NEW
Font size
WorksheetsUH DRAMA
Total questions: 10
Worksheet time: 50mins
Bacalah penggalan teks drama berikut dengan cermat!
Romeo : Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya. Tapi.... aku seorang Montague ....
Juliet : Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita
punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet dan kau bukan Montague, Romeo!
Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah....
Kepercayaan Juliet akan perjuangan cinta Romeo
Persahabatan yang tulus antara Juliet dan Romeo yang tidak mengenal jabatan
Permusuhan Juliet dan Romeo yang berakhir tragis
Konflik batin Romeo yang mencintai Juliet karena perbedaan kasta keluarga
Pertentangan keluarga terhadap kisah cinta Romeo dan Juliet
Bacalah penggalan drama berikut!
(a)
Nuniek : Bagaimana, Tien, Tonymu? Apa dia
dating dari Jakarta?
(b) Hastien:
Datang sih sudah! Tapi dasar lelaki, bosan aku berurusan dengan dia. Lagi
orang tuanya yang bawel itu, malah menyalahkan saya.
(c) Nuniek : Lho! Emangnya yang salah siapa?
(d) Hastien:
Ya, jelas dong. Kalau aku enggak dikasih itu kan nggak begini jadinya.
(e) Nuniek : Kalau kamu nggak mau diajak itu, pasti nggak
begitu!
(f) Hastien : Kau juga menyalahkan aku?
Berdasarkan kutipan drama di atas, dialog yang menonjolkan watak tokoh Hastien adalah ….
(a) dan (b)
(b) dan (d)
(c) dan (e)
(a) dan (d)
(d) dan (e)
Bacalah penggalan drama berikut dengan cermat!
Adegan Ponirah dan Marni dengan menggendong bakul dan mengenakan
topi caping.
Marni : Pon ... Ponirah!
Ponirah : Ada apa?
Marni : Aku melihat sepintas
bayangan orang di sana!
Ponirah : Tenang saja!
Marni : Tenang . . . tenang? Tenang
bagaimana? Kalau musuh?
Ponirah : Musuh? Marni, kita ini jualan buah
dan tidak punya musuh. Kita harus yakin, yang berani bergerak di malam hari
hanya TNI. Ayo jalan!
Marni : Tapi bulu kudukku berdiri.
Ponirah : Maka jangan di sini, ayo terus
jalan!
Keduanya berjalan dengan sesekali menoleh ke
belakang. Topi caping di tangan kiri. Tangan kanan di balik seakan memegang senjata.
Situasi yang dilukiskan dalam penggalan drama itu adalah....
mencekam
mengerikan
menjengkelkan
menggelisahkan
menyusahkan
Bacalah kutipan drama berikut dengan seksama!
Brilian: Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).
Brilian : Periksa kantongnya!
Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)
Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)
Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).
Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!
Timmy : Siap, bos!
Latar kutipan tersebut adalah ....
kantor
kamar
garasi
rumah
gudang
Bacalah kutipan drama berikut!
1.Putri : Reno ...! Kau jangan bersikap tidak sopan kepada orang tua!
2.Reno : Biarin aja, toh mereka tidak peduli.
3. Putri : Bukannya tidak peduli, tapi mereka sibuk mencari uang buat kita anak-anaknya.
4. Reno : Itu hanya alasan saja! (mondar mandir seperti orang kebingungan)
5.Putri : Reno jika dinasihati itu,
cobalah dituruti jangan menuruti kemauanmu saja!
Perbaikan kesalahan petunjuk laku nomor 4 pada naskah drama tersebut adalah ...
a. (Reno tertawa geli, kemudian ia ngeloyor pergi dari rumah)
b. (Sambil menggerutu, dari teras Reno masuk ke dalam rumah)
c. (Sambil melotot matanya, dari teras Putri masuk ke dalam rumah)
d. (Putri terkekeh, kemudian ia ngeloyor pergi dari rumah)
e. (Putri dan Reno bersalaman dan tidak melanjutkan pertengkaran)
(Reno tertawa geli, kemudian ia ngeloyor pergi dari rumah)
(Sambil menggerutu, dari teras Reno masuk ke dalam rumah)
(Sambil melotot matanya, dari teras Putri masuk ke dalam rumah)
(Putri terkekeh, kemudian ia ngeloyor pergi dari rumah)
(Putri dan Reno bersalaman dan tidak melanjutkan pertengkaran)
Bacalah penggalan naskah drama berikut dengan cermat!
Parto : Harus antre? Aku malas, ah! (menenteng kaleng minyak tanah)
Pardi : Ya iyalah. Kamu lihat sana orang
meletakkan jerigen minyak dalam antrean! (menarik lengan Parto menunjuk ke arah depot minyak tanah)
Parto : Lalu, kapan aku memandikan kerbauku?
Pardi : Ah, kamu ini….
Parto : Kamu benar juga, Di!
Kalimat yang tepat untuk melengkapi ucapan Pardi pada teks drama tersebut adalah…
Ambil kerbaumu dan mandikan saja segera, antrean masih panjang!
Letakkan saja kaleng minyak tanahmu dalam antrean sementara kamu memandikan kerbau!
Sebaiknya tanyakan berapa banyak orang yang antre sebelum memandikan kerbau!
Itu depot minyak tanah, sudah sana ambil jerigenmu!
Ayo jangan melamun! Bantu aku!
Cermati cuplikan prosa berikut!
Andi adalah anak saleh dan ramah. Dia anak yatim yang sangat berbakti dan setia kepada ibunya. Pada saat liburan dia diajak oleh Ali dan Arsad camping ke hutan lindung. Ketika meraka akan berangkat, tiba-tiba ibu Andi mendadak sakit keras. Karena rencana sudah matang, kedua temannya tetap mengajak berangkat tanpa mempedulikan keadaan Andi. Andi menjadi bingung.
Naskah drama yang paling tepat sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ….
Ali : (Bersemangat) Gimana An, sudah siap? Ayo berangkat!
Andi : Maaf Al, ibuku …sakit mendadak. (menunduk)
Arsad : Ala, mengapa lu pikirin. Nanti juga akan sembuh sendiri.
Ali : Iya An, rencana kitakan sudah matang. Ingat, demi kita!
Andi : (Bingung) Gimana, ya!
Arsad : (Semangat) Gimana An, sudah siap? Ayo berangkat!
Andi : Maaf, Ar. Aku ragu. (menunduk)
Ali : Mengapa An, tiba-tiba kau berubah pikiran? Kita berangkat sajalah!
Andi : Ibuku sakit mendadak. Aku harus menungguinya.
Arsad : jangan, kita tunda keberangkatan ini!
Andi : Aduh, gimana dong? Kita memang sudah sepakat! Tapi….(bingung)
Andi : Al, ibu tiba-tiba sakit. Gimana rencana kita?
Ali : Rencana kita sudah matang. Kita tetap harus berangkat.
Arsad : Betul, An, kita harus kompak.
Andi : Baik, ibuku akan kubujuk biar merelakanku.
Andi : Nah, gitu dong. Sepakat?
Arsad : (Antusias) Al, gimana persiapanmu?
Ali : Oke. Aku tingal cabut saja.
Arsad : Kamu gimana, An?
Andi : sebenarnya ibuku sakit, tapi aku siap juga. Kita harus berangkat.
Ali : Demi kita, hidup rio Singa. (mereka menyatukan tangan)
Andi : Al, ibu tiba-tiba sakit. Gimana acara kita?
Ali : Acara kita belum matang. Jadi santai saja.
Arsad : Betul, An, kau urus masalahmu saja.
Andi : Baik, aku selesaikan dulu urusanku.
Andi : Nah, gitu dong. Itu lebih baik.
Bacalah penggalan teks drama berikut dengan cermat!
Penyair lalu bangkit,
terus berjalan menuju ke pintu. Ia berhenti di ambang,
dan bersandar sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana.
Penyair : Mengapa Saudari menjadi merasa sendat
oleh tingkah laku bapak-bapak itu?
Perempuan : Bagaimana akan tidak? Sekarang ini sekaligus
aku harus menjadi pelayan dan tukang masak mereka. Sekaligus harus memberi
mereka jaminan makan. Satu hal yang belum pernah kualami selama aku
membuka losmen. Coba pikir. Mereka bukannya berterima kasih, tapi malah
selalu menggerutu. Istimewa bapak pemimpin itu, gerutunya memberi makan ”orang besar” kok seperti memberi makan kepada tawanan. Sedang
tuan pedagang itu, kalau makan selalu minta tambah nasi. Jatah untuk
tiga orang dihabiskannya begitu saja. Ditambah lagi, sekarang
persediaan beras dan lauk sudah hampir habis. Dalam keadaan begini,
dimana bisa diperoleh beras. Masih ditambah lagi mereka bertingkah terlalu kurang
ajar. Terlalu .... (Domba-domba Revolusi, B. Soelarto)
Masalah yang diungkapkan dalam penggalan drama tersebut adalah ....
Penyair merasa prihatin terhadap masalahyang dihadapi pemilik losmen.
Perempuan pemilik losmen merasa repotmenghadapi tingkah laku bapak-bapak.
Bapak-bapak pengunjung losmen berlaku semena-mena terhadap perempuan pemilik losmen.
Bapak-bapak pengunjung losmen minta diperlakukan istimewa.
Persediaan beras dan lauk-pauk bagi bapak-bapak pengunjung losmen sudah habis.
Cermati dialog berikut!
Moderator : “Sesi selanjutnya yaitu mengupas sosok Ki Hajar Dewantara. Kepada pemateri 1 kami persilakan!”
Pemateri 1: “Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga Pakualaman, putra daari GPH Soejaningrat dan cucu dari Pakualam III dan dibesarkan di lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Ki Hajar Dewantara bersekolah di ELS pada saat itu merupakan sekolah dasar pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia. Setelah lulus ELS beliau bersekolah di STOVIA yaitu sekolah untuk pendidikan dokter pribumi di Batavia pada zaman kolonial Hindia Belanda, saat ini menjadi Fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Namun beliau tidak dapat tamat di sekolah tersebut karena sakit. Ki Hajar Dewantara berja sebagai penulis dan wartawan di berbagai media surat khabar. Ki Hajar Dewantara aktif dalam organisasi sosial dan politik.”
Penanya : ….
Pemateri : “Selain aktif dalam organisasi sosial dan politik, Ki Hajar Dewantara juga aktif dalam dunia pendidikan. Kiprahnya di bidang pendidikan melahirkan banyak manfaat dan perubahan di Indonesia. Oleh sebab itulah, hari pendidikan di Indonesia ditetapkan pada hari 2 Mei 1889 sesuai dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara.”
Kalimat tanya yang tepat untuk mengisi rumpang kalimat dalam dialog tersebut adalah….
Apa Hardiknas itu?
Mengapa Hardiknas ditetapkan pada tanggal 2 Mei?
Kapan ditetapkan Hardiknas?
Bagaimana Hardiknas terjadi?
Siapakah nama asli Ki Hajar Dewantara yang menjadi asal muasal penetapan Hardiknas?
Bacalah kutipan teks berikut!
Tanggal 17 Agustus 1945, pagi hari, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir di antaranya Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigno, Tabrani, dan Trimurti. Pukul 10.00, Soekarno membacakan teks proklamasi dan disambung pidato tanpa teks. Kemudian dilaksanakan pengibaran bendera merah putih yang dijahit Fatmawati. Setelah pengibaran bendera, seluruh rakyat yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan perasaan mengharu biru.
Berikut pilihan jawaban yang tepat untuk mengubah kutipan teks sejarah tersebut sehingga berbentuk dialog, adalah….
Soekarno : Jendral, mengapa kau memanggil kami kemari?
Nishimura : Aku mendapat instruksi dari Tokyo tadi siang. Aku diperintahkan untuk menjaga status quo dan saat ini kalian tidak boleh mempersiapkan kemerdekaan.
Soekarno : Tapi, bukankah Jendral Terauchi sudah mengizinkan kami saat di Dalat? Mengapa kau bicara seperti itu?
Nishimura : Aku tidak tahu. Ini adalah instruksi mendadak. Jadi aku dan kalian harus menjalankannya.
Soekarno : (Tertawa sinis) Picik sekali kalian! Semudah itu menghentikan kegiatan kami setelah sebelumnya kalian mengizinkannya! Inikah sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido?
Hatta : Demi dikasihani oleh sekutu, kalian berani ingkar janji. Sikap perwira macam apa ini?
Soekarno : Dengar Nishimura! Kami tidak takut dengan ancaman kalian. Kami akan melakukan apa yang kami inginkan sejak dulu. Dan kalian, jangan berani-berani menghalangi kerja tim kami! Kami permisi. (Meninggalkan kediaman Nishimura)
Di rumah laksamana muda maeda. pukul 02.00. di ruang makan. soekarno, hatta, dan ahmad soebardjo menyusun teks proklamasi disaksikan b.m. diah, soekarno, sudiro, dan sayuti melik. penyusunan teks berlangsung sampai pukul 04.00.
Soekarno : Jika kalian setuju dengan konsep proklamasi yang saya ajukan tadi, berarti kita tinggal membacakannya besok.
Semua : Kami setuju (koor)
Sukarni : Menurutku, teks ini harus ditandatangi oleh Bung Karno dan Bung Hatta sebagai wakil dari rakyat Indonesia.
Soekarno : Baiklah.
Sayuti Melik : Biar teks ini saya yang mengetik.
Pukul 10 pagi. Di kediaman Soekarno, jalan pegangsaan timur no. 56. seluruh rakyat berkumpul dan telah hadir di antaranya Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigno, Tabrani, dan Trimurti.
Soekarno : Proklamasi. Kami bangsa indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l diselenggarakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jakarta, hari Jumat, tanggal 17 bulan 8 tahun 1945. Atas nama bangsa indonesia. Soekarno-Hatta.
NKRI adalah harga mati. Itulah yang menjadi motto bangsa Indonesia yang tidak mau dijajah sepanjang hidupnya. Setelah 350 tahun dijajah Belanda dan 3,5 tahun dijajah Jepang, bangsa Indonesia ingin benar-benar segera keluar dari kemelut penjajahan bangsa asing tersebut dan merdeka dengan mengikrarkan dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia
