Font size
WorksheetsLatihan Soal Covid-19 (Bahasa Indonesia)
Total questions: 20
Worksheet time: 2hrs 40mins
Bukti Asal Usul COVID-19
Para ilmuwan menemukan bahwa bagian RBD dari protein lonjakan SARS-CoV-2 telah berevolusi sehingga bisa efektif menargetkan fitur molekuler di bagian luar sel manusia yang disebut ACE2 -- reseptor yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah.
Protein lonjakan SARS-CoV-2 nyatanya sangat efektif untuk mengikat sel-sel manusia. Dari situ, para ilmuwan menyimpulkan, itu adalah hasil seleksi alam dan bukan produk rekayasa genetika.
Bukti evolusi alami ini didukung oleh data tulang punggung (backbone) SARS-CoV-2, yakni struktur molekul keseluruhannya.
Jika seseorang berusaha merekayasa virus corona baru sebagai patogen, misalnya, mereka harus membuatnya dari backbone virus yang diketahui bisa menyebabkan penyakit.
Namun, para ilmuwan menemukan bahwa backbone milik SARS-CoV-2 berbeda secara substansial dengan yang ada pada virus corona lain, yang telah dikenal sebelumnya, dan kebanyakan menyerupai virus terkait yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling.
"Kedua fitur virus, mutasi pada bagian RBD dari protein lonjakan dan backbone yang berbeda mengesampingkan dugaan manipulasi laboratorium sebagai potensi asal SARS-CoV-2," kata Andersen.
Temuan Andersen dan koleganya disambut baik Josie Golding, PhD, pemimpin bagian epidemi Wellcome Trust, yang berpusat di Inggris.
Ia menyebut, temuan tersebut sangat krisial dengan menghadirkan pendapat berbasis bukti untuk menepis rumor yang beredar tentang asal-usul virus SARS-CoV-2 yang memicu pandemi COVID-19.
Jadi, dari mana virus pemicu COVID-19 berasal?
Menurut ilmuwan, berdasarkan analisis urutan genom, ada dua kemungkinan,
Pertama, virus berevolusi ke kondisi patogen saat ini melalui seleksi alam di inang non-manusia dan kemudian melompat ke manusia.
Proses itu mirip dengan wabah Virus Corona yang terjadi sebelumnya, manusia terinfeksi virus setelah terpapar langsung dengan musang (SARS) dan unta (MERS).
Para peneliti menduga kelelawar sebagai reservoir yang paling mungkin untuk SARS-CoV-2. Namun, sejauh ini belum tercatat ada kasus transmisi langsung dari kelelawar ke manusia.
Sumber :https://www.liputan6.com/global/read/4205568/ilmuwan-virus-corona-covid-19-berasal-dari-alam-bukan-buatan-manusia
Dari kutipan berita di atas dari mana virus pemicu COVID-19 berasal?
tulang punggung (backbone) SARS-CoV-2
virus berevolusi ke kondisi patogen saat ini melalui seleksi alam di inang non-manusia dan kemudian melompat ke manusia.
terpapar langsung dengan musang (SARS) dan unta (MERS)
mutasi pada bagian RBD dari protein lonjakan dan backbone yang berbeda
lonjakan SARS-CoV-2 telah berevolusi sehingga bisa efektif menargetkan fitur molekuler di bagian luar sel manusia
Waspada, Ini Cara Penyebaran Virus Corona Menurut Ahli
Jakarta, CNBC Indonesia - Virus corona COVID-19 kini menjadi wabah yang ditakuti umat manusia karena penyebarannya yang begitu cepat. Agar tak terinfeksi Anda harus tahu dulu cara penyebaran virus corona dari ahlinya.
Menurut World Health Organization (WHO), cara virus corona COVID-19 menyebar melalui tetesan kecil yang keluar dari hidung atau mulut ketika mereka yang terinfeksi virus bersin atau batuk.
"Itu sebabnya penting untuk menjaga jarak 1 meter lebih dari orang yang sakit. Hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan virus corona COVID-19 bisa menular melalui udara," jelas WHO seperti dikutip dari situsnya, Selasa (17/3/2020).
Menjaga jarak dengan orang lain merupakan bagian dari social distancing. Cara ini sangat disarankan ketika sebuah wabah atau virus menyebar tetapi belum ditemukan obat anti virusnya.
Social distancing juga menyarankan agar tidak menghadiri pertemuan dengan jumlah banyak seperti konser, festival, konferensi, ibadah atau acara olahraga. Tujuannya agar virus tersebut tidak tertular ke orang yang sehat.
WHO menambahkan gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap.
Namun, beberapa orang yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tak merasa tidak enak badan. Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang mendapatkan COVID-19 sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas.
Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin terkena penyakit serius. Orang dengan demam, batuk dan kesulitan bernapas harus mendapat perhatian medis.
Sumber :https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200319061451-37-145977/waspada-ini-cara-penyebaran-virus-corona-menurut-ahli
Bagaimana Virus Corona ini dapat menyebar dan menularkan kepada orang lain ...
terdapat orang-orang yang memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin terkena penyakit serius.
seringnya menghadiri pertemuan dengan jumlah banyak seperti konser, festival, konferensi, ibadah atau acara olahraga.
ketika seseorang mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare.
tetesan kecil yang keluar dari hidung atau mulut ketika mereka yang terinfeksi virus bersin atau batuk dan menyebar melalui udara.
ketika berinteraksi dengan hewan-hewan pembawa virus, seperti kelelawar, tringgiling, dan babi.
Apakah “social distancing” itu?
Ada yang menyebut jaga jarak sosial, mengurangi kontak antarwarga atau dalam bahasa Inggris, social distancing. Apa artinya itu? Jawaban baku: tindakan-tindakan sangat penting yang diambil pemimpin formal untuk menghentikan atau memperlambat kecepatan penyakit yang sangat mudah menular, seperti virus corona (COVID-19). Tindakan itu mengurangi orang sakit untuk memiliki kontak dengan orang sehat.
Bagaimana melakukan social distancing?
Jaga jarak minimal 1 meter dari orang lain adalah satu langkah. Tapi social distancing lebih dari itu. Termasuk social distancing adalah tidak bersalaman, penundaan acara-acara besar, seperti pertemuan masyarakat, hiburan, olahraga ataupun bisnis.
Anda mungkin bertanya: apakah saya boleh ke supermarket atau pasar? Jawabannya boleh tapi kurangi frekuensinya seminimal mungkin. Bila mungkin, orang yang berisiko (orang lanjut usia dan yang memiliki masalah kesehatan kronis) harus menghindari tempat umum.
Saat Anda berada di tempat umum usahakan sebisa mungkin menjaga jarak dari orang lain dan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan saat kembali pulang ke rumah.
Jika bisa kerja dari rumah, lakukanlah. Kalau harus ke kantor, batasi kontak dengan rekan-rekan kerja dan ikuti etika bersin/ batuk (tutupi bersin/ batuk dengan siku terlipat atau tisu yang dibuang langsung ke tempat sampah).
Kalau sakit, tinggallah di rumah dan kalau mengalami gejala virus corona, cari pengobatan medis atau telephon hotline 119 ext. 9. Jika Anda sedang merawat seseorang yang sakit di rumah, gunakan masker dan sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.
Jika sekolah anak Anda ditutup sementara, itu bukan berarti liburan. Pastikan anak mengikuti instruksi guru untuk belajar di rumah dan jangan lepas mereka ke tempat umum yang ramai orang.
Situasinya berkembang cepat. Jadi, lindungi diri, lindungi sesama dan tetap ikuti perkembangan informasi.
Sumber :https://www.covid19.go.id/2020/03/17/1331/
Apa tujuan Social Distancing dan mengapa harus belajar dari rumah ...
Memperkeruh atau meresahkan mengenai penyakit yang sangat mudah menular, menambah orang sakit untuk memiliki kontak dengan orang sehat. Belajar di rumah bertujuan untuk berlibur sementara.
Menghentikan atau memperlambat kecepatan penyakit yang sangat mudah menular, mengurangi orang sakit untuk memiliki kontak dengan orang sehat. Belajar di rumah bertujuan untuk menjalankan instruksi pemerintah.
Memperkeruh atau meresahkan mengenai penyakit yang sangat mudah menular, mengurangi orang sakit untuk memiliki kontak dengan orang sehat. Belajar di rumah bertujuan untuk mengaplikasikan social distancing.
Keadaan yang sangat terkenal di seluruh dunia, oleh karena itu perlu untuk diikuti. Belajar di rumah bertujuan untuk siswa dapat memantau sejauh mana virus ini berlangsung.
Menghentikan atau memperlambat kecepatan penyakit yang sangat mudah menular, mengurangi orang sakit untuk memiliki kontak dengan orang sehat. Belajar di rumah bertujuan untuk mengaplikasikan social distancing.
Melandaikan Kurva
Mengapa para ahli mengatakan melandaikan kurva atau memperlambat penyebaran virus corona (COVID-19) adalah jalan keluar mengakhiri pandemi.
Para ahli mengatakan intinya adalah melandaikan kurva, mencegah kurva membentuk puncak yang tajam. Melandaikan maksudnya memperlambat penyebaran sehingga jumlah kasus infeksi di satu waktu masih bisa ditangani sarana kesehatan yang tersedia. Dengan demikian, orang-orang berisiko yang menjadi prioritas dapat memperoleh layanan yang memadai.
Kurva tinggi menunjukkan virus menyebar cepat (jumlah kasus banyak dalam waktu singkat) sehingga memberikan tekanan pada sarana kesehatan. Akibatnya, sejumlah kasus tidak dapat dilayani karena di luar kapasitas sarana kesehatan yang ada.
Sejak Desember saat pertama dideteksi di China virus telah menyebar ke lebih dari 150 negara. Bila kurva bisa dilandaikan, kita bisa menyelamatkan banyak jiwa.
Bagaimana caranya melandaikan kurva?
Dengan cara mengikuti panduan yang tepat, termasuk: Ketahui cara mengurangi risiko, Ketahui informasi yang benar, Ketahui apa yang perlu dilakukan bila sakit.
Pemerintah di berbagai negara telah mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Tindakan-tindakan itu disesuaikan pada jumlah kasus di wilayahnya. Ada yang memberlakukan libur kerja, pembatalan pertemuan besar pembatasan perjalanan dan lainnya. Indonesia pun telah melakukan sejumlah tindakan mengurangi penyebaran.
Perlu diingat bahwa kebanyakan orang mengalami gejala ringan namun yang berbahaya adalah menularkannya ke kelompok berisiko tinggi – lansia (lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan kronis seperti tekanan darah tinggi, penyakit janting atau diabetes).
Jadi intinya kita semua harus memainkan peran dan mengikuti panduan ahli sehingga kita bersama-sama dapat mengatasi COVID-19. Lindungi diri, lindungi sesama.
Sumber :https://www.covid19.go.id/2020/03/16/melandaikan-kurva/
Apa maksud melandaikan kurva, dan bagaimana caranya ...
Memperlaju penyebaran sehingga jumlah kasus infeksi di satu waktu masih bisa ditangani sarana kesehatan yang tersedia, caranya adalah : 1. ketahui cara menambah risiko, 2. ketahui informasi yang beredar, 3. ketahui apa yang perlu dilakukan bila sakit.
Memperlambat penyebaran sehingga jumlah kasus infeksi di satu waktu masih bisa ditangani sarana kesehatan yang tersedia, caranya adalah : 1. ketahui cara menambah risiko, 2. ketahui informasi yang beredar, 3. ketahui apa yang perlu dilakukan bila sakit.
Memperlambat penyebaran sehingga jumlah kasus infeksi di satu waktu masih bisa ditangani sarana kesehatan yang tersedia, caranya adalah : 1. ketahui cara mengurangi risiko, 2. ketahui informasi yang benar, 3. ketahui apa yang perlu dilakukan bila sakit.
Memperlaju penyebaran sehingga jumlah kasus infeksi di satu waktu masih bisa ditangani sarana kesehatan yang tersedia, caranya adalah : 1. ketahui cara mengurangi risiko, 2. ketahui informasi yang beredar, 3. ketahui apa yang perlu dilakukan bila sakit.
Memperlaju penyebaran sehingga jumlah kasus infeksi di satu waktu masih bisa ditangani sarana kesehatan yang tersedia, caranya adalah : 1. ketahui cara menambah risiko, 2. ketahui informasi yang benar, 3. ketahui apa yang perlu dilakukan bila sakit.
7 Langkah Cara Cuci Tangan Menurut WHO
Kebiasaan mencuci tangan sangat penting untuk di terapkan oleh keluarga agar keluarga kita terhindar dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh kuman tersebut.
Pada dasarnya mencuci tangan bukan hanya sekedar membasahi tangan saja, namun juga harus kita ketahui bagaimana cara mencuci tangan dengan benar. Mengapa kita harus cuci tangan dengan benar?? Karena kuman tidak mudah mati atau hilang jika hanya dengan membasahi tangan dengan air saja, ingat kuman sangat mudah untuk berkembang biak. Oleh karena itu ikutilah 7 langkah mencuci tangan dengan benar menurut WHO sebagai berikut:
- Gosok kedua telapak tangan bersama menggunakan sabun anti bakteri
- Gosok punggung tangan keduanya
- Buka telapak tangan kemudian gosok selah jari jari satu persatu
- Kemudian balikkan telapak tangan bersihkan sela-sela punggung jari jemari bergantian
- Gosok ibu jari dengan cara melingkar satu arah mengikuti daerah antara jari telunjuk dan ibu jari lakukan bergantian kepada kedua tangan
- Gosok ujung jari pada telapak tangan dan lakukan bergantian pada kedua tangan
- Gosok pergelangan tangan secara berputar lakukan juga pada keduanya
Sumber : https://aladokter.com/7-langkah-cara-cuci-tangan-menurut-who/
Berikut langkah yang benar mencuci tangan menurut WHO yaitu ... (boleh klik lebih dari satu)
Buka telapak tangan kemudian gosok selah jari jari satu persatu
Gosok kedua telapak tangan bersama menggunakan batu kali
Gosok ibu jari dengan cara melingkar satu arah mengikuti daerah antara jari telunjuk dan ibu jari lakukan bergantian kepada kedua tangan
Gosok ujung jari pada telapak kaki dan lakukan bergantian pada kedua kaki
Gosok pergelangan tangan secara berputar lakukan juga pada keduanya
ETIKA BATUK YANG BAIK DAN BENAR
Etika batuk adalah tata cara batuk yang baik dan benar, dengan cara menutup hidung dan mulut dengan tissue atau lengan baju. Jadi bakteri tidak menyebar ke udara dan tidak menular ke orang lain.
Mencegah penyebaran suatu penyakit secara luas melalui udara bebas (Droplets) dan membuatkenyamanan pada orang di sekitarnya. Droplets tersebut dapat mengandung kuman infeksiusyang berpotensi menular ke orang lain disekitarnya melalui udara pernafasan. Penularan penyakit melalui media udara pernafasan disebut “air borne disease”.
Kebiasaan Batuk Yang Salah
Tidak menutup mulut saat batuk atau bersin di tempat umum. Tidak mencuci tangan setelah digunakan untuk menutup mulut atau hidung saat batuk dan bersin. Membuang ludah batuk di sembarang tempat. Melakukan resusitasi dan stabilisasi. Membuang atau meletakkan tissue yang sudah dipakai di sembarang tempat. Tidak menggunakan masker saat flu atau batuk.
Sumber :http://rsusemararatih.co.id/2019/10/25/ppi-etika-batuk-dan-bersin/
Berdasarkan infografis di atas, manakah etika batuk dan bersin yang tidak tepat ...
tutuplah mulut menggunakan tisu
buang tisu pada tempatnya
ketika batuk dan bersin gunakan baju lengan atas untuk menutupinya
membuang ludah sembarangan
saat batuk atau flu gunakan masker agar orang lain tidak tertular
#SobatBKKBN, penyebaran virus Corona bisa dicegah salah satunya dengan menggunakan masker.
Seperti apa sih pemakaian masker yang benar dan efektif? Simak infografis berikut ya, Sob.
Sumber :https://twitter.com/BKKBNofficial/status/1234460818290274304
Berdasarkan infografis "Tips Menggunakan Masker Yang Baik dan Benar Lebih Efektif" dari BKKBN di atas, mengapa harus menghindari menaik-turunkan masker ...
karena setelah beberapa saat kita pakai masker biasanya bakteri tubuh dan kuman sudah terkumpul dibagain luar masker, sehingga berbahaya terhirup ke dalam hidung
karena setelah beberapa saat kita pakai masker biasanya polusi dan debu sudah terkumpul dibagain luar masker, sehingga berbahaya terhirup ke dalam hidung
karena setelah beberapa saat kita pakai masker biasanya masker dibagain luar rusak, sehingga masker tidak lagi dapat menutupi hidung
karena setelah beberapa saat kita pakai masker biasanya lendir dan ludah sudah terkumpul dibagain dalam masker, sehingga berbahaya masuk ke dalam mulut
karena setelah beberapa saat kita pakai masker biasanya bakteri tubuh dan kuman sudah terkumpul dibagain dalam masker, sehingga berbahaya terhirup orang lain
Banyak hal yang perlu dipahami tentang penyebaran virus Corona. Virus ini menyebar ketika partikel virus dari orang yang positif terjangkit masuk ke dalam mata, hidung, dan mulut ke orang yang sehat. Hindarilah keramaian.
Sumber :https://twitter.com/BKKBNofficial/status/1239372436262367233
Berdasarkan infografis Tips Pencegahan Penyebaran Virus Corona BKKN, manakah hal yang tidak tepat ...
Jangan menyentuh wajahmu atau wajah orang lain. Cuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir selama 60 detik secara menyeluruh (bagian belakang telapak, sela-sela jari, dan bagian bawah kuku) terlebih dahulu.
Buanglah masker setelah seharian beaktifitas. Jangan menggunakan masker lebih dari satu hari, karena bakteri dapat berkembang biak di maskermu jika terlalu lama. Usahakan jangan menyentuh bagian luar masker. Segera cuci tanganmu jika terlanjur menyentuhnya.
Usahakan membuka dan menutup pintu dengan kaki atau dengkulmu.
Jangan berbagi makan, alat makan, gelas, dan handuk. Setiap keluarga harus memiliki alat makan, gelas, dan handuk masing-masing
Selalu cuci tangamnu dengan sabun sebelum makan, dan setelah pergi ke tempat umum
Gejala dan Cara Menghindari Virus Corona
Sumber :https://covesia.com/news/baca/90423/infografis-gejala-dan-cara-menghindari-virus-corona
Berdasarkan infografis di atas, manakah gejala tingkat lanjutan yang tidak tepat Virus Corona ...
Pneumonia
Sindrom
Pernapasan akut
Gagal ginjal
Batuk
Beda Batuk, Pilek, Alergi, dan Gejala Virus Corona
Beberapa orang sulit membedakan Virus Corona dengan batuk pilek biasa dan alergi. Ketiga gejala gangguan kesehatan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Sumber :https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/16/063100065/agar-tak-jadi-pembawa-virus-corona-apa-yang-harus-dilakukan-ketika
Berdasarkan infografis tersebut manakah beda pilek dan batuk biasa dengan Virus Corona ... (Klik lebih dari satu)
Batuk biasa : tidak semua batuk kering atau berdahak merupakan gejala Virus Corona
Virus Corona : Menurut WHO sekitar dua pertiga pasien atau 67,7 pesen pasien Covid-19 yang terinfeksi Virus Corona mengalami gajal batuk kering. Sisanya batuk berdahak
Batuk biasa : mengeluarkan lendir maupun tidak, dan biasanya disertai bersin dan hidung tersumbat
Virus Corona : mengalami demam tinggi, kejang-kejang, dan mulut mengeluarkan busa
Pilek dan Alergi : pilek biasa dan alergi biasanya disertai bersin, mata gatal, dan terkadang batuk.
Virus Corona : Hanya lima persen penderita infeksi Virus Corona pertama di Cina yang menunjukkan gejala pilek dan hidung tersumbat
Batuk biasa : hanya berlangsung sampai 10 - 15 hari
Virus Corona : jika hingga 15 hari belum mengalami perubahan artinya penderita mengalami gejala Virus Corona
Pilek dan Alergi : pilek dan sakit tenggorokan adalah tanda khas infeksi saluran pernapasan atas
Virus Corona : infeksi Virus Corona umumnya mengalami gangguan pernapasan bagian bawah. Sebagian besar penderita mengalami batuk kering, sesak napas, tetapi tidak disertai sakit tenggorokan
Gejala Virus Corona dari China
(Versi WHO)
Sumber :https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-51830030
Berdasarkan inforgrafis tersebut, manakah gejala yang tepat ... (Klik lebih dari satu)
asam lambung
diare
napas pendek, dan kesulitan napas
gagal ginjal
demam
Infografik Covid-19_19 Maret 2020
Sumber :https://www.covid19.go.id/
Berdasarkan infografis tersebut, berapa jumlah terpapar Covid-19 di Indonesia per tanggal 19 Maret 2020
Positif : 309 jiwa
Sembuh : 15 jiwa
Meninggal dunia : 25 jiwa
Positif : 209 jiwa
Sembuh : 25 jiwa
Meninggal dunia : 15 jiwa
Positif : 207 jiwa
Sembuh : 16 jiwa
Meninggal dunia : 15 jiwa
Positif : 310 jiwa
Sembuh : 14 jiwa
Meninggal dunia : 5 jiwa
Positif : 309 jiwa
Sembuh : 19 jiwa
Meninggal dunia : 115 jiwa
Video “Innalillahi, @CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”
Sumber :https://www.covid19.go.id/2020/03/19/
Berdasarkan berita tersebut
benar
salah
Video “Donald trump tiba2 tak sadarkan diri saat berpidato, dengernya dia udh trkena corona”
Sumber :https://www.covid19.go.id/2020/03/19/
Berdasarkan berita tersebut ...
salah
benar
Apa yang harus saya lakukan bila anak menunjukkan gejala virus corona ...
Segera cari orang pintar namun ingat bahwa gejala-gejala infeksi virus corona yang baru ini (batuk atau demam) sebetulnya tidak berbeda dengan gejala-gejala flu biasa.
Terus lakukan perilaku bersih cuci tangan pakai sabun dan pastikan anak telah di disinfektan sehingga anak Anda terlindungi dari virus dan penyakit lain.
Hindari tempat umum (tempat kerja, sekolah, transportasi umum) untuk mencegah penyebaran.
Segera cari orang pintar namun ingat bahwa gejala-gejala infeksi virus corona yang baru ini (batuk atau demam) sebetulnya tidak berbeda dengan gejala-gejala flu biasa.
Terus lakukan perilaku bersih cuci tangan pakai sabun dan pastikan anak telah di disinfektan sehingga anak Anda terlindungi dari virus dan penyakit lain.
Hindari tempat sepi (tempat ibadah, pemakaman, ruang isolasi) untuk mencegah penyebaran.
Segera cari petolongan medis namun ingat bahwa gejala-gejala infeksi virus corona yang baru ini (batuk atau demam) sebetulnya tidak berbeda dengan gejala-gejala flu biasa.
Terus lakukan perilaku bersih cuci tangan pakai sabun dan pastikan anak telah di sterilkan sehingga anak Anda terlindungi dari virus dan penyakit lain.
Hindari tempat sepi (tempat ibadah, pemakaman, ruang isolasi) untuk mencegah penyebaran.
Segera cari petolongan medis namun ingat bahwa gejala-gejala infeksi virus corona yang baru ini (batuk atau demam) sebetulnya tidak berbeda dengan gejala-gejala flu biasa.
Terus lakukan perilaku bersih cuci tangan pakai sabun dan pastikan anak telah di sterilkan sehingga anak Anda terlindungi dari virus dan penyakit lain.
Hindari tempat umum (tempat kerja, sekolah, transportasi umum) untuk mencegah penyebaran.
Segera cari petolongan medis namun ingat bahwa gejala-gejala infeksi virus corona yang baru ini (batuk atau demam) sebetulnya tidak berbeda dengan gejala-gejala flu biasa.
Terus lakukan perilaku bersih cuci tangan pakai sabun dan pastikan anak telah diimunisasi sehingga anak Anda terlindungi dari virus dan penyakit lain.
Hindari tempat umum (tempat kerja, sekolah, transportasi umum) untuk mencegah penyebaran.
Berikut tiga hal yang harus diketahui tentang Virus Corona di Indonesia versi pemerintah ... (Klik tiga jawaban yang tepat)
Cari informasi penyebaran virus
Cara mengurangi risiko
Cari informasi yang benar
Apa yang perlu dilakukan bila sakit
Percayai sepenuhnya berita di group Whatsapp
Cegah Virus Corona, Simak 5 Tips Ini untuk Tingkatkan Imun Tubuh
KOMPAS.com - Saat ini, kekhawatiran terkait infeksi virus corona masih terus terjadi. Pasalnya, kasus infeksi virus ini telah dikonfirmasi di sebagian besar negara di dunia, termasuk di Indonesia. Meskipun tingkat kematian jauh lebih rendah dibandingkan tingkat kesembuhan yang terjadi, penyebarannya yang cepat membuat orang-orang perlu melakukan tindakan pencegahan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun. Mengutip The Guardian, menurut Profesor Imunologi di University of Manchester, Sheena Cruickshank, untuk mengetahui bagaimana merawat sistem imun, seseorang harus memahami kekuatannya terlebih dahulu.
Sistem imun "Ketika Anda bersentuhan dengan kuman yang belum pernah dikenali tubuh sebelumnya, Anda memiliki berbagai penghalang untuk mencoba menghentikannya masuk ke tubuh anda," kata Sheena. Adapun contoh-contoh penghalang tersebut adalah kulit, ingus, dan mikrobiome. Sementara, di bawahnya, tubuh kita dipenuhi oleh sel-sel epitel yang sangat sulit untuk dilalui. Mereka memproduksi antimikroba termasuk yang paling relevan dengan virus corona, yaitu senyawa antivirus yang cukup berlawanan. Jika patogen melewati pertahanan ini, ia harus melawan sel darah putih atau sel kekebalan tubuh. Baca juga: Lawan Virus Corona, Filipina Tutup Ibu Kota Manila Sel-sel tersebut akan menghadapi virus tanpa disadari. Sistem ini juga merupakan dasar dari vaksinasi. Namun demikian, menurut Sheena, sistem imun memiliki titik buta. Artinya, respons imun tidak dapat mengenali virus atau kuman tertentu. Akan tetapi, Sheena menyebut bahwa gaya hidup yang sehat akan memastikan pertahanan tubuh dapat melawan virus-virus asing ini. Selain itu, berikut adalah sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun ini:
- Mengonsumsi makanan tinggi serat "Kita hidup dalam hubungan simbiotik dengan bakteri usus kita," kata Presiden British Society for Immunologi dan Profesor di University of College, London, Arne Akbar. Mikroba tidak hanya membentuk pelindung tubuh, tetapi juga program sistem imun. Hewan hasil perkembangbiakan yang tidak mempunyai mikrobioma cenderung memiliki respons imun yang berkembang dengan kurang baik. Sementara, orang dengan usia lanjut dan memiliki penyakit yang ditandai peradangan seperti alergi, asma, atau diabetes, cenderung memiliki mikrobioma usus yang kurang bervariasi. Oleh karena itu, Sheena merekomendasikan pengonsumsian makanan yang bervariasi dengan serat tinggi. Sebab, semakin banyak makanan nabati yang dikonsumsi, akan semakin baik. "Mikrobioma sangat menyukai serat, kacang-kacangan, dan makanan fermentasi," tambahnya.
- Meghindari paparan sinar UV, Mikrobioma kulit juga sangat penting, tetapi sedikit yang mengetahuinya. Paparan sinar ultraviolet yang intens dapat berdampak negatif, yaitu melemahkan fungsi perlindungan. Mencuci dengan sabun yang terlalu kuat dan menggunakan produk antibakteri juga tidak bersahabat dengan mikrobioma kulit. "Kombinasi parfum dan pelembab mungkin juga memiliki efek," kata Sheena.
- Berolahraga, Agar bugar secara keseluruhan, kesehatan fisik juga patut diperhatikan. "Sel darah putih dapat menjadi tidak aktif. Namun, olahraga dapat memobilisasi mereka dan meningkatkan aliran darah Anda sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan pengawasan mereka untuk mencari hingga menghancurkan virus atau benda asing di bagian tubuh lainnya," kata Akbar. Misalnya, adalah melakukan olahraga setiap hari setidaknya 150 menit dalam satu minggu untuk kegiatan aerobik moderat (hiking, berkebun, bersepeda) atau 75 menit aktivitas bertenaga (berlari, berenang cepat, kelas aerobik), sesuai kemampuan masing-masing. Sementara, untuk orang yang lebih tua dan lebih rentan infeksi, olahraga apa pun yang mungkin dilakukan sangat dianjutkan.
- Hindari minum alkohol, "Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sistem pertahanan tubuh menjadi tidak begitu efektif pada orang yang mengonsumsi alkohol," kata Sheena. Selain itu, pengonsumsian alkohol yang tinggi dapat menyebabkan penguranan limfosit. Jadi, saat virus menyerang, sistem imun menjadi tidak dapat menahan atau melawannya.
- Tidur cukup Berolahraga dan makan sehat dapat membantu seseorang untuk tidur lebih baik. Sebuah studi menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu kemampuan melawan penyakit dari jenis limfosit yang disebut sebagai sel T. Penelitian tersebut menjelaskan pentingnya bioritme alami secara keseluruhan. "Jika anda memiliki pola tidur teratur, anda memiliki ritme tubuh dan semuanya baik-baik saja," jelas Akbar.
Sumber :https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/15/124315865/cegah-virus-corona-simak-5-tips-ini-untuk-tingkatkan-imun-tubuh?page=1
Berdasarkan berita di atas hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun yang tepat adalah ... (Klik lebih dari satu)
Minum alkhol
Tidur cukup, berolahraga, dan makan sehat
Tidur seharian penuh
Menghindari paparan sinar UV
Mengonsumsi makanan berserat
Disdik Jabar Terbitkan Pedoman KBM dalam Jaringan
BANDUNG, DISDIK JABAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) menerbitkan pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada satuan pendidikan. Melalui surat bernomor 443/3302-set.disdik, Disdik Jabar sudah menyusun petunjuk teknis kegiatan belajar mengajar mulai tanggal 26 hingga 29 Maret 2020 yang dilaksanakan di rumah/pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring.
Kadisdik Jabar, Dewi Sartika menekankan kepala sekolah untuk mengimbau orang tua peserta didik agar mengawasi dan memastikan putra/putrinya melaksanakan KBM di rumah. "Sekolah bekerja sama dengan orang tua siswa harus memastikan peserta didik tidak berpergian/wisata atau kegiatan lain yang tidak selaras dengan berbagai upaya pencegahan penularan infeksi Covid-19," jelas Kadisdik, Senin (16/3/2020).
Materi Pembelajaran
Kadisdik menjelaskan, pada tanggal 16 hingga 21 Maret 2020, KBM diisi materi tentang Covid-19 yang terdiri dari lima materi. Selain mengedukasi siswa, materi tersebut diharapkan mampu menjadikan siswa sebagai agen perubahan. "Siswa diharapkan menjadi agen edukasi perubahan penanganan Covid-19 di Indonesia," harapnya.
Materi pertama, yaitu pengenalan tentang virus meliputi ciri, bentuk, struktur, cara hidup, perkembangan, klasifikasi, dan penyakit yang disebabkan oleh virus.
Kedua, pengenalan virus corona yang meliputi latar belakang, gejala terinfeksi, penyebab, cara penyebaran serta pencegahan Covid-19.
Ketiga, materi tentang protokol penanganan Covid-19 yang meliputi pengenalan protokol penanganan Covid-19, menanggapi secara bijak saat ada stigma di masyarakat tentang Covid-19, dan cara penanganan saat sakit.
Keempat, tentang cara hidup sehat yang diisi pembahasan seputar menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan sekitar, menjaga kesehatan, dan olahraga.
Terakhir, materi tentang bersosialisasi di masyarakat. Meliputi, cara memberi salam saat tatap muka dan bijak menggunakan media sosial dalam mengakses maupun menyebarkan informasi.
Seluruh bahan pembelajaran di atas dapat diakses melalui disdik.jabarprov.go.if/productlist, bit.ly/MateriBelajardiRumah dan bit.ly/Materi-belajar-diRumah.
Peran Guru
Selama KBM jarak jauh berjalan, Kadisdik berharap, guru dan tenaga kependidikan tetap hadir di sekolah sesuai jam kerja yang telah ditentukan. Selanjutnya, kepala sekolah menugaskan guru yang kompeten di bidangnya secara team teaching untuk memberikan materi tentang Covid-19 pada waktu yang telah ditentukan.
"Guru mempersiapkan pembelajaran melalui media daring sesuai fasilitas yang dimiliki sekolah dan kemampuan siswa. Misalnya, teleconference melalui media Webex, Zoon atau media sosial lainnya," tuturnya.
Selain itu, Kadisdik mengimbau satuan pendidikan untuk mengurangi berbagai kegiatan di dalam dan di luar sekolah, seperti kegiatan kesiswaan, perlombaan, dan ekstrakurikuler," imbaunya.***
Sumber :http://disdik.jabarprov.go.id/news/2043/disdik-jabar-terbitkan-pedoman-pembelajaran-jarak-jauh
Berdasarkan berita di atas, klik materi pembelajaran yang sesuai harapan disdik Jabar, siswa mampu menjadi agen edukasi perubahan penanganan Covid-19 di Indonesia ...
pengenalan tentang virus meliputi ciri, bentuk, struktur, cara hidup, perkembangan, klasifikasi, dan penyakit yang disebabkan oleh virus.
pengenalan virus corona yang meliputi latar belakang, gejala terinfeksi, penyebab, cara penyebaran serta pencegahan Covid-19.
materi tentang protokol penanganan Covid-19 yang meliputi pengenalan protokol penanganan Covid-19, menanggapi secara bijak saat ada stigma di masyarakat tentang Covid-19, dan cara penanganan saat sakit.
tentang cara hidup tentram yang diisi pembahasan seputar menjaga diri sendiri, keamanan lingkungan sekitar, menjaga harta benda, dan olahraga.
materi tentang berkomunikasi di lingkungan masyarakat.
Serba-Serbi Bentuk Virus Corona, Struktur, dan Vaksin COVID-19
Jakarta -Perang terhadap virus corona atau dikenal sebagai COVID-19 masih terus berlanjut hingga Kamis (19/3/2020). Sejak dinyatakan masuk Indonesia pada awal Maret 2020, hingga Rabu (18/3/2020) sudah ada 227 kasus positif COVID-19. Sebanyak 11 kasus berhasil sembuh dari infeksi virus corona dan 19 lainnya meninggal.
Seiring dengan segenap upaya untuk mengantisipasi dan mencegah infeksi virus corona, ada baiknya menyegarkan ingatan terkait istilah yang bikin bingung. Dikutip dari CNN, virus corona adalah keluarga penyebab penyakit (patogen) yang mengakibatkan penyakit saat ini. Sama dengan SARS-CoV pada 2002 dan MERS-CoV di 2012.
Para ahli kemudian memberi nama virus yang kasusnya pertama kali mewabah di Wuhan, China, ini sebagai SARS-CoV-2. Sedangkan penyakit yang disebabkan infeksi virus corona SARS-CoV-2 disebut COVID-19. Istilah COVID-19 adalah kependekan dari corona virus disease 19, yang kemudian menjadi nama resmi virus corona musuh dunia saat ini.
Sebelum menjadi COVID-19, WHO memberi nama 2019-nCoV untuk virus corona ini. Sedangkan Komisi Kesehatan Nasional China menyebutnya sebagai Novel Coronavirus Pneumonia (NCP). Setelah mengingat kembali perbedaan virus corona, COVID-19, dan SARS-CoV-2, maka berikut informasi lebih detail terkait organisme ini.
1. Bentuk Virus Corona
Dikutip dari situs LIPI atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, bentuk virus corona menyerupai mahkota seperti namanya. Corona bahasa Latin yang artinya crown atau mahkota dalam bahasa Indonesia. Bentuk mahkota berasal dari protein S atau spike protein yang mengelilingi permukaan virus.
Protein S ini mirip anak panah atau paku yang menutupi permukaan virus corona. Protein S inilah yang berperan penting dalam pola infeksi virus corona ke sel pernapasan. Virus corona secara umum berbentuk bulat dengan diameter 100-120 nm atau nanometer. Virus corona tidak bisa memperbanyak diri kecuali dengan menginfeksi makhluk hidup, sama seperti virus lain.
2. Struktur Virus Corona
Struktur virus biasanya hanya terdiri atas RNA atau DNA saja termasuk untuk virus corona. Virus ini memiliki genom RNA positif atau biasa disebut RNA saja. Panjang genom virus corona sekitar 27-32 kilobasa yang kemudian membentuk protein penyusun tubuh virus. Misal fosfoprotein N, glikoprotein M, protein E, protein S, dan glikoprotein HE, serta enzim lain untuk perbanyakan virus.
Adanya protein S, yang mirip paku atau tanda panah di permukaan organisme, menjadikan struktur virus corona lebih khas dibanding yang lain. Dikutip dari Live Science, protein S ini menempel pada reseptor di sel pernapasan yang disebut angiotensin-converting enzyme 2 atau ACE 2.
"Jika kita berpikir tubuh manusia adalah rumah dan virus corona adalah karet, maka ACE 2 adalah pegangan pintu menuju rumah. Saat protein S di struktur virus corona menempel di ACE 2, maka pintu menuju tubuh manusia langsung terbuka," kata Liang Tao seorang peneliti dari Westlake University.
3. Vaksin Corona
Pola ikatan antara protein S di COVID-19 dan ACE pada sel pernapasan, mirip dengan yang terjadi pada SARS-CoV-2. Kendati begitu peneliti yakin ada perbedaan asam amino yang mengikat protein S di COVID-19 dan ACE. Asam amino inilah yang mempengaruhi kelengketan virus pada sel pernapasan dan mudahnya terjadi penularan.
Asam amino inilah yang menimbulkan peluang diciptakannya vaksin corona atau metode pengobatan lainnya. Ada beberapa negara yang menyatakan sedang mencoba vaksin corona dalam berbagai tahapan. Namun belum ada yang mendapat izin digunakan pada manusia dan diproduksi massal.
Beberapa negara yang mencoba membuat vaksin corona adalah China, Amerika Serikat, Israel, Inggris, dan Indonesia. Vaksin corona di Indonesia disiapkan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang nantinya diproduksi melalui Institute of Tropical Disease (ITD).
Sumber :https://news.detik.com/berita/d-4945780/serba-serbi-bentuk-virus-corona-struktur-dan-vaksin-covid-19
Berdasarkan berita di atas, bagaimana bentuk Virus Corona versi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) ...
mahkota
spiral
lingkaran
seperti cacing
serbuk sari bunga
Serba-Serbi Bentuk Virus Corona, Struktur, dan Vaksin COVID-19
Jakarta -Perang terhadap virus corona atau dikenal sebagai COVID-19 masih terus berlanjut hingga Kamis (19/3/2020). Sejak dinyatakan masuk Indonesia pada awal Maret 2020, hingga Rabu (18/3/2020) sudah ada 227 kasus positif COVID-19. Sebanyak 11 kasus berhasil sembuh dari infeksi virus corona dan 19 lainnya meninggal.
Seiring dengan segenap upaya untuk mengantisipasi dan mencegah infeksi virus corona, ada baiknya menyegarkan ingatan terkait istilah yang bikin bingung. Dikutip dari CNN, virus corona adalah keluarga penyebab penyakit (patogen) yang mengakibatkan penyakit saat ini. Sama dengan SARS-CoV pada 2002 dan MERS-CoV di 2012.
Para ahli kemudian memberi nama virus yang kasusnya pertama kali mewabah di Wuhan, China, ini sebagai SARS-CoV-2. Sedangkan penyakit yang disebabkan infeksi virus corona SARS-CoV-2 disebut COVID-19. Istilah COVID-19 adalah kependekan dari corona virus disease 19, yang kemudian menjadi nama resmi virus corona musuh dunia saat ini.
Sebelum menjadi COVID-19, WHO memberi nama 2019-nCoV untuk virus corona ini. Sedangkan Komisi Kesehatan Nasional China menyebutnya sebagai Novel Coronavirus Pneumonia (NCP). Setelah mengingat kembali perbedaan virus corona, COVID-19, dan SARS-CoV-2, maka berikut informasi lebih detail terkait organisme ini.
1. Bentuk Virus Corona
Dikutip dari situs LIPI atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, bentuk virus corona menyerupai mahkota seperti namanya. Corona bahasa Latin yang artinya crown atau mahkota dalam bahasa Indonesia. Bentuk mahkota berasal dari protein S atau spike protein yang mengelilingi permukaan virus.
Protein S ini mirip anak panah atau paku yang menutupi permukaan virus corona. Protein S inilah yang berperan penting dalam pola infeksi virus corona ke sel pernapasan. Virus corona secara umum berbentuk bulat dengan diameter 100-120 nm atau nanometer. Virus corona tidak bisa memperbanyak diri kecuali dengan menginfeksi makhluk hidup, sama seperti virus lain.
2. Struktur Virus Corona
Struktur virus biasanya hanya terdiri atas RNA atau DNA saja termasuk untuk virus corona. Virus ini memiliki genom RNA positif atau biasa disebut RNA saja. Panjang genom virus corona sekitar 27-32 kilobasa yang kemudian membentuk protein penyusun tubuh virus. Misal fosfoprotein N, glikoprotein M, protein E, protein S, dan glikoprotein HE, serta enzim lain untuk perbanyakan virus.
Adanya protein S, yang mirip paku atau tanda panah di permukaan organisme, menjadikan struktur virus corona lebih khas dibanding yang lain. Dikutip dari Live Science, protein S ini menempel pada reseptor di sel pernapasan yang disebut angiotensin-converting enzyme 2 atau ACE 2.
"Jika kita berpikir tubuh manusia adalah rumah dan virus corona adalah karet, maka ACE 2 adalah pegangan pintu menuju rumah. Saat protein S di struktur virus corona menempel di ACE 2, maka pintu menuju tubuh manusia langsung terbuka," kata Liang Tao seorang peneliti dari Westlake University.
3. Vaksin Corona
Pola ikatan antara protein S di COVID-19 dan ACE pada sel pernapasan, mirip dengan yang terjadi pada SARS-CoV-2. Kendati begitu peneliti yakin ada perbedaan asam amino yang mengikat protein S di COVID-19 dan ACE. Asam amino inilah yang mempengaruhi kelengketan virus pada sel pernapasan dan mudahnya terjadi penularan.
Asam amino inilah yang menimbulkan peluang diciptakannya vaksin corona atau metode pengobatan lainnya. Ada beberapa negara yang menyatakan sedang mencoba vaksin corona dalam berbagai tahapan. Namun belum ada yang mendapat izin digunakan pada manusia dan diproduksi massal.
Beberapa negara yang mencoba membuat vaksin corona adalah China, Amerika Serikat, Israel, Inggris, dan Indonesia. Vaksin corona di Indonesia disiapkan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang nantinya diproduksi melalui Institute of Tropical Disease (ITD).
Sumber :https://news.detik.com/berita/d-4945780/serba-serbi-bentuk-virus-corona-struktur-dan-vaksin-covid-19
Berdasarkan berita di atas, bagaimana stuktur Virus Corona ...
Virus ini memiliki genom DNA positif atau biasa disebut GNA saja. Panjang genom virus corona sekitar 21-31 kilobasa yang kemudian membentuk protein penyusun tubuh virus. Misal fosfoprotein N, glikoprotein M, protein A, protein B, dan glikoprotein HE, serta enzim lain untuk perbanyakan virus.
Virus ini memiliki genom GNA positif atau biasa disebut GNA saja. Panjang genom virus corona sekitar 201-301 kilobasa yang kemudian membentuk protein penyusun tubuh virus. Misal fosfoprotein N, glikoprotein M, protein C, protein D, dan glikoprotein HE, serta enzim lain untuk perbanyakan virus.
Virus ini memiliki genom RNA positif atau biasa disebut RNA saja. Panjang genom virus corona sekitar 27-32 kilobasa yang kemudian membentuk protein penyusun tubuh virus. Misal fosfoprotein N, glikoprotein M, protein E, protein S, dan glikoprotein HE, serta enzim lain untuk perbanyakan virus.
Virus ini memiliki genom RNA positif atau biasa disebut DNA saja. Panjang genom virus corona sekitar 11-301 kilobasa yang kemudian membentuk protein penyusun tubuh virus. Misal fosfoprotein N, glikoprotein M, protein E, protein B, dan glikoprotein HE, serta enzim lain untuk perbanyakan virus.
Virus ini memiliki genom RNA positif atau biasa disebut RNA saja. Panjang genom virus corona sekitar 21-31 kilobasa yang kemudian membentuk protein penyusun tubuh virus. Misal fosfoprotein N, glikoprotein M, vitamin C kompleks, vitamin B, dan glikoprotein HE, serta enzim lain untuk perbanyakan virus.
