NEW
Font size
WorksheetsPenilaian Harian Teks Drama Kelas 8 Semester 2
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Bacalah kutipan drama berikut!
(1) Ayah : Kau sepertinya tidak suka melihat ayah di sini, Dam?
(2) Adam : Ya, aku tidak suka. Kecuali Ayah bilang pada Zut dan Qon, bahwa cerita-cerita itu bohong!
(3) Ayah : (Menggeleng) Aku tidak bohong!
(4) Adam : Kalau begitu Ayah tahu resikonya. Ayah harus pergi dari sini!
(5) Tania : Dam! (Tania berseru kencang, sambil menangis) Jangan lakukan, aku mohon jangan lakukan itu. Itu Ayah kau! Yang menggendong kau saat bayi. Itu Ayah, Dam!
(6) Ayah : Baik...Baiklah. (Ayah berdiri, matanya redup)
(7) Tania : Jangan pergi! (berlari menahan lengan Ayah). Aku mohon, Ayah jangan pergi!
(8) Ayah : Tidak ke mana-mana bukan? (tertawa kecil) Kau dan anak-anak bebas mengunjungiku kapan saja di sini (menunjuk kuburan yang di nisannya tertulis namanya).
(9) Tania : Apa? Ayah Meninggal di sini?
Bukti latar tempat ditunjukkan dengan nomor ....
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(5) dan (6)
(8) dan (9)
Bacalah teks drama berikut!
Adam : (Mendorong pintu kamar, tertunduk lemas menyaksikan ibu yang terbaring lemah di ranjang. Kepalanya sudah digunduli, slang infus dan belalai menghujam atas-bawah, kiri-kanan).
Ayah : Kau akhirnya tiba, Dam?
Adam : Ibu...! Ibu bagaimana?
Ayah : Belum siuman sejak jatuh pingsan kemarin sore. Dokter bilang kondisinya stabil.
Adam : (Duduk di samping ayah), sambil meremas rambutnya).
Konflik dalam kutipan drama tersebut adalah ....
Ibu masih terbaring pingsan di ranjang.
Ibu sakit parah tapi kondisinya sudah stabil.
Anak yang mencemaskan kondisi ibunya.
Ayah yang menunggu anaknya datang.
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Yanti : (matahari sudah tinggi semakin menambah kekesalan Yanti) Ke mana saja Herman ini? Katanya mau datang duluan, nyatanya sampai jam segini belum juga datang dia, pembohong rupanya dia! (semakin kesal dan gelisah, tiba-taba muncullan dua pemuda berandal yang sedari tadi memperhatikan Yanti)
Pemuda 1 : (menghisap rokoknya lalu membuang puntung rokok kemudian diinjaknya) Rupanya ada anak baru. Yang kayaknya bintang kelas dari sekolah sebelah. Kamu dulu yang menggoda.
Yanti : (takut, gelisah, menjauhi kedua pemuda itu; tersandung dan jatuh lalu ditolong pemuda 2; Yanti meronta melepaskan diri) Lepaskan aku!
Pemuda 2 : Berteriaklah, siapa yang akan menolongmu/ Jarang orang melintasi gubuk ini, hehh!
Yanti : (ketakutan, lemas, menangis keras) Herman, Herman ...
Latar yang tergambar pada kutipan naskah drama di atas adalah ....
siang, tegang, kantor
sore, gelisah, kebun
siang, tegang, gubuk
sore, tegang, sawah
Kilas balik yang termuat dalam penyimpulan isi drama yang telah disampaikan oleh aktor pada akhir cerita disebut ....
prolog
dialog
epilog
monolog
Bagian tengah cerita berisi konflik-konflik dan pengembangannya, gangguan-gangguan, halangan-halangan dalam mencapai tujuan, atau kekeliruan yang dialami tokoh utamanya, bagian ini disebut ....
orientasi
revolusi
komplikasi
resolusi
Petunjuk perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh, disebut ....
wawancang
deskriptif
kramagung
dialog
Penulisan kutipan novel ke dalam bentuk teks drama berdasarkan struktur teks drama adalah ....
prolog, orientasi, resolusi, komplikasi, epilog
prolog, resolusi, orientasi, komplikasi, epilog
prolog, epilog, orientasi, komplikasi,resolusi
prolog, orientasi, komplikasi, resolusi, epilog
Melakukan pemilihan peran yang bertujuan agar peran dimainkan sesuai dengan kemampuan akting pemain disebut ....
syuting
reading
blocking
casting
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
1) Seluruh cerita berbentuk diaog.
2) Dialog diucapkan oleh semua pemain.
3) Teks drama dilengkapi petunjuk laku.
4) Kramagung dilakukan oleh pemain.
5) Teks drama dapat ditulis berdasarkan pengalaman sendiri.
Ciri-ciri teks drama yang paling tepat ditunjukkan oleh angka ....
1) dan 2)
2) dan 3)
3) dan 4)
4) dan 5)
Bacalah kutipan naskah drama berikut!
Putri Pambayun : (bersandar pada batang mangga, merenung jauh, seakan sedang mendengarkan lagu dari kejauhan itu). Suara-Lagu Jawa yang murung, sayup-sayup... Wanabaya : Kau melamun adikku kekasih hatiku. Apakah
tersinggung hatimu kularang menenun dan mengantih
(berdiri di hadapan Putri Pambayun).
Putri Pambayun : Sudah semestinya, biar tak mengganggu jabang bayi di bawah jantung ini.
Wanabaya : Selalu juga kudapati kau sedang mengimpi.
Adakah terluka hatimu memasak dan membatik kau kularang juga?
Putri Pambayun : Sudah semestinya, Kakang takut asap pedihkan mata si kekasih ini.
Latar tempat dan watak tokoh Putri Pambayun dalam kutipan nsakah drama tersebut adalah ....
latar tempat pendopo dan watak putri perajuk
latar tempat di bawah pohon mangga dan watak putri pengertian
latar tempat di taman istana dan watak putri pemarah
latar tempat di belakang istana dan watak putri peramah
