wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

F1 Hybrid

Total questions: 45

Worksheet time: 23mins

Name
Class
Date
1.

Langkah awal dari setiap memulai pemuliaan adalah..

a)

persilangan tanaman

b)

seleksi keturunan

c)

menentukan tujuan

d)

multilokasi

2.

Pengumpulan plasma nutfah jagung dilakukan setelah pemulia menentukan:

a)

tetua yang akan dipakai

b)

tujuan dari perakitan tanaman hibrida

c)

skema persilangan

d)

pengembangan galur murni

3.

Kultivar jagung untuk membentuk jagung hibrida F1 dapat berupa:

a)

hibrida F1

b)

Kultivar bersari bebas

c)

Kultivar composit

d)

Kultivar syntetic

e)

semua jawaban benar

4.

Langkah selanjutnya setelah mengumpulkan plasma nutfah jagung adalah:

a)

melakukan persilangan silang antar plasma nutfah jagung

b)

melakukan selfing tanaman terpilih

c)

menguji daya hasil pendahuluan jagung

d)

menentukan tujuan pemuliaan

5.

Mencari dan mengoleksi tetua-tetua unggul merupakan langkah dari kegiatan

a)

pemuliaan tanaman

b)

persipan produksi

c)

persiapan persilangan

d)

pengumpulan germplasm

6.

Kegiatan persilangan sendiri pada tanaman jagung adalah bagian dari kegiatan untuk:

a)

membentuk galur murni

b)

produksi benih F1

c)

persiapan melakukan multilokasi

d)

persiapan melakukan preliminary yield test

7.

Bunga jagung yang harus ditutup terlebih dahulu untuk selfing adalah:

a)

tongkol

b)

malai

c)

malai dan tongkol

d)

semua jawaban benar

8.

Langkah selanjutnya setelah mendapatkan galur murni dalam pembentukan Hibrida F1 jagung adalah:

a)

persilangan antar tetua

b)

persilangan sendiri

c)

persilangan untuk produksi benih

d)

uji daya gabung khusus

9.

Penyerbukan sendiri pada jagung dilakukan dengan:

a)

menyerbukkan polen ke tongkol tanaman lain yang sejenis

b)

menyerbukkan polen ke tongkol tanaman itu sendiri

c)

menyerbukkan polen ke tongkol tanaman lain yang satu petak

d)

menyerbukkan polen ke tongkol tanaman lain yang dalam satu baris

e)

Tidak ada jawaban yang benar

10.

Pelaksanaan uji daya gabung merupakan salah satu kegiatan dalam:

a)

pengembangan benih F1

b)

pengembangan galur murni

c)

peesiapan dalam uji multilokasi

d)

persipan uji daya hasil pendahuluan

11.

Penyerbukan sendiri pada tanaman jagung akan mengakibatkan:

a)

penampilan jagung akan seragam

b)

jagung mengalami depresi inbreeding

c)

pengurangan vigor dari tanaman

d)

semua jawaban benar

12.

Pengujian daya gabung umum dan khusus dilakukan oleh pemulia jagung setelah:

a)

mendapatkan tetua superior

b)

mendapatkan plasma nutfah jagung yang banyak

c)

mendapatkan beberapa galur murni

d)

tujuan pemuliaan

13.

Langkah selanjutnya setelah pengujian daya gabung antar galur murni dalam rangka pembentukan hibrida F1 jagung, adalah:

a)

produksi benih untuk ke petani

b)

produksi benih F1 untuk untuk uji daya hasil pendahuluan

c)

produksi benih untuk multilokasi

d)

produksi benih untuk silang sendiri

14.

Dari persilangan sendiri tanaman jagung, akan dihasilkan galur murni yang disebut juga:

a)

inbred lines

b)

composite lines

c)

synthetic lines

d)

open pollinated

15.

Tujuan penyerbukan sendiri pada tanaman jagung adalah untuk:

a)

mendapatkan tanaman yang homozygous

b)

mendapatkan tanaman yang heterozygous

c)

mendapatkan tanaman yang super

d)

mendapatkan tanaman yang siap diproduksi

16.

Setelah mendapatkan galur-galur murni tanaman jagung, langkah selanjutnya adalah

a)

pengujian daya gabung antar galur

b)

uji keturunan untuk menentukan galur superior

c)

pengujian DGU atau GCA

d)

pengujian DGK atau SCA

e)

semua jawaban benar

17.

Untuk penentuan tetua galur murni yang superior, seleksi yang dilakukan berdasarkan data:

a)

hasil uji keturunan

b)

hasil uji persilangan

c)

hasil uji DGK atau SCA

d)

hasil uji DGU atau GCA

18.

Kegiatan produksi benih Hibrida F1 sebenarnya adalah pemanfaatan dari fenomena:

a)

heterosis

b)

epistasis

c)

dominan

d)

incomplete dominan

19.

Jumlah genotipe tanaman yang dipakai dalam uji daya hasil pendahuluan dibandingkan dengan uji multilokasi, biasanya jumlahnya:

a)

lebih banyak

b)

lebih sedikit

c)

sama banyak

d)

tidak tentu

20.

Seleksi galur murni untuk pembentukan hibrida F1 tanaman jagung dapat dilakukan dengan cara:

a)

uji molekuler

b)

uji penampilan dilapangan

c)

uji keturunan dari hasil persilangan antar mereka

d)

uji adaptasi

21.

Persilangan untuk menguji galur-galur murni tanaman jagung di kenal dengan sebutan:

a)

persilangan sendiri

b)

persilangan antar tetua silang

c)

persilangan dialel

d)

persilangan back cross

22.

Untuk uji daya hasil pendahuluan benih yang dipakai adalah:

a)

benih F2

b)

benih S6

c)

Benih F1

d)

Benih tetua

23.

Dalam uji daya hasil pendahuluan, basaran petak penelitian yang baaik berupa:

a)

petak baris

b)

maksimal yang diuji 10 tanaman

c)

berupa petak produksi yang agak besar

d)

pengujian di rumah kaca dalam polybag

24.

Berikut adalah luaran dari hasil uji daya hasil pendahuluan, kecuali:

a)

pasangan tetua yang siap untuk uji multilokasi

b)

daftar pasangan tetua yang siap diproduksi

c)

diperoleh galur yang seragam

d)

kemampuan riil hasil dari setiap pasangan persilangan terseleksi

25.

Pengujian multilokasi dilakukan setelah sebelumnya dilakukan

a)

pengujian galur yang seragam

b)

pengujian DGU atau GCA

c)

persilangan sendiri tanaman jagung

d)

pengujian daya hasil pendahuluan

26.

Uji daya hasil pendahuluan dimaksudkan untuk:

a)

memastikan hanya hibrida F1 unggul saja yang akan dilanjutkan

b)

menyeleksi tetua persilangan

c)

untuk melihat daya gabung umum

d)

untuk melihat daya gabung khusus

27.

Uji daya hasil pendakuluan dimaksudkan untuk menguji:

a)

daya hasil tanaman

b)

penampilan tanaman

c)

ketahanan terhadap hama penyakit tanaman

d)

semua jawaban benar

28.

Tujuan dari uji multilokasi adalah:

a)

menguji daya hasil tanaman F1

b)

uji adaptabilitas tanaman F1

c)

uji stabilitas hasil tanaman F1

d)

jawaban 2 dan 3 benar

e)

semua jawaban benar

29.

Benih Hibrida yang di produksi dan di jual ke petani oleh perusahaan, merupakan benih

a)

F2

b)

Inbred lines

c)

F1

d)

Tetua persilangan

30.

Perbedaan utama dari pembentukan hibrida F1 tanaman menyerbuk sendiri padi dan menyerbuk silang jagung adalah

a)

tidak diperlukan tetua unggul

b)

diawali pembentukan galur pada tanaman jagung

c)

tidak adanya pembentukan galur pada jagung

d)

pembentukan galur pada tanaman padi

31.

Langkah sebelum uji multilokasi, adalah:

a)

uji inbred lines

b)

uji daya gabung

c)

uji daya hasil

d)

uji keturunan

32.

Benih yang dipakai untuk uji multilokasi dalam pembentukan hibrida F1 jagung adalah benih:

a)

benih tetua persilangan

b)

benih F2

c)

benih F1

d)

benih galur murni

33.

Dalam uji multilokasi pemulia harus menyertakan varietas pembanding berupa:

a)

galur unggul

b)

kultivar unggul yang telah dilepas

c)

kultivar lokal masyarakat

d)

varietas bersari bebas

34.

Langkah selanjutnya setelah uji multilokasi Hibrida F1 adalah:

a)

produksi untuk dijual ke petani

b)

benihnya diperbanyak ke F2

c)

diajukan untuk pelepasan varietas

d)

perbanyakan benih tetua

35.

Varietas baru hibrida F1 jagung hasil pemuliaan yang diusulkan untuk dilepas harus melalui:

a)

uji adaptasi

b)

uji daya hasil

c)

uji observasi

d)

uji genetik

36.

Varietas baru yang dihasilkan pemulia supaya bisa disebar ke masyarakat, harus memiliki:

a)

surat pelepasan varietas

b)

surat ijin sebar

c)

surat bebas hama penyakit

d)

surat unggul

37.

Dalam uji adaptasi tanaman jagung dalam rangka pelepasan varietas, tanaman jagung harus ditanam di:

a)

satu lokasi saja

b)

empat lokasi saja

c)

beberapa lokasi sesuuai dengan permentan

d)

dua musim

38.

Selain pengajuan pelepasan varietas agar benih dapat disebar dan di jual ke masyarakat, pemulia juga dapat mengajukan hak PVT yang bertujuan:

a)

supaya harga benih menjadi mahal

b)

mendapatkan hak paten/ perlindungan

c)

menjaga kemurnian benih

d)

mempermudah dalam pemasaran

39.

Setelah melalui proses pelepasan dan untuk memproduksi benih F1 secara komersial, pemulia dapat:

a)

langsung memproduksi benih sendiri

b)

bekerjasama dengan BPSB dalam produksi

c)

menyerahkan ke petani untuk produksi

d)

bekerjasama dengan perusahaan pemasaran

40.

Dalam memproduksi benih jagung hibrida F1, tongkol di panen dari tanaman jagung yang:

a)

dijadikan sumber polen

b)

malainya di emaskulasi

c)

tongkolnya besar-besar

d)

menghasilkan tongkol

41.

Dalam produksi benih jagung F1, yang harus diperhatikan adalah:

a)

kondisi cuaca

b)

jumlah benih yang harus di tanam

c)

singkronisasi waktu berbunga tanaman jantan dan betina

d)

kesuburan tanah

42.

Dalam produksi benih hibrida F1 jagung, jumlah baris tanaman jagung penghasil polen (jantan) biasanya ..... dibanding jumlah baris tanaman jagung penghasil tongkol (betina)

a)

tidak pasti

b)

lebih banyak

c)

jumlah baris sama

d)

lebih sedikit

43.

Hak PVT yang bisa diberikan ke pemulia untuk tanaman jagung adalah:

a)

15 tahun

b)

20 tahun

c)

25 tahun

d)

10 tahun

44.

Secara garis besar urutan perakitan jagung hibrida F1 adalah:

a)

plasma nutfah - uji daya gabung - pem inbred lines - daya hasil - PVT - produksi benih

b)

plasma nutfah - daya hasil - pem inbred lines - uji daya gabung - PVT - produksi benih

c)

plasma nutfah - pem inbred lines - uji daya gabung - daya hasil - PVT - produksi benih

d)

plasma nutfah - pem inbred lines - daya hasil - uji daya gabung - PVT - produksi benih

45.

Perakitan dan produksi benih hibrida F1 di sukai oleh perusahaan benih karena:

a)

harganya mahal

b)

tanamannya unik

c)

ketergantungan petani akan benih

d)

mudah diperbanyak