NEW
Font size
WorksheetsFabel dan Legenda 2
Total questions: 50
Worksheet time: 1hrs 17mins
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Tamat
Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…
rendah hati
sombong
serakah
malas
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Kalimat langsung pada teks di atas adalah....
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.
Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah....
Namun tiba-tiba…
Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Ia sangat menyesal.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah....
“Anjing, kenapa kau menangis,” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu."
Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!
Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.
Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....
diawali dengan konflik fisik
diawali dengan konflik batin
diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh
diawali dengan deskripsi latar
Pesan yang disampaikan secara langsung oleh pengarang disebut....
pesan eksplisit
pesan implisit
pesan moral
pesan tersirat
Berikut ini kalimat yang menggunakan kata untuk menyatakan hubungan waktu bersamaan adalah....
Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak.
Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu.
Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat
baik.
Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut.
Cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai kehidupan manusia disebut
dongeng
legenda
fabel
foklor
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata sifat adalah
Si Kupu-kupu menolong Si Semut yang terkebak di lumpur hidup.
Ia adalah seekor Burung Hantu yang sombong.
Si Semut menyesali perbuatannya dan mau bertobat.
Serigala mengamuk dan membuatseluruh penghuni hutan ketakutan.
Berikut kalimat yang menyatakan keterangan tempat adalah kecuali ...
Belalang melihat pohon tua yang ada di hadapannya.
Belalang merapikan sarangnya setiap bangun tidur.
Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua.
Burung Hantu Tua melirik ke arah belalang yang tak menghiraukannya
Penulisan kata sandang si atau sang pada kalimat berikut tepat, kecuali ...
Surat itu dikem,balikan kepada si Kupu-Kupu
Raja rimba memberikan hadiah kepada si Kancil.
“Kita harus berserah diri kepada Sang Pencipta, “ kata si Harimau
Buaya itu marah sekali kepada Sang Kancil.
Cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai kehidupan manusia disebut
dongeng
legenda
fabel
foklor
Ketika Ibu Malin Kundang menyapa anaknya, Malin Kundang tidak memperdulikannya. Bahkan, ia menghardik dan berlaku kasar. Sikap seperti itu membuat ibunya tanpa sadar mengeluarkan kutukan terhadap anaknya. Akhirnya, Malin Kundang berubah menjadi batu.
Cuplikan itu dapat diceritakan kembali sesuai dengan amanatnya yaitu ....
surga itu ada di telapak kaki ibu
perhatikan keinginan orang tua
jangan menyakiti hati orang tua
tak ada ibu yang tidak menyayangi anaknya
Benar saja apa yang dikatakan Kodi. Tak lama kemudian, banyak serangga mendekati pelita itu. Mereka segera memangsa serangga itu hingga cukup mengisi perut mereka. Komal akhirnya sadar, ternyata barang-barang yang dikumpulkan Kodi berguna juga. Ia bangga memiliki saudara yang baik hati dan cerdik.
Penceritaan yang sesuai adalah bahwa ....
tidak boleh makanan terlalu banyak
harus memiliki saudara yang baik hati dan cerdik
jangan membuang barang sembarangan
suatu barang akan menjadi berguna pada suatu saat nanti
Suara-suara itu seperti suara burung. Ketika melihat ke arah gunung, mereka menemukan beribu-ribu tikus bergerak beriringan. Tikus-tikus itu datang dari segalaa penjuru gunung. Dari atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang, dan berbagai sisi. Semuanya berjalan menuju gua. Sementara di depan gua, Ja'ran tengah berdiri. Ketika pasukan tikus itu menyerangnya dari berbagai penjuru, ia berlari ke dalam gua. Namun, tikus-tikus terus mengejarnya.
Daya tarik cuplikan cerita itu terletak pada unsur ....
penokohan yang aneh
temanya tentang dunia gaib
alurnya yang tidak mudah ditabrak
latarnya yang sangat eksotis
Pada zaman dahulu, ada sebuah gunung yang sangat tinggi. Para penduduk setempat menamakannya Gunung Tikus. Orang-orang mengisahkan cerita yang aneh tentang penamaan gunung ini.
Unsur intrinsik yang tidak tampak pada cuplikan dongeng di atas adalah ....
penokohan
latar
tema
amanat
Malin Kundang sejak kecil telah ditinggalkan ayahnya. Dengan kasih sayang, ia diasuh oleh ibunya. Setelah besar, atas izin dan doa restu ibunya, ia pergi merantau.
Sudut pandang kutipan cerita itu adalah ....
orang ketiga di dalam cerita
orang ketiga di luar cerita
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
Seekor anak ayam berlari-larian di dekat parit. induk ayam memperingatkannya dengan berteriak, "Jangan berlarian di dekat parit". Anak ayam tidak menghiraukan, akhirnya, ia terperosok ke parit. Untuk anak ayam yang lain, hal itu merupakan peringatan yang harus diperhatikan.
dilihat dari tokoh-tokohnya, cerita di atas lebih tepat disebut sebagai ....
cerita pendek
fabel
dongeng
legenda
Legenda Malin Kundang menceritakan ....
seorang anak miskin yang menjadi pejabat negara
seorang anak yatim piatu yang menjadi kaya raya
seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya
seorang anak yang melupakan tanah kelahirannya
''Aah, kalau begini naga-naganya, akan habislah binatang di hutan ini dimakan si raksasa jahat itu. Maka, punahlah kita semua," demikian kata si Macan Loreng, raja hutan itu.
Berdasarkan kutipan tersebut yang menjadi tokoh jahat pada cerita tersebut adalah ....
naga
raksasa
harimau
si Macan Loreng
Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendirian.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah
Perkenalan
Komplikasi
Klimaks
Penyelesaian
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah
Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya
Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat
Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil
Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun
Semua binatang-binatang yang beradadi hutan rimba itu sangat terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk .
Perbaikan yang tepat terhadap kalimat tidak efektif tersebut adalah
Semua binatang-binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
Semua binatang-binatang yang berada di hutan rimba itu terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
Semua binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
Semua binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
Raja Agung mempunyai dua orang putri, yaitu Ajeng Ayu dan Ajeng Rara. Ajeng Ayu sangat cantik. Ia tidak pernah membeda-bedakan orang. Semua orang yang bertemu dengan dia disapanya. Semua orang sangat menyukai Ajeng Ayu. Ajeng Rara menjadi benci kepada saudaranya. Ajeng Rara juga menjadi tidak suka melihat kecantikan Ajeng Ayu. Karena itu, ia ingin mencelakakan saudaranya. Dia menyuruh pelayannya untuk membubuhkan racun ke dalam makanan saudaranya. Ia ingin saudaranya menjadi buruk rupanya. Watak yang dimiliki Ajeng Rara adalah ....
Murah hati
Iri hati
Ramah
Sombong
Di suatu kampung yang damai, hidup sepasang suami istri yang miskin. Mereka tinggal di sebuah gubuk berdinding kulit kayu dan beratap rumbia di pinggir hutan. Sebagian atapnya sudah berlubang. Jika hujan datang, suami istri itu sibuk menambal atap tersebut dengan daun-daun kayu yang besar. Berdasarkan kutipan tersebut, latar tempat ceritanya adalah ....
Pinggir hutan
Tengah kota
Tengah hutan
Pinggir danau
Cerita rakyat dari Jawa Barat adalah ....
Dari judul cerita tersebut termasuk cerita rakyat yang berbentuk ....
Fabel
Epos
Mitos
Legenda
Edo sangat menghormati orang tuanya. Dia juga sayang kepada keduanya, meskipun hanya sebagai pedagang sate. Sepulang sekolah, Edo selalu membantu orang tuanya melayani pembeli. Amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah ....
Pantang menyerah dalam mencapai cita-cita
Berbakti kepada orang tua
Bersabar dalam menjalani hidup
Berusaha menjadi pelayan yang baik
Setelah belajar Sasmita selalu memadamkan lampu belajarnya. Pada malam hari, di kamarnya yang menyala hanyalah lampu tidur. Ketika mandi pun, Sasmita menggunakan air secukupnya. Tema dari cerita tersebut adalah ....
Pemborosan
Hidup sederhana
Hidup hemat
Pendidikan
Dari gambar tersebut termasuk ke dalam jenis dongeng ....
Mite
Sage
Fabel
Legenda
Kalimat yang mengungkapkan hal-hal menarik dalam fabel adalah ....
Saya suka membaca fabel itu karena ceritanya bagus
Saya kesal membaca fabel itu karena ceritanya berbelit-belit
Saya malas membaca fabel itu karena bahasanya sulit dipahami
Buku itu dari sampulnya terlihat menarik tetapi isinya tidak semenarik sampulnya
Dari gambar tersebut, termasuk ke dalam jenis dongeng ....
Sage
Mitos
Legenda
Fabel
tokoh utama dalam fabel tersebut adalah . . . .
Kancil dan Buaya
Belalang
Ikan
Burung Gagak
Perhatikan penggalan cerita berikut
a) kelinci tertidur dan akhirnya kura-kura menang
b) kelinci yang sombong mengejek kura-kura yang jalannya lambat
c) ketika lomba di mulai kelinci lari dengan cepat dan jauh meninggalkan kura-kura
d) kura-kura menantang kelinci untuk lomba lari
e) kelinci yang sombong yakin kalau dia pasti menang
f) karena kelinci merasa kura-kura sangat jauh ia beristirahat di bawah pohon
Urutan yang tepat agar kalimat-kalimat diatas menjadi sebuah fabel adalah….
a-b-d-f-c-e
b-e-d-f-c-a
b- d-e-c-f-a
b-d-c-e-f-a
Apa pengertian dari Fabel?
Cerita tentang Kancil dan Kelinci yang seperti manusia
Cerita yang diperankan oleh binatang dengan watak dan prilaku seperti manusia
Cerita yang diyakini kebenarannya oleh penduduk setempat
Cerita yang mengandung pelajaran moral
Paragraf yang ditunjukkan oleh gambar pada cerita Bauaya Yang Serakah di atas adalah....
Koda
Komplikasi
Resolusi
Orientasi
"Kura-kura melukis pemandangan gunung.”
Kalimat pasif yang tepat dari pengubahan kalimat aktif tersebut adalah
”Pemandangan gunung itu dilukis oleh kura-kura.”
”Pemandangan gunung terlukis dengan kura-kura.”
”Kura-kura melukis pemandangan gunung.”
”Gunung itu terlukis oleh kura-kura.”
Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .
“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”
“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”
Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendirian.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah
Orientasi
Komplikasi
Klimaks
Penyelesaian
Fabel merupakan jenis cerita lama yang mengajarkan nilai-nilai moral kepada pembaca/pendengar melalui tokoh yang berupa binatang. Berdasarkan pengertian tersebut, berikut ini yang termasuk cerita fabel adalah....
Rubah dan Burung Gagak
Terjadinya Danau Toba
Si Kabayan Saba Kota
utri Sabah Nan Aluih
Bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut disebut...
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
(1) Setelah lama berjemur, kancil merasa lapar dan menemukan kebun ketimun di seberang sungai. (2) Buaya marah karena merasa ditipu oleh kancil. (3) Kancil mengelabuhi sekumpulan buaya untuk sampai ke seberang sungai. (4) Kancil jalan-jalan di pinggir hutan untuk berjemur dan mencari udara segar.
Urutan peristiwa yang sesuai adalah ....
4-2-3-1
4-1-3-2
4-1-2-3
4-3-2-1
Pedagang asongan itu sedang menjajakan koran di terminal bus. Sinonim kata menjajakan pada kalimat tersebut adalah...
menjual
membagi
membawa
membari
Bacalah kutipan cerita fabel berikut!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”
Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”
Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”
Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....
pada, di, dan dari
dari, pada, dan di
di, dari, dan pada
di, dari, dan dari
Bacalah penggalan fabel berikut!
Pada suatu zaman di dalam hutan, tinggallah seekor rusa. Setiap kali ia pergi untuk minum di kolam, ia akan mengagumi dirinya, tertutama tanduknya yang indah. Akan tetapi, manakala ia melihat kakinya ia sangat malu karena sangat kurus dan buruk.
“Aku punya tanduk yang begitu indah, kalau saja kaki-kakiku tidak begitu kurus dan jelek seperti ini,” keluhnya.
Suatu hari rusa dikejar oleh seekor harimau besar. Rusa itu berlari kencang sekuat yang dapat dilakukan kaki-kakinya dan meninggalkan harimau itu. Tahu-tahu tanduknya tersangkut di cabang pohon. Rusa berusaha membebaskan diri, tetapi tidak bisa.
Tidak lama kemudian, harimau berhasil mengejar dan menerkam rusa itu. Rusa itu tersadar bahwa kaki-kakinya yang buruk ternyata lebih berguna daripada tanduknya yang indah.
Amanat dalam kutipan cerita tersebut adalah....
Gunakan akal dan pikiranmu untuk menyelamatkan diri.
Jangan suka menghina kekurangan makhluk lain.
Jangan rakus karena akan berakhir dengan kesialan.
Jangan menilai sesuatu dari penampilannya.
Di bawah ini adalah struktur teks cerita fabel, yaitu
orientasi - komplikasi - klimaks - koda
orientasi - klimaks - resolusi - koda
orientasi - komplikasi - resolusi - koda
orientasi - klimaks - resolusi - koda
”Jangan kuatir, Bu,” kata sang Ayah dengan congkak. ”Ini belum seberapa besarnya. Aku baru saja mulai menggelembungkan diriku.” Tapi si Ibu Katak tetap berusaha mencegah perbuatan itu. Karena terus diomeli, pada akhirnya Ayah Katak menjadi marah dan berkata, ”Kalau kau tak suka melihatnya, tinggalkan saja kami, jangan menggangguku dan urus saja dirimu. Ia terus menggelembungkan diri hingga akhirnya badan ayah Katak meletus seperti balon pecah.
Tema cerita di atas adalah ....
Ketamakan
Kegigihan
Kesombongan
Ketakutan
Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah
Ibu Domba melirik jam dinding. Ia gelisah anaknya Doug belum pulang.
Jam alarm Bear berbunyi sangat nyaring, namun ia masih tetap saja memejamkan matanya karena masih mengantuk.
Saat Serigala tertidur, Ibu Domba merobek perut Serigala dan mengeluarkan anak-anak Kambing yang telah dimakan Serigala jahat itu.
Kelinci membuat jebakan di kebun wortelnya supaya Si Kancil yang suka memakan wortelnya tertangkap.
Burung Penyanyi merasa iba. Ia segera mencari cara untuk menghibur sahabatnya itu. "Teman, bagaimana kalau kau membuat gelembung - gelembung air dan aku bersenandung. kita lakukan bersamaan. suara yang dihasilkan pasti enak didengar."
sifat burung Penyanyi dalam cerita di atas adalah ....
baik hati
pemarah
rajin
pemalas
Cermati kalimat berikut!
Pada suatu hari ketika kedua sahabat itu sedang mencari makan, tiba-tiba seekor serigala datang menyerang keduanya.
Antonim kata datang adalah ....
tiba
berangkat
pergi
sampai
