WorksheetsUTS Vektor 20
Total questions: 35
Worksheet time: 53mins
Di dalam perkembangan ilmu Entomologi kita kenal istilah Entomologi Terapan, berikut ini yang tidak termasuk ke dalam Entomologi terapan adalah :
Entomologi kesehatan
entomologi pertanian
entomologi pangan
entomologi veteriner
entomologi kehutanan
Dalam mempelajari ilmu Entomologi Kesehatan, perlu diketahui tentang morfologi serangga yang terdiri dari protothorax, mesothorax, dan metathorax. Ini merupakan bagian dari :
kepala
antena
palpi
abdomen
thorax
Dibawah ini termasuk faktor yang mempengaruhi kehidupan serangga dari faktor luar, yaitu :
kemampuan berkembang biak
suhu dan kelembaban
patogen
parasit
predator
Salah satu peranan serangga dalam kesehatan yaitu sebagai vektor penyakit, seperti nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit DBD, dengan cara apa penularannya :
cara mekanik
cara propagatif
cara cyclo propagatif
cara cyclo developmental
cara biologi
Gambar di atas merupakan ciri khas nyamuk jenis :
Aedes albopictus
Culex sp
Aedes aegypti
Anophelos vagus
Anophelos aconitus
Dari gambar diatas merupakan ciri khas dari larva jenis nyamuk :
Anopheles sundaicus
Anopheles subpictus
Aedes aegypti
Aedes albopictus
Mansonia
Dalam melakukan survey jentik ada beberapa metode, salah satunya dengan mengambil satu larva setiap satu container untuk diidentifikasi, metode ini dikenal dengan metode:
Single larva method
Visual
Cidukan
Gayung
Campuran
Jenis nyamuk yang merupakan vektor utama Filariasis bancrofti tipe urban (penyakit kaki gajah di daerah perkotaan) yang disebabkan oleh cacing filaria Wuchereria bancrofti adalah:
Culex quinquefasciatus
Culex tritaeniorhynchus
Anopheles vagus
Anopheles aconitus
Aconitus
Daur hidup nyamuk Culex dari larva menjadi pupa diperlukan waktu berapa lama :
1 - 2 hari
3 - 4 hari
2 - 5 hari
5 - 7 hari
4 - 6 hari
Di bawah ini merupakan ciri-ciri nyamuk genus Anopheles sp, kecuali :
probocis relatif sama panjang dengan palpi
ujung abdomen meruncing
sisik pada sayap simetris
scutelum dengan satu lobus
scutelum dengan tiga lobus
Mahasiswa Universitas Faletehan peminatan kesehatan lingkungan melakukan praktek survey Aedes Control dengan hanya melihat ada tidaknya larva pada container di lingkungan kampus. Dalam survey ini ditemukan 5 container yang positif jentik dari 50 container yang diperiksa, dan ditemukan 3 gedung yang positif jentik dari 20 gedung yang diperiksa.
Berdasarkan kasus ini, metode survey Aedes control yang digunakan adalah :
Single larva methode
Visual
Cidukan
Gayung
Campuran
Mahasiswa Universitas Faletehan peminatan kesehatan lingkungan melakukan praktek survey Aedes Control dengan hanya melihat ada tidaknya larva pada container di lingkungan kampus. Dalam survey ini ditemukan 5 container yang positif jentik dari 50 container yang diperiksa, dan ditemukan 3 gedung yang positif jentik dari 20 gedung yang diperiksa.
Dari kasus di atas, berapakah Angka Bebas Jentik (ABJ) ?
85
15%
15
85%
25%
Mahasiswa Universitas Faletehan peminatan kesehatan lingkungan melakukan praktek survey Aedes Control dengan hanya melihat ada tidaknya larva pada container di lingkungan kampus. Dalam survey ini ditemukan 5 container yang positif jentik dari 50 container yang diperiksa, dan ditemukan 3 gedung yang positif jentik dari 20 gedung yang diperiksa.
Berdasarkan kasus di atas, berapakah House Indek (HI) yang ditemukan ?
15%
15
85
85%
25
Mahasiswa Universitas Faletehan peminatan kesehatan lingkungan melakukan praktek survey Aedes Control dengan hanya melihat ada tidaknya larva pada container di lingkungan kampus. Dalam survey ini ditemukan 5 container yang positif jentik dari 50 container yang diperiksa, dan ditemukan 3 gedung yang positif jentik dari 20 gedung yang diperiksa.
Dari kasus di atas, berapa Container Indek (CI) yang ditemukan ?
10%
10
85%
85
15
Mahasiswa Universitas Faletehan peminatan kesehatan lingkungan melakukan praktek survey Aedes Control dengan hanya melihat ada tidaknya larva pada container di lingkungan kampus. Dalam survey ini ditemukan 5 container yang positif jentik dari 50 container yang diperiksa, dan ditemukan 3 gedung yang positif jentik dari 20 gedung yang diperiksa.
Dari kasus di atas, berapakah Breteu Indek (BI) yang ditemukan ?
10%
10
25%
85%
85
Dari survey larva yang dilakukan oleh para kader di persawahan dan pantai ditemukan beberapa larva. Setelah dilakukan pengamatan di bawah mikroskop ternyata larva tersebut tidak mempunyai siphon. Maka larva ini termasuk genus ?
Aedes
Culex
Mansonia
Armigeres
Anopheles
Para petugas KKP Banten melakukan survey di wilayah pelabuhan dan rawa-rawa. Hasil survey ditemukan telur nyamuk dengan ciri-ciri berbentuk seperti perahu, dan mempunyai pelampung. Maka telur ini merupakan telur nyamuk dengan Genus :
Anopheles
Mansonia
Culex
Aedes
Armigeres
Seorang mahasiswa melakukan survey malam dengan umpan badan. hasil survey ditemukan nyamuk dengan ciri terdapat pulvil atau bantalan kaki pada nyamuk. Maka nyamuk tersebut termasuk ke dalam genus :
Aedes
Culex
Anopheles
Mansonia
Armigeres
Ibu-ibu kader melakukan survey container dan ditemukan larva. Setelah dilakukan pengamatan di bawah mikroskop ditemukan ciri siphon panjang dan langsing. ditemukan juga hair tufs lebih dari satu kelompok. Maka larva tersebut termasuk ke dalam jenis nyamuk :
Aedes
Armigeres
Mansonia
Culex
Aniopheles
Di wilayah Pelabuhan Banten ditemukan nyamuk yang merupakan vektor utama dari penyakit Yellow fever dan DBD. Vektor penyakit ini merupakan nyamuk spesies :
Aedes aegypti
Aedes albopictus
Aedes sundaicus
Anopheles vagus
Culex fanfasciatus
Arthropoda yang dapat memindahkan atau menularkan suatu agent infeksius dari sumber infeksi kepada hospes yang rentan disebut:
Helmintes
Filaria
Hospes
Vektor
Host
Agent hidup dan berkambang biak di dalam tubuh vektor dan jika vektor tersebut menggigit manusia maka agent masuk ke dalam tubuh manusia sehingga timbul penyakit disebut metode penyebaran :
Aktif
Pasif
Intermediate
Langsung
Tidak langsung
Beriku ini adalah binatang/vektor yang menyebarkan penyakit secara pasif, yaitu:
Aedes aegypti
Culex
Tungau
Lalat
Sarcoptes scabei
Berikut ini adalah yang bukan merupakan faktor yang terlibat dalam siklus penularan penyakit melalui vektor:
Parasit
Host
Vektor
Lingkungan
Kebijakan pemerintah
Manusia terinfeksi pinjal melalui:
Memakan makanan yang mengandung pinjal
Meminum air yang mengandung telur pinjal
Tinja pinjal yang mengandung agent masuk melalui luka pada kulit
Menembus kulit secara langsung
Terhirup melalui pernafasan
Penyakit schistosomiasis ditularkan oleh vektor :
Tungau
Pinjal
Siput air
Binatang pengerat
Leptospira
Tikus dapat menyebabkan penyakit dibawah ini, kecuali :
Typhus
Riketsia
Demam berdarah
Salmonelosis
Leptospirosis
Upaya pengendalian yang paling bijaksana dilakukan untuk mencegah terjadinya Leptospirosis adalah :
Menangkap tikus dan membunuhnya
Memberantas tikus dengan insektisida DDT
Memberantas tikus dengan bensin heksaklorida
Menangkap tikus lalu membersihkan pinjalnya kemudian di lepas
Membiarkan saja tikus karena belum tentu terdapat pinjal di tubuhnya
Besarnya masalah penyakit yang ditularkan oleh vektor yang terdapat pada sekelompok manusia adalah Epidemiologi yang ditinjau dari segi :
Frekuensi
Distribusi
Faktor determinan
Waktu
Pajanan
Berikut ini adalah tujuan Epidemiologi penyakit yang ditularkan oleh vektor
Mengumpulkan fakta tentang penyakit yang tidak menular
Menjelaskan penyakit yang ditularkan oleh air
Menggambarkan status penyakit degeneratif
Merencanakan pemecahan masalah penyakit yang ditularkan oleh vektor serta mengevaluasi aktivitas pelaksanaan
Mengembangkan sistem pengendalian penyakit tidak menular
Siklus hidup vektor penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue adalah :
Telur-larva-pupa-dewasa
Telur-pupa-larva-dewasa
Pupa-telur-larva-dewasa
Pupa-larva-pupa-dewasa
Telur-larva-dewasa-pupa
Berdasarkan waktu, penyakit DBD secara epidemiologi dipengaruhi oleh faktor berikut ini, kecuali :
Perubahan iklim dapat memperpanjang masa penularan penyakit
Berhubungan dengan indeks curah hujan
Dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat dalam kegiatan PSN
Daerah dengan ICH tinggi perlu kewaspadaan sepanjang tahun
Untuk daerah dengan musim kemarau kewaspadaan dilakukan setelah selesai musim hujan
Vektor dari agent Plasmodium falcifarum adalah :
Aedes aegypti
Anopheles
Culex
Lalat
Pinjal
Tempat berkembang biak vektor malaria adalah di tempat berikut ini, kecuali :
Pegunungan
Persawahan
Hutan
Pantai
Aliran sungai
Untuk mengetahui penyebaran penyakit filariasis, maka ditegakkan berdasarkan perhitungan :
Insiden rate
Prevalensi rate
Attack rate
API
Mikrofilaria rate
