wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Materi Sifat Koligatif

Total questions: 44

Worksheet time: 4hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya.

Pernyataan diatas...

a)

Benar

b)

Salah

c)

Tidak tahu

d)

Tidak mau tahu

2.

Sifat koligatif larutan dibedakan menjadi.....

a)

larutan elektrolit dan non elektrolit

b)

larutan polar dan non polar

c)

larutan berikatan ion dan kovalen

d)

larutan jenuh dan tak jenuh

e)

larutan berbentuk molekul simetris dan asimetris

3.

Berikut adalah contoh larutan elektrolit (yang dapat mengalami ionisasi)...

a)

larutan HCl (Asam klorida)

b)

larutan NaOH (Natrium hidroksida)

c)

larutan H2SO4 (Asam sulfat)

d)

larutan C6H12O6 (glukosa/ gula)

e)

larutan CO(NH2)2 (urea)

4.

Berikut adalah contoh larutan non elektrolit (yang tidak dapat mengalami ionisasi)...

a)

larutan HCl (Asam klorida)

b)

larutan NaOH (Natrium hidroksida)

c)

larutan H2SO4 (Asam sulfat)

d)

larutan C6H12O6 (glukosa/ gula)

e)

larutan CO(NH2)2 (urea)

5.

Pada larutan , sifat koligatif akan terpengaruh oleh faktor Van't Hoff. Faktor Van't Hoff secara matematis adalah....

a)

i = 1 + ( n-1) α

b)

i = 1 - ( n-1) α

c)

i = 1 + ( n+1) α

d)

i = 1. α + ( n-1) α

e)

i = 1. α - ( n+1) α

6.

Pada persamaan faktor Van't Hoff

i = 1 + ( n-1) α

n dan α berturut-turut adalah...

a)

jumlah ion dan derajat ionisasi/ derajat disosiasi

b)

derajat ionisasi/ derajat disosiasi dan jumlah ion

c)

jumlah ion dan derajat asosiasi

d)

derajat asosiasi dan jumlah ion

e)

jumlah gas dan derajat ionisasi/ derajat disosiasi

7.

Pada faktor Van't Hoff i = 1 + ( n-1) α

Jika n adalah jumlah ion maka pada larutan HCl yang ionisasinya: HCl -> H+ + Cl- terdapat 1 ion H+ dan 1 ion Cl- maka jumlah ion seluruhnya adalah...

a)

n = 1

b)

n = 2

c)

n = 3

d)

n = 4

e)

n = 5

8.

Pada faktor Van't Hoff i = 1 + ( n-1) α

Jika n adalah jumlah ion maka pada larutan HCl yang ionisasinya: HCl -> H+ + Cl- terdapat 1 ion H+ dan 1 ion Cl- sehingga n= 2 dan α= 1 . maka harga i adalah...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

9.

Pada faktor Van't Hoff i = 1 + ( n-1) α

Jika n adalah jumlah ion maka pada larutan H2SO4 yang ionisasinya: H2SO4 -> 2H+ + SO42- terdapat 2 ion H+ dan 1 ion SO42- maka harga n adalah...

a)

n = 1

b)

n = 2

c)

n = 3

d)

n = 4

e)

n = 5

10.

Pada faktor Van't Hoff i = 1 + ( n-1) α

Jika n adalah jumlah ion maka pada larutan H2SO4 yang ionisasinya: H2SO4 -> 2H+ + SO42- terdapat 2 ion H+ dan 1 ion SO42- sehingga n= 3 dan α= 1 . maka harga i adalah...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

11.

Pada faktor Van't Hoff i = 1 + ( n-1) α

Untuk larutan nonelektrolit tidak terbentuk ion ( tidak terionisasi) sehingga α = 0 , maka harga i adalah....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

12.

Untuk menghitung sifat koligatif larutan digunakan 3 jenis satuan konsentrasi, yaitu...

a)

Molaritas (M)

b)

molalitas (m)

c)

fraksi mol (χ)

d)

Normalitas (N)

e)

part per milion (ppm)

13.

Berikut adalah persamaan fraksi mol (X) yang benar adalah....

a)
b)
c)
d)
14.

Jika jumlah HCl adalah 2 mol dan jumlah air sebagai pelarut adalah 8 mol, maka fraksi mol HCl adalah...

a)

0,2

b)

1

c)

10

d)

4

e)

5

15.

Jika jumlah gula adalah 5 mol dan jumlah air sebagai pelarut adalah 5 mol, maka fraksi mol gula adalah...

a)

0,5

b)

1

c)

10

d)

2

e)

5

16.

Satuan konsentrasi fraksi mol (x) digunakan dalam persamaan penentuan...

a)

penurunan tekanan uap (∆P)

b)

penurunan titik beku (∆tf)

c)

kenaikan titik didih (∆tb)

d)

Tekanan osmotik (π)

17.

Sifat Koligatif ke-1:

Penurunan tekanan uap (∆P) adalah....

a)

selisih antara tekanan uap pelarut murni dengan tekanan uap larutan

b)

selisih antara tekanan uap zat terlarut dengan tekanan uap larutan

c)

selisih antara tekanan uap pelarut murni dengan tekanan uap zat terlarut

d)

selisih antara tekanan uap pelarut murni dengan tekanan uap pelarut

18.

Penurunan tekanan uap (∆P) adalah selisih antara tekanan uap pelarut murni (P0) dengan tekanan uap larutan (Plar) . Maka secara matematis...

a)

∆P = P0 - Plar

b)

∆P = Plar - P0

c)

∆P = P0 - Pterlarut

d)

∆P = Pterlarut - Plar

19.

Untuk menentukan penurunan tekanan uap (∆P) dapat menggunakan persamaan : ∆P = P0 - Plar

namun jika Plar tidak diketahui maka dapat menggunakan persamaan lain yaitu....

a)

∆P = P0 . χterlarut . i

b)

∆P = 1/P0 . χterlarut . i

c)

∆P = P0 . 1/χterlarut . i

d)

∆P = P0 . χterlarut .1/ i

20.

Fraksi mol urea dalam air adalah 0,2. Tekanan uap jenuh air murni pada suhu 20˚C sebesar 17,5 mmHg. Maka tekanan uap jenuh larutan pada suhu itu adalah …

a)

3,5

b)

14

c)

17,5

d)

17,7

e)

21

21.

Fraksi mol (χ) HCl dalam air adalah 0,1dengan faktor van't Hoff (i) sebesar 2. Tekanan uap jenuh air murni (P0) pada suhu 20˚C sebesar 17,5 mmHg. Maka tekanan uap jenuh larutan (Plar) pada suhu itu adalah …

a)

3,5

b)

14,1

c)

17,5

d)

17,7

e)

21

22.

Persamaan molalitas (m) yang benar adalah...

a)
b)
23.

Kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gram urea CO(NH2)2 yang memiliki massa molar 60 g/mol dengan 200 gram air adalah...

a)

0,22 m

b)

0,25 m

c)

0,35 m

d)

0,45 m

e)

0,55 m

24.

Satuan konsentrasi molalitas (m) digunakan dalam persamaan penentuan...

a)

penurunan tekanan uap (∆P)

b)

penurunan titik beku (∆tf)

c)

kenaikan titik didih (∆tb)

d)

Tekanan osmotik (π)

25.

Sifat Koligatif ke-2:

Penurunan titik beku (∆tf) adalah....

a)

selisih antara titik beku pelarut murni dengan titik beku larutan

b)

selisih antara titik beku zat terlarut dengan titik beku larutan

c)

selisih antara titik beku pelarut murni dengan titik beku zat terlarut

d)

selisih antara titik beku zat terlarut dengan titik beku pelarut

26.

Penurunan titik beku (∆tf) adalah selisih antara titik beku pelarut murni (tf0) dengan titik beku larutan (tf lar). secara matematis adalah...

a)

∆tf = tf0 - tf lar

b)

∆tf = tf terlarut - tf lar

c)

∆tf = tf0 - tf terlarut

d)

∆tf = tf terlarut - tf0

27.

Penurunan titik beku (∆tf) : ∆tf = tf0 - tf lar

Jika titik beku larutan (tf lar) tidak diketahui maka penurunan titik beku (∆tf) dapat dicari menggunakan persamaan lain yaitu...

a)

∆tf = m . Kf . i

b)

∆tf = 1/m . Kf . i

c)

∆tf = m . 1/Kf . i

d)

∆tf = m . Kf . 1/i

28.

Penurunan titik beku (∆tf) :

∆tf = m . Kf . i

dengan keterangan ...

a)

m (molalitas zat terlarut), Kf (tetapan penurunan titik beku molal pelarut) dan i (faktor van't Hoff)

b)

m (molalitas zat pelarut), Kf (tetapan penurunan titik beku molal pelarut) dan i (faktor van't Hoff)

c)

m (molalitas zat terlarut), Kf (tetapan penurunan titik didih molal pelarut) dan i (faktor van't Hoff)

d)

m (molaritas zat terlarut), Kf (tetapan penurunan titik beku molal pelarut) dan i (faktor van't Hoff)

29.

1. Jika Kf = 1,86 berapakah penurunan titik beku larutan (∆tf ) CaCl2 0,1 molal dengan i=3 ?

∆tf = m . Kf . i

a)

5,58

b)

55,8

c)

-0,558

d)

0,558

e)

-5,58

30.

1. Jika Kf = 1,86 berapakah titik beku larutan (tf lar ) urea 0,1 molal dengan i=1 dan titik beku air (tf0) sebesar 0o C ?

∆tf = m . Kf . i

tf lar= tf0 - ∆tf

a)

1,86

b)

18,6

c)

-0,186

d)

0,186

e)

-1,86

31.

Sifat Koligatif ke-3:

kenaikan titik didih (∆tb) adalah....

a)

selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut

b)

selisih antara titik didih larutan dengan titik didih zat terlarut

c)

selisih antara titik didih pelarut dengan titik didih pelarut

d)

selisih antara titik didih pelarut dengan titik didih zat terlarut

32.

Kenaikan titik didih (∆tb) adalah selisih antara titik didih larutan (tb lar)dengan titik didih pelarut (tb0). secara matematis adalah...

a)

∆tb = tb lar - tb0

b)

∆tb = tb terlarut - tb lar

c)

∆tb = tb0 - tb terlarut

d)

∆tb = tb terlarut - tb0

33.

Kenaikan titik didih (∆tb) :

∆tb = tb lar - tb 0

Jika titik didih larutan (tb lar) tidak diketahui maka kenaikan titik didih (∆tb) dapat dicari menggunakan persamaan lain yaitu...

a)

∆tb = m . Kb . i

b)

∆tb = 1/m . Kb . i

c)

∆tb = m . 1/Kb . i

d)

∆tb = m . Kb . 1/i

34.

Kenaikan titik didih (∆tb) :

∆tb = m . Kb . i

dengan keterangan ...

a)

m (molalitas zat terlarut), Kb (tetapan kenaikan titik didih molal pelarut) dan i (faktor van't Hoff)

b)

m (molalitas zat pelarut), Kf (tetapan kenaikan titik didih molal pelarut) dan i (faktor van't Hoff)

c)

m (molalitas zat terlarut), Kf (tetapan kenaikan titik beku molal pelarut) dan i (faktor van't Hoff)

d)

m (molaritas zat terlarut), Kf (tetapan kenaikan titik didih molal pelarut) dan i (faktor van't Hoff)

35.

∆tb = tb lar - tb0

Suatu larutan nonelektrolit mendidih pada suhu (tb lar) 100,3720C Jika tb0 air = 1000C, kenaikan titik didih larutan (∆tb) tersebut sebesar ….

a)

100,3720C

b)

-3720C

c)

0,3720C

d)

3720C

e)

-0,3720C

36.

Sebanyak 1,17 gram NaCl dilarutkan dalam air hingga volumenya 500 mL. Jika NaCl terionisasi 80%, titik didih larutan tersebut adalah ….

(Ar: Na = 23; Cl = 35,5; Kb = 0,520C/m)

a)

100,0210C

b)

100,0370C

c)

100,0420C

d)

100,0740C

e)

100,1160C

37.

Terdapat 0,1 molal larutan NaCl (m). Jika Kb = 0,520C/molal dan faktor van't Hoff (i)= 2, titik didih air (tb0) adalah 1000 C maka titik didih larutan ( tb lar) tersebut adalah ….

∆tb = m . Kb . i

tb lar = tb0 + ∆tb

a)

100,1040C

b)

0,1040C

c)

100,0520C

d)

0,0520C

e)

1,040C

38.

Berikut persamaan Molaritas (M) yang benar adalah...

a)
b)
c)
d)
39.

Dalam pembuatan suatu larutan dimasukkan 5,85 gram NaCl (Mr= 58,5) kedalam hingga larutan menjadi 1000 mL. Maka konsentrasi NaCl adalah....

a)

0,1 M

b)

1 M

c)

10 M

d)

100 M

40.

Satuan konsentrasi Molaritas (M) digunakan dalam persamaan penentuan...

a)

penurunan tekanan uap (∆P)

b)

penurunan titik beku (∆tf)

c)

kenaikan titik didih (∆tb)

d)

Tekanan osmotik (π)

41.

Sifat koligatif ke-4 : Tekanan osmotik (π)

Persamaan tekanan osmotik (π) yang benar adalah...

a)

π = R . M . T . i

b)

π = 1/R . M . T . i

c)

π = R . 1/M . T . i

d)

π = R . M . 1/T . i

e)

π = R . M . T .1/ i

42.

Tekanan osmotik (π):

π = R . M . T . i

dengan keterangan....

a)

R: Tetapan gas ideal = 0,082 L.atm.mol-1.K-1

M: Konsentrasi larutan dalam Molaritas ( mol. L-1)

T: Suhu (K)

i: Faktor Van't Hoff

b)

R: Tetapan gas ideal = 0,082 L.atm.mol-1.K-1

M: Konsentrasi larutan dalam Molaritas ( mol. L-1)

T: Suhu (0C)

i: Faktor Van't Hoff

c)

R: Tetapan gas ideal = 8,2 L.atm.mol-1.K-1

M: Konsentrasi larutan dalam Molaritas ( mol. L-1)

T: Suhu (K)

i: Faktor Van't Hoff

43.

Tekanan osmotik (π):

π = R . M . T . i

Sebanyak 0,1 Molaritas larutan KOH dengan i= 2 memiliki suhu 270C, Jika R = 0,082 L.atm.mol-1.K-1 maka tekanan osmotik larutan tersebut adalah...

a)

π = (0,082 L.atm.mol-1.K-1) (0,1 M) . (300 K) . (2)

b)

π = (0,082 L.atm.mol-1.K-1) (0,1 M) . (27 K) . (2)

c)

π = (0,082 L.atm.mol-1.K-1) (0,1 M) . (270 C) . (2)

44.

Tekanan osmotik (π):

π = R . M . T . i

Sebanyak 0,1 Molaritas larutan urea dengan i= 1 memiliki suhu 270C, Jika R = 0,082 L.atm.mol-1.K-1 maka tekanan osmotik larutan tersebut adalah...

a)

π = 2,46 atm

b)

π = 0,246 atm

c)

π = 0,0246 atm

d)

π = 0,2214 atm

e)

π = 2,214 atm