WorksheetsFABEL
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
Si Kancil berjalan terjingkat-jingkat di kebun Pak Tani. Kancil hendak mencuri mentimun. Di tengah kebun ada boneka orang-orangan, si Kancil tidak takut malah menendang boneka itu. Ternyata boneka orang-orangan tersebut telah diberi getah sehingga kaki si Kancil menempel pada boneka itu dan sulit dilepaskan. Kemudian Pak Tani datang menangkap kancil.
Pelajaran yang dapat diambil dari kutipan dongeng tersebut adalah . . .
a. jangan takut
b. jangan sombong
c. jangan ceroboh
d. jangan malas
Si Kancil berjalan terjingkat-jingkat di kebun Pak Tani. Kancil hendak mencuri mentimun. Di tengah kebun ada boneka orang-orangan, si Kancil tidak takut malah menendang boneka itu. Ternyata boneka orang-orangan tersebut telah diberi getah sehingga kaki si Kancil menempel pada boneka itu dan sulit dilepaskan. Kemudian Pak Tani datang menangkap kancil.
Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, penggalan cerita fabel di atas termasuk jenis fabel . . .
dengan koda
tanpa koda
alami
adaptasi
Setelah melewati pegunungan salju dan pegunungan api selama tiga hari tiga malam, barulah ia sampai di Bukit Matahari, sebuah istana yang indah sekali. Dengan perlahan ia memasuki pintu gerbang. Di sebelah timur pintu gerbang ada sebuah pintu masuk ke sebuah ruangan. Dengan mantap ia masuk ke ruangan itu.
Unsur teks cerita fabel yang menonjol pada kutipan tersebut adalah . . .
LATAR
ALUR
TOKOH
TEMA
Kancil pun diam. Ia lebih suka memelihara kata-kata. Baginya diam adalah emas. Apalagi bicara bisa jadi akan menambah luka bagi siapa saja yang sedang dibicarakannya. Jadi menurutnya akan lebih baik jika ia diam.
Emas dalam kutipan cerpen tersebut merupakan sebuah simbol dari . . .
KEINDAHAN
KEMEWAHAN
KEBAIKAN
KEMAKMURAN
Keesokan harinya Monyet mesti belanja lagi. Toko itu kelihatan begitu ramai. Semua buah pisang terjual habis. “Kali ini saya tidak bisa memberimu pisang, besok saja ya ? Doakan dagangan saya laku,” Ucap Kelinci. Lalu Monyet kemudian melempar belanjaannya. Dia tidak mau pulang ke rumah. Monyet merasa semua orang mencuri pisangnya.
Watak Monyet pada kutipan drama tersebut adalah . . .
PENDENDAM
PERIANG
PEMARAH
EGOIS
Keesokan harinya Monyet mesti belanja lagi. Toko itu kelihatan begitu ramai. Semua buah pisang terjual habis. “Kali ini saya tidak bisa memberimu pisang, besok saja ya ? Doakan dagangan saya laku,” Ucap Kelinci. Lalu Monyet kemudian melempar belanjaannya. Dia tidak mau pulang ke rumah. Monyet merasa semua orang mencuri pisangnya.
Penyebab konflik dalam kutipan tersebut adalah . . .
Monyet belanja di toko keesokan harinya
Semua pisang terjual habis
Kelinci menghibur Monyet
Kelinci tidak memberi Monyet pisang
Pada zaman dahulu hiduplah seekor Rusa. Ia memiliki sifat yang berbeda dengan hewan sekitarnya. Sering ia meremehkan kemampuan hewan lain. Pada suatu hari Rusa berjalan-jalan dipinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang hanya mondar-mandir saja. Lalu ia bertanya kepada kepada Kura-kura tersebut. “Kura-kura, apa yang sedang kau lakukan di sini?” seru Rusa. “aku sedang mencari sumber kehidupan,” jawab Kura-kura. Si Rusa tiba-tiba mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber kehidupan.
Tokoh Rusa dalam fabel tersebut merupakan simbol dari . . .
Perangai buruk manusia
Sifat dasar makhluk hidup
Watak terpuji manusia
Akhlak yang baik
“Aku mau minum dulu, dari tadi belum sarapan dan matahari sudah di atas kepala!” ucap si Burung Beo dengan gagap. “Mari!” kata katak sambil tersenyum. Lalu langkah kaki mereka ayunkan ke warung. Sambil minum kopi Katak bercerita tentang macam-macam hal yang kiranya dapat menarik hati si Beo. Tapi hati si Beo tak merasa senang sama sekali karena si Beo tak dapat melepaskan dirinya dari pandangan yang dilihatnya berupa sepasang meriam di dalam Museum.
Latar kutipan dalam cerpen tersebut adalah . . .
Pagi hari di warung
siang hari di museum
siang hari di warung
Siang hari di depan museum
“Tolong bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong...tolong!” teriak Semut. Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang sedang melintas. Kupu-kupu itu menjulurkan sebuah ranting kearah Semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat rantingnya dan menurunkan kamu di tempat yang aman,” seru Kupu-kupu.
Struktur teks fabel berdasarkan kutipan tersebut adalah . . .
ORIENTASI
KOMPLIKASI
RESOLUSI
KODA
“Tangga ini terlalu pendek. Kutidak bisa mencapai langit-langit,” ucap Tikus. “Gunakan leherku sebagai tangga!” seru Jerapah. Dengan membawa kaleng cat pada mulutnya, Tikus naik ke leher Jerapah. Dengan mudah, Tikus menjangkau tempat-tempat yang sulit. Pekerjaan mereka sangat rapi. Mulai saat itu Jerapah dan Tikus menjadi tukang cat di kampung tersebut.
Nilai moral pada kutipan fabel tersebut adalah . . .
Bekerja sama
Bekerja keras
Menolong sesama
Saling menghargai
Pada suatu musim yang sangat kering, saat itu burung-burung pun sangat sulit mendapatkan air untuk diminum, seekor burung gagak menemukan sebuah kendi yang berisikan sedikit air. Tetapi kendi tersebut merupakan sebuah kendi yang tinggi dengan leher kendi sempit. Bagaimanapun burung gagak tersebut berusaha untuk mencoba meminum air yang berada dalam kendi, dia tetap tidak dapat mencapainya. Burung gagak tersebut hampir merasa putus asa dan merasa akan meninggal karena kehausan.
Komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah . . .
Gagak yang kesulitan mencari air di hutan saat musim kering
kendi tempat gagak menyimpan air tinggal sedikit lagi
Saat musim kering dan burung gagak kesulitan mendapatkan air
Burung gagak hampir mati karena berusaha meminum air dalam kendi
Mari kita bersama-sama menjaga hutan ini agar tidak rusak ucap Harimau.
Penulisan kalimat langsung yang tepat berdasarkan kalimat di atas adalah . . .
“Mari kita bersama-sama menjaga hutan ini agar tidak rusak ucap Harimau.”
Mari kita bersama-sama menjaga hutan ini agar tidak rusak “ucap Harimau.”
“Mari kita bersama-sama menjaga hutan ini agar tidak rusak”! ucap Harimau.
“Mari kita bersama-sama menjaga hutan ini agar tidak rusak!” ucap Harimau.
Alkisah pada suatu hari yang cerah di hutan, ada seekor beruang kelaparan. Ia menjelajahi hutan untuk mencari madu, tapi sayang ia tidak menemukan satu sarang lebah sama sekali. Ia pun akhirnya pergi ke sungai mencari ikan. Di sana, ia menemukan banyak ikan yang sedang berenang.
Kutipan teks tersebut, menunjukan struktur teks pada bagian...
OREINTASI
KOMPLIKASI
RESOLUSI
KODA
Alkisah pada suatu hari yang cerah di hutan, ada seekor beruang kelaparan. Ia menjelajahi hutan untuk mencari madu, tapi sayang ia tidak menemukan satu sarang lebah sama sekali. Ia pun akhirnya pergi ke sungai mencari ikan. Di sana, ia menemukan banyak ikan yang sedang berenang.
Fabel di atas menggunakan sudut pandang (cara penceritaan) …
orang pertama
orang pertama dan kedua
orang kedua
orang ketiga
Secara bersamaan, dua ekor kambing jantan dari arah berlawanan berjalan menyeberangi sebuah titian. Titian tersebut hanya cukup untuk dilewati seekor binatang. Ketika keduanya bertemu di tengah, tak ada yang mau mundur atau rela mengalah. Mereka menyarangkan tanduk satu sama lain, sampai kemudian keduanya jatuh ke tengah arus sungai dan tenggelam.
Amanat yang terkandung dalam teks fabel tersebut adalah...
Kita harus bekerja sama dengan orang lain
Jangan egois dan memaksakan kehendak sendiri
Kita harus saling membantu kepada sesama
Hormati setiap orang yang berada dihadapan kita
