wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LATIHAN UAP HAKLI- KLINIK REFRAKSI 2020

Total questions: 30

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Dari hasil anamnesis didapatkan data sebagai berikut: Penderita menyatakan kedua matanya untuk melihat jauh kabur dan melihat dekat terang. Berdasarkan keluhan utama yang disampaikannya, dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita adalah …

a)

Emetropia

b)

Hypermetropia

c)

Myopia

d)

Presbyopia

2.

Ketika dilakukan anamnesa, penderita menyatakan untuk melihat nampak ganda. Kemudian pemeriksa langsung bertanya ”Hal itu terjadi pada saat melihat dengan satu mata apa dua mata ?”. Bila penderita menyatakan melihat ganda saat melihat dengan dua mata, maka kemungkinan factor penyebabnya adalah…

a)

Astigmatismus

b)

Heterophoria

c)

Heterotropia

d)

Katarak imatura yang belum merata

3.

Ketika melakukan anamnesa, pemeriksa tidak hanya sekedar ingin mengetahui keluhan utama penderita, tetapi juga latar belakang masalah kesehatan umum lainnya. Jika penderita menyatakan bahwa dia penderita diabitika, maka kemungkinan status refraksinya akan cenderung berubah menjadi …

a)

Hypermetropia

b)

Myopia

c)

Astigmatismus

d)

Presbyopia

4.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana pada palpebra penderita nampak adanya suatu benjolan dan hasil palpasi menunjukan nyeri tekan. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Hordeolum

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

5.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana pada palpebra penderita nampak adanya suatu benjolan dan hasil palpasi menunjukan tidak nyeri tekan. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Hordeolum

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

6.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana palpebra penderita tidak dapat membuka dengan sempurna. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Lagopthalmus

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

7.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana palpebra penderita tidak dapat menutup dengan sempurna. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Lagoptalmus

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

8.

Dalam keadaan normal, kornea akan nampak bening/trasparan dan avaskuler. Bila hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana terdapat pembuluh darah yang masuk ke kornea, maka keadaan itu akan didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai...

a)

Vaskularesasi

b)

Keratoconus

c)

Kornea Plana

d)

Sikatrik Kornea

9.

Masuknya pembuluh darah ke kornea biasanya disebabkan karena pemakaian lensa kontak yang terlalu ketat, sehingga kornea akan kekurangan oksigin. Kornea yang kekurangan oksigin itu, dalam istilah medik dikenal sebagai…

a)

Stapiloma Kornea

b)

Ulkus Kornea

c)

Sikatrik Kornea

d)

Hypoxia Kornea

10.

Dalam keadaan normal, pola lengkung permukaan kornea akan nampak menyerupai parabola. Tetapi, bila dalam inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan dimana lengkung permukaan kornea penderita menyerupai bentuk kerucut, maka dalam kartu catatan medik biasanya didokumentasikan sebagai …

a)

Vaskularesasi

b)

Keratoconus

c)

Kornea Plana

d)

Sikatrik Kornea

11.

Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan data sebagai berikut : Untuk segmen jauhnya ODS S – 1.00 ^ C – 100 x 90° dan segmen dekatnya ODS C + 1.00 x 180°. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa adesi dari lensa kacamata penderita adalah …

a)

S + 1.00

b)

S + 1.50

c)

S + 2.00

d)

S + 2.50

12.

Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan data sebagai berikut : Untuk segmen jauhnya ODS S – 1.00 ^ C – 0.50 x 150° dan segmen dekatnya ODS C + 0.50 x 60°. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa adesi dari lensa kacamata penderita adalah …

a)

S + 1.00

b)

S + 1.50

c)

S + 2.00

d)

S + 2.50

13.

Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan gambaran sebagai berikut : Ketika mires terjelas pertama didapatkan, power indicator menunjukkan – 2.00. Pada saat mires terjelas kedua didapatkan, power indicator menunjukkan + 1.00. Bila konfugurasi mires terjelas pertama adalah 90°, maka berapa ukuran lensa tersebut…

a)

S – 2.00 ^ C + 1.00 x 90°

b)

S – 2.00 ^ C + 1.00 x 180°

c)

S – 2.00 ^ C + 3.00 x 90°

d)

S – 2.00 ^ C + 3.00 x 180°

14.

COA (Camera Oculi Anterior) adalah ruangan yang ada didalam bolamata, bagian depan dibatasi oleh kornea dan bagian belakang dibatasi oleh iris. Dalam keadaan normal, posisi iris akan berdiri tegak. Bila dalam pengamatan iris nampak condong kearah kornea, maka dapat diartikan bahwa COA dangkal. Jika memang terjadi demikian, apa prediksi saudara tentang penyakit yang memberikan tanda adanya COA yang dangkal…

a)

Katarak

b)

Glaucoma

c)

Keratitis

d)

Konjunctivitis

15.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan dimana pada COA nampak adanya endapan nanah/pus/exudat. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Ablasio Retina

b)

Glaukoma

c)

Hypema

d)

Hypopion

16.

Lensa kristalin merupakan salah satu komponen system optis bolamata yang bening/transparan dan avaskuler. Karena latar belakangnya yang gelap, maka ketika diamati akan nampak berwarna hitam. Tetapi, bila dalam pengamatan saudara lensa kristalin tidak nampak berwarna hitam melainkan putih keabu-abuan, maka keadaan itu akan dokumentasikan sebagai…

a)

Katarak

b)

Glaucoma

c)

Hypema

d)

Hypopion

17.

Dalam keadaan normal, pupil akan mengecil ketika mendapatkan rangsangan cahaya kuat dari cahaya flashlight. Aktifitas pupil mengecil itu sebenarnya merupakan gerak reflex akibat kontrasinya otot…

a)

Muskulus Siliaris

b)

Muskulus Splincter Pupilae

c)

Muskulus Dilitator Pupilae

d)

Muskulus Rektus Superior

18.

Uji Tutup (Cover Test) adalah metode uji untuk mengetahui status kedudukan bolamata penderita, apakah dalam katagori ortophoria ataukah heterophoria. Bila saudara melakukan cover test dan dalam pengamatan saudara nampak adanya duksi dari temporal kearah sentral, maka dapat diartikan bahwa klasifikasi status kedudukan bolamata penderita adalah…

a)

Hyperphoria

b)

Hypophoria

c)

Exophoria

d)

Esophoria

19.

Uji Tutup (Cover Test) adalah metode uji untuk mengetahui status kedudukan bolamata penderita, apakah dalam katagori ortophoria ataukah heterophoria. Bila saudara melakukan cover test dan dalam pengamatan saudara nampak adanya duksi dari Nazal kearah sentral, maka dapat diartikan bahwa klasifikasi status kedudukan bolamata penderita adalah…

a)

Hyperphoria

b)

Hypophoria

c)

Exophoria

d)

Esophoria

20.

Seseorang melakukan uji bikromatik terhadap seorang penderita refraksi anomaly secara monokuler. Jarak antara bikromatik unit dengan penderita 6 meter. Kemudian pemeriksa bertanya pada penderita ”Coba bandingkan, mana lebih jelas, obyek dengan warna dasar merah, atau obyek dengan warna dasar hijau?” Bila penderita menyatakan obyek dengan warna dasar merah lebih jelas, maka dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita yang sedang di uji adalah…

a)

Presbyopia

b)

Myopia

c)

Hypermetropia

d)

Astigmatismus

21.

Seseorang melakukan uji bikromatik terhadap seorang penderita refraksi anomaly secara monokuler. Jarak antara bikromatik unit dengan penderita 6 meter. Kemudian pemeriksa bertanya pada penderita ”Coba bandingkan, mana lebih jelas, obyek dengan warna dasar merah, atau obyek dengan warna dasar hijau?” Bila penderita menyatakan obyek dengan warna dasar hijau lebih jelas, maka dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita yang sedang di uji adalah…

a)

Presbyopia

b)

Myopia

c)

Hypermetropia

d)

Astigmatismus

22.

Uji bikromatik juga dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya under/over koreksi. Dengan lensa koreksi terpasang (OS S - 1.00 = 6/6 dan OS Okluder) pemeriksa melakukan uji bikromatk. Bila terjadi over koreksi, maka penderita akan menyatakan bahwa obyek dengan warna dasar…..

a)

Merah dan hijau nampak sama terang

b)

Merah dan hijau nampak sama kabur

c)

Merah nampak lebih terang

d)

Hijau nampak lebih terang

23.

Uji bikromatik juga dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya under/over koreksi. Dengan lensa koreksi terpasang (OS S + 1.00 = 6/6 dan OS Okluder) pemeriksa melakukan uji bikromatk. Bila terjadi under koreksi, maka penderita akan menyatakan bahwa obyek dengan warna dasar…..

a)

Merah dan hijau nampak sama terang

b)

Merah dan hijau nampak sama kabur

c)

Merah nampak lebih terang

d)

Hijau nampak lebih terang

24.

Seseorang melakukan uji visus secara monokuler dan didapatkan data sebagai berikut: OD 6/30. Bila hasil uji visus itu ingin didokumentasikan dalam notasi imperial, maka yang harus dituliskan dalam kartu catatan medik adalah…

a)

OD 20/100

b)

OD 20/30

c)

OD 0.50

d)

OD 0.20

25.

Seseorang melakukan uji visus secara monokuler dan didapatkan data sebagai berikut: OD 20/40. Bila hasil uji visus itu ingin didokumentasikan dalam notasi Amerika, maka yang harus dituliskan dalam kartu catatan medik adalah…

a)

OD 20/40

b)

OD 20/20

c)

OD 0.50

d)

OD 0.40

26.

Seseorang melakukan uji visus jauh secara monokuler. Namun ketika penderita diminta untuk membaca huruf paling besar pada optotype, penderita menyatakan tidak mampu melihat huruf tersebut dengan jelas. Bila mata kanan penderita hanya mampu melihat jari tangan pemeriksa dari jarak 3 meter, maka hasil uji visus tersebut didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai…

a)

OD 3/30

b)

OD 3/60

c)

Od 3/100

d)

OD 3/300

27.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/40 S + 1.50 = 6/10 dan hasil uji pin hole (+). Kemudian pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00 pada trial frame. Selanjutnya penderita diminta untuk melihat kearah clock dial dan menyebutkan garis mana yang nampak paling terang. Bila penderita menyatakan garis paling terang adalah garis vertical, maka pemeriksa harus menambahkan pada trial frame lensa…

a)

Cylinder Plus axis 90°

b)

Cylinder Plus axis 180°

c)

Cylinder Minus axis 90°

d)

Cylinder Minus axis 180°

28.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/30 S – 1.25 = 6/12 dan hasil uji pin hole (+). Kemudian pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00 pada trial frame. Selanjutnya penderita diminta untuk melihat kearah clock dial dan menyebutkan garis mana yang nampak paling terang. Bila penderita menyatakan garis paling terang adalah garis yang menuju ke arah 30°, maka pemeriksa harus menambahkan pada trial frame lensa…

a)

Cylinder Plus axis 120°

b)

Cylinder Plus axis 30°

c)

Cylinder Minus axis 120°

d)

Cylinder Minus axis 30°

29.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/30 S + 2.00 = 6/12. Karena hasil uji pin hole (+), maka pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00. Ketika melihat kearah clock dial, penderita menyebutkan garis yang nampak paling terang adalah garis yang menuju ke arah 90°. Ketika pemeriksa menambahkan lensa C – 100 x 180°, penderita menyatakan garis yang paling terang adalah garis yg menuju kearah 180°. Bila memang terjadi demikian apa tindakan saudara…

a)

Lensa Spherisnya ditambah

b)

Lensa Spherisnya dikurangi

c)

Lensa Cylindernya ditambah

d)

Lensa Cylindernya dikurangi

30.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/30 S - 2.00 = 6/12. Karena hasil uji pin hole (+), maka pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00. Ketika melihat kearah clock dial, penderita menyebutkan garis yang nampak paling terang adalah garis yang menuju ke arah 90°. Ketika pemeriksa menambahkan lensa C – 100 x 180°, penderita menyatakan garis yang paling terang masih garis yg menuju kearah 90°. Bila memang terjadi demikian apa tindakan saudara…

a)

Lensa Spherisnya ditambah

b)

Lensa Spherisnya dikurangi

c)

Lensa Cylindernya ditambah

d)

Lensa Cylindernya dikurangi