WorksheetsKuis Komunikasi Multikultur
Total questions: 35
Worksheet time: 27mins
Contoh komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara:
Orang Indonesia dengan orang Jepang
Orang Minangkabau dengan orang Jawa
Orang Islam dengan orang Hindu
Pria dengan wanita
Semua jawaban lainnya benar
Fokus utama kajian komunikasi lintas budaya adalah:
Bagaimana budaya mempengaruhi komunikasi
Bagaimana komunikasi mempengaruhi budaya
Bagaimana budaya dan komunikasi saling mempengaruhi
Semua jawaban lainnya benar
Komunikasi disebut efektif apabila:
Terjadi perubahan perilaku pada penerima pesan
Terjadi perubahan sikap pada penerima pesan
Terjadi peningkatan pengetahuan pada penerima pesan
Perubahan yang terjadi pada penerima pesan sesuai dengan yang diinginkan pengirim pesan
Semua jawaban lainnya benar
Berikut ini adalah sifat budaya, kecuali:
Etnosentrik
Dinamis
Diwariskan
Berubah dari waktu ke waktu
Negara-negara yang memiliki budaya konteks tinggi adalah:
Amerika, Jepang, Rusia
Jepang, Indonesia, China
Jerman, Swiss, Inggris
Indonesia, Perancis, Austria
Rusia, Denmark, Finlandia
Diam atau jeda yang panjang ketika berkomunikasi adalah khas:
Orang Indonesia
Orang Italia
Orang Spanyol
Orang Australia
Orang Jepang
Bidang studi komunikasi yang menyangkut penggunaan jarak fisik ketika berkomunikasi disebut:
Kinesika
Haptika
Kronemika
Proksemika
Okulesika
Kronemika adalah bidang studi komunikasi antarbudaya yang berkaitan dengan penggunaan:
Sentuhan
Isyarat tangan
Jarak fisik
Waktu
Semua jawaban lainnya salah
Pernyataan berikut adalah KELIRU dalam konteks komunikasi antarbudaya, kecuali:
Efek komunikasi bisa ditiadakan
Makna terdapat pada lambang
Kesengajaan merupakan syarat mutlak dalam berkomunikasi
Komunikasi yang terjadi antara dua orang adalah sesuatu yang tidak sederhana
Konsep yang paling dekat (sejajar) dengan persepsi adalah:
Efek
Umpan balik
Pesan
Decoding
Encoding
Prinsip (-prinsip) dalam komunikasi antarbudaya adalah bahwa:
Kita tidak dapat tidak berkomunikasi
Komunikasi sering tidak disadari
Komunikasi bersifat simbolik
Komunikasi mengandung dimensi isi (apa yang dikatakan) dan dimensi hubungan (bagaimana mengatakannya)
Semua jawaban lainnya benar
Komunikasi bersifat irreversible, artinya:
Efeknya tidak bisa ditiadakan sama sekali
Komunikasi selalu bertujuan
Komunikasi tidak harus disertai kesengajaan
Semua jawaban di atas benar
Semua jawaban di atas salah
Negara-negara yang memiliki budaya konteks rendah adalah:
Amerika, Jerman, Swiss
Jepang, China, India
Indonesia, Malaysia, Filipina
Italia, Spanyol, Yunani
Semua jawaban di atas salah
Salah satu ciri budaya konteks rendah adalah:
Banyak basa-basi dan pembicaraan bertele-tele
Banyak makna yang tersirat
Pembicaraan langsung (to the point) dan lugas
Bahasa nonverbal sangat dominan
Kecenderungan untuk mengukur budaya orang lain dengan standar budaya sendiri disebut:
Self-fulfilling prophecy
Etnosentrisme
Prasangka
Diskriminasi
Semua jawaban di atas salah
Berikut ini adalah masyarakat yang mempunyai konsep waktu polikronik, kecuali:
Italia, Indonesia, Amerika Latin
Yunani, Spanyol, Portugal
Arab, India, Malaysia
Jerman, Swiss, USA
Menurut Milton J. Bennet, manakah pernyataan yang paling tepat:
Simpati lebih penting daripada empati
Empati lebih penting daripada simpati
Empati dan simpati sama-sama penting
Empati penting, simpati sama sekali tidak penting
Simpati penting, empati sama sekali tidak penting
Suatu fenomena yang terjadi karena didasari ‘pengharapan’ kita yang terdeteksi orang lain yang melakukan atau mewujudkan apa yang kita harapkan tersebut, disebut:
Hipotesis Sapir-Whorf
Self-fulfilling prophecy
Empati
Simpati
Andrea Rich membagi komunikasi nonverbal dalam komunikasi antarbudaya dalam kategori:
Lingkungan (iklim, kepadatan penduduk, dsb.)
Penampilan (gaya busana, ciri fisik yang unik)
Perilaku dan parabahasa (gerakan tubuh, postur, ekspresi wajah, suara, intonasi, dsb.)
Semua jawaban lainnya benar
Atensi dipengaruhi oleh faktor-faktor internal berikut:
Faktor biologis dan faktor fisiologis
Faktor sosiobudaya
Faktor psikologis
Semua jawaban lainnya benar
Pengkategorian budaya dalam konteks komunikasi antarbudaya adalah:
Budaya dan subbudaya (budaya, sosiobudaya, psikobudaya)
Budaya berdasarkan wilayah geografis
Budaya konteks tinggi & budaya konteks rendah
Budaya berdasarkan bangsa, sukubangsa atau kelompok etnik
Semua jawaban lainnya benar
Keterampilan yang dibutuhkan untuk berkomunikasi efektif adalah kemampuan untuk:
Mentoleransi ambiguitas
Menenangkan diri sendiri
Berempati
Semua jawaban lainnya benar
Kompetensi yang harus dimiliki untuk dapat berkomunikasi secara efektif adalah pengetahuan mengenai:
Perbedaan kelompok
Kemiripan personal
Penafsiran alternatif
memahami orang lain
Beberapa prinsip penting mengenai persepsi sosial yang menjadi pembenaran atas perbedaan persepsi sosial adalah:
Persepsi berdasarkan pengalaman
Persepsi pada dasarnya bersifat dugaan
Persepsi bersifat kontekstual
Semua jawaban lainnya benar
Ilmuwan yang banyak berjasa dalam meneliti komunikasi nonverbal lintas budaya terutama proksemika adalah:
Edward T. Hall
Margaret Mead
Richard Porter & Larry Samovar
Dean Barnlund
S.I. Hayakawa
Sifat hubungan antara bahasa manusia dengan cara memandang realitas/fenomena adalah:
Bahasa yang berbeda secara mutlak mempengaruhi cara pandang yang berbeda terhadap realitas
Sama sekali tidak ada hubungan antara bahasa dan cara memandang realitas
Hingga derajat tertentu (sedikit banyak) bahasa yang berbeda mempengaruhi cara pandang yang berbeda terhadap realitas
Bahasa yang berbeda mempengaruhi sepenuhnyacara pandang yang berbeda terhadap realitas
Fungsi bahasa nonverbal terhadap bahasa verbal adalah:
Menggantikan
Menguatkan
Menyangkal
Mengulangi
Semua jawaban lainnya benar
Contoh dari subkultur adalah:
Kaum waria
Kelompok artis
Komunitas punk
Semua jawaban lainnya benar
Syarat terpenting dalam melakukan komunikasi antarbudaya yang efektif dengan seseorang adalah:
Mengetahui karakter budaya dari mana individu yang bersangkutan berasal
Mengetahui agama individu yang bersangkutan
Mengetahui tingkat pendidikan individu yang bersangkutan
Mengetahui karakter individu yang bersangkutan
Bahasa bukan sekedar alat untuk melukiskan fenomena, namun juga mempengaruhi cara memandang fenomena tersebut. Pertanyaan ini berasal dari:
William Gudykunst & Young Yun Kim
Edward Sapir & Benjamin L. Whorf
Edward T. Hall
Wilbur Schraam
Stewart L. Tubbs & Sylvia Moss
Model komunikasi antarbudaya yang dikemukakan Gudykunst & Kim mengisyaratkan bahwa:
Pesan sekaligus juga merupakan umpan balik
Lingkungan berpengaruh terhadap cara berkomunikasi
Model menempatkan pelaku komunikasi dalam posisi yang setara (komunikasi bersifat sirkuler) ketimbang menggunakan istilah komunikator/pengirim pesan/sumber dan komunikan/penerima pesan/tujuan (komunikasi bersifat linier)
Pelaku-pelaku komunikasi dapat berasal dari satu negara atau kelompok etnik yang sama
Kendala dalam komunikasi antarbudaya adalah:
Etnosentrisme atau prasangka
Stereotip
Keterbatasan yang melekat dalam bahasa untuk mengungkapkan sesuatu
Persepsi yang bersifat selektif
Semua jawaban lainnya benar
Fenomena komunikasi Lintas Budaya paling sesuai diteliti dengan menggunakan metode/teknik penelitian:
Kuantitatif
Eksperimen
Survei korelasional
Kualitatif
Generalisasi yang berlebihan atas sekelompok orang (dengan mengabaikan ciri-ciri individu) paling tepat disebut:
Etnosentrisme
Diskriminasi
Stereotip
Chauvinisme
Prasangka
Sikap yang paling sesuai ketika berhadapan dengan orang berbeda budaya adalah:
Tetap berpegang teguh pada budaya sendiri, karena budaya sendirilah yang paling benar
Secara total mengikuti budaya orang lain, agar dapat diterima dan disenangi orang tersebut
Mencari budaya alternatif yang disepakati bersama, meskipun tidak sesuai dengan keinginan kita
Mencoba memahami budaya orang lain, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip sendiri
