wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Bahasa Indonesia Tema H Subtema 1

Total questions: 10

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Perhatikan teks cerita dibawah ini !

keluarga Babi, yang terdiri dari ketiga anak dan seorang ibu Babi. Suatu ketika, sang ibu memanggil ketiga anaknya. Ia ingin ketiga putranya tersebut untuk hidup mandiri dan membangun rumah sendiri. Tapi sang ibu pun berpesan untuk selalu waspada terhadap Serigala.


Akhirnya, ketiga Babi tersebut pergi dan mulai membangun rumahnya masing-masing. Kakak Sulung akan membuat rumah dari jerami kering. Ia pun mulai mencari jerami tersebut di hutan. Ia tidak mau bersusah payah mencari bahan-bahan lain selain jerami. Karena jerami kering mudah dicari. Ia pun sangat senang melihat rumahnya sudah siap di huni.


Kakak Kedua pun sibuk membuat rumah yang terbuat dari kayu. Namun, karena sifatnya yang pemalas, ia tidak mau menebang pohon untuk mendapatkan kayu yang kuat. Ia hanya mencari kayu lapuk untuk di jadikan rumah. ia pun tersenyum senang melihat rumahnya.


Sementara Babi Bungsu. Ia masih sibuk membuat rumahnya. Ia membuat rumah dari batu bata. Dengan sangat tekun, ia menyusun batu bata tersebut dan menyatukannya dengan semen. Kedua kakaknya datang melihat rumah yang belum jadi tersebut. Mereka pun menertawakan Babi Bungsu. Namun, Babi bungsung tidak mengiraukan kedua kakaknya. Ia tetap melanjutkan pekerjaannya.


Di balik semak-semak. Ternyata ada seekor Serigala yang memperhatikan ketiga Babi tersebut. Ia pun mendatangi rumah Babi Sulung. Sang Serigala terus menerum memanggil Babi Sulung dan membujuknya agar mau keluar. Namun, Babi Sulung tetap bertahan di dalam rumah dengan ketakutan. Tiba-tiba, Serigala meniup rumah yang terbuat dari jerami kering tersebut hingga hancur tak tersisa. Babi Sulung pun segera berlari ke rumah Babi kedua,


Serigala pun kembali mengejar sang Babi. Babi Sulung pun sampai di dalam rumah adiknya tersebut. Mereka segera berpelukan karena ketakutan. Serigala kembali membujuk mereka untuk keluar rumah. Namun, kedua Babi tersebut tidak menjawab. Ia pun kembali meniup rumah Babi kedua yang terbuat dari kayu lapuk hingga berterbangan dan hancur.


Kedua Babi tersebut langsung berlari kerumah Babi Bungsu. Disana mereka merasa aman. Karena kesal, Serigala meniup rumah Babi Bungsu dengan sekuat tenaga. Namun, Serigala tidak dapat merobohkan rumah Babi Bungsu. Karena rumah tersebut sangat kokoh dan kuat yang terbuat dari batu bata dan semen tersebut.


Akhirnya, Serigala tersebut kehabisan tenaga. Ia pun kembali ke dalam hutan dengan tubuh yang sangat lemas karena kehabisa tenaga.

Ketiga Babi tersebut sangat senang karena terbebas dari Seigala yang menakutkan tersebut. Kedua Babi pun merasa menyesal karena sudah merasa bangga dengan rumah yang mereka buat. Dan menertawakan adiknya yang membuat rumah dengan kokoh. Mereka pun berjanji akan membuat rumah yang sangat kuat dan kokoh seperti rumah adiknya Babi Bungsu


Judul cerita diatas adalah ....

a)

tiga ekor babi yang kuat

b)

tiga ekor babi dan seekor serigala yang pandai

c)

tiga ekor babi dan serigala

d)

tiga ekor babi bermusuhan dengan serigala

2.

Perhatikan teks cerita dibawah ini !

keluarga Babi, yang terdiri dari ketiga anak dan seorang ibu Babi. Suatu ketika, sang ibu memanggil ketiga anaknya. Ia ingin ketiga putranya tersebut untuk hidup mandiri dan membangun rumah sendiri. Tapi sang ibu pun berpesan untuk selalu waspada terhadap Serigala.


Akhirnya, ketiga Babi tersebut pergi dan mulai membangun rumahnya masing-masing. Kakak Sulung akan membuat rumah dari jerami kering. Ia pun mulai mencari jerami tersebut di hutan. Ia tidak mau bersusah payah mencari bahan-bahan lain selain jerami. Karena jerami kering mudah dicari. Ia pun sangat senang melihat rumahnya sudah siap di huni.


Kakak Kedua pun sibuk membuat rumah yang terbuat dari kayu. Namun, karena sifatnya yang pemalas, ia tidak mau menebang pohon untuk mendapatkan kayu yang kuat. Ia hanya mencari kayu lapuk untuk di jadikan rumah. ia pun tersenyum senang melihat rumahnya.


Sementara Babi Bungsu. Ia masih sibuk membuat rumahnya. Ia membuat rumah dari batu bata. Dengan sangat tekun, ia menyusun batu bata tersebut dan menyatukannya dengan semen. Kedua kakaknya datang melihat rumah yang belum jadi tersebut. Mereka pun menertawakan Babi Bungsu. Namun, Babi bungsung tidak mengiraukan kedua kakaknya. Ia tetap melanjutkan pekerjaannya.


Di balik semak-semak. Ternyata ada seekor Serigala yang memperhatikan ketiga Babi tersebut. Ia pun mendatangi rumah Babi Sulung. Sang Serigala terus menerum memanggil Babi Sulung dan membujuknya agar mau keluar. Namun, Babi Sulung tetap bertahan di dalam rumah dengan ketakutan. Tiba-tiba, Serigala meniup rumah yang terbuat dari jerami kering tersebut hingga hancur tak tersisa. Babi Sulung pun segera berlari ke rumah Babi kedua,


Serigala pun kembali mengejar sang Babi. Babi Sulung pun sampai di dalam rumah adiknya tersebut. Mereka segera berpelukan karena ketakutan. Serigala kembali membujuk mereka untuk keluar rumah. Namun, kedua Babi tersebut tidak menjawab. Ia pun kembali meniup rumah Babi kedua yang terbuat dari kayu lapuk hingga berterbangan dan hancur.


Kedua Babi tersebut langsung berlari kerumah Babi Bungsu. Disana mereka merasa aman. Karena kesal, Serigala meniup rumah Babi Bungsu dengan sekuat tenaga. Namun, Serigala tidak dapat merobohkan rumah Babi Bungsu. Karena rumah tersebut sangat kokoh dan kuat yang terbuat dari batu bata dan semen tersebut.


Akhirnya, Serigala tersebut kehabisan tenaga. Ia pun kembali ke dalam hutan dengan tubuh yang sangat lemas karena kehabisa tenaga.

Ketiga Babi tersebut sangat senang karena terbebas dari Seigala yang menakutkan tersebut. Kedua Babi pun merasa menyesal karena sudah merasa bangga dengan rumah yang mereka buat. Dan menertawakan adiknya yang membuat rumah dengan kokoh. Mereka pun berjanji akan membuat rumah yang sangat kuat dan kokoh seperti rumah adiknya Babi Bungsu


Tokoh dalam cerita tersebut adalah ....

a)

tiga ekor babi dan seekor badak

b)

buaya dan burung penyannyi

c)

sikancil dan sibuaya

d)

tiga ekor babi dan serigala

3.

Kisah Angsa Dan Telur EmasCerita Anak Nusantara Angsa Bertelur Emas


Tersebutlah di jaman dahulu, hiduplah seorang petani miskin yang mempunyai seekor angsa yang sangat cantik. Petani itu merwat si angsa dengan baik hingga suatu hari pada saat petani tersebut mendatangi kandang angsa, sang Angsa telah menelurkan sebuah telur emas yang berkilauan.


Petani tersebut mengambil dan membawa telur emas tersebut ke pasar dan menjualnya. Kejadian yang sama terulang untuk hari-hari berikutnya, sehingga dalam waktu yang singkat petani tersebut mulai menjadi kaya. Tetapi tidak lama kemudian keserakahan dan ketidak-sabaran petani itu terhadap sang Angsa muncul karena sang Angsa hanya memberikan sebuah telur setiap hari. Sang Petani merasa dia tidak akan cepat menjadi kaya dengan cara begitu.


Suatu hari, setelah menghitung uangnya, sebuah gagasan muncul di kepala petani, gagasan bahwa dia akan mendapatkan semua telur emas sang Angsa sekaligus dengan cara memotong sang Angsa. Tetapi ketika gagasan tersebut dilaksanakan, tidak ada sebuah telur yang dapat dia temukan, dan angsanya yang sangat berharga terlanjur mati dipotong.


Tema dalam kutipan cerita diatas adalah ....

a)

seorang yang ikhlas

b)

ingin menjadi orang kaya

c)

Keserakaan seorang peternak

d)

pemalas

4.

Siswa kelas 5-1 sedang praktik olahraga, praktik kali ini adalah senam semua kelompok satu senang untuk praktik senam karena mereka sudah latihan di rumah.

tulisan diatas bercerita tentang peristiwa di ....

a)

kelas

b)

pasar

c)

lapangan

d)

aula

5.

Disebut apakah ide utama dalam sebuah paragaraf ....

a)

tema

b)

pikiran pokok

c)

kata

d)

kalimat

6.

Siswa kelas lima sedang melaksanakan kerja bakti. Mereka dibagi menjadi enam kelompok. Kelompok pertama membersihkan kelas, kelompok kedua membersihkan kamar mandi, sedangkan kelompok ketiga membersihkan kamar halaman. Pa Hadi merasa senang melihat pekerjaan muridnya cepat selesai dan lingkungan sekolah menjadi bersih dan indah.


pikiran pokok diatas terletak pada ....

a)

awal paragraf

b)

akhir paragraf

c)

tengah paragraf

d)

awal tengah paragraf

7.

Unsur dari cerita ini lebih condong ke sebuah informasi dan pengetahuan yang lebih bersifat diagram, materi, table dan lainya. Umumnya gaya bahasa pada cerita non fiksi menggunakan bahasa denotatif karena data yang di sampaikan nyata dan bersifat informatif.


ciri-ciri cerita ...

a)

fiksi

b)

non fiksi

c)

dongeng

d)

fabel

8.

Kelinci Putih


Kelinci putih itu bernama chiko,chiko hidup sebatang kara,tak ber ibu dan juga tak ada saudara.Chiko mendambakan seorang teman yang bisa mendengarkan keluh kesahnya.Kemudian tanpa di sengaja di bertemu dengan se ekor ular yang besar yang siap memangsanya, ular itu lapar sampai matanya keliatan sangat bernafsu untuk dapat dan cepat melahap chiko,dalam pikirannya si ular yang bernama Brian itu sudah membayangkan nikmatnya daging chiko..

Chiko pun ketakutan lalu dia berlari dan bersembunyi di balik batang pohon yang sudah roboh karena di makan usia dan berlumut. Brian terus mencari tapi tak pernah menemukan Chiko.

Ternyata chiko bersembunyi di balik besarnya badan Bimo yang kebetulan sedang duduk santai di pohon yang tumbang itu. Bimo adalah anak gajah yang baik hati.Brian pun urung memangsa Chiko.Merekapun berkenalan Bimo sangat iba melihat chiko yang selau jadi mangsa empuk para predator.Dan merekapun berteman.

Kemudian chiko di perkenalkan pada orang tua Bimo,semenjak itu Chiko selalu mengikuti kemana Bimo pergi dan mereka pun hidup bahagia


cerita diatas tergolong cerita ...

a)

fiksi

b)

non fiksi

c)

kisah nyata

d)

kisah benar-benar ada

9.

Bung Karno adalah nama populer dari Soekarno. Lahir pada 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur. Ketika Soekarno kecil, ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Ia tinggal bersama dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno bahkan sempat mengenyam sekolah disana walau tidak sampai selesai, karena harus ikut bersama dengan orang tuanya yang pada waktu itu pindah ke Mojokerto. Di Mojokerto, Soekarno kemudian disekolahkan di Eerste Inlandse School dimana ayahnya juga bekerja disitu sebagai guru. Akan tetapi kemudian ia dipindahkan pada tahun 1911 ke ELS yang setingkat sekolah dasar untuk dipersiapkan masuk di HBS yang ada di Surabaya. Setelah tamat dan bersekolah di HBS tahun 1915, Soekarno kemudian tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau HOS Cokroaminoto yang merupakan sahabat dari ayah Soekarno. Darisanalah Soekarno kenal dengan dunia perjuangan yang membuatnya menjadi pejuang sejati.


cerita diatas tergolong cerita ....

a)

fiksi

b)

non fiksi

c)

dongeng

d)

fabel

10.

Berikut dibawah ini yang termasuk cerita non fiksi adalah ...

a)
b)
c)
d)