wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

buku fiksi nonfiksi

Total questions: 25

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

Cermati bagian buku berikut ini untuk menjawab soal berikut!


Judul Buku : Di Bawah Lindungan Ka'bah

Penulis : Prof. Dr. (Buya) Hamka

Penerbit : PT Bulan Bintang

Tahun Terbit : Jumadil Awal 1422 / Agustus 2001

Catatan Ke- : 25

Tebal Buku : 80 Halaman


Bagian buku tersebut tergolong ....

a)

identitas

b)

kelebihan dan kekurangan

c)

sinopsis

d)

analisis

2.

Sehabis menggendong Tamara punggungku rasanya ingin copot. Bener juga kata Tamara badannya berat. Tapi, tidak apalah daripada sahabat aku Tamara gak pulang ke rumah. Nilai yang terkandung Dari kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

Nilai pendidikan

b)

Nilai budaya

c)

Nilai sosial

d)

Nilai agama

3.

Buku fiksi merupakan buku yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan....

a)

Kenyataan

b)

Kesuksesan seseorang

c)

Khayalan atau imajinasi pengarang

d)

Ide penulis

4.

Susunan kalimat yang dipakai dalam buku ini sederhana dan memakai istilah yang terkenal dalam masyarakat, sehingga pembaca gampang memahami isinya. Meskipun demikian masih ada beberapa kesalahan penulisan yang masih perlu diperbaiki.

Hal yang dikomentari dalam kutipan di atas adalah....

a)

isi buku

b)

bahasa buku

c)

tampilan fisik buku

d)

tampilan fisik huruf

5.

Dari judulnya saja buku ini sudah mengundang selera untuk membaca. Pemberian judul “ Karena Buku Senikmat Susu” benar-benar unik. Penulis ingin menawarkan bahwa aktivitas membaca sanggup setara dengan kenikmatan minum susu. Buku ini ditulis dengan sistematika yang runtut sehingga sangat gampang dipahami.


Hal yang banyak dikomentari dalam komentar di atas ialah berkaitan dengan .....

a)

bahasa buku

b)

isi buku

c)

pengarang buku

d)

kenikmatan buku

6.

"Kamu mengapa, Du?" tanya kakek dengan sedih. "Maafkan Badu, Kek. Tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut," kata Badu sambil terisak. "Sudahlah, Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya."


Amanat penggalan cerpen tersebut adalah...

a)

Jangan melawan kepada orang tua.

b)

Kita harus menuruti nasihat orang tua.

c)

Janganlah memetik mangga sembarangan.

d)

Janganlah makan mangga yang masih kecil.

7.

Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal berikut!


Telah lebih dari satu dasawarsa ku lalui hidupku di rumah besar ini. Rumah di atas bukti kecil di wilayah Tegal Alang. Tepatnya di sebelah kiri jalan menuju Kintamani. Tidak di tepi jalan raya, tetapi di antara sawah dan terasering. Tak seperti rumah di sekitarnya yang tetap tradisional melebar, rumah bercat putih ini berlantai dua, bergaya kolonial. Seperti sebuah kesendirian yang telah di rancang sejak mula, rumah ini sangat tidak menyatu dengan lingkungannya.


(Sumber: "Pengakuan Rusmini', disarikan dari Kompas, Minggu, 20 Maret 2016, Wina Bojonegoro)


Hal yang dominan dibahas pada cerpen tersebut adalah ....

a)

latar

b)

alur

c)

penokohan

d)

amanat

8.

Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.

(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")


Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....

a)

halte depan sekolah

b)

terminal

c)

depan rumah

d)

di halte dekat rumah

9.

“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Shinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasannya telah lenyap. Juga televisi dan beberapa perlengkapan elektronik yang ada di ruang tengah.

Bu Shinta terduduk lemas tatkala melihat catatan-catatan kecil di atas bantal, “Sekarang kalian tau siapa pengirim karcis itu.”


Tema cerita yang pas untuk cerita di atas adalah ...

a)

Pencurian

b)

Kesedihan

c)

Kekhawatiran

d)

Kelalaian

10.

Ibu terkulai di kursi seperti orang mati. Pintu, jendela, televisi, telepon, perabotan, buku, cangkir teh, dan lain-lain masih seperti dulu tetapi waktu telah berlalu sepuluh tahun. Tinggal Ibu kini di ruang keluarga itu, masih terkulai seperti sepuluh tahun yang lalu. Rambut, wajah, dan busananya bagai menunjuk keberadaan waktu.


Latar tempat dalam cerpen tersebut adalah ...

a)

Ruang tamu

b)

ruang keluarga

c)

kamar

d)

tempat tidur

11.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan

12.

Pagi ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Kutipan cerpen diatas menggunakan sudut pandang ...

a)

Orang ketiga diluar jalan cerita

b)

Orang ketiga serba tau

c)

Orang pertama pelaku sampingan

d)

Orang pertama pelaku utama

13.

Perhatikan kutipan cerpen berikut.

Kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam putih pak, Dyah itu telah banyak menanggung beban hidup, sudah selayaknya kita ikut mendamping dan membantunya, bukan malah menambah bebannya.

Amanat yang terkandung dalam cerpen di atas adalah ...

a)

Sebagai manusia harus saling tolong menolong

b)

Seorang pendidik harus bisa membantu siswanya dalam mengatasi masalah hidup

c)

Guru harus bersikap profesional dalam mendidik muridnya

d)

Guru harus memiliki sikap kasih sayang dalam mendidik

14.

Pagi ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Latar waktu kutipan cerpen adalah ...

a)

Pagi hari

b)

Siang hari

c)

Sore hari

d)

Malam hari

15.

Bacalah kutipan cerpen berikut!


Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Alin. Murni berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu.


Kata tercetak tebal tersebut mengandung makna....

a)

bangunan tempat memproduksi barang

b)

bangunan tempat berjualan

c)

bangunan tempat menitipkan barang

d)

bangunan tempat menumpuk barang

16.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

17.

Bacalah kutipan cerpen berikut ini!

(1) Setelah aku tidur bersama nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengurcapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku." (2) Dan disuruh semua anaknya berkumpul. (3) Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. (4) Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.

Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki


Kalimat langsung pada kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor .. ..

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

18.

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedongnya itu.


Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …

a)

pemberani

b)

baik

c)

sombong

d)

egois

19.

Setiap saat anak-anak selalu bemain di lapangan. Anak laki-laki bermain sepakbola, anak perempuan bermain lompat tali. Semua tampak gembira kecuali tuning. Ia hanya memerhatikan kami dari balik

pohon besar. “Kenapa Tuning tidak kita ajak main?” usulku. Isna langsung melotot, “ Apa kamu mau ketularan kutu rambutnya?” “belum ingusnya yang menjijikan itu,” tambah Heppy. Teman-teman ramai komentar, semua menjelek-jelekan Tuning. Sejak itu, aku tidak berani usul lagi untuk mengajak Tuning bermain bersama.


Konflik pada cerita anak tersebut adalah …

a)

Tokoh aku dijauhi teman-temanya.

b)

Tokoh aku malu bermain dengan Tuning.

c)

Teman-teman Tuning membenci karena penyakitan

d)

Tuning tidak diajak bermain oleh teman-temannya karena penyakitan.

20.

(1) Setiap pagi dari jendela kendaraan Papa, Rani selalu mngucapkan terima kasih dan berpesan agar tidak mengebut dan tidak lupa makan siang. (2) Papa yang harus melanjutkan perjalanan ke kantor, selalu tersenyum cerah mendengar pesan Rani. (3) Ia merasa sangat bangga pada karakter putrinya. (4) Rani, putri semata wayang yang sangat membanggakan kedua orang tuanya.


Bukti watak tokoh Rani penyayang dalam cerpen tersebut tergambar pada nomor …

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

21.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.


Permasalahan pada kutipan cerpen tersebut adalah …

a)

Banyak bangsal yang kosong

b)

Susahnya menjadi orang miskin

c)

Tubuhnya digerogoti penyakit

d)

Buruknya pelayanan rumah sakit

22.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang ketiga pelaku sampingan

c)

orang ketiga serbatahu

d)

orang ketiga sebagai pengamat

23.

Penulisan daftar pustaka yang benar adalah . . . .

a)

Sugiyono, 1997, Statistik untuk Penelitian, Bandung: Alpabeta.

b)

Sugiyono. 1997. Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alpabeta.

c)

Sugiyono. 1997, Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alpabeta

d)

Sugiyono. 1997. Statistik untuk Penelitian. Bandung : Alpabeta

24.

identitas buku :

Pengarang : Abdul Rozak

Judul Buku : Kalimat Efektif

Penerbit : PT Gramedia

Kota tempat terbit : Jakarta

Tahun terbit : 1986


Penulisan daftar pustaka yang tepat berdasarkan identitas buku tersebut adalah . . . .

a)

Rozak, Abdul. Kalimat Efektif. Jakarta: Gramedia. 1986.

b)

Rozak, Abdul. 1986. Kalimat Efektif. Jakarta: Gramedia.

c)

Abdul, Rozak. 1986. Kalimat Efektif. Jakarta: Gramedia.

d)

Abdul, Rozak. Kalimat Efektif. Jakarta: Gramedia. 1986.

25.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2) Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3) Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4) Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4