WorksheetsBahasa Indonesia Teks Drama
Total questions: 19
Worksheet time: 29mins
”Sukri! Jaga mulutmu. Kau ini apa-apaan. Pemuda tanpa modal. Jangan kau permainkan anakku. Apa yang telah kau beri kepadanya sebagai rasa kasih dan cintamu? Datang hampir tiap malam dengan janji-janji. Jangan kau memberi harapan-harapan yang tidak pasti kepada kami. Pergi kau! Biarkan anakku mencari jodoh yang lebih sempurna daripada kau.”
“Orang tua terkutuk! Mata duitan. Apa bedanya kau dengan orangtua lain kalau kau berpikir seperti itu? Anakmu akan kau jual belikan?”
“Sukri! Sumarni adalah anakku. Berhak memilih yang terbaik untuknya.” “Apakah kau telah menganggap pemuda itu cukup baik?”
“Dia punya skuter. Dia punya modal untuk anakku, dan kau? Hanya janji-janji yang tidak terbukti.” “Kalau begitu, kau adalah orangtua yang memandang benda-benda.”
“Semua orang tua akan bersikap begitu untuk kebahagiaan anak gadisnya.” “Tidak semua.”
“Kalau begitu, aku tidak termasuk orangtua yang kamu harapkan.”
Sukri Membawa Pisau Belati karya Hamsad Rangkuti
Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
Penolakan cinta seorang pemuda terhadap seorang gadis yang dicintaiinya.
Penolakan orangtua terhadap lamaran pemuda bernama Sukri.
Sikap orangtua yang ingin membahagiakan anaknya dengan orang kaya.
Pengharapan orangtua terhadap seorang pemuda kekasih anaknya.
"Kalau Paman tidak mengizinkan, kami tidak akan memaksa," kata Sawitri lembut, sambil memberikan gelas air putih itu. Paman Kanjeng tersenyum, tetapi lalu menggeleng.
"Si Midas sudah nekat. Lihatlah, besok orang-orang kampung akan datang kemari, mulai memasak dan mempersiapkan upacra itu ..." kata Paman dengan suara lemah.
"Tapi ...", sawitri menukas, Hatinya gusar. Kebencian pada kakaknya kembali membersit di hatinya.
"Jangan gusar anakku. Biarlah semua terjadi. Kamu tidak mungkin akan mengendorkan niat kakakmu. Sebab ia dalam keadaan tidak tahu. Dan orang yang belum mengalami akan selalu bisa keliru ..." Paman Kanjeng meneguk lagi air putih itu. Dengan lembut Sawitir mengusap air di bibir Paman dengan sapu tangannya.
Akibat konflik yang terjadi pada kutipan cerita tersebut adalah ...
Kemarahan Midas kepada Sawitri karena niatnya dihalang-halangi.
Kenekatan Sawitri untuk melaksanakan niatnya .
Kemarahan paman kepada MIdas karena ia tidak menuruti anjuran pamannya.
kebencian Sawitri pada kakaknya, Midas kembali membersit di hatinya
Cermati kutipan berikut!
Bagi nenek, wibawa harus terus dijaga agar orang di luar griya mau menghargainya. Kenyataannya? Memang nenek bisa mengatur keluarga. Bahkan Ida Bagus Tugur, suaminya, takkan berkutik hanya dengan batuk kecil. Anehnya, nenek hanya pandai membaca kesalahan-kesalahan yang dibuat suaminya. Tapi dia tidak lihai membaca kesalahan anak kesayangannya, anak lelaki satu-satunya yang teramat dia kagumi dan terlalu sering membuat masalah itu.
Pembuktian latar suasana tidak nyaman dalam kutipan tersebut adalah . . .
Nenek selalu mempermasalahkan suaminya.
Nenek selalu menjaga wibawanya.
Cucu nenek sering membuat masalah.
Suami nenek tidak berkutik dengan batuk kecil.
Bacalah penggalan cerpen berikut ini !
Andi duduk termenung sendiri di atas sebuah bangku taman. Sekali – sekali dia berdiri dan melihat sekitar. “Dia janji untuk menemuiku jam 8. Sedangkan, sekarang sudah jam 9. Apakah dia lupa dengan janjinya sendiri,” Gerutu Andi.
Latar suasana yang tepat pada penggalan cerita di atas adalah ?
kesal
gelisah
senang
khawatir
Perhatikan dialog percakapan berikut ini !
Ibu
Kenapa kamu tidak mengerjakan tugas yang ibu berikan kemarin ?
Ani
Maafkan Ani Bu, Ani kelelahan setelah pulang dari latihan drama di sekolah. (dengan nada lemah)
Ibu
. . .
Ani
Ani janji Ani akan mengerjakannya di awal waktu.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi penggalan percakapan di atas adalah ?
Kamu tidak bertanggung jawab!
Lain kali kamu harus bisa membagi waktumu!
Jangan latihan drama lagi!
Teruskan usahamu!
Bacalah penggalan cerita berikut ini !
“Jika kamu, aku tunjuk sebagai ketua kelompok kita, apa yang akan kamu lakukan dengan kewenangan tersebut?” Budi menunduk,”Saya sungguh tidak berani memikirkan hal tersebut.”
Karakter Budi yang sesuai dengan penggalan cerita di atas adalah ?
Pemberani
Pintar
Penakut
Jujur
Bacalah penggalan cerita berikut ini !
Setiap hari Pak Raden bekerja dengan keras. Tidak peduli siang dan malam, Dia dengan tekun menggerakkan tubuh – tubuhnya yang renta. Selain pekerja keras dan tekun, Pak Raden juga terkenal akan kejujurannya.
Penokohan dalam kutipan novel di atas disampaikan dengan cara ?
langsung
tidak langusung
tersirat
lingkungan tokoh
Bacalah kutipan teks berikut!
Saat bangun dari rumahnya di lubang kecil di tepi telaga, Katak Hijau segera menceburkan diri ke telaga. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh kawanan Semut.
Semut : “Tolonglah kami Katak Hijau, kami ingin ke tanah seberang.
Katak : “Memangnya mengapa kalian ingin ke sana?”
Semut : “Kami selalu diganggu oleh Rayap dan Belalang. Mereka suka sekali mengambil makanan yang sudah kami kumpulkan.”
Katak : “Baiklah kalau begitu. Naiklah ke punggungku.”
Semut : “Terima kasih, Katak.”
Ratusan Semut langsung naik di punggung Katak Hijau, tetapi mereka terus bergerak-gerak sehingga membuat Katak kegelian.
Katak : “Tunggu sebentar, aku kegelian. Tolong turun semua.”
(Katak lalu mengambil selembar daun teratai)
Katak : “Nah, sekarang naiklah ke daun ini. Nanti, aku akan mendorong kalian semua sampai ke seberang.”
Sifat tokoh Katak dalam teks drama tersebut adalah ....
cerdik
licik
bijaksana
pemaaf
Bacalah kutipan teks berikut untuk menjawab soal nomor 15−20!
Saat bangun dari rumahnya di lubang kecil di tepi telaga, Katak Hijau segera menceburkan diri ke telaga. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh kawanan Semut.
Semut : “Tolonglah kami Katak Hijau, kami ingin ke tanah seberang.
Katak : “Memangnya mengapa kalian ingin ke sana?”
Semut : “Kami selalu diganggu oleh Rayap dan Belalang. Mereka suka sekali mengambil makanan yang sudah kami kumpulkan.”
Katak : “Baiklah kalau begitu. Naiklah ke punggungku.”
Semut : “Terima kasih, Katak.”
Ratusan Semut langsung naik di punggung Katak Hijau, tetapi mereka terus bergerak-gerak sehingga membuat Katak kegelian.
Katak : “Tunggu sebentar, aku kegelian. Tolong turun semua.”
(Katak lalu mengambil selembar daun teratai)
Katak : “Nah, sekarang naiklah ke daun ini. Nanti, aku akan mendorong kalian semua sampai ke seberang.”
Tokoh utama dalam drama tersebut adalah
....
Semut
Katak
Rayap
Belalang
Perhatikan kutipan cerita berikut!
Pada penghuni hutan pun sudah mulai lelah dan bosan dengan acara yang tak kunjung dimulai. Bangau tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Ia merasa malu dan bersalah telah menyombongkan diri di depan Beo. Ia kemudian turun dari panggung dan langsung mencari Beo untuk meminta maaf.
Makna tersurat dari kutipan cerita tersebut adalah ....
Kesombongan akan membuat diri merasa hebat.
Kesombongan yang dilakukan akan mencelakakan diri sendiri.
Bangau merasa malu dan bersalah karena telah menyombongkan diri di depan Beo.
Beo meminta maaf kepada Bangau karena kesombongannya telah membuat malu.
Perhatikan cerita berikut!
Rara Kuning adalah putri Lembu Amiseno dari Kerajaan Doho. Dia sangat cantik Ketika Rara Kuning sakit tiada seorang bisa menyembuhkan. Rara Kuning mengembara tanpa mengenal lelah. Dia tidak pernah putus asa dengan naik gunung dan turun gunung. Akhirnya Rara Kuning singgah di Gunung Wilis bertemu dengan Resi Darmo. Di tempat itulah Rara Kuning dirawat hingga akhirnya sembuh .
Watak tokoh Rara kuning yang bisa kita teladani dengan cerita di atas adalah …
pemaaf
rendah hati
pantang menyerah
penyayang
Pahami kutipan cerita berikut!
Asal Belang Tubuh Zebra
Suatu ketika terjadi musim kemarau yang sangat lama. Banyak mata air menjadi kering. Para hewan pun kesulitan mendapatkan air. Tetapi ada satu kolam yang masih berisi air. Kolam itu dijaga oleh seekor Babon yang mengaku sebagai pemilik kolam.
Suatu hari Zebra datang untuk minum di sana. Saat itu Zebra masih berbulu putih polos. Melihat Zebra mendekati kolamnya, Babon marah dan mendorong Zebra. Zebra terjatuh dekat api unggun. Api unggun itu dibuat Babon untuk menghangatkan badannya jika malam hari tiba.
Beberapa bagian bulu Zebra hangus terkena api. Kejadian itu menyisakan belang-belang hitam. Ternyata Zebra menyukai belang-belang itu. Sejak saat itulah bulu-bulu Zebra menjadi belang putih hitam.
Penyebab terjadinya konflik kutipan cerita di atas adalah …
kolam milik Babon kering ketika musim kemarau
Babon marah karena Zebra mendekati kolamnya
Babon mendorong Zebra ke dekat api unggun
Zebra mengaku sebagai pemilik kolam
Cermati penggalan cerita berikut!
Di hutan hiduplah ribuan kera. Seekor diantaranya sering membuat ulah. Suatu hari dia mencuri pisang milik Pak Bani. Karena rakus, dia tidak tahu kalau Pak Bani berada di belakangnya. Pak Bani merasa jengkel karena tanamannya habis dimakan kera tersebut. Kata Pak Bani, “Tanam sendiri, kalau mau makan pisang.”
Amanat dari penggalan cerita di atas adalah …
perbuatan tidak baik lama-lama akan ketahuan
hati-hati jika pergi ke hutan, karena banyak kera
tanamlah buah pisang sebanyak-banyaknya
usaha keras tidak akan sia-sia
Bacalah teks berikut!
Sudah dua tahun, Mbok Jah tidak berkun- jung ke rumah mantan majikannya di kota. Meskipun sudah berhenti, Mbok Jah tetap me- melihara hubungan baik dengan keluarga Mu- lyono. Dua puluh tahun telah dilewatinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga Mulyono. Buat orang yang sudah tua seperti Mbok Jah, apalah yang dikehendaki selain berteduh dan berkumpul dengan keluar- ganya. Namun, apalah dayanya. Anak semata wayangnya sudah tidak ingat dia lagi. Anaknya lebih sering tinggal di Surabaya dengan istri dan anaknya.
Tindakan terpuji tokoh yang terdapat dalam teks adalah ....
Mbok Jah bekerja di keluarga Mulyono di desa
Mbok Jah telah berkumpul dengan anak
dan cucunya
Mbok Jah ditinggalkan anaknya yang
senang tinggal di Surabaya
Mbok Jah tetap memelihara hubungan
baik dengan mantan majikannya
Bacalah kutipan cerita anak berikut!
Hati Sandra merasa sangat sebal kepada Winda karena ulah Winda yang sangat menjeng- kelkan. Namun, hatinya juga selalu bertanya- tanya tentang mengapa tidak memaafkannya saja dan mengapa harus terus sebal kepada te- man sendiri?
Ketika Sandra mendengar Winda tidak masuk sekolah karena sakit, hatinya memu- tuskan untuk segera menengok Winda dan menyudahi kekesalannya kepada Winda serta memaafkannya.
Amanat kutipan cerita tersebut yang tepat
adalah ….
bekerjalah dengan arif dan bijaksana!
jangan iri pada orang lain yang sukses!
berbuatlah kebaikan kepada siapa pun dan di mana pun!
maafkanlah kesalahan orang lain agar hati tidak merasa kesal!
Bacalah kutipan cerita berikut
“Maaf, Bu!” pintaku santun kepada Bu
Laras, “Saya mengantuk Bu.”
“Tidak apa-apa, Sab. Silakan cuci muka
kalau kau mengantuk Sab!”
Serentak seisi kelas menertawakanku dan membuatku malu serta kesal pada diriku sendiri. Leherku terasa sakit karena menahan tangis kekesalanku. “Sudah-sudah! Anak- anak mengantuk itu manusiawi. Suatu saat kalian bisa saja mengantuk.” Nasihat Bu Laras dengan lembut dan tenang.
Konflik kutipan cerita tersebut adalah ….
permintaan maaf Sab kepada Bu Laras
Bu Laras mempersilahkan Sab mencuci
muka
Sab kesal ditertawakan seisi kelas
Bu Laras menghibur Sab yang kesal
Bacalah teks berikut!
Tidak biasa aku berlibur dengan ke- luarga. Kepergian ini hanyalah karena anak yang hidup di tengah keramaian Jakarta, yang berangkat subuh dan pulang tengah malam dan kantornya. Ada kejenuhan dalam tugas- nya yang rutin. Membuat ia mengambil keputusan berlibur ke Bali bersama orang tua. Aku yang biasa masuk kantor dan pu- lang kantor selama puluhan tahun, kerap kali lupa cuti karena tidak tahu apa yang harus dilakukan waktu cuti. Dan kini, aku duduk di tepi Laut Hindia, menyaksikan ombak me- mukul-mukul pantai, senja turun ke tepi laut, matahari memerah dan bundar, cahaya kein- dahan Tuhan sangat mengesankan ratusan orang dan berbagai bangsa terpaku di atas batu-batu.
Nilai moral yang terdapat pada teks tersebut
adalah ….
bekerjalah dengan giat untuk mengejar karir
dalam bekerja jangan melupakan orang
tua
perlu ada waktu untuk beristirahat
berlibur diperlukan setiap saat
Bacalah kutipan berikut!
(1) “Apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau berjodoh dengan Azrial. Akan saya carikan kau jodoh yang lebih bermartabat!”
(2) "Apa dia salah kalau ayahnya hanya juru masak?”
(3) “Jatuh martabat keluarga kita bila laki-laki itu jadi suamimu. Paham kau?”
(4) “Derajat keluarga Azrial memang seumpama lurah tak berbatu, seperti sawah tak berpematang, tak ada yang bisa diandalkan.”
(5) Tetapi, tidak patut rasanya, Mangkudun memandang Azrial dengan sebelah mata.
(6) Maka, dengan berat hati Azrial melupakan Renggogeni.
(7) Ia hengkang dari kampung, pergi membawa luka hati.
Kalimat yang menunjukkan watak tokoh Mangkudun yang sombong terdapat pada nomor ...
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (4)
(6) dan (7)
Cermati teks berikut!
Peningkatan usaha ekonomi bagi masyarakat desa diyakini mampu menjadi daya tangkal bagi masyarakat desa untuk hijrah ke kota. (2) Melibatkan mereka dalam kegiatan ekonomi produktif setidaknya membuat masyarakat tidak melirik kota. (3) Untuk keberhasilan kegiatan tersebut, pemda setempat menggandeng berbagai pihak di antaranya Pusat Pelatihan dan Ketrampilan. (4) Peserta pelatihan difasilitasi modal usaha dan pendampingan.
Kesalahan penggunaan kata baku dalam paragraf tersebut adalah kata ....
hijrah pada kalimat (1) seharusnya hijroh
pihak pada kalimat ke (3) seharusnya fihak
difasilitasi pada kalimat (4) seharusnya divasilitasi
ketrampilan pada kalimat (3) seharusnya keterampilan
