WorksheetsChange Leadership
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Kecenderungan seperti apa yang dimiliki oleh manusia yang tidak mau beradaptasi dengan perubahan?
Tidak terbelenggu zona nyaman
Mampu melihat perspektif baru, mau membuang pandangan lama, tidak melihat perubahan sebagai ancaman baginya, rela berkorban.
Mau rela berkorban dan terbebani.
Mau mendengarkan, melihat pemikiran-pemikiran baru, serta berbagi informasi. Melihat perubahan sebagai peluang, bukan ancaman.
Merasa semua sudah baik, cepat puas, dan tak mau kepentingannya terhambat.
Apabila merujuk pada Sigmoid Curve, titik di mana kita sebaiknya melakukan perubahan adalah pada:
Sedang menuju puncak
Titik puncak
Sedang menuju kebawah
Garis awal
Di garis terbawah
Setiap perubahan, akan ada kelompok yang terkena imbasnya. Kemampuan bertahan dari perubahan ini akan menentukan bisa atau tidaknya kelompok tersebut meloncat ke kurva kedua. Berikut yang bukan merupakan contoh dari keberhasilan dalam adaptasi menghadapi perubahan adalah:
Para musisi yang mulai membagikan karyanya secara gratis agar mendapat banyak undangan manggung dibandingkan dengan sibuk untuk melawan pembajakan
Banyak aplikasi yang menyediakan teknologi menggambar sehingga menggambar tak perlu di atas kertas
Penyanyi yang hanya mengandalkan record company sebagai media popularitasnya tanpa memaksimalkan sosial media dan media lainnya
Pertunjukkan panggung bisa dinikmati dari live streaming sehingga tak perlu datang ke tempatnya secara fisik
Pencarian calon idola musik baru tak perlu dengan audisi secara fisik tapi mereka bisa mengunggah suaranya ke YouTube
Apa bedanya kaum pelopor perubahan dengan kaum resisten?
Adanya keinginan melakukan pembaharuan dan selalu berusaha melihat hambatan sebagai peluang yang baik untuk tumbuh
Merasa terbebani dan berani melakukan perubahan namun harus dibayar oleh kaum yang memiliki kepentingan kelompok tertentu
Kelompok yang nyaman dengan posisinya
Mau dan berani melakukan hal sulit namun harus diperintah oleh orang yang otoriter
Kelompok yang senang dengan status quo
Apa yang menjadi resiko bagi siapa pun yang ingin melakukan perubahan?
Wawasan menjadi sangat terbatas
Penghasilan keluarga menurun
Tensi darah dan kesehatan terganggu
Menerima berbagai pandangan negatif atau sinis dari dalam dan luar organisasi, khususnya mereka yang tidak sabar, ingin mendapatkan hasil instan
Gangguan emosional dan keluarga tidak harmonis
Berikut adalah alasan yang membuat manusia resisten terhadap perubahan, kecuali
Perubahan begitu cepat dan mengagetkan
Setiap orang pasti akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik
Setiap orang asik menikmati kondisi yang ada
Memiliki kepentingan dan takut posisinya diambil orang
Perubahan mengakibatkan pegeseran di banyak aspek
Bagaimana mengenali gejala-gejala resistensi yang ada saat melakukan perubahan?
Mudah beradaptasi, melihat pandangan baru, dan selalu optimis
Adanya kecenderungan tak mau melihat berbagai perspektif, gemar menyangkal, memelihara kebiasaan buruk
Sudah berlaku sistem yang baku dan diterima semua pihak
Enggan belajar, selalu optimis dalam melihat perubahan, dan selalu ada kepentingan
Gemar menyangkal, mau belajar dan memperbaiki diri
Manusia yang cenderung hanya mau menjalankan tugas yang sudah ia kenal, dengan keahlian yang sama pada tempat yang sama merupakan gambaran sifat self-destructive habits yaitu:
Denying
Complacency
Territorial Impulse
Laziness
Volume Obsession
Apa yang kemudian menyebabkan orang-orang hebat tidak bisa melakukan hal yang hebat?
Terlalu pesimis sehingga takut berubah
Pengaruh lingkungan
Takut kehilangan banyak aset jika melakukan hal yang hebat
Gemar menyangkal, arogansi, terperangkap dalam teritori masing-masing, dan myopic terhadap persaingan
Tak punya cara komunikasi yang baik dan benar
Melakukan perubahan pada titik terendah di kurva S itu disebut sebagai manajemen krisis karena?
Cash flow perusahaan normal tetapi karyawan tak punya semangat lagi
Uang terkuras habis namun reputasi masih bagus
Perusahaan merugi, reputasi mulai menurun, SDM yang bagus sudah banyak yang pergi meninggalkan perusahaan, dan tak ada lagi aset yang bisa dijual untuk memperkuat cash flow
Karyawan berpindah ke perusahaan yang lebih besar karena tak suka dengan pimpinan
Karyawan sudah terlanjur pesimis akan adanya perubahan
