NEW
Font size
WorksheetsDrama 2
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
Dasar penulisan naskah drama adalah....
pengarang
konflik
emosi
reaksi
Di rumah Suminto yang sempit dan sederhana, suasana sepi. Tiba-tiba seorang laki-laki datang mencari Suminto.
Penggalan prolog drama di atas menggambarkan tentang...
tema
latar
alur
amanat
Tempat pementasan yang menunjukkan setting cerita dengan didukung dekorasi atau properti disebut....
lokasi
mimbar
gedung
panggung
Ekspresi dalam drama berkaitan dengan....
perubahan raut wajah
kesungguhan karakter
intonasi pemain
artikulasi pemain
Di dalam restoran sudah sepi. Tinggal Rusman dan Hamid yang masih duduk berhadapan di sebuah meja kecil. Keduanya masih muda, sekitar 25 tahun.
Latar tempat penggalan drama di atas adalah....
di dalam toko
di dalam restoran
di dalam masjid
di dalam rumah
Elis : (datang dari ruang dalam) Ya, Pak. Ada apa, Pak?
Kakek : Mana Ari dan Adi? Sudah hampir azan magrib belum di rumah?
Elis : Main... Pak. Tadi bawa motor.
Latar waktu kutipan drama tersebut adalah....
magrib
pagi
siang
senja
Hani : Ayo, Indra berangkat sekarang! Jangan sampai kita terlambat lagi (sambil menatap Indra)
Indra : Iya, aku juga tidak enak dengan teman-teman jika terlambat lagi (sedikit tergesa-gesa berjalan)
Hani : Baiklah. Jangan kecewakan teman-teman lagi. Ayo, kita segera ke rumah Iwan.
Tokoh utama penggalan drama tersebut adalah....
Hani dan Iwan
Hani, Iwan, Indra
Hani dan teman-temannya
Hani dan Indra
Jika sebuah cerita drama menggambarkan peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh dari kecil sampai dewasa, berarti cerita tersebut menggunakan alur....
maju
mundur
campuran
sorot balik
Ibu Tiri : Bawang Putih, cepat kemari!
Bawang Merah : Lambat sekali jalanmu, seperti keong saja!
Bawang Putih: Ya, Bu. Ada apa?
Ibu Tiri : Cepat kamu ke pasar! Beli beberapa kebutuhan rumah!
Bawang Merah : Hei... jelek, jangan lupa belikan kembang gula untukku. Awas kalau sampai lupa, aku jambak rambutmu!
Amanat drama tersebut adalah....
Jangan berlaku sombong kepada saudara
Jangan semena-mena terhadap orang lain
Jangan suka menyalahkan orang lain
Janagn suka mengancam saudara
Kakek : Aduh, Elis. Bagaimana kalian membesarkan anak? Akan jadi apa cucuku kelak?
Elis : Sudahlah... Pak. Kan, Adi dan Ari sudah bisa naik motor?
Kakek : Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih SMP, belum berhak punya SIM.
Sikap Elis terhadap anak-anaknya dalam kutipan drama tersebut adalah....
sayang
memanjakan
bijaksana
mendidik
Elis : Nggak apa-apa, Pak mereka bawa motor. Biar masa kecil mereka senang. Tidak seperti kita dulu. Hidup susah!
Kakek : Aduh... Lis! Itu cara mendidik anak yang salah.
Amanat dari kutipan dialog di atas ialah....
Sebaiknya orang tua waspada dengan tingkah laku anak-anak saat pergi
Sebaiknya orang tua mengawasi dan melarang anak-anaknya pergi
Sebaiknya orang tua tidak teledor meninggalkan anak-anaknya sendirian
Sebaiknya orang tua mendidik anaknya dengan baik dan tidak memanjakannya
Jika cerita drama menggambarkan peristiwa mengenang masa lalu kemudian kembali menceritakan peristiwa-peristiwa sekarang dan selanjutnya, maka drama tersebut beralur....
maju
mundur
flashback
campuran
Pegawai : Satu kamar berlima? (memandangi kami satu per satu)
Asih : Memangnya kenapa, Pak?
Inong : Yang penting kami membayar sewa, kan?
Pegawai : Nanti tidurnya bagaimana?
Tinah : Sudah, mana kunci kamarnya?
Eli : Keburu pagi, Pak. Kami sudah mengantuk.
Latar kutipan drama tersebut adalah....
kamar kos, siang hari
rumah, pagi hari
hotel, malam hari
sekolah, siang hari
Kakek : "Tegur ia!" (sedikit marah)
Moko : "Bagaimana bisa?"
Kakek : "Suruh dia tidak pulang malam-malam. Apa ia tidak tahu aturan rumah ini?"
Moko : "Saya usahakan, Kek. Saya hanya tidak ingin terlalu keras kepada Dono."
Konflik kutipan drama tersebut ialah....
Kegelisahan kakek mengatasi masalah Dono
Kekhawatiran kakek melihat kondisi Dono
Kekesalan kakek karena Dono pulang malam
Keterkejutan Moko melihat kakek pdeuli kepada Dono
Fenita : "Kamu harus menentukan sikap. Pilih aku atau dia, sekarang juga!"
Verri : "Beri aku kesempatan sekali lagi...."
Fenita : "Tidak perlu basa-basi! Kalau tidak, aku yang memutuskan, titik!"
Penggalan dialog tersebut menunjukkan drama sampai bagian....
klimaks
pemaparan
konflik
resolusi
Seseorang : "Siapa itu? (bergerak menghampiri layar) Siapa itu?" (memandang ke sekeliling)
Dalang berganti peran dan memainkan peran hansip penjaga malam.
Hansip : "[....]"
Seseorang : "Tetapi tadi ada yang berteriak memanggil, kok."
Dialog yang tepat untuk melengkapi kutipan drama tersebut adalah....
Siapa tadi, ya?
Tidak ada siapa-siapa, Pak.
Saya, Pak?
Siap laksanakan, Pak!
Datuk Parpatih : "Apa yang bisa kuperbuat untukmu, wahai Anak Mamakku?"
Dara Jingga : "Aku tak akan pergi ke Singosari, Datuk. Aku akan tetap di sini. Bersuamikan laki-laki negeri ini, melahirkan putra-putri negeri ini."
Watak Dara Jingga dalam kutipan drama tersebut adalah....
penakut
pemberani
berpendirian
pendendam
Durga : (mencocokkan foto dengan orang yang dilihat) "Kok, tidak cocok? Ini foto kapan?"
Kalika : "Ini foto sewaktu Srikandi lulus SMP. Maaf, cuma itu yang ada di arsip hamba."
Durga : "Sudah kadaluawarsa, tahu? Tidak akurat, tidak bisa dijadikan pegangan. Informasimu itu harus direvisi dan didata ulang. Aduh, bagaimana dahulu aku bisa mengangkatmu sebagai kepala inteligen? Dahulu kamu suap aku, ya?"
Masalah dalam kutipan drama tersebut adalah...
Durga kecewa terhadap Kalika yang tidak bekerja dengan baik
Durga bangga atas kerja keras Kalika menemukan informasi rahasia
Kalika kecewa terhadap Durga yang memarahinya
Kalika tidak mengetahui jika Srikandi sudah berubah sejak lulus SMP
Bagian dalam drama yang terdiri atas beberapa adegan disebut....
plot
babak
alur
peristiwa
Seniman : "Silakan, Nyonya! Ini semua lukisan pelukis terkenal, seperti Affandi, Sujoyono, dan Hari."
Nyonya : "Itu lukisan potret dari Affandi, berapa harganya?"
Seniman :"Rp 600 juta, Nyonya."
Kostum bagi tokoh Nyonya di atas adalah....
baju sederhana, bersandal, dan membawa dompet
wajah tanpa rias, kaus santai, dan bercelana panjang
berpakaian rapi, riasan tebal, bersanggul, menenteng tas mahal
berpakaian rapi, riasan tebal, memakai perhiasan emas, tanpa alas kaki
