WorksheetsANALSA PROTEIN
Total questions: 100
Worksheet time: 4hrs 32mins
Kriteria berikut merupakan ciri dari protein, kecuali:
A.
Memiliki sifat fungsional sebagai bahan pengemulsi,
pembentuk gel dan buih, penyerap lemak
Dalam bahan pangan dibedakan protein globular larut
air, protein serat dan protein konyugasi
Gugus R-nya membedakan nonpolar, polar tak bermuatan,
polar bermuatan positifv atau negativ
Memiliki satu gugus amin (-NH2)
bersifat asam dan satu gugus karboksil (-COOH) bersifat basa
Memiliki Sifat Baru
Penetapan kadar protein bahan dengan metode Lowry memiliki ketentuan:
Terbentuknya kompleks ikatan peptida dengan garan tembaga (Cu) dalam larutan alkali
Terbentuknya komplek berwarna dari protein dengan pewarna amido black dan orange G
T
erbentuknya warna ungu dari kompleks ikatan peptida-Cu dan pereaksi Folin Ciocalteau
Terbentuknya warna pink dari kompleks gugus amin protein susu dengan formaldehid.
Trbentuknya warna biru
Berikut adalah karakter dari daya ikat air oleh protein bahan pangan, kecuali!
Ditentukan oleh sifat adhesif, kohesif dan elastisitas
Digunakan sebagai indeks kualitas bahan pangan
Berpengaruh terhadap tekstur dari bahan pangan
Dinyatakan sebagai indeks pengikatan air protein.
Berfungsi sebagai indeks lain
Mengubah ammonium sulfat dari yang terbentuk dalam proses digesti menjadi gas ammonia, gas ammonia ditangkap menggunakan asam sehingga menghasilkan larutan ammonium yang siap dianalisa kadar proteinnya. Pengertian diatas merupakan tujuan dari tahap
Titrasi
Destilasi
destrksi
Digesti
ekstraksi
Kedua gugus
karboksil dan gugus amino pada asam amino terikat melalui...
Ikatan hidrogen
Ikatan kovalen koordinasi
Ikatan kovalen
Ikatan ion
Ikatan van der walls
Protein adalah suatu senyawa makromolekul yang memiliki peranan sangat besar dalam proses metabolisme tubuh, terutama dalam pembentukan sel-sel baru untuk menggantikan sel yang rusak. Komponen utama protein adalah … .
karbohidrat
asam amino
hidrokarbon
asam nukleat
lipida
wadah yang digunakan untuk menampung destruksi sampel protein pada tahap destilasi analisis protein adalah...
Beaker Glass
Erlenmeyer
Labu alas bulat leher tiga
Labu destilasi
Labu ukur
Dari rumus protein berikut : R-CHNH2-COOH. Maka sifat protein tersebut yaitu...
Asam
Basa
Amfoter (bereaksi dengan asam basa)
Asam lemah
basa lemah
Penentuan kadar bikarbonat dalam air soda ialah asidimetri menggunakan indikator ganda yaitu...
K2CrO4 & garam Fe3+
PP & MO
amylum dan pati
MV dan MM
PP & MV
Asam amino yang tidak bersifat optis aktif adalah...
glisin
. valin
c. leusin
Isoleusin
lignin
Dalam analisa protein metode kjeldahl, penambahan K2SO4 berfungsi sebagai....
pengenceran sampel agar menguap
pelarutan sampel untuk pelepasan ion cl-
katalisator untuk meningkatkan titik didih
katalisator untuk meningkatkan titik beku
katalisator untuk menurunkan titik beku
Protein dapat dikatakan sebagai...
Kipolimer
Kupolimer
Kepolimer
Kopolimer
Kapolimer
Ciri – ciri dari protein adalah..
Mudah larut
Mudah menguap
Berat molekulnya kecil
Berat molekulnya cukup besar
Memiliki kepekatan yang kuat
Zat yang menyebabkan pengerasan pada dinding sel kulit tanaman adalah...
Lignin
Pati
Hemiselulosa
Fruktosa
Selulosa
Fungsi asam borat pada analisa protein metoda kjeldahl adalah….
Sebagai penangkap amoniak yang dilepaskan saat proses destilasi
sebagai indikator untuk menentukan asam
sebagai pelarut
sebagai larutan standar
sebagai penghancur protein
Pada analisa protein , labu Kjeldahl digunakan pada saat proses
Filtrasi
Destruksi
Destilasi
Titrasi
Ekstraksi
Pada tahap destilasi Ammonium Sulfat dipecah menjadi NH3 dengan menambahkan….
H3BO3
K2SO4
HCl
H2SO4
NaOH
Dalam analisa airsoda, Pada penentuan kadar klor. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan..
Biru menjadi tak berwarna
Putih menjadi merah bata
Kuning menjadi merahbata
Putih menjadi biru
Merah menjadi coklat gelap
Dalam analisa airsoda, Pada penentuan kadar Bikarbonat,. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan..
Biru menjadi tak berwarna
Putih menjadi merah bata
Jingga menjadi kuning
Putih menjadi biru
Merah menjadi coklat gelap
Dalam analisa airsoda, Pada penentuan kadar derajad asam dalam air soda. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan..
Biru menjadi tak berwarna
Putih menjadi merah bata
Tak bewarna menjadi merah
Putih menjadi biru
Merah menjadi coklat gelap
Penggunaan indicator kalium kromat pada analisa air soda untuk menguji kadar
Asam
Karbonat
Bikarbonat
Klor
Basa
Indikator apa yang digunakan pada saat penentuan kadar Chlor dalam analisa air soda…
K2CrO4
PP
Amylum
Murexid
MO
Bahan kimia yang digunakan untuk penentuan kadar bikarbonat pada air soda adalah…
Indikator PP, larutan NaOH
Indikator MO, larutan HCl
Indikator K2CrO4, larutan AgNO3
Indikator amylum, larutan Na2S2O3
Indikator EBT, larutan EDTA
Pada tahap ini, ammonium sulfat dipecah menjadi ammonia (NH3) dengan penambahan NaOH sampai alkalis dan dipanaskan, terjadi pada metode kjeldahl tahap...
Tahap destilasi
Tahap destruksi
Tahap titrasi
Tahap Millon
Tahap Nitroprusida
Tergantung pada jenis bahan pangan, jenis protein dan kadar N dalam protein bahan, merupakan ketentuan dari faktor ...
Konversi
Frekuensi
Konfeksi
Kuantitatif
Nitrogen
Reaksi kimia yang terjadi pada proses destilasi adalah perubahan
Amonium hidroksida menjadi amonia
Amonium sulfat menjadi sulfat
Amonium sulfat menjadi amonia
Amonium hidroksida menjadi H2O
Amonium sulfat menjadi nitrogen
Dalam analisa protein, Sampel dipanaskan dalam larutan asam sulfat pekat, unsur C dan H teroksidasi menjadi H2O, CO2, CO dan unsur N berubah menjadi amonium sulfat atau (NH4)2SO4, merupakan proses dari ...
Destruksi
Destilasi
Hidrolisis
Titrasi
Prespitasi
Tujuan tahapan destilasi pada penentuan kadar protein metode Kjeldahl adalah …
Menghasilkan Amonium Sulfat
Menghasilkan Amonium Sulfide
Mengoksidasi elemen Karbon sehingga menghasilkan CO dan
Mengoksidasi elemen Hidrogen sehingga menghasilkan
Memecah Amonium Sulfat menjadi NH3
Jika larutan penangkap yang digunakan pada tahap destilasi penentuan kadar protein dengan metode Kjeldahl adalah HCl 0,1 N, maka larutan penitrasinya adalah …
Asam nitrat
Natrium hidroksida
Asam sulfat
Asam borat
Natrium karbonat
Jika larutan penangkap yang digunakan pada tahap destilasi penentuan kadar protein dengan metode Kjeldahl adalah Asam Borat 4%, maka larutan penitrasinya adalah …
Asam nitrat
Asam klorida
Asam sulfat
Asam borat
Natrium karbonat
Jika larutan penangkap yang digunakan pada tahap destilasi penentuan kadar protein dengan metode Kjeldahl adalah H3BO3 0,01 N, maka larutan penitrasinya adalah …
HNO3 0,1 N
NaOH 0,1 N
H2SO4 0,1
HCl 0,1 N
H3BO3 . 0,1 N
Asam amino mengandung gugus... dan ...
– COOH dan –OH
–COOH dan -COOR
–COOH dan –NH2
NH2 dan –COH
–OH dan –NH2
Asam amino mengandung gugus... dan ...
Karboksil dan hidroksil
Karboksilat dan ester
Amina dan aldehid
Karboksil dan amina
Hidroksil dan amina
Pada analisa kadar protein metode Kjeldahl dengan penampung asam borat, indikator yang digunakan saat proses destilasi adalah….
Brom kresol hijau dan metil merah
Methil jingga
Methyl ungu
K2CrO4
Amilum
Untuk mempercepat proses destruksi sering ditambahkan katalisator yaitu berupa campuran….
K2SO4 dan CuSO4
K2SO4 dan Na2SO4
CuSO4 dan Na2SO4
HgO dan CuSO4
HgO dan K2SO4
Agar saat proses destilasi tidak terjadi superheating, maka ditambahkan logam...
Tembaga
Nikel
Timah
Magnesium
Aluminium
Tujuan proses destruksi adalah ...
Mengubah Nitrogen(N) dalam sampel menjadi ion (NH4+)
Menghilangkan lemak dalam sampel
Pembebasan gas amonia
Mengubah (NH4)2SO4 menjadi NH3
Membentuk endapan dan memisahkan filtrat
Dibawah ini yang bukan merupakan tujuan dari proses digestion pada analisis serat kasar adalah …
Pelarutan bahan-bahan
Penghilangan lemak didalam sampel
Reduksi senyawa lipprotein
Pelarutan dengan asam atau basa
Hidrolisis senyawa polisakarida
Dalam bentuk makanan, serat dapat ditemui pada…
Nasi
Daging
Sayuran
Susu
Ikan
Dalam analisa serat kasar, dilakukan pemanasan setelah penambahan asam/basa yang bertujuan untuk menghidrolisis serat makanan yang terkandung dalam sampel. Proses yang dimaksudkan adalah proses
Defatting
Heating
Cooling
Digesting
Filling
Tahapan dalam penentuan kadar serat kasar...
Defatting, digestion, filtrasi
Defatting, digestion, titrasi
Dekstruksi, destilasi, titrasi
Penyaringan, penguapan, penimbangan
Penimbangan, penguapan, pengukuran
Serat yang tidak larut dalam air ada 3 macam yaitu...
Selulosa, hemiselulosa, musilase
Musilase, gum, pectin
Selulosa, hemiselulosa, lignin
Hemiselulosa, pectin, gum
Pectin, musilase, gum
Metode yang digunakan dalam analisa serat kasar dengan menggunakan enzim amilase, kemudian diikuti enzim pepsin pankreatik adalah ...
Metode gravimetri
Metode titrasi
Metode spektrofotometri
Metode enzimatik
Metode penguapan
Pada langkah Digestion ada 2 tahapan, yaitu…
Pelarutan dengan Asam kuat dan pelarutan dengan basa kuat
Pelarutan dengan Asam lemah dan pelarutan dengan basa kuat
Pelarutan dengan Asam kuat dan pelarutan dengan basa lemah
Pelarutan dengan Asam amino dan pelarutan dengan basa kuat
Pelarutan dengan Asam dan pelarutan dengan basa
Prinsip dari analisis serat kasar adalah....
Ekstraksi sampel dengan asam dan basa untuk memisahkan serat kasar dari bahan lainnya
Lemak diekstrak dengan pelarut lemak yang bersifat non polar seperti Petroleum Eter (PE), Petroleum benzena
Menetralkan larutan dengan basa NaOH membentuk dimethilol
dengan penambahan formaldehid yang mana gugus amino sudah terikat dan tidak mempengaruhi reaksi asam basa NaOH
Berdasarkan adanya reaksi inti benzena yang terdapat pada molekul protein sehingga menghasilkan senyawa kompleks berwarna kuning jingga
Ekstraksi sampel dengan garam untuk memisahkan serat kasar dari bahan lainnya
Metode yang digunakan dalam penentuan Secara kuantitatif kadar serat kasar adalah ...
Gravimetri
Titrimetri
Kromatografi
Kualitatif
Spektrometri
Dalam metode AOAC 988,05 campuran senyawa yang digunakan untuk meningkatkan titik didih destruksi pada analisis protein adalah...
HgO
K2SO4
TiO
(NH4)2SO4
Na2CO3
Tahapan deffeating pada analisis serat kasar adalah tahapan...
Menghidrolisis serat dengan asam
Memanaskan serat selama 30 menit
Melarutkan sampel
Menyaring serat hasil hidrolisis
Menghilangkan lemak pada serat
Langkah-langkah yang dilakukan pada analisa serat kasar adalah….
Destruksi dan destilasi
Destruksi dan titrasi
Destilasi dan titrasi
Deffating dan digestion
Digestion dan destilasi
Metode uji kualitatif yang biasa dipakai untuk menguji serat kasar adalah dengan pereaksi ...
Luff - scroorl
Schweltzar
Fehling
Biuret
Molish
Dalam metode AOAC 988,05 campuran senyawa yang digunakan untuk meningkatkan titik didih destruksi pada analisis protein adalah...
Merkuri oksida
Potassium sulfat
Titanium dioksida
Amonium sulfat
Natrium karbonat
Langkah dalam analisa serat kasar dengan menghilangkan lemak yang terkandung dalam sampel menggunakan pelarut lemak disebut dengan ...
Deffating
Digesti
Titrasi
Penetrasi
Suspensi
Prinsip analisis karbohidrat dengan menggunakan metode Luff Schroll adalah…
Reduksi I2
Hidrolisis oleh asam
Pemecahan amonium sulfat
Pembentukan kupri oksida
Pelarutan monosakarida
Prinsip analisis karbohidrat dengan menggunakan metode Luff Schroll adalah…
Reduksi I2
Hidrolisis oleh asam
Pemecahan amonium sulfat
Pembentukan kupri oksida
Pelarutan monosakarida
Diantara karbohidrat berikut: sukrosa, maltosa, fruktosa,laktosa, ribosa dan glikogen, yang tergolong monosakarida, disakarida, polisakarida berturut-turut adalah…
Laktosa, ribosa, glikogen
Ribosa, maltosa, fruktosa
Fruktosa, ribosa, laktosa
Ribosa, maltosa, glikogen
Sukrosa, amilum, maltosa
Suatu senyawa mempunyai rumus C12H22O11 , memberi endapan merah bata dengan pereaksi Fehling dan pada hidrolisismmenghasilkan dua jenis monosakarida, senyawa tersebut adalah…
Sukrosa
Laktosa
Fruktosa
Amilum
Selulosa
Pereaksi berikut yang digunakan untuk menunjukkan protein adalah…
Molisch
Biuret
Benedict
Fehling
Tollens
Pereaksi berikut yang tidak digunakan untuk menunjukkan karbohidrat adalah…
Molisch
Biuret
Benedict
Fehling
Tollens
Dalam 25 gram minuman airsoda , diuji dengan perak nitrat 0,1 N menghabiskan 20 cc,
Maka dalam minuman tersebut mengandung..
0,568 % klor
0,284 % klor
0,142 % klor
0,426 % klor
0,213 % klor
Dalam 25 gram minuman airsoda , diuji dengan Natrium hidroksida 0,1 N menghabiskan 20 cc,
Maka kadar asam dalam minuman tersebut sebanyak … %
0,496
1,49
2,98
4,96
9,92
Beberapa senyawa karbohidrat
1. Fruktosa
2. Galaktosa
3. Glukosa
4. Laktosa
5. Maltose
6. Selulosa
Kelompok senyawa yang tergolong monisakarida adalah…
1,2,3
1,3,5
2,4,5
3,4,6
2,6,6
Di antara karbohidrat berikut yang tidak mengalami hidrolisa adalah ......
Galaktosa
Selulosa
Laktosa
Maltose
Sukrosa
Suatu senyawa memiliki sifat
Tidak dapat mereduksi Fehling A dan B
Tidak dapat dihidrolisa
Memiliki tingkat kemanisan paling tinggi
Senyawa yang dimaksud adalah..
Sukrosa
Fruktosa
Maltose
Laktosa
Glukosa
Hasil hidrolisa dari sukrosa adalah…
Gluksa dan galaktosa
Glukosa dan fruktosa
Glukosa
Fruktosa dan galaktosa
Fruktosa
Karbohidrat merupakan sumber energy bag manusia, dalam tubuh , karbohidrat diubah menjadi…
Disakarida
Glukosa
Protein
Galaktosa
Fruktosa
Jika bahan makanan yang mengandung glukosa direaksikan dengan pereaksi Fehling akan terjadi endapan merahbata. Hal ini disebabkan glukosa …
Mengandung gugus –OH Yang dapat mengoksidasi Fehling
Mengandung gugus –CO- yang dapat mereduksi Fehling
Mengandung gugus –COOH yang dapat mengoksidasi Fehling
Mengandung gugus –CHO yang dapat mereduksi Fehling
Mengandung gugus –NH2 yang bersifat basa
Jika bahan makanan yang mengandung glukosa direaksikan dengan pereaksi Fehling akan terjadi endapan merahbata. Hal ini disebabkan Fehling …
Mengoksidasi glukosa yang Mengandung gugus –OH
Mengoksidasi glukosa yang Mengandung gugus –CO-
Mengoksidasi glukosa yang Mengandung gugus –COOH
Mengoksidasi glukosa yang Mengandung gugus –CHO
Mengoksidasi glukosa yang Mengandung gugus –NH2
Dalam urine penderita diabetes dapat diidentifikasi adanya senyawa
Sukrosa
Fruktosa
Galaktosa
Glukosa
Maltose
Gulapasir akan berubah menjadi arang jika ditetesi asam sulfat pekat. Dalam reaksi inigula mengalami
Oksidasi
Dehidrogenasi
Hidrolisis
Reduksi
Dehidrasi
Pereaksi yang digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsional aldehid dalam glukosa adalah…
Pereaksi biuret
Xantoprotein
Pereaksi Fehling
Kertas timbal asetat
Larutan kanji
Suatu monosakarida memiliki sifat-sifat sbb
Rasanya manis
Nama lainnya levulosa
Merupakan ketosa
Monosakarida tersebut adalah…
Amilum
Glukosa
Fruktosa
Galaktosa
Sukrosa
Suatu monosakarida memiliki sifat-sifat sbb
Rasanya manis
Nama lainnya levulosa
Mengandung gugus –(C=O) -
Monosakarida tersebut adalah…
Amilum
Glukosa
Fruktosa
Galaktosa
Sukrosa
Suatu monosakarida memiliki sifat-sifat sbb
Rasanya manis
Mengandung gugus –(C=O) H
Monosakarida tersebut adalah…
Amilum
Glukosa
Fruktosa
Galaktosa
Sukrosa
Suatu monosakarida memiliki sifat-sifat sbb
Rasanya manis
Mengandung gugus Aldehid
Monosakarida tersebut adalah…
Amilum
Glukosa
Fruktosa
Galaktosa
Sukrosa
Suatu monosakarida memiliki sifat-sifat sbb
Rasanya manis
Termasuk golongan aldosa
Monosakarida tersebut adalah…
Amilum
Glukosa
Fruktosa
Galaktosa
Sukrosa
Suatu monosakarida memiliki sifat-sifat sbb
Rasanya manis
Mengandung gugus alkanon
Monosakarida tersebut adalah…
Amilum
Glukosa
Fruktosa
Galaktosa
Sukrosa
Dalam analisa karbohidrat, metode LuffSchroll, maka metode titirimetri yang digunakan adalah
Iodometri
Permanganometri
Asidimetri
Alkalimetri
Argentometri
Metode titrimetric antara lain
1. Iodometri
2. Iodimetri
3. Permanganometri
4. Asidimetri
5. Kompleksometri
6. Alkalimetri
7. bromatometri
8. Argentometri
Dalam analisa air soda, metoda titrimetric yang digunakan, adalah
1,2,3
4,5,6
3,5,7
4,6,7
4,6, 8
Dalam analisa air soda, uji derajat asam,maka asam yang dimaksud adalah
H3O+
NaHCO3
H2CO3
HCl
H2SO4
Dalam analisa air soda, uji BIKARBONAT,maka metode titrimetric yang digunakan adalah
Argentometric
Asidimetri
Kompleksometri
Alkalimetri
bromatometri
Dalam analisa air soda, uji KLOR ,maka metode titrimetric yang digunakan adalah
Argentometric
Asidimetri
Kompleksometri
Alkalimetri
bromatometri
Dalam analisa air soda , Indikator yang digunakan antara lain
Murexide, BTB, PP
K2CrO4, BTB, PP
PP, MO, K2CrO4
BTB, PP, K2CrO4
Fe3+, K2CrO4, Murexide
Indicator K2CrO4 digunakan dalam analisa titrimetric metode
Asidimetri
Kompleksometri
Argentometric
Alkalimetri
bromatometri
Dalam analisa roti kabin, monosakarida yang mengandung ALDOSA adalah
Glukosa
Fruktosa
Ketosa
Sukrosa
Sacharosa
Dalam analisa roti kabin, monosakarida yang mengandung ketosa adalah
Glukosa
Fruktosa
aldosa
Sukrosa
Sacharosa
berapa ekivalen kalium iodat
2
6
5
4
3
berapa ekivalen natrium tiosulfat
5
4
3
2
1
Apakah yang bereaksi dengan Luff
Glukosa
Fruktosa
Ketosa
.Sukrosa
Sacharosa
monosakarida dalam sukrosa yang tidak mereduksi Luff Schroll adalah
glukosa
fruktosa
aldosa
sacharose
yang mengandung gugus COH
larutan standar yang digunakan dalam analisa rotikabin adalah...
NaOH
Na2S2O3
KIO3
KI
H2SO4
Reaksi apakah yang mendasari percobaan titrimetri analisa roti kabin
Penetralan
Penggaraman
.
Reduksi-oksidasi
Pengendapan
Substitusi
apakah yang akan bereaksi deangan natrium tiosulfat dalam percobaan roti kabin
KI
Na2S2O3
I2
C6H12O6
C12H22O11
Kondisi yang tepat untuk memecah molekul polisakarida menjadi monosakarida pada proses analisis gula pereduksi adalah ....
suhu 50°C selama 1 jam
suhu 100°C selama 3 jam
suhu 70°C selama 1 jam
suhu 90°C selama 2 jam
suhu 100°C selama 1 jam
Berikut ini adalah zat-zat yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat pereaksi pada uji kualitatif dan kuantitatif sampel karbohidrat:
1.Asam klorida
2.Asam Sitrat
3.Khloroform
4.Natrium Karbonat
5.Natrium Sulfat
6.Tembaga Sulfat
Campuran zat yang digunakan untuk membuat pereaksi Luff -Schoorl adalah ....
1, 4, dan 6
1, 4, dan 6
2, 4, dan 5
2, 4, dan 6
3, 4, dan 5
Kelompok karbohidrat yang menghasilkan cermin perak pada saat direaksikan dengan pereaksi Tollens adalah ....
monosakarida
disakarida
polisakarida
aldosa
ketosa
Kelompok karbohidrat yang menghasilkan cermin perak pada saat direaksikan dengan pereaksi Tollens adalah Kelompok yang mengandung gugus...
-OH
-COH
-(C=O)-
-COOH
-O-
Kondisi yang tepat untuk memecah molekul disakarida menjadi monosakarida pada proses analisis gula pereduksi adalah pada suhu ....
50°C selama 1 jam
70°C selama 1 jam
90°C selama 2 jam
100°C selama 1 jam
100°C selama 2 jam
Kondisi yang tepat untuk melakukan proses inversi lemah pada analisis gula pereduksi adalah pada suhu ....
70°C selama 1 jam
70°C selama 3 jam
90°C selama 2 jam
100°C selama 1 jam
100°C selama 2 jam
Untuk membuat 100 ml larutan baku KALIUM IODAT dengankonsentrasi 0,1N ( Ar K=39, Ar I=127 Ar O=16) maka zat yang dibutuhkan sebanyak ....
4,775 gram
47,75 gram
0,214 gram
0,35 gram
0,166 gram
Kelompok senyawa yang termasuk contoh karbohidrat golongan disakarida adalah ....
selulosa, amilum, dan pati
sukrosa, maltosa, dan laktosa
fruktosa, glukosa, dan galaktosa
pentosa, ketosa, dan aldosa
pektin, amilopektin, dan rafinosa
