wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

unsur-unsur drama

Total questions: 22

Worksheet time: 21mins

Name
Class
Date
1.

Ibu : Ayahmu nanti membawa pisang rebus. Pasti kamu suka

Anak : bosan ma. Asep ingin makan nasi. Sudah lama, kan, ma, kira tidak makan nasi

Ibu : ya, semoga saja bapakmu dapat nasi juga. Sekarang, jangan menangis lagi. Ya!

Anak : . . . . .

Latar belakang tokoh ibu yang tergambar di dalam cuplikan drama itu adalah . . .

a)

Ibu tua yang sakit- sakitan.

b)

Seorang istri yang setia kepada suaminya.

c)

Perempuan miskin yang tabah dengan keadaan.

d)

erempuan yang pernah menjual diri sehingga mendapat kutukan.

2.

Ibu : Ayahmu nanti membawa pisang rebus. Pasti kamu sukaAnak : bosan ma. Asep ingin makan nasi. Sudah lama, kan, ma, kira tidak makan nasi

Ibu : ya, semoga saja bapakmu dapat nasi juga. Sekarang, jangan menangis lagi. Ya!

Anak : . . . . .

Dialog yang dapat di ungkapkan tokoh anak untuk melengkapi cuplikan tersebut adalah. . . .

a)

Tapi, mengapa bapak lama sekali? Bapak pergi ke mana, ma?

b)

Bapak itu siapa namanya? Apa pekerjaannya, ma?

c)

Asep akan menangis lagi karena tidak bisa sekolah.

d)

Kalau nanti sudah makan, Asep akan pergi ke sungai, menangkap ikan.

3.

edo : Mau pergi ke mana, Yuk, sore-sore begini?

Ayuk : Oh, aku mau pergi ke rumah Tante Ita, tapi malah

hujan.

Edo : Akhir-akhir ini hujan sering turun, Ya !

Budi : Ya, banjir pun terjadi di sana sini hingga merusak

lingkungan.

Ayuk : Apa hubungannya, Bud, banjir dan orang yang tidak

peduli lingkungan?

Budi : Ya, penyebab banjir tidak lain karena ulah manusia yang tidak peduli lingkungan.

Manusia sering melakukan penebangan pohon di hutan. Pemerintah harusnya

menindak tegas oknum yang merusak alam ini.

Ayuk : Jangan begitulah, mungkin mereka melakukan itu karena kebutuhan ekonomi.


Tokoh utama dalam drama di atas adalah. …

a)

Budi dan Ayuk

b)

Edo dan Ayuk

c)

Edo dan Budi

d)

Edo, Budi, dan Ayuk

4.

Edo : Mau pergi ke mana, Yuk, sore-sore begini?

Ayuk : Oh, aku mau pergi ke rumah Tante Ita, tapi malah

hujan.

Edo : Akhir-akhir ini hujan sering turun, Ya !

Budi : Ya, banjir pun terjadi di sana sini hingga merusak

lingkungan.

Ayuk : Apa hubungannya, Bud, banjir dan orang yang tidak

peduli lingkungan?

Budi : Ya, penyebab banjir tidak lain karena ulah manusia yang tidak peduli lingkungan.

Manusia sering melakukan penebangan pohon di hutan. Pemerintah harusnya

menindak tegas oknum yang merusak alam ini.

Ayuk : Jangan begitulah, mungkin mereka melakukan itu karena kebutuhan ekonomi.


Latar waktu yang sesuai dengan drama tersebut adalah. …

a)

menjelang malam

b)

sore hari

c)

siang hari

d)

pagi hari

5.

Edo : Mau pergi ke mana, Yuk, sore-sore begini?

Ayuk : Oh, aku mau pergi ke rumah Tante Ita, tapi malah

hujan.

Edo : Akhir-akhir ini hujan sering turun, Ya !

Budi : Ya, banjir pun terjadi di sana sini hingga merusak

lingkungan.

Ayuk : Apa hubungannya, Bud, banjir dan orang yang tidak

peduli lingkungan?

Budi : Ya, penyebab banjir tidak lain karena ulah manusia yang tidak peduli lingkungan.

Manusia sering melakukan penebangan pohon di hutan. Pemerintah harusnya

menindak tegas oknum yang merusak alam ini.

Ayuk : Jangan begitulah, mungkin mereka melakukan itu karena kebutuhan ekonomi.


Amanat yang tepat dari penggalan teks drama tersebut adalah. …

a)

Banjir disebabkan oleh hujan yang turun tiada henti

b)

Lingkungan rusak disebabkan oleh ulah manusia

c)

Hujan menyebabkan banjir sehingga merusak lingkungan

d)

Semua orang harus peduli lingkungan

6.

Ada bebrapa jenis drama berdasarkan penyajian, sebuah pertunjukan drama yang berisi cerita kesedihan tergolong kedalam..

a)

komedi

b)

opera

c)

tragedi

d)

sandiwara

7.

lis : (datang dari ruang dalam) “Ya … Pak. Ada apa, Pak?”

Kakek: “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum di rumah?”

Elis : ”Main … Pak. Tadi bawa motor.”

Kakek: “Aduh, Elis. Bagaimana kalian membesarkan anak? Akan jadi apa cucuku kelak?”

Elis : “Sudahlah … Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik motor.”

Kakek: “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih SMP, belum berhak punya

SIM.”

Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti kita dulu.”

Kakek: “Aduh … Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah.”


Kutipan di atas adalah penggalan karya yang berbentuk ….

a)

prosa

b)

puisi

c)

drama

d)

teater

8.

Elis : (datang dari ruang dalam) “Ya … Pak. Ada apa, Pak?”

Kakek: “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum di rumah?”

Elis : ”Main … Pak. Tadi bawa motor.”

Kakek: “Aduh, Elis. Bagaimana kalian membesarkan anak? Akan jadi apa cucuku kelak?”

Elis : “Sudahlah … Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik motor.”

Kakek: “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih SMP, belum berhak punya

SIM.”

Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti kita dulu.”

Kakek: “Aduh … Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah.”


Sikap Elis terhadap anaknya pada percakapan di atas adalah ….

a)

sayang

b)

bijaksana

c)

memanjakan

d)

mendidik

9.

Elis : (datang dari ruang dalam) “Ya … Pak. Ada apa, Pak?”

Kakek: “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum di rumah?”

Elis : ”Main … Pak. Tadi bawa motor.”

Kakek: “Aduh, Elis. Bagaimana kalian membesarkan anak? Akan jadi apa cucuku kelak?”

Elis : “Sudahlah … Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik motor.”

Kakek: “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih SMP, belum berhak punya

SIM.”

Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti kita dulu.”

Kakek: “Aduh … Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah.”


Pernyataan kakek kepada Elis pada percakapan di atas menyatakan rasa …

a)

marah

b)

khawatir

c)

takut

d)

ingin tahu

10.

Elis : (datang dari ruang dalam) “Ya … Pak. Ada apa, Pak?”

Kakek: “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum di rumah?”

Elis : ”Main … Pak. Tadi bawa motor.”

Kakek: “Aduh, Elis. Bagaimana kalian membesarkan anak? Akan jadi apa cucuku kelak?”

Elis : “Sudahlah … Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik motor.”

Kakek: “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih SMP, belum berhak punya

SIM.”

Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti kita dulu.”

Kakek: “Aduh … Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah.”


Tokoh utama dalam penggalan drama di atas adalah ….

a)

Ari dan Adi

b)

Elis dan Kakek

c)

Kakek, Adi,dan Ari

d)

Adi dan elis

11.

Elis : (datang dari ruang dalam) “Ya … Pak. Ada apa, Pak?”

Kakek: “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum di rumah?”

Elis : ”Main … Pak. Tadi bawa motor.”

Kakek: “Aduh, Elis. Bagaimana kalian membesarkan anak? Akan jadi apa cucuku kelak?”

Elis : “Sudahlah … Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik motor.”

Kakek: “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih SMP, belum berhak punya

SIM.”

Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti kita dulu.”

Kakek: “Aduh … Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah.”


Latar tempat penggalan drama di atas adalah ….

a)

Di rumah

b)

Di jalan

c)

Di sekolah

d)

Di halaman

12.

Elis : (datang dari ruang dalam) “Ya … Pak. Ada apa, Pak?”

Kakek: “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum di rumah?”

Elis : ”Main … Pak. Tadi bawa motor.”

Kakek: “Aduh, Elis. Bagaimana kalian membesarkan anak? Akan jadi apa cucuku kelak?”

Elis : “Sudahlah … Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik motor.”

Kakek: “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih SMP, belum berhak punya

SIM.”

Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti kita dulu.”

Kakek: “Aduh … Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah.”


Amanat yang dapat diambil dari penggalan drama di atas adalah ….

a)

Sebaiknya orang tua waspada dengan tingkah laku anak-anak.

b)

Sebaiknya orang tua mengawasi dan melarang anak-anaknya pergi.

c)

Sebaiknya orang tua tidak teledor meninggalkan anak-anaknya.

d)

Sebaiknya orang tua mendidik anaknya dengan baik, tidak memanjakan dan menuruti

semua keinginan anaknya.

13.

Eko : (Berjalan mendekati Riski di sebuah teras rumah) Ris, mana mainanku yang kau

pinjam kemarin ?

Dito : Mainanmu dijatuhkan Riski.

Riski : (Suaranya gemetar dan ketakutan) Maaf, Eko mainanmu rusak.

Eko : Kenapa bisa rusak ?

Riski : Maaf, Eko, aku tak sengaja menjatuhkanya.

Eko : O, kenapa kamu tidak bilang ? Tidak apa-apa, kok. Aku memaafkanmu. Tetapi lain

kali dijaga baik-baik, ya !

Riski : Terima kasih, eko. Aku berjanji akan menjaga mainanmu jika meminjam lagi.


Latar tempat dalam drama tersebut adalah. …

a)

di dalam rumah

b)

di halaman rumah

c)

ruang tamu

d)

teras rumah

14.

Eko : (Berjalan mendekati Riski di sebuah teras rumah) Ris, mana mainanku yang kau

pinjam kemarin ?

Dito : Mainanmu dijatuhkan Riski.

Riski : (Suaranya gemetar dan ketakutan) Maaf, Eko mainanmu rusak.

Eko : Kenapa bisa rusak ?

Riski : Maaf, Eko, aku tak sengaja menjatuhkanya.

Eko : O, kenapa kamu tidak bilang ? Tidak apa-apa, kok. Aku memaafkanmu. Tetapi lain

kali dijaga baik-baik, ya !

Riski : Terima kasih, eko. Aku berjanji akan menjaga mainanmu jika meminjam lagi.


Amanat dari kutipan drama di atas adalah. …

a)

Janganlah berbuat pura-pura tidak tahu ketika berbuat salah.

b)

Kita harus memarahi teman yang berbuat semaunya.

c)

Kita harus hidup rukun dan saling memaafkan.

d)

Sebaiknya kita jangan berjanji jika tidak bisa menepati.

15.

Hani : Ayo, Indra kita berangkat sekarang! Jangan sampai kita terlambat lagi.

(sambil menatap Indra).

Indra: Iya, aku juga tidak enak dengan teman-teman jika terlambat lagi.

(sedikit tergesa-gesa berjalan).

Hani : Baiklah. Jangan kecewakan teman-teman lagi. Ayo, kita segera ke rumah Iwan.


Latar suasana dalam kutipan drama di atas adalah ….

a)

Sedih

b)

Tergesa-gesa

c)

Cemas

d)

Terharu

16.

Jika dalam cerita dalam drama menggambarkan peristiwa yang mengenang/mengingat masa lalu,

kemudian kembali menggambarkan peristiwa-peristiwa sekarang dan peristiwa-

peristiwa selanjutnya, cerita tersebut beralur

a)

Maju

b)

Mundur

c)

Maju mundur

d)

Campuran

17.

Tahap alur dalam drama yang menggambarkan mulai adanya masalah, baik

antartokoh maupun pada diri seorang tokoh disebut ….

a)

Pertikaian

b)

Leraian

c)

Klimaks

d)

Pemaparan

18.

Di bawah ini adalah struktur dari drama, kecuali

a)

Dialog

b)

Epilog

c)

Prolog

d)

Monolog

19.

Tahap alur dalam drama yang menggambarkan mulai adanya masalah, baik

antartokoh maupun pada diri seorang tokoh disebut ….

a)

Pertikaian

b)

Leraian

c)

Klimaks

d)

Pemaparan

20.

Adi, kamu itu memang keterlaluan. Kamu tahu kan, Siska itu lemah jantung? Teganya kamu bentak-bentak dia hingga menangis dan pingsan,” kata Dina marah.

”Biar saja, itu urusanku. Lagian kenapa sih kamu ikut-ikutan? Jangan sok pahlawan lah!” balas Adi.


Berdasarkan teks di atas, watak tokoh Adi adalah ….

a)

sombong dan pembohong

b)

kasar, keras kepala, pemarah

c)

suka menolong

d)

teguh pendirian

21.

Edo : Mau pergi ke mana, Yuk, sore-sore begini?

Ayuk : Oh, aku mau pergi ke rumah Tante Ita, tapi malah

hujan.

Edo : Akhir-akhir ini hujan sering turun, Ya !

Budi : Ya, banjir pun terjadi di sana sini hingga merusak

lingkungan.

Ayuk : Apa hubungannya, Bud, banjir dan orang yang tidak

peduli lingkungan?

Budi : Ya, penyebab banjir tidak lain karena ulah manusia yang tidak peduli lingkungan.

Manusia sering melakukan penebangan pohon di hutan. Pemerintah harusnya

menindak tegas oknum yang merusak alam ini.

Ayuk : Jangan begitulah, mungkin mereka melakukan itu karena kebutuhan ekonomi.


Latar waktu yang sesuai dengan drama tersebut adalah. …

a)

menjelang malam

b)

sore hari

c)

siang hari

d)

pagi hari

22.

Hani : Ayo, Indra kita berangkat sekarang! Jangan sampai kita terlambat lagi.

(sambil menatap Indra).

Indra: Iya, aku juga tidak enak dengan teman-teman jika terlambat lagi.

(sedikit tergesa-gesa berjalan).

Hani : Baiklah. Jangan kecewakan teman-teman lagi. Ayo, kita segera ke rumah Iwan.


Latar suasana dalam kutipan drama di atas adalah ….

a)

Sedih

b)

Tergesa-gesa

c)

Cemas

d)

Terharu