Font size
WorksheetsAkuntansi Keuangan
Total questions: 20
Worksheet time: 11mins
Berikut ini akun-akun yang digunakam dalam pencatatan sistem perpetual kecuali ....
Merchandise Inventory
Cost of Goods Sold
Freight Paid
Purchase Return
Freight Collected
Syarat pengiriman barang sampai dengan gudang pembeli dimana biaya pengiriman barang ditanggung oleh pihak pembeli adalah ....
FOB Shiping Point
FOB Destination Point
Free On Board
Cost Insurance Free
FOB Tunai
Berikut ini jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan secara kredit dengan sistem perpetual adalah ....
Purchase xxxx (D)
PPN Income xxxx (D)
Account Payable xxxx (K)
Merchandise Inventory xxxx (D)
PPN Income xxxx (D)
Account Receivable xxxx (K)
Merchandise Inventory xxxx (D)
PPN Income xxxx (D)
Account Payable xxxx (K)
Merchandise Inventory xxxx (D)
Trade Debtor xxxx (K)
Purchase xxxx (D)
PPN Outcome xxxx (D)
Account Payable xxxx (K)
Dengan menggunakan metode perpetual, pencatatan retur pembelian yang benat adalah ....
Purchase Return xxxx (D)
PPN Income xxxx (D)
Account Payable xxxx (K)
Merchandise Inventory xxxx (D)
PPN Income xxxx (D)
Account Payable xxxx (K)
Account Payable xxxx (D)
PPN Income xxxx (D)
Purchase Return xxxx (K)
Merchandise Inventory xxxx (D)
PPN Income xxxx (K)
Account Payable xxxx (K)
Account Payable xxxx (D)
PPN Income xxxx (D)
Merchandise Inventory xxxx (K)
Pada tanggal 2 Juni 2017 dibayar pelunasan Faktur No F05-5 tertanggal 28 Mei 2017 sebesar Rp 44.000.000, 00 termasuk PPN 10% termin 2/10, n/30. Dari data tersebut jurnal yang dibuat jika menggunakan metode perpetual adalah ....
Account Payable Rp 44.000.000, 00 (D)
Cash in Bank Rp 44.000.000, 00 (K)
Account Payable Rp 44.800.000, 00 (D)
Purchase Discount Rp 800.000, 00 (K)
Cash in Bank Rp 44.000.000, 00 (K)
Account Payable Rp 44.000.000, 00 (D)
Cash in Bank Rp 43.200.000, 00 (K)
Cost of Goods Sold Rp 800.000, 00 (K)
Account Payable Rp 44.000.000, 00 (D)
Cash in Bank Rp 43.000.000, 00 (K)
Purchase Discount Rp 800.000, 00 (K)
Account Payable Rp 44.000.000, 00 (D)
Cost of Goods Sold Rp 800.000, 00 (D)
Cash in Bank Rp 44.800.000, 00 (K)
Pada tanggal 2 Juni 2017 dikirim Faktur No F06-5 sebesar Rp 40.000.000, 00 PPN 10% biaya kirim Rp 500.000, 00 syarat pengiriman barang FOB Destination termin 2/10, n/30 harga pokok barang Rp 35.000.000, 00. Dari data tersebut jurnal yang dibuat jika menggunakan metode perpetual adalah ....
Account Receivable Rp 44.500.000, 00 (D)
Sales Rp 40.000.000, 00 (K)
PPN Outcome Rp 4.000.000, 00 (K)
Freight Collected Rp 500.000, 00 (K)
Account Receivable Rp 44.500.000, 00 (D)
Sales Rp 40.000.000, 00 (K)
PPN Outcome Rp 4.000.000, 00 (K)
Merchandise Inventory Rp 40.000.000, 00 (D)
PPN Income Rp 4.000.000, 00 (D)
Cost of Goods Sold Rp 500.000, 00
Account Payable Rp 44.500.000, 00 (K)
Account Receivable Rp 44.500.000, 00 (D)
Sales Rp 40.000.000, 00 (K)
PPN Outcome Rp 4.000.000, 00 (K)
Freight Collected Rp 500.000, 00 (K)
Cost of Goods Sold Rp 35.000.000, 00 (D)
Merchandise Inventory Rp 35.000.000, 00 (K)
Account Receivable Rp 44.500.000, 00 (D)
Sales Rp 40.000.000, 00 (K)
PPN Outcome Rp 4.000.000, 00 (K)
Freight Collected Rp 500.000, 00 (K)
Merchandise Inventory Rp 35.000.000, 00 (D)
Cost of Goods Sold Rp 35.000.000, 00 (K)
Tanggal 8 Juni 2017 diterima kembali barang dagangan yang dijual karena rusak berupa 3 buah laptop @ Rp 4.000.000, 00 PPN 10% harga pokok laptop Rp 3.200.000, 00 dengan menggunakan metode perpetual jurnal yang dicatat adalah sebagai berikut ....
Account Receivable Rp 13.200.000, 00 (D)
Sales Return Rp 12.000.000, 00 (K)
PPN Outcome Rp 1.200.000, 00 (K)
Merchandise Inventory Rp 9.600.000, 00 (D)
Cost of Goods Sold Rp 9.600.000, 00 (K)
Account Receivable Rp 13.200.000, 00 (D)
Sales Return Rp 12.000.000, 00 (K)
PPN Outcome Rp 1.200.000, 00 (K)
Cost of Goods Sold Rp 9.600.000, 00 (D)
Merchandise Inventory Rp 9.600.000, 00 (K)
Sales Return Rp 12.000.000, 00 (D)
PPN Outcome Rp 1.200.000, 00 (D)
Account Receivable Rp 13.200.000, 00 (K)
Sales Return Rp 12.000.000, 00 (D)
PPN Outcome Rp 1.200.000, 00 (D)
Account Receivable Rp 13.200.000, 00 (K)
Cost of Goods Sold Rp 9.600.000, 00 (D)
Merchandise Inventory Rp 9.600.000, 00 (K)
Sales Return Rp 12.000.000, 00 (D)
PPN Outcome Rp 1.200.000, 00 (D)
Account Receivable Rp 13.200.000, 00 (K)
Merchandise Inventory Rp 9.600.000, 00 (D)
Cost of Goods Sold Rp 9.600.000, 00 (K)
Pada tanggal 8 Juni 2017 diterima pelunasan Faktur No F06-5 sebesar Rp 44.500.000, 00 nilai penjualan Rp 40.000.000, 00 termin 2/10, n/30 tertanggal 2 Juni 2017. Dari data tersebut jurnal yang dibuat jika menggunakan metode perpetual adalah ....
Cash in Bank Rp 44.500.000, 00 (D)
Account Receivable Rp 44.500.000, 00 (K)
Account Receivable Rp 44.500.000, 00
Cash in Bank Rp 44.500.000, 00 (K)
Cash in Bank Rp 43.700.000, 00 (D)
Sales Discount Rp 800.000, 00 (D)
Account Receivable Rp 44.500.000, 00 (K)
Cash in Bank Rp 43.700.000, 00 (D)
Cost of Goods Sold Rp 800.000, 00 (D)
Account Receivable Rp 44.500.000, 00 (K)
Cash in Bank Rp 43.610.000, 00 (D)
Late Fees Collected Rp 890.000, 00 (D)
Account Receivable Rp 44.500.000, 00 (K)
Tuan Ahmad membeli barang dagangan secara kredit seharga Rp 30.000.000, 00. Jika Tuan Ahmad mencatat berdasarkan sistem perpetual, berdasarkan transaksi tersebut maka Tuan Ahmad akan membukukan ke dalam jurnal pembelian dan ....
Kartu Persediaan
Kartu Aktiva Tetap
Neraca Saldo
Kartu Harga Pokok Produksi
Buku Besar Pembantu Piutang
Jika terjadi transaksi pembayaran utang dagang maka akan dicatat ke dalam ....
Jurnal Pengeluaran Kas dan Buku Besar Pembantu Utang
Jurnal Penerimaan Kas dan Buku Besar Pembantu Piutang
Jurnal Pengeluaran Kas dan Buku Besar Pembantu Piutang
Jurnal Pengeluaran Kas dan Kartu Persediaan
Jurnal Pembelian dan Buku Besar Pembantu Utang
Berikut ini metode penentuan harga pokok persediaan sistem periodik kecuali ....
First In First Out
Last In First Out
Rata-rata Tertimbang
Rata-rata Sederhana
Rata-rata Bergerak
Dalam penentuan nilai persediaan barang dagang, digunakan dengan memberikan tanda khusus atas setiap barang yang menunjukkan harga satuan sesuai faktur yang diterima. Metode ini disebut ....
First In First Out
Last In First Out
Identifikasi Khusus
Rata-rata Sederhana
Rata-rata Bergerak
Perbedaan antara penentuan nilai persediaan barang dengan metode FIFO dan LIFO berikut ini benar adalah ....
Metode FIFO hanya digunakan pada sistem fisik sedangkan LIFO pada sistem perpetual
Metode FIFO hanya digunakan pada sistem perpetual sedangkan LIFO pada sistem periodik
Dalam kondisi inflasi metode FIFO lebih menguntungkan dibandingkan metode LIFO
Dalam kondisi inflasi metode LIFO lebih menguntungkan dibandingkan metode FIFO
Dalam kondisi deflasi metode FIFO lebih menguntungkan dibandingkan metode LIFO
Penilaian persediaan barang pada akhir periode dengan asumsi, barang yang lebih dulu masuk (dibeli) dianggap yang lebih dulu keluar (dijual). Metode pencatatan ini disebut ....
First In First Out
Last In First Out
Identifikasi Khusus
Rata-rata Sederhana
Rata-rata Bergerak
Penilaian persediaan barang pada akhir periode dengan asumsi, barang yang dibeli terakhir dianggap yang lebih dulu keluar (dijual). Metode pencatatan ini disebut ....
First In First Out
Last In First Out
Identifikasi Khusus
Rata-rata Sederhana
Rata-rata Bergerak
Rumus menghitung harga satuan rata-rata sederhana adalah ....
Harga satuan dikali kuantitas barang
Harga satuan dikali banyaknya pembelian
Jumlah harga per unit dibagi banyaknya pembelian
Jumlah harga per unit dibagi banyaknya unit
Jumlah harga per unit dikali banyaknya pembelian
Apabila persediaan awal dinyatakan terlalu kecil, maka ....
Laba bruto akan terlalu besar
Laba bruto akan terlalu kecil
Laba bersih akan terlalu kecil
Total modal akan terlalu besar
Harga pokok penjualan akan terlalu besar
Barang yang tersedia untuk dijual adalah ....
Jumlah pembelian
Persediaan barang dagang awal ditambah pembelian
Persediaan barang dagang awal ditambah pembelian bersih
Pembelian bersih ditambah persediaan barang dagang akhir
Persediaan barang dagang awal ditambah persediaan barang dagang akhir
Metode perhitungan nilai persediaan barang yang diakui oleh perpajakan adalah ....
LIFO
FIFO
Rata-rata Sederhana
Rata-rata Tertimbang
Identifikasi Khusus
Dalam perusahaan manufaktur jenis persediaan dapat dibedakan menjadi ....
Dua (2)
Tiga (3)
Empat (4)
Lima (5)
Enam (6)
