Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Mengapresiasi dan Mengkreasikan Fabel

Total questions: 19

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

"Kancil! Angkat kakimu! Aduh...sakit!," rintih siput kesakitan.

"Aduh! Maaf, ya Put? Aku tidak tahu kalau kamu di situ," kata Kancil meminta maaf.

"Wah, rumahmu berlubang, Siput! Pasti karena terinjak kakiku," seru kancil merasa bersalah.

Berdasar kutipan fabel tersebut, watak Kancil adalah....

a)

bijaksana

b)

pemarah

c)

sombong

d)

pemaaf

2.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Tamat

Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…

a)

rendah hati

b)

sombong

c)

serakah

d)

malas

3.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Kalimat langsung pada teks di atas adalah....

a)

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.

b)

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

c)

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

d)

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.

4.

Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah....

a)

Namun tiba-tiba…

b)

Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

c)

Ia sangat menyesal.

d)

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

5.

Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah....

a)

“Anjing, kenapa kau menangis,” tanya si Kupu.

b)

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.

c)

“Anjing, kenapa kau menangis” tanya si Kupu.

d)

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu."

6.

Perhatikan cerita fabel berikut dengan saksama!

Lebah dan Semut


Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas.

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.

Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

Pola pengembangan judul pada cerita fabel tersebut adalah....

a)

judul dikembangkan berdasarkan latar cerita

b)

judul berasal dari nama tokoh

c)

judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh

d)

judul diambil dari tema

7.

Perhatikan kutipan fabel berikut!

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Kutipan cerita fabel di atas merupakan struktur fabel bagian….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

8.

Berikut ini kalimat yang menggunakan kata untuk menyatakan hubungan waktu bersamaan adalah....

a)

Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak.

b)

Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu.

c)

Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat

baik.

d)

Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut.

9.

Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!

Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.

Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....

a)

diawali dengan konflik fisik

b)

diawali dengan konflik batin

c)

diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

d)

diawali dengan deskripsi latar

10.

Pesan yang disampaikan secara langsung oleh pengarang disebut....

a)

pesan eksplisit

b)

pesan implisit

c)

pesan moral

d)

pesan tersirat

11.

Perhatikan kutipan cerita fabel berikut dengan saksama!

Pada suatu malam di sebuah rumah sederhana yang ukurannya tidak begitu besar, ada sebuah keluarga kelinci yang sedang mengadakan pesta. Keluarga kelinci itu terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya bernama Tita dan Tuti. Keluarga kelinci itu sedang merayakan hari ulang tahun Tita dan Tuti.

Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, kutipan fabel di atas termasuk jenis fabel....

a)

fabel alami

b)

fabel dengan koda

c)

fabel tanpa koda

d)

fabel adaptasi

12.

Bacalah kutipan fabel berikut!

“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan semut.

Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang

karena ia berjalan.

Pola pengembangan watak tokoh pada kutipan fabel di atas adalah....

a)

deskripsi fisik tokoh

b)

kegiatan tokoh

c)

dialog tokoh dengan diri sendiri

d)

dialog dengan tokoh lain

13.

Bacalah kutipan fabel berikut!


Jiji terlalu tinggi untuk menjadi kondektur bus. Ketika berdiri di dalam bus, ia harus menekuk leher dan itu membuat lehernya nyeri. Ia juga terlalu tinggi untuk menjadi sopir truk. Lehernya terlalu panjang di ruang kemudi. Saat ia tekuk, hidungnya menyentuh kemudi truk.

“Hm, sepertinya aku cocok untuk melakukan pekerjaan di luar ruangan. Ya, ya,” gumam Jiji pada suatu pagi, sambil matanya menerawang memperhatikan sekitarnya.


Kalimat apakah yang menjadi konflik (munculnya masalah) dalam fabel tersebut?

a)

Jiji cocok melakukan pekerjaan apa saja

b)

Jiji cocok bekerja dengan menerawang perhatian

c)

Jiji terlalu tinggi bekerja di dalam ruangan

d)

Hidungnya menyentuh kemudi truk

14.

Perhatikan kutipan fabel berikut!


Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.


Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah …

a)

Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya

b)

Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat

c)

Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil

d)

Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun

15.

Bacalah kutipan berikut dengan sesama!


Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.


Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.


Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....

a)

dihutan, di saat, di ajak

b)

di hutan, di tubuhnya, disaat

c)

di hutan, di tubuhnya, di saat

d)

dihutan, disaat, di ajak

16.

Simak kutipan teks fabel berikut!


Kelelawar yang Pengecut

Disebuah padang rumput diAfrika seekor singa sedang menyantap makanan.Tiba-tiba seekor burung elang terbang rendah dan menyambar makanan milik singa.Sang raja hutan itu sangat marah sehingga memerintahkan seluruh binatang untuk berkumpul dan menyatakan perang terhadap bangsa burung.

“Mulai sekarang segala jenis burung adalah musuh kita.Usir mereka semua,jangan disisakan!” kata sang raja hutan.Binatang setuju lain sebab mereka merasa telah diperlakukan sama oleh bangsa burung.


Kesalahan penggunaan awalan di- terdapat pada kata- kata . . . .

a)

disebuah dan diAfrika

b)

diperlakukan dan diAfrika

c)

disisakan dan diperlakukan

d)

disebuah dan diperlakukan

17.

Perhatikan kalimat berikut!


1) Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman.

2) Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur.

3) Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.

4) Kepompong hanya bisa menggantung di ranting itu.


Kalimat yang mengandung kata keterangan waktu dan tempat adalah . . . .

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

1 dan 3

d)

2 dan 4

18.

bacalah kutipan cerita berikut!

Kupu-Kupu Berhati Mulia


(1) Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.

“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”


(2) Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.


Kutipan teks cerita bernomor (1) tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

koda

19.

Bacalah kutipan teks berikut!


Paman Belalang


“Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya. Begitu juga dengan Lodi dan Roro yang sekarang menjadi sahabat paman. Mereka selalu ikut berpetualangdengan Paman Belalang dan perahunya.


Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

Koda