Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

REMIDI TEKS DRAMA KELAS VIII

Total questions: 30

Worksheet time: 37mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah kutipan drama berikut!

Dian Lestari : "Apakah tidak ada pekerjaan tambahan, selain bertani di daerah ini?" (Dian memperhatikan kakeknya yang sedang memperhatikan keindahan Danau Toba)

Kakek : "Paling-paling menjadi nelayan kecil. Ikan-ikan di Danau Toba ini tidak seperti dulu. Ikannya kecil-kecil dan kurus-kurus. Jumlahnya pun sedikit."

Dian Lestari : "Mengapa begitu, Kek?" (Dian tampak antusias dengan keterangan kakeknya)

Kakek : "Mungkin karena penangkapan ikan terlalu sering, sementara perkembangbiakannya terhambat. Pembibitan secara alami tentu tidak mencukupi. Mungkin juga ikan-ikan di danau ini mulai tercemar. Maklumlah, hampir setiap hari kapal-kapal bermotor berlalu lalang di perairan danau ini. Belum lagi pencemaran oleh limbah pertanian yang menggunakan pestisida."

Dian Lestari : "Wah, bisa berbahaya kalau begitu, Kek."

Kakek : "Ya, begitulah."


Latar tempat yang sesuai dengan kutipan drama tersebut adalah . . . . .

a)

Di Sebuah desa

b)

Di pinggir Danau Toba

c)

Di lautan lepas

d)

Di rumah Kakek

2.

Bacalah kutipan drama berikut!

Munawardi : "Tolloooooong . . . . . Ada yang mau jahat kepada saya!" (Munawardi berlari tergopoh-gopoh)

Orang-orang : "Mana . . . . . Mana orangnya?" (Kata orang-orang silih berganti)

Dudi : "Ayo, kita tangkap dia!" (Tampak semangat)

Kurdi : "Jangan . . . . . Jangan! Kita tak boleh main hakim sendiri."

Orang-orang : "Yah . . . . .!!" (Terlihat kecewa)

Hasan : "Saya setuju dengan Kurdi. Kita tidak boleh sewenang-wenang kepada orang lain."


Bukti watak bijaksana Kurdi dalam kutipan drama tersebut adalah . . . . .

a)

Dia mau membantu orang yang berbuat jahat.

b)

Dia memberitaahukan orang yang berbuat jahat.

c)

Dia mengajak orang-orang untuk menghajar perampok.

d)

Dia mengingatkan orang-orang untuk tidak main hakim sendiri.

3.

Bacalah kutipan drama berikut!

Munawardi : "Tolloooooong . . . . . Ada yang mau jahat kepada saya!" (Munawardi berlari tergopoh-gopoh)

Orang-orang : "Mana . . . . . Mana orangnya?" (Kata orang-orang silih berganti)

Dudi : "Ayo, kita tangkap dia!" (Tampak semangat)

Kurdi : "Jangan . . . . . Jangan! Kita tak boleh main hakim sendiri."

Orang-orang : "Yah . . . . .!!" (Terlihat kecewa)

Hasan : "Saya setuju dengan Kurdi. Kita tidak boleh sewenang-wenang kepada orang lain."


Kutipan drama tersebut menggambarkan suasana . . . . .

a)

Takut

b)

Cemas

c)

Ricuh

d)

Sepi

4.

Bacalah kutipan drama berikut!

Ibu : "Kau tidak apa-apa, Nak?" (Sambil mendekati Arif yang terduduk lemas di teras)

Arif : "Hanya kena pukul sedikit di pipi, Bu. Tetapi tak apa. Kemudian, ketika diperiksa polisi, ternyata dompetnya tidak hilang. Ia lupa membawa dari rumah."

Udin : (Marah) "Wah, . . . . . enak saja menyangka orang . . . . .

Ibu : "Sudahlah, Arif . . . . . Udin . . . . . Lain kali kalian jangan begitu . . . . .

Arif : "Habis bagaimana, Bu? Kita biarkan saja orang menghina dan menuduh yang bukan-bukan? Karena kita miskin, begitu saja disangka jahat."

Ibu : "Sudahlah, Nak. Yang benar tetap benar meskipun dalam pembungkus yang jelek. Memang banyak orang mengukur hanya dari kulit luar saja."


Amanat yang sesuai dengan kutipan drama tersebut adalah . . . . .

a)

Kita harus membalas jika diperlakukan kasar.

b)

Kita tidak boleh berprasangka buruk kepada orang lain.

c)

Kita harus sabar dalam menghadapi cobaan.

d)

Kita perlu waspada terhadap sikap seseorang.

5.

Bacalah kutipan drama berikut!

Ibu : "Kau tidak apa-apa, Nak?" (Sambil mendekati Arif yang terduduk lemas di teras)

Arif : "Hanya kena pukul sedikit di pipi, Bu. Tetapi tak apa. Kemudian, ketika diperiksa polisi, ternyata dompetnya tidak hilang. Ia lupa membawa dari rumah."

Udin : (Marah) "Wah, . . . . . enak saja menyangka orang . . . . .

Ibu : "Sudahlah, Arif . . . . . Udin . . . . . Lain kali kalian jangan begitu . . . . .

Arif : "Habis bagaimana, Bu? Kita biarkan saja orang menghina dan menuduh yang bukan-bukan? Karena kita miskin, begitu saja disangka jahat."

Ibu : "Sudahlah, Nak. Yang benar tetap benar meskipun dalam pembungkus yang jelek. Memang banyak orang mengukur hanya dari kulit luar saja."


Tokoh Ibu dalam kutipan drama tersebut memiliki sifat . . . . .

a)

Penyayang

b)

Pemarah

c)

Penyabar

d)

Penakut

6.

1) Bu Mastur : "Cepatlah, Nak! Panggilkan dokter untuk Bapakmu!"

2) Dedi : "Bu, saya nggak berani. Lagian saya kan baru bermain."

3) Maya : "Sudahlah, Bu. Biar aku saja yang memanggil dokter.

4) Bu Mastur : "Jangan, Maya! Kamu kan lagi kurang sehat, tidak bisa cepat."

5) Maya : "Habis kalau Mas Dedi tidak mau, siapa lagi? Biar Maya minta tolong Joko saja. Maya berangkat dulu, Bu."


Kalimat yang menggambarkan suasana kekhawatiran orang tua terhadap anaknya terdapat dalam dialog bernomor . . . . .

a)

1)

b)

2)

c)

3)

d)

4)

7.

Bacalah kutipan drama berikut!

Dudung : "Din, senang ya, jadi anak kepala desa?"

Udin : "Memangnya ada apa, Dung? Mengapa kamu bertanya seperti itu?"

Dudung : "Maksudku, sawah ayahmu luas, uangnya juga banyak, begitu kan?

Udin : "Dung, kamu jangan berpikir begitu! Seorang kepala desa tidak boleh hanya memikirkan kekayaan sendiri. Seorang kepala desa harus dapat membuat desanya maju, aman, dan sejahtera!"

Dudung : "Masak iya, sih . . . . .!!" (Udin terdiam mendengar ejekan Dudung)


Tema kutipan drama tersebut adalah . . . . .

a)

Kewenangan kepala desa.

b)

Kerukunan hidup bermasyarakat.

c)

Kemewahan yang dimiliki kepala desa.

d)

Kepemimpinan seorang kepala desa.

8.

Bacalah kutipan drama berikut!

Sumi : "Lho, kenapa Bapak tidak marah, melihat istrinya diperlakukan seperti itu?"

Riyadi : "Sebenarnya Bapak tadi sempat ingin marah. akan tetapi, Bapak ingat kebaikan Pak Agus, waktu membantu Eko masuk SMP. Ibu ingatkan, waktu itu Bapak tidak punya uang untuk membayar uang seragam dan lain-lain. Tetapi berkat kebaikan Pak Agus, Eko dapat masuk sekolah. Itulah kenapa Bapak tadi tidak jadi marah. Ya, sudahlah! Tetapi Bapak akan marah ketika hal ini terulang lagi atau bahkan lebih daripada ini. Dan Ibu harus ingat perkataan Bapak, kalau kita harus sabar dalam menghadapi cobaan. Karena orang sabar itu . . . . ."

Sumi : "Disayang Tuhan, Kan? Selalu kata-kata itu yang Bapak ucapkan."

Riyadi : "Cobalah untuk memaknai kata-kata itu lebih dalam. Baiklah, Bu, sebaiknya Bapak ambil peralatan yang ketinggalan dan pergi ke tempat kerja. Assalamu'alaikum!" (Keluar)

Sumi : "Wa'alaikum salam. . . . .!"


Kutipan drama tersebut bertema . . . . .

a)

Suami yang menerapkan sikap sabar kepada istrinya.

b)

Seorang istri yang menuntut keadilan dari suaminya.

c)

Suami yang tidak peduli terhadap keselamatan istrinya.

d)

Suami istri yang menyerahkan permasalahan terhadap orang lain.

9.

Bacalah kutipan drama berikut!

Sumi : "Lho, kenapa Bapak tidak marah, melihat istrinya diperlakukan seperti itu?"

Riyadi : "Sebenarnya Bapak tadi sempat ingin marah. akan tetapi, Bapak ingat kebaikan Pak Agus, waktu membantu Eko masuk SMP. Ibu ingatkan, waktu itu Bapak tidak punya uang untuk membayar uang seragam dan lain-lain. Tetapi berkat kebaikan Pak Agus, Eko dapat masuk sekolah. Itulah kenapa Bapak tadi tidak jadi marah. Ya, sudahlah! Tetapi Bapak akan marah ketika hal ini terulang lagi atau bahkan lebih daripada ini. Dan Ibu harus ingat perkataan Bapak, kalau kita harus sabar dalam menghadapi cobaan. Karena orang sabar itu . . . . ."

Sumi : "Disayang Tuhan, Kan? Selalu kata-kata itu yang Bapak ucapkan."

Riyadi : "Cobalah untuk memaknai kata-kata itu lebih dalam. Baiklah, Bu, sebaiknya Bapak ambil peralatan yang ketinggalan dan pergi ke tempat kerja. Assalamu'alaikum!" (Keluar)

Sumi : "Wa'alaikum salam. . . . .!"


Kutipan drama tersebut mengandung pesan . . . . .

a)

Kita harus berbuat baik kepada orang lain yang telah menolong kita.

b)

Kita harus bersabar dalam menghadapi permasalahan.

c)

Hendaknya kita tidak melawan perbuatan jahat yang dilakukan orang lain.

d)

Kita harus menerima keadaan apa adanya.

10.

Bacalah kutipan drama berikut!

(TIga siswa sedang menangis di bangku kecil dekat rimbunan bunga melati. Dwi berdiri di samping mereka)

Ridwan : (Muncul, heran melihat situasi. Kemudian marah kepada Dwi) "Dwi, kau apakan mereka?"

Dwi : "Tenang, Ridwan. Tidak ada apa-apa!"

Ridwan : "Kok begitu? Senang ya, bisa membuat orang lain menangis?"

Dwi : "Hai, bukan aku penyebabnya, Ridwan!" (Tertawa)

Ridwan : "Kamu tertawa, sementara ketiga sahabatmu menangis duka. Dimana perasaanmu, Dwi?"

Dwi : "Ridwan, apakah setiap tangis itu duka?"

Ridwan : "Tetapi mereka jelas tampak menderita!"

Dwi : (Tertawa) "Kan hanya tampak menderita?"

Ridwan : "Gila! Aku tahu kok, pribadimu yang sesungguhnya, Dwi!"

Dwi : "Ampun, Ridwan! Sabar, Ridwan! Nih, baca!" (Memberikan selembar kertas)

Ridwan : (Dengan segan menerima. Kemudian tertegun ketika membacanya) "Maaf teman, kami sedang latihan akting menangis, jangan diganggu, ya! Trim's!! Gila!! Sudah!! Selesai!! Hentikan latihan gila-gilaan ini."


Latar tempat kutipan drama tersebut adalah . . . . .

a)

Kelas

b)

Rumah

c)

Halaman

d)

Taman

11.

Bacalah kutipan drama berikut!

(TIga siswa sedang menangis di bangku kecil dekat rimbunan bunga melati. Dwi berdiri di samping mereka)

Ridwan : (Muncul, heran melihat situasi. Kemudian marah kepada Dwi) "Dwi, kau apakan mereka?"

Dwi : "Tenang, Ridwan. Tidak ada apa-apa!"

Ridwan : "Kok begitu? Senang ya, bisa membuat orang lain menangis?"

Dwi : "Hai, bukan aku penyebabnya, Ridwan!" (Tertawa)

Ridwan : "Kamu tertawa, sementara ketiga sahabatmu menangis duka. Dimana perasaanmu, Dwi?"

Dwi : "Ridwan, apakah setiap tangis itu duka?"

Ridwan : "Tetapi mereka jelas tampak menderita!"

Dwi : (Tertawa) "Kan hanya tampak menderita?"

Ridwan : "Gila! Aku tahu kok, pribadimu yang sesungguhnya, Dwi!"

Dwi : "Ampun, Ridwan! Sabar, Ridwan! Nih, baca!" (Memberikan selembar kertas)

Ridwan : (Dengan segan menerima. Kemudian tertegun ketika membacanya) "Maaf teman, kami sedang latihan akting menangis, jangan diganggu, ya! Trim's!! Gila!! Sudah!! Selesai!! Hentikan latihan gila-gilaan ini."


Sifat peduli tokoh Ridwan dibuktikan dengan . . . . .

a)

Ridwan yang marah melihat Dwi tertawa melihat teman-temannya menangis.

b)

Ridwan menyalahkan Dwi atas perbuatan yang dilakukan Dwi terhadap temannya.

c)

Ridwan menanyakan alasan ketiga temannya menangis.

d)

Dwi yang senang melihat Ridwan bingung melihat temannya menangis.

12.

Bacalah kutipan drama berikut!

(Panggung sangat ramai. Sekelompok anak membicarakan Pekan Raya Jakarta yang sedang berlangsung. Rina masuk ke panggung, lalu mendekati sekelompok anak-anak yang sedang asyik membicarakan PRJ)

Rina : "Ada apa teman-teman, baru sampai di sekolah kok, udah ramai?"

Sinta : "Rin, kamu sudah datang ke Pekan Raya Jakarta?"

Rina : "Lho, memang ada PRJ, ya?"

Bayu : "Aduh, kamu ini giman, Rin? Kan sudah sejak seminggu yang lalu."

Rina : "Oh, begitu, ya. Maklum, aku lagi sibuk mempersiapkan buat lomba membaca puisi."

Dina : "Kita nanti sore mau kesana. Kamu ikut saja, Rin."

Rina : "Boleh, deh. Aku juga ingin mencari hiburan. Kita berangkat pukul berapa?"

Sinta : "Pukul 4 saja. Nanti aku jemput kamu, ya?"

Rina : "Oke!!"


Inti permasalahan yang dibicarakan dalam kutipan drama tersebut adalah . . . . .

a)

Pelaksanaan Pekan Raya Jakarta.

b)

Persiapan lomba membaca puisi.

c)

Rencana mengunjungi Pekan Raya Jakarta.

d)

Suasana kelas yang ramai.

13.

Bacalah kutipan drama berikut!

(Panggung sangat ramai. Sekelompok anak membicarakan Pekan Raya Jakarta yang sedang berlangsung. Rina masuk ke panggung, lalu mendekati sekelompok anak-anak yang sedang asyik membicarakan PRJ)

Rina : "Ada apa teman-teman, baru sampai di sekolah kok, udah ramai?"

Sinta : "Rin, kamu sudah datang ke Pekan Raya Jakarta?"

Rina : "Lho, memang ada PRJ, ya?"

Bayu : "Aduh, kamu ini giman, Rin? Kan sudah sejak seminggu yang lalu."

Rina : "Oh, begitu, ya. Maklum, aku lagi sibuk mempersiapkan buat lomba membaca puisi."

Dina : "Kita nanti sore mau kesana. Kamu ikut saja, Rin."

Rina : "Boleh, deh. Aku juga ingin mencari hiburan. Kita berangkat pukul berapa?"

Sinta : "Pukul 4 saja. Nanti aku jemput kamu, ya?"

Rina : "Oke!!"


Kutipan drama tersebut terjadi pada . . . . .

a)

Pagi hari

b)

Siang hari

c)

Sore hari

d)

Malam hari

14.

Bacalah kutipan Novel berikut!

"Aku tolong tiga orang pemuda kemarin di Tanah Tinggi," Kata tukang loak meneruskan ceritanya.

"Mereka titipkan dua pistol dan lima granat tangan padaku, disimpan dalam keranjang loak, dan aku pergi duduk menunggu geledahnya habis dekat truk si ubel-ubel."

Tukang loak memandang berkeliling dengan bangga.

"Tidak takut?" tanya seorang opas kantor.

"Takut?" Dia balas bertanya. Dia memandang muka tiap-tiap orang itu satu per satu. Dia tahu mereka tidak akan percaya jika dia katakan dia tidak takut. Diputuskannya untuk menceritakan yang sebenarnya.


Kutipan novel tersebut dapat dibuat sinopsis, yaitu . . . . .

a)

Tukang loak merasa bangga karena telah selamat dari bahaya. Ia menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada opas kantor. Opas kantor antusias mendengarkan cerita tukang loak.

b)

Seorang opas kantor menasihati tukang loak agar tidak berbuat curang. Tukang loak mendengarkan nasihat opas kantor dengan seksama. Tukang loak berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.

c)

Tukang loak telah menyelamatkan tiga orang pemuda di Tanah Tinggi. Tukang loak menyelamatkan ketiga pemuda itu dari razia senjata. Tukang loak merasa bangga karena ia telah berhasil menyembunyikan pistol dan granat tangan.

d)

Tukang loak tidak merasa takut telah menyembunyikan senjata dan granat tangan. Tukang loak merasa bangga karena telah berhasil mengelabuhi petugas razia. Tukang loak menceritakan pengalamannya tersebut kepada teman-temannya.

15.

Bacalah kutipan Novel berikut!

"Aku tolong tiga orang pemuda kemarin di Tanah Tinggi," Kata tukang loak meneruskan ceritanya.

"Mereka titipkan dua pistol dan lima granat tangan padaku, disimpan dalam keranjang loak, dan aku pergi duduk menunggu geledahnya habis dekat truk si ubel-ubel."

Tukang loak memandang berkeliling dengan bangga.

"Tidak takut?" tanya seorang opas kantor.

"Takut?" Dia balas bertanya. Dia memandang muka tiap-tiap orang itu satu per satu. Dia tahu mereka tidak akan percaya jika dia katakan dia tidak takut. Diputuskannya untuk menceritakan yang sebenarnya.


Peristiwa yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah . . . . .

a)

Orang-orang yang tidak mempercayai cerita tukang loak dari Tanah Tinggi.

b)

Tukang loak yang diberi pistol dan granat oleh tiga orang pemuda di Tanah Tinggi.

c)

Tukang loak yang ketakutan saat ia diberi senjata oleh tiga orang pemuda di Tanah Tinggi.

d)

Tukang loak yang bercerita bahwa ia telah menyelamatkan tiga pemuda dari razia senjata.

16.

Omega : "Alfa!"

Alfa : "Hai, Omega."

Omega : "Sekiranya aku mampu menembus hatimu."

Alfa : "Sekiranya hatiku seluas samudera, hanya ada satu nama di sana."

Omega : "Dan itu bukan aku, tapi aku akan terus di sini untuk menunggu."

Alfa : "Jangan menungguku!"

Omega : "Walau terluka, aku tetap di sini."

Alfa : "Mengertilah bahwa sekiranya dalam hatiku tertulis nama yang lain pun aku takkan menyentuhnya."

Omega : "Aku tetap di sini."


Watak Omega dalam kutipan drama tersebut adalah . . . . .

a)

Penyayang

b)

Rajin

c)

Setia

d)

Peduli

17.

Sinta : (Berteriak dari dalam) " Masih pagi . . . . . Jangan berteriak seperti itu. Kau mulai cerita yang aneh-aneh."

Barman : "Aku cuma melatih ingatanku, Sinta!"

Sinta : "Tapi tidak dengan cara seperti itu. Nanti tenggorokan sakit. Ke dokter lagi, duit lagi . . . . ."

Barman : "Itulah perempuan. Semuanya diukur dengan duit. Bahkan tidak boleh sakit pun, alasannya karena duit."

Sinta : (Keluar sambil membawa handuk kecil) "Jangan sampai kambuh lagi!" (Mengusap kening Barman) "Bukan saatnya berteriak seperti itu. Kayak anak kecil!"

Barman : "Cuma sekadar untuk mengusir bosan dan agar kelihatan variatif. Lebih dinamis!"

Sinta : "Bosan?"


Isi penggalan drama tersebut adalah . . . . .

a)

Sinta tidak ingin mengeluarkan biaya ke dokter untuk Barman.

b)

Barman sakit tenggorokan karena berteriak-teriak pada pagi hari.

c)

Barman melatih ingatan untuk mengusir kebosanan agar hidupnya variatif dan lebih dinamis.

d)

Barman tidak boleh sakit karena harus mengeluarkan biaya ke dokter.

18.

Petugas : "Apa yang hilang?"

Suami : "Anak saya, Pak!"

Petugas : "Anak?"

Suami : "Iya."

Petugas : "Sudah besar atau masih kecil?"

Istri : "Iya, kalau anak pasti masih kecil, Pak. Kecil sekali."

Petugas : "Berapa tahun umurnya?"

Istri : "Enam bulan, Pak."

Petugas : "Namanya siapa?"

Istri : "Belum punya nama."

Petugas : "Ciri-ciri?"

Istri : "Bagaimana saya tahu, belum jelas."

Petugas itu berpikir sebentar lalu meneruskan.

Petugas : "Jadi, belum punya nama? Mengapa?'

Suami : "Iya, nama itu susah-susah gampang, Pak. Kalau terburu-buru, salah nama nanti jadi penyakit. Ya, ka, Pak?!"


Tema penggalan drama tersebut adalah . . . . .

a)

Anak kecil yang belum diberi nama.

b)

Kehilangan anak.

c)

Ciri-ciri anak hilang.

d)

Memberi nama anak itu susah.

19.

Bram : "Aku tak suka kau memakai kain, malam ini. Aku akan kirim gaun itu. Kenapa nggak kau pakai? Terlalu!"

Tutty : "Aku hanya ikuti Ibu, Mas. Kau jangan marah kepadaku."

Bram : "Dengar! Sudah sepuluh hari kau jadi istriku. Tapi kita belum tinggal bersama. Dan ini gara-gara ibumu. Pesta ini untuk merayakan perkawinan kita. Tapi aku datang seperti tamu. Ini juga gara-gara Ibu."

Tutty : "Aku juga tidak suka diperlakukan seperti ini, Mas. Tapi gimana? Bagaimana kalau kita malam ini tinggal bersama setelah pesta usai?"


Amanat dalam kutipan drama tersebut adalah . . . . .

a)

Orang tua sebaiknya tidak mengurusi rumah tangga anaknya.

b)

Sebaiknya anak harus menuruti kemauan orang tua.

c)

Seorang menantu hendaknya tetap menghargai keinginan mertua.

d)

Janganlah memaksakan kehendak orang.

20.

Dalam ruang tamu rumah Wati. Letak perabotan tidak berubah. Kalender dinding menunjukkan Bulan Oktober 1965. Waktu pukul 12.30. Bapak dengan wajah muram hilir mudik di muka bufet. Kemudian berhenti selangkah di muka bufet, tajam memandang potret. Bapak mengembuskan napas panjang menggeleng-geleng kepala sambil mengeryitkan kulit dahi.

Bapak : "Kenapa kau menyeru ibumu, Wati. Kenapa kau tidak menyeru aku. Kenapa kau begitu tega tinggalkan aku. Seperti juga ibumu dulu tega mendahului ke alam baka. Dan kini kau telah pergi, malapetaka sisa hari tua. Tak ada lagi kedamaian. Sekarang semua gelap. Aku dimakan gerhana. Ooo, bencana jahanam!"


Watak tokoh Bapak digambarkan pengarang melalui . . . . .

a)

Dialog tokoh lain

b)

Percakapan tokoh

c)

Perbuatan tokoh

d)

Reaksi tokoh lain

21.

Dalam ruang tamu rumah Wati. Letak perabotan tidak berubah. Kalender dinding menunjukkan Bulan Oktober 1965. Waktu pukul 12.30. Bapak dengan wajah muram hilir mudik di muka bufet. Kemudian berhenti selangkah di muka bufet, tajam memandang potret. Bapak mengembuskan napas panjang menggeleng-geleng kepala sambil mengeryitkan kulit dahi.

Bapak : "Kenapa kau menyeru ibumu, Wati. Kenapa kau tidak menyeru aku. Kenapa kau begitu tega tinggalkan aku. Seperti juga ibumu dulu tega mendahului ke alam baka. Dan kini kau telah pergi, malapetaka sisa hari tua. Tak ada lagi kedamaian. Sekarang semua gelap. Aku dimakan gerhana. Ooo, bencana jahanam!"


Konflik dalam penggalan drama tersebut adalah . . . . .

a)

Penderitaan seorang suami karena istrinya meninggal.

b)

Kegelisahan seorang laki-laki menghadapi hari tua.

c)

Kemarahan seorang ayah kepada anaknya yang kabur dari rumah.

d)

Keresahan seorang laki-laki yang ditinggal pergi anak pada masa tuanya.

22.

Bacalah penggalan novel berikut!

Samin menegakkan kepala, memberanikan diri untuk menatap anaknya lebih lekat. "Dul, kita ngobrol sebentar, yuk . . . . ." Suaranya mulai terdengar normal. Tangan kirinya menyeka air mata yang sempat mengalir turun ke pipi. Tapi bibirnya kini mencoba tersenyum.

Dul sungguh terheran-heran plus super bingung sekarang. Seumur-umur belum pernah ada adegan ngobrol akrab antara mereka berdua. Yang ada selama ini dalam memorinya adalah penurunan ilmu copet-mencopet, ilmu pemalakan, dan omongan-omongan kasar. Tidak ada acara ngobrol akrab antara ayah dan anak seperti yang sering tersaji di sinetron-sinetron.


Sinopsis yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah . . . . .

a)

Dul sungguh heran dengan sikap Samin yang tidak seperti biasa mengajaknya mengobrol akrab dengan air mata mengalir di pipi ayahnya tersebut.

b)

Dul bingung dengan sikap akrab Samin yang tidak lagi seperti dalam memorinya.

c)

Dul dan Samin mengobrol akrab dentan tatapn lekat dan senyum yang mengembang.

d)

Dul diajak mengobrol akrab oleh Samin dengan tatapan lekat seperti yang tersaji di sinetron-sinetron.

23.

Bacalah penggalan novel berikut!

Samin menegakkan kepala, memberanikan diri untuk menatap anaknya lebih lekat. "Dul, kita ngobrol sebentar, yuk . . . . ." Suaranya mulai terdengar normal. Tangan kirinya menyeka air mata yang sempat mengalir turun ke pipi. Tapi bibirnya kini mencoba tersenyum.

Dul sungguh terheran-heran plus super bingung sekarang. Seumur-umur belum pernah ada adegan ngobrol akrab antara mereka berdua. Yang ada selama ini dalam memorinya adalah penurunan ilmu copet-mencopet, ilmu pemalakan, dan omongan-omongan kasar. Tidak ada acara ngobrol akrab antara ayah dan anak seperti yang sering tersaji di sinetron-sinetron.


Peristiwa yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah . . . . .

a)

Tokoh Dul membayangkan kehidupannya seperti di sinetron-sinetron.

b)

Tokoh Dul menyeka air mata Samin dan tersenyum ketika ditatap oleh ayahnya.

c)

Tokoh Samin berubah menjadi seorang ayah yang lembut dan penuh kasih sayang kepada anaknya.

d)

Tokoh Samin melarang Dul untuk mencopet, memalak, dan berbicara kasar.

24.

Maya Elisa seorang anak gadis yang telah lama merindukan belaian kasih sayang seorang ayah, tiada lepas dari penderitaan yang telah ditebarkan dari bisa-bisa lembut Syamis Al-Syamiri. Gadis belia itu berharap ayah keduanya dapat memberi nasihat dan wejangan-wejangan romansa cerita anak manusia yang dapat menghilangkan rasa dahaga yang selama ini mengeringkan tenggorokan dan keingintahuannya.


Pernyataan yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah . . . . .

a)

Tokoh Maya Elisa sejak kecil dilahirkan telah memiliki ayah tiri.

b)

Tokoh Maya Elisa berharap kasih sayang dari ayah tirinya.

c)

Tokoh Maya Elisa membutuhkan kasih sayang seorang ayah baru.

d)

Tokoh MAya Elisa ingin menghilangkan penderitaan buruk yang dialaminya.

25.

Rabiah Salim bukanlah wanita yang sudah lama dirinya kenal, meski jalinan persaudaraan yang terbina sejak lama, tetapi Naufal Rafiq jarang berjumpa dengannya. Rabiah Salim menemaninya berbincang-bincang hingga larut malam, dia banyak bercerita tentang ibunya, mengisahkan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum hari kelahirannya. Dengan penuh kelembutan, Rabiah Salim membawanya masuk ke dalam renungan dunia masa silam, dunia yang selama itu hanya Naufal Rafiq rasakan dari tiap-tiap lembaran buku yang sudah terlalu lama diterbitkan.


Sinopsis yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah . . . . .

a)

Rabiah Salim bercerita kepada Naufal Rafiq tentang ibu dan masa lalunya.

b)

Rabiah Salim menemani Naufal Rafiq berbincang-bincang semalaman.

c)

Naufal Rafiq mengenal Rabiah Salim sebagai saudaranya.

d)

Kelembutan Rabiah Salim dalam bercerita membuat Naufal Rafiq merenung.

26.

Susun kata-kata berikut yang berkaitan dengan materi drama.

SOAANNTGI = . . . . .

(a)  

27.

PSIOONRTGA = . . . . .

(a)  

28.

GTROTSNAII = . . . . .

(a)  

29.

NPOSSISI = . . . . .

(a)  

30.

OGAFIRPTI = . . . .

(a)