Worksheetstugas 2 bahasa indonesia kelas 12
Total questions: 25
Worksheet time: 1hrs 24mins
Bacalah penggalan novel berikut!
Betapa kecewanya Aminudin ketika tahu bahwa gadis yang dipinangkan oleh ayahnya ternyata bukan Mariamin. Namun, agar ayahnya tidak malu, Aminudin terpaksa menerima gadis itu. Tahu Aminudin dijodohkan dengan gadis lain, Mariamin pingsan dan jatuh sakit hingga beberapa hari. Setelah Aminudin menikah hidupnya bukannya menjadi senang, bahkan makin menderita hingga akhirnya meninggal.
Berdasarkan temanya, cuplikan cerita di atas termasuk karya sastra periode....
1920-an (Balai Pustaka)
1930-an (Pujangga Baru)
1945 (Angkatan 45)
1966
1979-an
Cermati Kutipan Cerita berikut!
Hari bergulir ke Maghrib. Dan si nenek masih saja di tempat semula, nyaris tak beranjak, memunguti dedaunan yang selalu saja berguguran di halaman. Tubuh tuanya yang kusut basah oleh keringat. Napasnya terengah-engah. Ketiga orang itu tak bisa berbuat lain, kecuali menjaganya. Ketika maghrib tiba, dan orang-orang melakukan sembahyang, si nenek masih saja memunguti dedaunan.
”Siapa dia?” bisik salah seorang jemaah kepada temannya, ketika mereka meninggalkan masjid. Tentu saja tak ada jawaban, selain ”entah”.
”Nek, istirahatlah… ini sudah malam.”
”Kalau Bapak mau pulang, silakan saja… biarkan saya di sini dan melakukan ini semua.”
”Nek, mengapa nenek menyiksa diri seperti ini?”
”Tidak. Saya tidak menyiksa diri. Ini… mungkin bahkan belum cukup untuk sebuah ampunan,” ucapnya sambil menghapus air matanya.
Haji Brahim terdiam. Mencoba mereka-reka apa yang telah diperbuat si nenek di masa lalunya.
Lama setelah kisah itu sampai kepadaku, aku tercenung. Rupanya, menurut Haji Brahim kepadaku, nenek itu hadir mungkin sebagai contoh. ”Mungkin juga dia memang berdosa besar—sesuai pengakuannya kepada saya,” ucap Haji Brahim kepadaku beberapa waktu lalu. ”Dan… dia melakukan semacam istighfar dengan mengumpulkan sebanyak mungkin daun yang ada di halaman, mungkin begitu… saya tak yakin. Yang jelas, mata kami jadi terbuka. Sekarang masjid kami cukup ramai.”
Pasti banyak yang mau menyapu halaman,” godaku.
”Iya… ha-ha-ha… benar.”
”Memangnya bisa begitu, Ji?”
”Maksudnya, ampunan Allah? Ya, saya yakin bisa saja. Allah Maha Berkehendak, apa pun jika Dia berkenan, masak tidak dikabulkan?” ucap Haji Brahim tenang.
Aku terdiam. Kubayangkan dedaunan itu, yang jumlahnya mungkin ribuan helai itu, melayang ke hadirat Allah, membawa goresan permohonan ampun.
Shalawat Dedaunan karya Yanusa Nugroho
Mengapa nenek tua itu bersikeras ingin membersihkan halaman masjid dengan mengambil daun yang berguguran satu per satu?
Karena ingin memberikan pelajaran kepada pengurus masjid agar mereka membersihkan halaman masjid
Karena ingin melakukan perbuatan baik untuk sesama yang ada di sekitarnya
Karena melakukan istighfar untuk memohon ampunan dari Allah atas dosa-dosanya.
Karena nenek itu seorang yang sangat berdosa kepada Allah
Karena ingin menyiksa diri untuk melupakan kesedihan akibat dosa-dosanya.
Cermati Kutipan Berikut!
Beliau adalah salah satu pengarang yang paling produktif pada masa Angkatan Balai Pustaka. Beliau lahir sebagai laki-laki berdarah Minang di Sunga Batang pada 3 November 1893 dan meninggal di Jakarta. Salah satu romannya yang sangat terkenal menggambarkan tentang kehidupan sebuah keluarga berdarah bangsawan yang ingin hidup mewah. Namun, sayangnya keinginan tersebut tidak bisa terpenuhi bahkan tokoh utama cerita menemui ajalnya dalam pencarian hidupnya.
Judul roman tersebut adalah ....
Marah Rusli - Salah Pilih
Nur Sutan Iskandar - Katak Hendak Jadi Lembu
Tulis Sutan Sati – Pengalaman Masa Kecil
Aman Datuk Madjoindo - Tuba Dibalas Dengan Susu
Merari Siregar – Karena Mentua
Perhatikan cuplikan karya sastra berikut ini!
Menitik air mata anak sunatan itu ketika jarum bius yang pertama menusuk kulit yang segera akan dipotong. Lambat-lambat obat bius yang didesakkan dokter spesialis dari dalam tabung injeksi menggembung di sana. Dan anak sunatan itu menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan sakit yang perih, sementara dagunya ditarik ke atas oleh pakciknya, agar ia tidak melihat kecekatan tangan dokter spesialis itu menukar-nukar alat bedah yang sudah begitu sering dipraktikkan. Kemudian kecemasan makin jelas tergores di wajah anak sunatan itu.Ia mulai gelisah.
Di sekeliling pembaringan ─ dalam cemas yang mendalam─ satu rumpun keluarga anak sunatan itu terus menancapkan mata mereka kearah yang sama; keseluruhannya tidak beda sebuah lingkaran di mana dokter anak lelaki itu sebagai sumbu. Mereka semua masih bermata redup. Kelelahan semalam suntuk melayani tetamu yang membanjiri tiga teratak di depan rumah, belum hilang dalam masa sesingkat itu.
PanggilanRasulKarya: HamzadRangkuti
Hal yang menjadi standar budaya dari cuplikan karya sastra di atas adalah ...
Menitikkan air mataketikamerasasakit
Adanya sunatan bagi anak lelaki
Tukar-menukar alat beda
Satu rumpun keluarga menyaksikan sunatan
Membentuk lingkaran dengan satu sumbu
Perhatikan Puisi dan Pantun di atas!
Perbedaan kedua karya sastra di atas adalah...
puisi tidak selalu memiliki rima sedangkkan pantun selalu memiliki rima
puisi terikat bait sedangkan pantun tidak terikat bait
satu baris terdiri dari 8-12 suku kata sedangkan pantun satu baris terdiri dari suku kata yang bebas
terdapat sampiran dan isi sedangkan pantun terdapat isi
puisi satu bait terdiri 2 atau 4 baris sedangkan pantun terdiri 4 atau 6 baris.
Perbedaan sastra lama dan baru yang paling tepatadalah …
tema bebas><istana sentris
bentuk terikat >< bentuk bebas
teknik penulisan bebas >< teknik penulisan terikat
alurnya cenderung bervariasai ><alurnya cenderung maju
menceritakan hal-hal nyata>< menceritakan hal-hal mustahil
Hal yang jelas berbeda dari sastra Indonesia dan sastra terjemahan adalah ...
Pada sastra terjemahan unsur ekstrinsiknya kehidupan di luar negeri.
gaya bahasa sastra terjemahan sangat tergantung pada naskah aslinya
terdapat percampuran bahasa pada sastra Indonesia
nama pengarang sasta Indonesialebih dikenal
tidak ada perbedaan antara unsur intrinsik pada sastra terjemahan
8. Bacalah dengan saksama kutipan cerpen berikut!
Aku masuk ke kantor dan bersalaman dengan seorang lelaki yang tersenyum-senyum yang bernama Pak Bleancher. Pakaiannya lebih rapih ketimbang aku.Selanjutnya ia membuka-buka tumpukkan kertas seperti menata kue serabi.
Saya yakin Anda akan puas dengannya”, katanya “Dia telah kami pilih sesuai dengan persyaratan komputer. Tidak ada yang melebihinya dari seratus sepuluh juta wanita yang memenuhi syarat di Amerika Serikat. Kami memilah berdasarkan suku, agama, etnik, dan latar belakang regional. (Jodoh yang Sempurna)
Nilai budaya yang tidak sesuai dengan nilai budaya Indonesia dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
mencari jodoh sesuai keinginan sendiri
pemilihan jodoh dengan komputer
menentukan jodoh berdasarkan agama
memilih jodoh berdasarka suku bangsa
memilih jodoh sesuai etnik
Cermati Kutipan Berikut!
Situasi politik sangat berpengaruh terhadap dunia sastra Indonesia. Tahun 1945 adalah tahun kemerdekaan Indonesia. Kesengsaraan karena hidup dalam masa penjajahan sangat membekas dalam jiwa rakyat Indonesia, terutama kaum sastrawan. Pemberontakan terhadap gaya lama sebagi bentuk kebebasan juga muncul dalam dunia prosa Indonesia Angkatan ’45.
Tokoh prosais yang membawa gaya baru dalam dunia prosa Indonesia dengan karyanya yang sangat terkenal adalah ....
Suman Hs. – Mencari Pencuri Anak Perawan
Achdiat K. Mihardja – Atheis
. Idrus – Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
Chairil Anwar – Deru Campur Debu
Trisno Sumardjo – Kata Hati dan Perbuatan
Bacalah Kutipan Berikut dengan Saksama!
“ Mau jenang, Mbok ?”
Hari itu Sabtu legi, weton saya. Weton adalah hari kelahiran menurut perhitungan kalender Jawa. Dan, Sutini membuat bubur tujuh rupa agar saya tidak bikin gara-gara. Saya belum makan bagian kesukaan saya, yang separo putih gurih dan separo manis gula merah. Tapi saya biarkan Mbok Jimah makan sepiring yang saya sodorkan begitu pantatnya menyentuh ubin. Saya ingin ia menghabiskan dan pergi.
“ Terima kasih, Ndoro …” ia bergumam, lebih seperti menggerutu ketimbang bersyukur.
Watak tokoh “saya” dalam kutipan di atas adalah ....
A. egois
penyayang
penurut
suka berbagi
tidak bersyukur
egois
Cermati penggalan cerpen berikut!
Masih dalam balutan baju kerja, aku tersungkur ke pangkuan Mbok Nah yang sedang menonton TV menungguku pulang kantor sore ini. Sejak undangan cantik berwarna hijau itu diantar ke kantorku tadi pagi, tujuh puluh konsentrasiku hilang. Dan, puncaknya aku tak tahan lagi menahan ekspresi wajahku di depan teman-temanku kalau aku sedang galau. Tangisku meledak dan Si Mbok Nah membiarkan aku menangis. “Muga-muga Den Larasdiparingi (diberi) ikhlas.” Sambil lengannya mengelus-elus punggungku.
Latar waktu dan tempat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....
pagi di ruang TV
pagi di rumah
sore hari di rumah
siang di rumah
siang di ruang TV
Cermati Kutipan Cerita Berikut!
Wanita itu menangis. Mestinya aku terharu. Mestinya. Setidaknya aku bisa terharu kalau membaca roman picisan yang dijual di pinggir jalan. Tapi menjadi terharu tidak baik untuk seorang petugas seperti aku. Aku harus mencatat dengan rinci, objektif, deskriptif, masih ditambah mencari tahu jangan-jangan ada maksud lain di belakangnya. Aku tidak boleh langsung percaya, aku harus curiga, sibuk menduga kemungkinan, sibuk menjebak, memancing, dan membuatnya lelah supaya cepat mengaku apa maksud yang sebenarnya. Jangan terlalu cepat percaya kepada perasaan. Perasaan bisa menipu. Perasan itu subjektif. Sedangkan aku bukan subjek di sini. Aku cuma alat. Aku cuma robot. Aku hanya petugas yang membuat laporan, dan sebuah laporan harus sangat terinci bukan?
“Clara” karya Seno Gumira Ajidarma
Watak tokoh “aku” dalam kutipan cerpen di atas adalah ....
Mudah sekali terharu
Tegas dan disiplin
Tidak punya pendirian
Tidak mudah percaya
Bertanggung jawab
Cermati Kutipan Berikut!
Saat ini sering kali sulit bagi kita untuk menentukan kebenaran sebuah berita. Banyak sekali berita tidak benar yang beredar apalagi di media massa (hoax). Sering kita menjadi tidak sabar dan tersulut emosi dengan situasi tersebut. Apalagi kalau berita tersebut menyangkut diri kita. Kebesaran hati, kesabaran, dan ketenangan sangat dibutuhkan agar kita tetap bisa berkepala dingin.
Gurindam yang tepat untuk melambangkan peristiwa tersebut adalah ....
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Hati itu kerajaan di dalam tubuh,
Jikalau lalim segala anggota pun rubuh.
Keaiban orang jangan dibuka.
Keaiban sendiri hendaklah sangka
Apabila menerima kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar
Apabila banyak berkata-kata
Di situlah jalan masuknya dusta
Cermati Kutipan Berikut!
Hati adalah raja demikian ungkapan yang sering kita dengar dalam kehidupan. Sehingga segala gerak dan lakon kita didahului dengan niat yang ada di dalam hati. Jika kita berniat berbuat baik maka hasilnya perbuatan baik pula. Akan tetapi, jika kita berniat buruk maka perilaku yang muncul buruk pula.
Gurindam yang tepat untuk melambangkan peristiwa tersebut adalah ....
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Hati itu kerajaan di dalam tubuh,
Jikalau lalim segala anggota pun rubuh
Keaiban orang jangan dibuka.
Keaiban sendiri hendaklah sangka
Apabila menerima kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar
Apabila banyak berkata-kata
Di situlah jalan masuknya dusta
Cermati Kutipan Resensi Berikut!
Judul : Lelaki Tua dan Laut (The Old Man and The Sea)
Pengarang : Ernest Hemingway
Penerjemah : Sapardi Djoko Damono
Penerbit : PT Dunia Pustaka
...
Di sisi lain, untaian kata-kata Hemingway mengalir, mengayun, membuai, menghempas, membuat pengalaman tersendiri pada pembaca persis seperti gerakan ombak laut. Dengan kemampuannya, pembaca dipaksa seolah-olah sedang berhadapan dengan teror hidup yang ingin menguasai tangkapan ikan.
Kalimat resensi yang tepat untuk menyatakan keunggulan novel tersebut adalah ...
Sedikit sekali penulis yang berani mengangkat ide dari kaum pinggiran seperti nelayan. Namun, Hemingway berani mengangkatnya menjadi sebuah cerita yang penuh ketegangan ditinjau dari kekuatan bahasanya.
Penulis agak lambat menciptakan ketegangan-ketegangan dalam cerita. Pembaca menjadi kurang bergairah karena setting yang disuguhkan terlalu monoton yaitu lelaki tua dan laut.
Hemingway dan ketangkasannya berbahasa tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja khusus pada novel ini, tema yang diambil kurang menarik.
Bahasa dan cara penuturan Hemingway pada novel ini sangat melompat-lompat persis alunan ombak laut yang mengguncang-guncang perahu.
Meskipun buku ini dibaca banyak orang, terlihat banyak kekurangan tentang kebiasaan di laut yang mungkin hanya Hemingway sendiri yang dapat merasakannya.
Bacalah Kutipan Berikut dengan Saksama!
.... Ya, tentu aku menderita juga, saat-saat pertama itu. Tetapi akhirnya aku begitu tenang. Barangkali akhirnya ketenangan inilah yang menjadi bagian kita semua…(halaman 7). Alur cerita yang meloncat-loncat dapat membuat pembaca patah selera. Lukisan arwah berbicara mungkin melengkapi kebingungan pembaca dalam menangkap makna cerita. Namun demikian, keindahan cerita itu kita dapatkan juga dalam gaya bercerita yang halus, lembut , dan terpelajar.
“Tanpa membuang banyak tutur, Mariannne Katoppo melukiskan adegan demi adegan ceritanya. “Demikian komentar Jakob Sumardjo.
Pada awal cerita pengarang memberi latar belakang perbedaan dan adanya peranan agama di dalam latar kehidupan mahasiswa yang dinamis. Hal ini memberikan kesegaran tersendiri bagi novel tersebut.
Sri H. Rahardjo Menurut kritikus sastra, keunggulan novel Raumanen terletak pada …
alur cerita yang meloncat-loncat merupakan sebuah pembaharuan
keindahan cerita tampak dalam gaya bercerita yang halus, lembut,dan terpelajar
Marianne melukiskan adegan demi adegan tanpa menggunakan banyak kata
pada awal cerita pengarang menggambarkan peranan perbedaan agama dalam kehidupan mahasiswa
menggunakan sudut pandang pencerita yang tidak lazim yaitu arwah
Cermati kata- kata berikut!
Kabut – bayangan – lelah – ke pinggiran
Bait puisi yang sesuai dari susunan deret kata di atas sebagai kata kunci adalah …
Dalam bayangan kelam
Kelelahan mendera
Ke pinggiran kota
Kabut melayang di langit biru
Sampai jalan berkabut itu
Kami masih mencoba ngejar bayangan masa depan
Tapi lelah
Kami ke pinggiran jalan nasib
Saat senja mulai berkabut
Bayang-bayang mengikuti jalan
Saat-saat kelelahan singgah di hati
Ke pinggiran waktu
Kabut di langit kelabu
Lelah dalam rasadan raga
Bayangan berbaris menjelajah hingga ke perut bumi
Ke pinggiran rasa
Bersenandung mengiringi malam berkabut
Bersama hari-hari dan bayangan
Hingga ke pinggiran waktu
Lelah, lelah, dan lelah
Cermati Dialog Berikut!
Citra : (melihat rol kertas di tangan Sutopo) “Apa itu, Mas."
Sutopo : “Lagu!” (masih termenung tampaknya)
Citra : “Lagu apa?”
Sutopo : “Lagu buat engkau dan aku!”
Citra : “Apa namanya?”
Sutopo : “Citra!”
Citra : “Citra? Dikarang Tuan Kornel itu?”
Sutopo : “Ya, Citra. Herankah engkau, jika seorang seniman mengarang lagu sesudah memandang engkau? Aku buta selama ini, betul juga kata Ibu tadi.
Citra : “Ah, Mas, main-main saja ini. Tetapi, bagaimana lagunya?”
Sutopo : “Nanti di rumah, di piano! (tersenyum, kemudian berolok-olok). Sekarang waktu kerja.”
Ciri-ciri naskah drama berdasarkan kutipan tersebut adalah …
Tidak ada pengarangnya, ada petunjuk gerak
Pelakunya lebih dari satu orang dan berupa dialog
Tidak ada pengarangnya, pelakunya lebih dari satu orang
Tidak ada pengarangnya, ada petunjuk kostum
Berupa dialog dan ada petunjuk gerak
Cermati Dialog Berikut!
Rendy : (segera turun dari meja guru, mendekati Ronald dan Ronny) “Hei! Stop, stop, stop! Berhenti! Apa-apaan sih kalian ini?”
Ronald : “Itu, Ren! Ronny sengaja nyindir aku! Mentang-mentang kutu buku!”
Rendy : “Sudahlah, Nal. Kau juga tidak usah cari gara-gara.”
(Mendudukkan Ronald dan Ronny) “Aku pikir Ronny tidak bermaksud seperti yang kau kira!”
Ronald : (berdiri) “Kamu membela dia, Ren?”
Rendy : “Aku tidak membela siapa-siapa. Kalau kamu menuduh aku begitu, bisa- bisa aku embat sekalian kamu! Duduk !” (memberi perintah kepada Ronald. Ronald menuruti perintah Rendy)
Ronny : (mendekati Ronald) “Maaf, Nal, kalau kau tersinggung atas perkataanku tadi.”
Hal yang menjadi ciri-ciri kutipan di atas adalah ....
Berupa dialog dan memiliki lebih dari satu tokoh cerita
Memiliki tokoh cerita dan alur cerita yang jelas
Mengandung isi cerita dan petunjuk latar yang jelas
Berupa dialog antar tokoh dan ada petunjuk laku tokoh
Berupa dialog yang mengandung cerita
Cermati Naskah Drama Berikut!
Anik : Sudahlah Jok, dimakan saja. Yang kita punya kan cuma itu.
Joko : ...
Mbok : Kamu ini mbok ya coba mengerti toh. Mbok ini kerjanya apa?
Mbok kan cuma buruh tani. Kamu juga tahu sendiri berapa pendapatan buruh tani. Joko : Mbok kan bisa cari kerja yang lain, nyuci baju orang kek, jadi buruh pabrik kek, atau yang lainnya.
Anik : Kamu ini gimna toh Jok, memang cari kerja itu gampang?
Kalimat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang teks drama di atas
Aku sudah kenyang tadi makan-makan dengan teman-temanku.
Ayo kita makan makanan kesukaanku ini.
Mungkin Mbok bisa makan seperti itu setiap hari, tapi aku nggak bisa Mbok.
Aku suka makanan yang Mbok masak ini.
Nggak usah Nik, sebaiknya kamu saja yang makan karena aku masih kenyang.
Perhatikan Cuplikan Drama Berikut!
PAK PIKUN: “Masih mungkir? Minta ku pukul?”
IBU : “Sabar, Pak Pikun! Sabar!”
PAK PIKUN: Maaf, Bu. Ini biar saya urus sendiri! Kamu baru mau ngaku kalau dipukul ya?Sini! (Mau memukul si Jidul).
SI JIDUL: (Meloncat, lari keluar dikejar oleh Pak Pikun)
IBU: “Sabar dulu Pak Pikun! Diperiksa dulu! (mendesah sendiri) Ya, ampun! Orang suda tua kok gegabah, tidak sabaran begitu.”
Bentuk lain dari drama di atas yang tepat adalah ...
ari itu pak Pikun yang sudah tua itu sangat marah pada Si Jidul. Istri pak Pikun berusaha meredam emosi pak Pikun, namun pak Pikun tetap saja marah-marah. “Masih mungkir? Minta ku pukul?”teriak pak pikun. Kontan saja Si Jidul jadi ketakutan lari keluar rumah.
Aku sedih melihat pak Pikun yang sudah tua, namun masih suka marah-marah. Kasihan Ibu yang sudah berusaha menyadarkannya, namun tak digubris.
Pak Pikun tampaknya takpernah bisa bersabar, ia masih suka marah-marah terhadap anaknya Si Jidul. Tentu ini tidak baik bukan?
Hari itu pak Pikun yang sudah tua itu sangat marah pada Si Jidul. Istri pak Pikun berusaha meredam emosi pak Pikun, namun pak Pikun tetap saja marah-marah. Ia berkata, “Masih mungkir? Minta ku pukul?” Kontan saja Si Jidul jadi ketakutan lari keluar.
Jangan suka marah-marah, hal ini tidak baik karena hanya kan membuat diri kita jadi tidak sehat
Perhatikan cuplikan cerpen berikut ini!
”Non, emak masuk UGD, dan dokter meminta persetujuan dari keluarga untuk merawat emak di ruang ICU karena kondisinya kritis, bagaimana menurut Non?” Suara kak Imah terdengar putus-putus diselingi dengan suara sesegukan tangis.
”Kalau memungkinkan, baiknya emak dibawa ke rumah sakit yang bisa menerima Askes saja.” ujar Nonon setenang mungkin.
”Emak nggak mau.” jawab kak Imah panik
Variasi bentuk dari prosa di atas yang tepat adalah..
Imah : (sambilmenangisdanterbata-bataImahmeneleponNononadiknya)”Non,
emak masuk UGD, dan dokter meminta persetujuan dari keluarga untuk
merawat emak di ruang ICU karena kondisinya kritis, bagaimana menurut
Non?”
Nonon: (dengan tetap berusaha tenang Nonon menjawab)”Kalau memungkinkan,
baiknya emak dibawa ke rumah sakit yang bisa menerima Askes saja”
Imah: (semakin panik)”Emak nggak mau.”
Imah :”Non, emak masuk UGD, dan dokter meminta persetujuan dari keluarga untuk merawat emak di ruang ICU karena kondisinya kritis, bagaimana menurut Non?”
Nonon:”Kalau memungkinkan, baiknya emak dibawa ke rumah sakit yang bisa
menerima Askes saja.”
Imah:”Emak nggak mau.”
Imah : Non, emak masuk UGD, dan dokter meminta persetujuan dari keluarga untuk
merawat emak di ruang ICU karena kondisinya kritis, bagaimana menurut
Non?
Nonon: Kalau memungkinkan, baiknya emak dibawa ke rumah sakit yang bisa
menerima Askes saja.
Imah: Emak nggak mau.
Imah : (sambilmenangis) Non,emak masuk UGD, dan dokter meminta persetujuan
dari keluarga untuk merawat emak di ruang ICU karena kondisinya kritis,
bagaimana menurut Non?”
Nonon: (Nonon menjawab) Kalau memungkinkan, baiknya emak dibawa ke rumah
sakit yang bisa menerima Askes saja
Imah: (semakin panik) Emak nggak mau
Imah : (terbata-bataImahmeneleponNononadiknya) “”Non, emak masuk UGD, dan
dokter meminta persetujuan dari keluarga untuk merawat emak di ruang ICU
karena kondisinya kritis, bagaimana menurut Non?”
Nonon: (dengan tetap berusaha tenang)”Kalau memungkinkan, baiknya emak dibawa
ke rumah sakit yang bisa menerima Askes saja”
Imah: ”Emak nggak mau”
Bacalah petikan esai berikut !
Membaca cerita-cerita yang ditulis oleh Hary B. Koriun, kita pasti akan menemukan gaya penulisan dan tema yang khas. Baik dalam cerita pendek maupun novel, tema ke penulisan Hary tidak jauh dari persoalan asmara yang dikerucutkan lagi kepada kesetiaan. Bukan tema perselingkuhan yang kini banyak disergap beberapa novelis terkemuka.Namun karena arus cerita mengalir dengan indah maka pembaca akan menemukan kekuatan narasi, sehingga pembaca akan terbuai dengan menjelajahi alinea demi alinea. Satu hal lagi yang akhir-akhir ini mewarnai cerita-cerita Hary, adalah persoalan lingkungan, terutama hutan dan sungai.
Kritik terhadap esai di atas adalah ...
Hal yang akhir-akhir ini mewarnai cerita-cerita Hary, adalah persoalan lingkungan, terutama hutan dan sungai.
Ulasan yang disampaikan terhadap karya Hary B. Koriun sudah baik, namun hendaknya tidak hanya mengomentari tentang tema saja.
Membaca cerita-cerita yang ditulis oleh Hary B. Koriun, kita pasti akan menemukan gaya penulisan dan tema yang khas.
Baik dalam cerita pendek maupun novel, tema kepenulisan Hary tidak jauh dari persoalan asmara yang dikerucutkan lagi kepada kesetiaan.
arus cerita mengalir dengan indah maka pembaca akan menemukan kekuatan narasi, sehingga pembaca akan terbuai dengan menjelajah ialinea demi alinea.
Cermati kutipan cerpen berikut!
Ketika ia masuk ruangan, seluruh pegawai mempersibukkan diri, memperlancar ketikan, membolak-balik buku, serta apa saja yang membuat kesibukan. Sehingga ia takkan bisa melabuhkan mata kepada seorang pun. Tapi anehnya, setiap gerak-gerik perempuan itu, tidak seorang ingin melewatkannya. Mereka perhatikan dengan saksama, di sela-sela kesibukan yang penuh barang-barang itu.
(Eksentrik, Asnelly Luthan)
Kalimat kritik yang sesuai dengan perilaku tokoh adalah ...
Tokoh dianggap aneh oleh teman-teman sekantornya karena penampilan dan perilakunya.
Sebagai seorang pegawai tokoh perlu bersosialisasi secara baik dengan pegawai lainnya.
Hubungan sosial dalam kantor tersebut perlu dicairkan antara satu pegawai dengan pegawai lainnya.
Mudah curiga merupakan satu karakter yang menyebabkan perselisihan antara satu dengan yang lain.
Seorang pemimpin seharusnya mengetahui permasalahan sosial dalam kantornya.
Perhatikan puisi berikut !
Doa
kepada pemeluk teguh
Karya: Chairil Anwar
Tuhanku
Dalamtermangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
Penulisan esai yang tepat untuk puisi di atas adalah …
Tuhanku dalam termangu, Aku masih menyebut nama-Mu. Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh. Cahaya-Mu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi. Tuhanku, aku hilang bentuk remuk. Tuhanku, aku mengembara di negeri asing. Tuhanku,dipintu-Mu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling.
Pilihan kata dalam puisi ini memang indah, namun penggunaan kata yang termudah dipahami membuat karya ini kurang mengajak pembaca untuk berpikir secara lebih dalam. Pada jika suatu karya dapat membuat pembaca tidak hanya terhibur, namun juga dapat mengajak pembaca berpikir lebih dalam, maka makna karya itu akan sangat bernilai.
Puisi yang menyentuh dengan permainan kata yang indah. Wujud kepasrahan seorang hamba kepadaTuhannya digambarkan dengan menggunakan khiasan, namun mudah untuk dipahami.
Suasana yang terasa dari puisi ini adalah suasana syahdu. Hal ini ditunjukkan bait yang berbunyi “tinggal kerdip lilin di kelam sunyi”.
Pengarang ingin menyampaikan bagaimana cara seseorang dapat merasa begitu dekat dengan tuhannya. Datanglah tengah malam, pada saat tubuh kita sudah kehilangan bentuk.
