BARU
Ukuran huruf
Lembar kerjaPeribahasa dan Istilah
Total soal: 25
Worksheet time: 13mins
1. Rina yang selalu dirundung malang. Ayah dan ibunya sudah lama meninggal akibat kecelakaan. Ia hidup menumpang di rumah bibinya. Untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, Bibi Rina berjualan gorengan berkeliling desa setiap hari. Tetapi, sekarang bibinya terserang sakit jantung dan tidak bisa berjualan lagi.
Peribahasa yang tepat untuk deskripsi keadaan Rina adalah ...
a. Tiada rotan akar pun jadi
b. Bergantung pada akar lapuk
c. Bagai telur di ujung tanduk
d. Bagai pungguk merindukan bulan
2. Pak Ali orang yang miskin. Ia harus menghidupi anak istrinya dengan susah payah. Itu terjadi karena ia tak punya pekerjaan tetap. Suatu ketika, Pak Bonar memberi modal uang kepada Pak Ali. Pak Ali kemudian berjualan kelontong di rumahnya dengan uang tersebut. Ternyata usaha Pak Ali berkembang pesat dan akhirnya menjadi toko kelontong yang besar. Keadaan ekonomi keluarga Pak Ali membaik. Tetapi ia kini melupakan Pak Bonar. Ia membenci Pak Bonar karena kekayaan Pak Bonar masih melebihi dirinya. Pak Ali ingin menjadi orang terkaya di kampungnya.
Peribahasa yang tepat untuk deskripsi sikap Pak Ali terhadap Pak Bonar adalah ...
a. Panas setahun dihapuskan hujan sehari
b. Tong kosong berbunyi nyaring
c. Bagaikan minyak dengan air
d. Air susu dibalas air tuba
3. Aminah anak pemulung, tetapi ia pandai. Ketika ada tugas maupun akan ulangan, teman-teman selalu mendekatinya. Mereka meminta bantuan kepada Aminah jika menemui kesulitan dalam pelajaran. Aminah selalu membantunya dengan senang hati. Sayangnya, apabila kepentingan mereka sudah terpenuhi, Aminah ditinggalkan begitu saja.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
a. Air beriak tanda tak dalam
b. Air tenang menghanyutkan
c. Habis manis sepah dibuang
d. Ada udang di balik batu
4. Roni dan Rudi merantau ke Jakarta. Mereka tinggal serumah. Suka dan duka mereka selalu bersama. Ketika ada rejeki mereka selalu berbagi. Namun ketika ada kesulitan mereka juga saling membantu.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
a. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi
b. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
c. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui
d. Bagai pinang dibelah dua
5. Pak Iwan seorang dokter yang kaya-raya. Pak Iwan tidak pernah sombong. Selain itu, Pak Iwan sangat dermawan kepada penduduk kampung. Sekarang Pak Iwan sudah meninggal. Meskipun begitu, warga kampung tak pernah lupa akan kebaikan hati Pak Iwan.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ....
a. Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak
b. Gajah mati meninggalkan gading harimau mati meninggalkan belang
c. Gajah berjuang melawan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah
d. Gajah mati karena gadingnya, harimau terlompat karena belangnya.
6. Lestari anak yang rajin. Ia selalu membantu pekerjaan orang tuanya. Ibunya penjual kue. Setiap pagi, Lestari berangkat sekolah sambil membawa kue untuk dijual di kantin sekolah. Peribahasa yang tepat untuk Lestari adalah ....
a. Sudah jatuh tertimpa tangga
b. Air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga
c. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian
d. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui
7.Ketika masuk kelas, pak guru langsung marah. Beliau melihat salah satu meja di kelas itu penuh dengan coretan. Yang berbuat hanya Ucok, tetapi seluruh siswa dimarahi.Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah . . . .
a. Seekor kerbau menanduk sekelompok anak
b. Kerbau punya susu, sapi punya nama
c. Seekor kerbau berkubang, semua kena lumpurnya
d. Induk kerbau menanduk anak sendiri
8.Sudah lima tahun kak Neiya belum juga kembali ke Indonesia. Semenjak lulus SMA, ia menetap dan tinggal di Amerika. Ia menimba ilmu hingga S2 disana. Namun, ia berjanji kepada ayah dan ibu akan pulang setelah selesai kuliah. Ia ingin turut serta meningkatkan pembangunan dan perekonomian di kota kelahirannya. Peribahasa yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah . . . .
a. Air tenang menghanyutkan
b. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga
c. Dimana bumi di pijak, di situ langit di jujung
d. Setinggi-tinggi bangau terbang, hinggap ke kubangan juga
9. Kemaren sore ayah menyuruh Lukas membeli lem kayu di warung. Kemudian ibu Lukaspun menyuruhnya mengambil kue di rumah Bu Risti. Karena letak rumah Bu Risti lebih dekat, ia pergi kesana terlebih dahulu. Kemudian ia berbelanja lem kayu di warung. Akhirnya, kedua tugas yang harus dikerjakan Lukas dapat selesai sekaligus.
Peribahasa yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah . . . .
a. Sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui
b. Kalah jadi abu menang jadi arang
c. Berat sama di pikul, ringan sama dijinjing
d. Tong kosong nyaring bunyinya
10.Bonar duduk di kelas VI. Ia selalu ingin membeli aneka mainan di sekolahnya. Karena uangnya tidak cukup, ia sering meminjam uang kepada teman-temannya. Setiap hari ia diberi uang saku Rp. 4.000,00 oleh ibunya, sedangkan harga mainan yang ia beli Rp. 8.000,00. Peribahasa yang cocok untuk Bonar adalah . . . .
a. Seperti ayam bertelur di lumbung padi
b. Air beriak tanda tak dalam
c. Lebih besar pasak dari pada tiang
d. Sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh juga
Felix adalah siswa kelas 6. Sebentar lagi dia akan menghadapi UN. Semenjak semester pertama, dia bertekad untuk belajar dengan tekun. Sekarang dia selalu belajar dengan sungguh-sungguh. Sesulit apa pun soal Matematika, dia terus mencoba hingga menemukan jawabannya. Kadang-kadang dia tidur larut malam untuk menyelesaikan PRnya. Usahanya tak sia-sia, akhirnya Felix lulus dengan nilai yang memuaskan.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bagai katak dalam tempurung.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Boni dan Danu adalah kakak beradik. Meskipun begitu, mereka selalu saja bertengkar. Hal kecil pun bisa menjadi masalah besar. Setiap kali bertemu, ada saja yang diributkan.
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Ada asap pasti ada api.
Bagai pinang dibelah dua.
Bagai anjing dan kucing.
Menang jadi arang, kalah jadi abu.
Ibuku adalah ibu rumah tangga. Kadang, dia harus mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Pagi tadi, ibu menggoreng ikan untuk sarapan kami. Sambil menunggu ikannya matang, ibu menyiapkan baju yang akan di pakai ayah juga merapikan kamar.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bagai anak kehilangan induknya.
Berat sama dilikul, ringan sama dijinjing.
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Diana adalah anak satu-satunya di keluarga Pak Dulah. Orang tuanya sangat menyayangi Diana. Karena terlalu sayang, Diana tidak bisa pergi bermain atau pun belajar ke luar rumah. Orang tuanya terlalu khawatir kepada Diana. Diana hanya bisa berdiam di kamarnya sambil melihat teman-temannya bermain dari jendela. Diana bagaikan ....
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi keadaan Diana adalah ...
Bagai burung dalam sangkar.
Bagai punguk merindukan bulan.
Bermain api basah, bermain api hangus.
Bagaikan kerbau dicocok hidungnya.
Anjas, anak yang suka mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang lain. Bahkan hal yang sepele pun sering dibesar-besarkan. Kelemahan dan kesalahan orang seolah-olah menjadi objek yang menarik baginya, sedangkan kelemahan dan kesalahan dirinya ditutup-tutupi.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Anjas adalah …
Lempar batu sembunyi tangan.
Kalah jadi abu menang jadi arang.
Memercik air didulang terpecik muka sendiri.
Kuman di seberang lautan tampak gajah di pelupuk mata tak tampak.
Iwan anak yang kurang disukai teman-temannya sekelas. Iwan selalu menyombongkan akan kemampuannya bermain bola basket. Pada saat pertandingan antarkelas, ketua kelas memasang Iwan dalam tim basket kelasnya. Ternyata Iwan membawa bola pun tak bisa.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut adalah .…
besar pasak daripada tiang
air beriak tanda tak dalam
air tenang menghanyutkan
bagai air di daun talas
Di kelasku ada anak kembar, wajahnya sangat mirip. Hanya teman-teman tertentu saja yang bisa membedakan di antara keduanya. Gurupun sering tertukar dalam memanggil nama mereka.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai anjing dan kucing
air beriak tanda tak dalam
bagai air dan minyak
bagai pinang dibelah dua
Lusi dan Dewi bersahabat. Setiap hari mereka selalu bersama. Sebagai seorang sahabat maka Dewi selalu berbagi apapun yang ia punya dengan Lusi. Di depan Dewi, Lusi selalu berbuat baik. Tetapi di belakang Dewi, Lusi sering menceritakan keburukan Dewi. Ternyata Lusi hanyalah berpura-pura agar dapat menyaingi Dewi.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai makan buah simalakama
lempar batu sembunyi tangan
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
Wahyu anak yang nakal di kelasku. Suatu hari Wahyu berbuat ulah, ia menempelkan tulisan di punggung temannya yang duduk di depannya, ketika ditanya guru ia tidak mau mengaku bahkan ia menunjuk Anto yang melakukannya.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
lempar batu sembunyi tangan
besar pasak daripada tiang
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
Maksud 'Ada gula, ada semut'.
Tiap perbuatan tentu meninggalkan kesannya.
Di mana ada rezeki di situlah ada orang.
Merancang sesuatu yang belum pasti diperolehi
Keadaan kehidupan seseorang tidak tetap, ada kalanya susah.
Maksud 'Ada kerak, adalah nasi'
Seseorang anak itu akan menurut budi dan perangai ibu bapanya.
Seseorang yang bodoh sekalipun, jika diajar betul-betul akan menjadi pandai
Keadaan sesuatu itu menurut asalnya.
Tiap perbuatan tentu meninggalkan kesannya.
Maksud 'Air pun ada pasang surutnya.'
Keadaan kehidupan seseorang tidak tetap, ada kalanya susah.
Lebih baik mati daripada menanggung malu
Bertindak kerana berada di pihak yang benar atau untuk menegakkan kebenaran
Kebaikan (seperti pertolongan) yang sia-sia atau tidak berbalas.
Maksud 'Alah bisa tegal biasa'
Seseorang yang bodoh sekalipun, jika diajar betul-betul akan menjadi pandai
Kebaikan (seperti pertolongan) yang sia-sia atau tidak berbalas.
Perkara yang sudah biasa dilakukan tidak akan terasa lagi kesukarannya.
Bertindak kerana berada di pihak yang benar atau untuk menegakkan kebenaran
Maksud 'Berani kerana benar, takut kerana salah'
Bertindak kerana berada di pihak yang benar atau untuk menegakkan kebenaran
Seseorang anak itu akan menurut budi dan perangai ibu bapanya.
Keadaan kehidupan seseorang tidak tetap, ada kalanya susah.
Kebaikan (seperti pertolongan) yang sia-sia atau tidak berbalas.
Maksud 'Belakang parang pun jikalau diasah nescaya tajam'
Keadaan kehidupan seseorang tidak tetap, ada kalanya susah.
Seseorang yang bodoh sekalipun, jika diajar betul-betul akan menjadi pandai
Mempertahankan sesuatu yang menjadi hak milik kita walaupun nyawa kita terancam
Tiap perbuatan tentu meninggalkan kesannya.
