dan Farmasi yang bekerja bersama untuk menangani pasien tertentu. Dalam hal ini sudah dibuat aturan bersama diantara anggota tim kesehatan di atas untuk pengelolahan pasien. Jenis model asuhan keperawatan professional yang diterapkan pada ruangan bedah tersebut adalah :

a)

Manajemen Kasus

b)

Metode Kasus

c)

Metode Fungsional

d)

Metode Tim

e)

Keperawatan Primer

74.

Rumah sakit A dimana setiap perawat memiliki tugas masing-masing. Ada perawat yang pekerjaannya khusus melakukan injeksi, memberikan penkes, dan melakukan asuhan keperawatan. Apakah metode penugasan yang digunakan oleh tuang rawat tersebut ?

a)

Metode alokasi pasien

b)

Metode fungsional

c)

Metode modulan

d)

Metode primer

e)

Metode Tim

75.

Ruang kamboja terdiri dari beraneka ragam perawat yang bertugas memberikan asuhan keperawatan. Perawat ruangan dibagi dengan komposisi tenaga professional, tehnikal dan pembantu dalam satu kelompok kecil yang saling membantu. Metode apa yang digunakan oleh ruang perawat diatas ?

a)

Fungsional

b)

Penugasan

c)

Kasus

d)

Metode Tim

e)

Keperawatan Primer

76.

Ruangan Melur RSU Sumber sari terdiri dari perawat yang memiliki tugas yang berbeda-beda dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, perawat ruangan dibagi dengan komposisi tenaga professional, teknikal dan pembantu dalam satu grup kecil yang saling membatu Metode apa yang digunakan oleh ruangan perawatan di atas ?

a)

Fungsional

b)

Penugasan/kasus

c)

Metode Tim

d)

Keperawatan primer

e)

All Out nursing

77.

Pasien tabrak lari mengalami fraktur terbuka pada kaki kiri. Pasien dilarikan ke rumah sakit kemudian ditangani oleh 3 perawat. Perawat A bertugas untuk tindakan perawatan luka, perawat B bertugas memberikan obat-obatan, dan perawat C bertugas untuk penerimaan dan pemulangan pasien. Apakah metode keperawatan yang diterapkan di rumah sakit tersebut ?

a)

Metode kasus

b)

Metode fungsional

c)

Metode primer

d)

Metode Tim

e)

All Out nursing

78.

Setelah dokter visite, kilen B 50 tahun dirawat inap penyakit dalam dinyatakan boleh pulang. Perawat S bertanggung jawab kepada klien D dari awal masuk RS sampai pulang, melihat catatan perkembangan klien D selama dirawat di Rs. Apakah metode keperawatan yang diterapkan di ruang rawat inap penyakit dalam ?

a)

Metode kasus

b)

Metode fungsional

c)

Metode primer

d)

Metode Tim

e)

All Out nursing

79.

Seorang anak 9 tahun dibawa sejak 3 hari yang lalu dengan penyakit jantung rematik. Berdasarkan pengkajian : anak tampak lemah, sesak napas, pola napas dangkal dengan frekuensi 30 x/I menit serta tampak adanya penggunaan otot bantu napas. Apakah tindakan keperawatan yang tepat?

a)

Manajemen pernafasan dengan pemberian terapi oksigen

b)

Monitoring pernafasan

c)

Manajemen jalan napas: suction

d)

Manajemen ventilasi

e)

Bebaskan jalan napas

80.

Seorang anak 6 tahun dirawat diruang anak dengan diagnosa leukimia. Hasil pengkajian: anak tampak menggigil, badan teraba hangat, suhu tubuh mencapai 39,5 C, frekuensi nadi 102x/menit. Hasil pemeriksaan labor didapatkan kesimpulan neutropenia. Apakah tindakan keperawatan yang tepat?

a)

Perlindungan infeksi

b)

Terapi isolasi

c)

Perawatan demam

d)

Manajemen cairan

e)

Manajemen elektrolit

81.

Seorang anak 4 tahun masuk IGD dengan diagnosis kejang demam sejak 2 jam yang lalu. Hasil pengkajian frekuensi napas 34x/I, frekuensi nadi 95x/menit, suhu 38C, kulit anak tampak kemerahan dan tubuh teraba hangat. Apakah masalah keperawatan yang tepat?

a)

Risiko syok

b)

Hipertermia

c)

Risiko ketidak efektifan perfusi jaringan serebral

d)

Risiko cedera

e)

Gangguan integritas kulit

82.

Seorang bayi baru lahir prematur dengan kondisi gerakan bayi tampak lemah dan sedikit, saat diberi stimulasi bayi menangis lemah saat diberikan stimulasi dan warna tubuh bayi merah terang, akantetapi tungkai bayi tampak kebiruan. Frekuensi jantung bayi 105x/menit dan upaya bernapas bayi tampak lemah dan tidak teratur. Berdasarkan kasus, apakah ketegori skor APGAR bayi?

a)

Gagal napas

b)

Sianosis

c)

Asfiksia berat

d)

Asfiksia sedang

e)

normal

83.

Seorang anak 8 tahun dibawa ke IGD karena tidak sadarkan diri setelah ditabrak sepeda motor. Hasil pengkajian tidak tampak perdarahan dari telinga, hidung atau tenggorokan, tekanan darah 95/65 mmhg frekuensi nadi 105x/menit, suhu 37,4 c dan frekuensi napas 27 x/menit. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat dilaksanakan pada pasien anak tersebut?

a)

Rongen kepala

b)

USG

c)

pungsi lumbal

d)

CT Scan

e)

EEG

84.

Seorang anak 5 tahun dibawa ke iGD karena demam tinggi dan terdapat ptekie diseluruh tubuhnya. Pasien diduga DHF dan dianjurkan untuyk dirawat. Anak terus menangis dan membrontak setiap kali akan dilakukan tindakan. Tekanan darah 100/65mmhg, frekuensi nadi 85x/i. apakah tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pada anak tersebut? Yang tidak membahayakan

a)

Biarkan anak terbiasa dengan perawat melalui beberapa jenis kegiatan bermain

b)

Berkomunikasi dengan alat mainan sebelum menyapa anak

c)

Biarkan anak memegang, dan melihat peralatan yang tidak membahayakan

d)

Jaga periode restrain dan imobilitas

Beri dorongan untuk berpartisipasi dalam ADL dan prosedur

e)

Jaga periode restrain dan imobilitas

Beri dorongan untuk berpartisipasi dalam ADL dan prosedur

85.

Seorang bayi 7 hari dengan BBL 2600 gram mengalami hiperbilirubinemia dan mendapatkan foto terapi hari ke 2, bayi saat ini rewel, sering menangis, kulit tampak berwarna kuning, fontanel anterior tampak cekung, membran mukosa kering, frekuensi nadi 151x/I, frekuensi napas 52x/I dan suhu 38c. apakah masalah keperawatan prioritas pada bayi?

a)

Risiko infeksi

b)

Hipertermia

c)

Kekurangan volume cairan

d)

Risiko syok

e)

Risiko kerusakan integritas kulit

86.

Seorang anak 1 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan mencret 5x/24 jam sejak 2 hari yang lalu dan disertai muntah apabila diberi makan dan minum, saat ini, anak tampak lemah, turgor kulit menurun, frekuensi napas 28x/I, frekuensi nadi 118x/I dan suhu 38 c. apakah tindakan yang harus segera dilakukan oleh perawat pada anak tersebut?

a)

Monitor inteke output cairan

b)

Beri terapi oralit per oral

c)

Berkolaborasi dengan dokter terkait pemberian terapi resusitasi cairan

d)

Puasakan anak

e)

Observasi tanda-tanda adanya kekurangan cairan pada anak

87.

Seorang bayi baru lahir secara SC 1 hari yang lalu. Hasil pengkajian BB lahir 2500 gram, PB 44 cm, frekuensi napas 50x/I, frekuensi nadi 110x/I dan suhu 36,5 c, ibu mengeluh bayi sering menangis saat disusui, refleksi hisap bayi tampak lemah. Apakah tindakan yang tepat dilakukan kepada bayi?

a)

Anjurkan ibu untuk tetap menyusui bayi

b)

Lakukan IMD

c)

Berikan ASI dengan menggunakan cup feeder

d)

Berikan ASI dengan menggunakan dot

e)

Berikan pakaian hangat

88.

Seorang bayi baru lahir dirawat diruang neonatus dengan asfiksia neonatorum. Hasil pengkajian kondisi bayi tampak lemah, frekuensi napas 60x/I, tampak adanya pernapasan cuping hidung dan sianosis pada bibir serta jari-jari tangan, nilai APGAR score 3. Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan?

a)

Manajemen hemodinamik

b)

Manajemen jalan napas

c)

Terapi oksigen

d)

Manajemen keseimbangan asambasa

e)

Resusitasi neonatus

89.

Seorang anak 6 bulan sedang menjalani pemeriksaan perkembangan dengan metode denver II. Hasil pengkajian anak tampak mampu makan sendiri. Apakah jenis keterampilan yang sedang diperiksa pada anak?

a)

Personal sosial

b)

Motorik kasar

c)

Motorik halus

d)

Bahasa

e)

kognitif

90.

Seorang bayi 2 hari lahir dengan SC hasil pengkajian panjang badan 50 cm, bb 3500 gram, frekuensi napas 55x/I, frekuensi nadi 120x/I suhu 36,4 cm. bayi direncanakan akan mendapat perawatan tali pusat dan saat ini sudah dimandikan serta dikeringkan dengan handuk. Apakah tindakan yang tepat dilakukan selanjutnya?

a)

Bersihkan tali pusat dan balut tali pusat dengan kassa steril

b)

Bersihkan tali pusat dan balut tali pusat dengan kassa steril yang dibasahi alkohol

c)

Bersihkan tali pusat dan balut tali pusat dengan kassa steril yang dibasahi NaCl fisiologis + betadin 0,5%

d)

Bersihkan tali pusat, balut tali pusat dengan kassa steril yang dibasahi NaCl fisiologis

e)

Bersihkan tali pusat dan balut tali pusat dengan kassa yang dibasahi betadin

91.

Seorang anak 6 tahun dirawat di bangsal dan mendapatkan terapi ampisilin intravena 4 x 150 mg. perawat mengencerkan obat ampisilin vial dosis 1 gr dengan larutan aquades streril menjadi 5 cc. berapa cc dosis yang diberikan pada pasien tersebut?

a)

0.75

b)

0.65

c)

0.55

d)

0.45

e)

0.35

92.

Seorang anak 5 tahun dirawat di RS akibat demam tinggi sejak empat hari yang lalu. Hasil pengkajian : suhu tubuh mencapai 38,9 C, konjugtifa anemis dan anak tidak nafsu makan. Saat dilakukan tindakan oleh perawat, anak tersebut makin menangis dan menjerit kencang. Apa tahapan reaksi hospitalisasi yang dialami anak?

a)

Tahap bargaining

b)

Tahap anger

c)

Tahap denial

d)

Tahap despair

e)

Tahap protes

93.

Seorang laki-laki 16 tahun dibawa kepoliklinik RSJ dikarenakan masalah psikososial akibat klien masih tidak menerima kalau tangannnya diamputasi. Hasil pengkajian : klien terlihat sedih dan masih belum puas dengan hasil operasi yang dilakukan oleh dr. klien juga masih merasa kawatir kalu teman-temannya tidak mau bermain dengannya lagi. Apakah diagnosis yang tepat?

a)

Isolasi sosial

b)

Ketidak berdayaan

c)

Gangguan citra tubuh

d)

Harga diri rendah kronik

e)

Resiko bunuh diri

94.

Seorang anak 11 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak nafas sejak 2 hari yang lalu dan bertambah sesak apabila beraktifitas. Hasil pengkajian: anak tampak pucat, keringat bercucuran dan diameter dada tampak tidak simetris. Orang tua mengatakan bahwa anaknya memiliki riwayat penyakit jantung. Apakah tindakan keperawatan yag tepat dilakukan?

a)

Memposisikan anak pada posisi semipowler

b)

Berkolaborasi dengan dokter terkait pemberian obat analgetik

c)

Melakukan pemeriksaan EKG

d)

Mempersiapkan anak untuk prosedur operasi

e)

Berkolaborasi dengan dokter terkait pemberian terapi oksigen via nasal kanula

95.

Seorang anak 12 tahun dirawat diruang kronis anak dengan talasemia. Anak direncanakan akan mendapatkan transpusi darah. Perawat ruangan melakukan tindakan pemasangan infus dengan larutan NaCl 0,9% terlebih dahulu selama 15 menit setelah itu cairan diganti dengan produk darah yang sesuai. Apakah tindakan yang tepat dilakukan perawat setelah produk darah masuk?

a)

evaluasi kelancaran pemberian transpusi darah pada menit ke 30 menit setelah produk darah masuk

b)

pantau TTV tiap 5 menit pada 15 menit pertama transfusi

c)

pantau reaksi yang timbul akibat transfusi pada 15 menit pertama transfusi

d)

anjurkan anak untuk tetap tenang selama tindakan transfusi

e)

monitor CRT dan denyut nadi perifer pada 15 menit pertama transfusi

96.

Seorang bayi perempuan 3 bulan dibawa ibunya keruang IGD. Hasil pengkajian: bayi mengalami sumbatan jalan nafas total. Terdapat warna kulit terlihart kebirubiruan dan kesadaran bayi mulai menurun. Apakah tindakan yang tepat dilakukan untuk membebaskan jalan nafas bayi tersebut?

a)

Abdominal thrust

b)

Kompresi

c)

Chest thrust back blow

d)

Heimlich manufer

e)

Chest thrust

97.

Seorang laki-laki 15 tahun korban perkelahian disekolah, diantar ke IGD dengan luka tusuk didaerah abdomen. Pasien mengerang kesakitan, tammpak adanya perdarahan masif disekitar pisau yang menancap pada pasien direncanakan akan segera dilakukan pembedahan. Apakah tindakan yang tepat dilakukan oleh perawata?

a)

Mencabut pisau yang menancap diabdomen pasien

b)

Memasang infus dua jalur untuk persiapan pembedahan

c)

Menghubungi pahak polisi untuyk segera dilakukan pisun

d)

Melakukan piksasi pada pisau agar tdak berubah tempat atau bergeser.

e)

Memberikan penjelasan dan meminta persetujuan keluarga untuk dilakukan pembedahan

98.

Seorang perawat mencatat bahwa dalam pemeriksaan fisik didapatkan temuan untuk anak dengan iritasi meningeal (Radang selaput otak) menunjukkan tanda Brudzinski positif). Hasil observasi apa yang menunjukkan tanda tersebut?

a)

Klien meluruskan lengannya secara kaku saat pronasi lengan dan plntar fleksi kaki.

b)

Klien menekuk kakinya pada pinggul dan mengeluh ada nyeri pada tulang belakang ketika kaki diluruskan

c)

Klien secara pasif menekuk pinggul dan lutut sebagai respons terhadap fleksi leher dan melaporkan adanya nyeri pada tulang belakang.

d)

Lengan atas klien ditekuk dan terikat pada pinggir tubuh dengan kaki diluruskan dan berputar kearah dalam

e)

Klien akan mengalami penurunan kesadaran disertai kejang-kejang

99.

Seorang perawat melakukan asuhan perawatan kepada seorang ibu yang anaknya didiagnosa menderita konjuntivitis bacterial. Mata anak tampak merah dan kotor. Ibu berkata saya sering menggunakan handuk dan lap secara bersama dalam keluarga. Apakah diagnose keperawatan/diagnose utama pada situasi tersebut?

a)

Regimen terapi tidak efektif

b)

Gangguan kebersihan diri

c)

Kurang pengetahuan

d)

Risiko penularan

e)

Gangguan fungsi penglihatan

100.

Perawat ditugaskan untuk merawat seorang anak yang telah menjalani myrygotomy dengan insersi selang tympanostomy. Perawat mencatat adanya sejumlah kecil pengeluaran cairan berwarna kemerahan dari telinga anak setelah pembedahan. Berdasarkan hasil temuan tersebut, apakah tindakan yang sebaiknya dilakukan perawat?

a)

Mendokumentasikan hasil temuan

b)

Menguhubungi perawat professional secepatnya

c)

Mengganti selang telinga sehingga tidak tersembut

d)

Memeriksa drainase telinga untuk melihat adanya cairan cerebro spinal

e)

Membersihkan lokasi insersi yang mengalami infeksi