WorksheetsXI ULANGAN HARIAN (MATERI TEKS DRAMA)
Total questions: 10
Worksheet time: 50mins
Karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipentaskan adalah ...
cerpen
novel
prosa
puisi
drama
Berikut merupakan struktur drama adalah ...
prolog, dialog, epilog
tata panggung, tata busana, tata rias, dan tata musik
wawancang dan kramagung
dialog dan monolog
tema, alur, tokoh dan penokohan, amanat, latar, dialog, dan gaya bahasa
Berikut yang termasuk contoh drama modern adalah ...
“Legenda Jaka Tarub”
“Sahabat Sejati”
“Malin Kundang”
“Leganda Ratu Kidul”
"Timun Emas"
Perhatikan teks drama berikut.
Seperti biasa, saat jam istirahat sekolah, Tono dan Lulu menghabiskan waktu dengan memesan makanan ringan di kantin dan berbincang-bincang. Namun, ada yang berbeda dengan sikap Lulu. Dia datang ke sekolah dengan wajah sembab seperti habis menangis. Tono pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
Tono: Kamu kenapa wajahnya cemberut terus gitu?
Lulu: Aku ada masalah Ton (sambil memutar-mutar sedotan plastik di gelas minumnya).
Tono: Masalah apa? Cerita dong sama aku, kan kita udah lama jadi teman baik.
Lulu: Sudahlah, ini rumit, Ton. Kamu jangan ganggu aku.
Tono: Semua masalah itu rumit, Lu. Sudah deh jangan suka menyimpan masalah sendirian. Nantinya kamu malah stres. Apa gunanya ada aku sebagai sahabat kamu kalau kamu mau berbagi cerita aja susah?
Lulu: Sudah seminggu ini orang tuaku tak akur. Mereka sering sekali ribut masalah sepele (tertunduk lesu).
Tono: Memangnya ada masalah apa sampai mereka bertengkar terus?
Lulu: Tak tahu, intinya mereka merasa sudah enggak cocok satu sama lain dan ingin menjauh.
Tono: Sabar ya, Lu, semoga semua masalah ini cepat selesai. Kamu berdoa saja semoga mereka cepat berbaikan.
Lulu: Harapannya sih gitu. Tapi sepertinya susah.
Tono: Tidak ada masalah tanpa solusi. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, begitupun masalah yang sedang kamu hadapi. Meskipun ini menyangkut orang tua, pasti ada solusi terbaik yang bisa ditemukan. Kamu berdoa saja semoga masalah ini cepat selesai. Jangan putus asa dulu.
Lulu: Makasih ya, Ton. Berkat kamu, masalahku sedikit berkurang. Setidaknya aku lega karena sudah cerita.
Tema teks drama tersebut adalah ...
politik
percintaan
persahabatan
pertengkaran
keluarga
Perhatikan teks drama berikut.
Seperti biasa, saat jam istirahat sekolah, Tono dan Lulu menghabiskan waktu dengan memesan makanan ringan di kantin dan berbincang-bincang. Namun, ada yang berbeda dengan sikap Lulu. Dia datang ke sekolah dengan wajah sembab seperti habis menangis. Tono pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
Tono: Kamu kenapa wajahnya cemberut terus gitu?
Lulu: Aku ada masalah Ton (sambil memutar-mutar sedotan plastik di gelas minumnya).
Tono: Masalah apa? Cerita dong sama aku, kan kita udah lama jadi teman baik.
Lulu: Sudahlah, ini rumit, Ton. Kamu jangan ganggu aku.
Tono: Semua masalah itu rumit, Lu. Sudah deh jangan suka menyimpan masalah sendirian. Nantinya kamu malah stres. Apa gunanya ada aku sebagai sahabat kamu kalau kamu mau berbagi cerita aja susah?
Lulu: Sudah seminggu ini orang tuaku tak akur. Mereka sering sekali ribut masalah sepele (tertunduk lesu).
Tono: Memangnya ada masalah apa sampai mereka bertengkar terus?
Lulu: Tak tahu, intinya mereka merasa sudah enggak cocok satu sama lain dan ingin menjauh.
Tono: Sabar ya, Lu, semoga semua masalah ini cepat selesai. Kamu berdoa saja semoga mereka cepat berbaikan.
Lulu: Harapannya sih gitu. Tapi sepertinya susah.
Tono: Tidak ada masalah tanpa solusi. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, begitupun masalah yang sedang kamu hadapi. Meskipun ini menyangkut orang tua, pasti ada solusi terbaik yang bisa ditemukan. Kamu berdoa saja semoga masalah ini cepat selesai. Jangan putus asa dulu.
Lulu: Makasih ya, Ton. Berkat kamu, masalahku sedikit berkurang. Setidaknya aku lega karena sudah cerita.
Karakter Tono dalam drama tersebut adalah ...
teman yang cuek
teman yang egois
teman yang selalu ingin tahu
teman yang baik
teman yang sok tau
Perhatikan teks drama berikut.
Seperti biasa, saat jam istirahat sekolah, Tono dan Lulu menghabiskan waktu dengan memesan makanan ringan di kantin dan berbincang-bincang. Namun, ada yang berbeda dengan sikap Lulu. Dia datang ke sekolah dengan wajah sembab seperti habis menangis. Tono pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
Tono: Kamu kenapa wajahnya cemberut terus gitu?
Lulu: Aku ada masalah Ton (sambil memutar-mutar sedotan plastik di gelas minumnya).
Tono: Masalah apa? Cerita dong sama aku, kan kita udah lama jadi teman baik.
Lulu: Sudahlah, ini rumit, Ton. Kamu jangan ganggu aku.
Tono: Semua masalah itu rumit, Lu. Sudah deh jangan suka menyimpan masalah sendirian. Nantinya kamu malah stres. Apa gunanya ada aku sebagai sahabat kamu kalau kamu mau berbagi cerita aja susah?
Lulu: Sudah seminggu ini orang tuaku tak akur. Mereka sering sekali ribut masalah sepele (tertunduk lesu).
Tono: Memangnya ada masalah apa sampai mereka bertengkar terus?
Lulu: Tak tahu, intinya mereka merasa sudah enggak cocok satu sama lain dan ingin menjauh.
Tono: Sabar ya, Lu, semoga semua masalah ini cepat selesai. Kamu berdoa saja semoga mereka cepat berbaikan.
Lulu: Harapannya sih gitu. Tapi sepertinya susah.
Tono: Tidak ada masalah tanpa solusi. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, begitupun masalah yang sedang kamu hadapi. Meskipun ini menyangkut orang tua, pasti ada solusi terbaik yang bisa ditemukan. Kamu berdoa saja semoga masalah ini cepat selesai. Jangan putus asa dulu.
Lulu: Makasih ya, Ton. Berkat kamu, masalahku sedikit berkurang. Setidaknya aku lega karena sudah cerita.
Latar tempat pada teks drama tersebut adalah ...
kantin sekolah
sekolah
kelas
rumah Lulu
taman sekolah
Perhatikan teks drama berikut.
Seperti biasa, saat jam istirahat sekolah, Tono dan Lulu menghabiskan waktu dengan memesan makanan ringan di kantin dan berbincang-bincang. Namun, ada yang berbeda dengan sikap Lulu. Dia datang ke sekolah dengan wajah sembab seperti habis menangis. Tono pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
Tono: Kamu kenapa wajahnya cemberut terus gitu?
Lulu: Aku ada masalah Ton (sambil memutar-mutar sedotan plastik di gelas minumnya).
Tono: Masalah apa? Cerita dong sama aku, kan kita udah lama jadi teman baik.
Lulu: Sudahlah, ini rumit, Ton. Kamu jangan ganggu aku.
Tono: Semua masalah itu rumit, Lu. Sudah deh jangan suka menyimpan masalah sendirian. Nantinya kamu malah stres. Apa gunanya ada aku sebagai sahabat kamu kalau kamu mau berbagi cerita aja susah?
Lulu: Sudah seminggu ini orang tuaku tak akur. Mereka sering sekali ribut masalah sepele (tertunduk lesu).
Tono: Memangnya ada masalah apa sampai mereka bertengkar terus?
Lulu: Tak tahu, intinya mereka merasa sudah enggak cocok satu sama lain dan ingin menjauh.
Tono: Sabar ya, Lu, semoga semua masalah ini cepat selesai. Kamu berdoa saja semoga mereka cepat berbaikan.
Lulu: Harapannya sih gitu. Tapi sepertinya susah.
Tono: Tidak ada masalah tanpa solusi. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, begitupun masalah yang sedang kamu hadapi. Meskipun ini menyangkut orang tua, pasti ada solusi terbaik yang bisa ditemukan. Kamu berdoa saja semoga masalah ini cepat selesai. Jangan putus asa dulu.
Lulu: Makasih ya, Ton. Berkat kamu, masalahku sedikit berkurang. Setidaknya aku lega karena sudah cerita.
Konflik/permasalahan yang terdapat pada teks drama tersebut adalah ...
Lulu merahasiakan masalahnya dari Tono
Lulu berkelahi dengan Tono
Lulu berkelahi dengan orang tuanya
Orang tua Lulu sering kali ribut masalah sepele
Orang tua lulu hidup bahagia
Perhatikan teks drama berikut.
Seperti biasa, saat jam istirahat sekolah, Tono dan Lulu menghabiskan waktu dengan memesan makanan ringan di kantin dan berbincang-bincang. Namun, ada yang berbeda dengan sikap Lulu. Dia datang ke sekolah dengan wajah sembab seperti habis menangis. Tono pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
Tono: Kamu kenapa wajahnya cemberut terus gitu?
Lulu: Aku ada masalah Ton (sambil memutar-mutar sedotan plastik di gelas minumnya).
Tono: Masalah apa? Cerita dong sama aku, kan kita udah lama jadi teman baik.
Lulu: Sudahlah, ini rumit, Ton. Kamu jangan ganggu aku.
Tono: Semua masalah itu rumit, Lu. Sudah deh jangan suka menyimpan masalah sendirian. Nantinya kamu malah stres. Apa gunanya ada aku sebagai sahabat kamu kalau kamu mau berbagi cerita aja susah?
Lulu: Sudah seminggu ini orang tuaku tak akur. Mereka sering sekali ribut masalah sepele (tertunduk lesu).
Tono: Memangnya ada masalah apa sampai mereka bertengkar terus?
Lulu: Tak tahu, intinya mereka merasa sudah enggak cocok satu sama lain dan ingin menjauh.
Tono: Sabar ya, Lu, semoga semua masalah ini cepat selesai. Kamu berdoa saja semoga mereka cepat berbaikan.
Lulu: Harapannya sih gitu. Tapi sepertinya susah.
Tono: Tidak ada masalah tanpa solusi. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, begitupun masalah yang sedang kamu hadapi. Meskipun ini menyangkut orang tua, pasti ada solusi terbaik yang bisa ditemukan. Kamu berdoa saja semoga masalah ini cepat selesai. Jangan putus asa dulu.
Lulu: Makasih ya, Ton. Berkat kamu, masalahku sedikit berkurang. Setidaknya aku lega karena sudah cerita.
Amanat yang tampak dalam teks drama tersebut adalah ...
Jangan temani teman yang bermasalah.
Patuhlah kepada kedua orang tua.
Berbuatbaiklah kepada sesama.
Harus senantiasa berbagi agar kehidupan menjadi berkah.
Jangan suka menyimpan masalah sendirian karena dapat menyebabkan stress pada diri sendiri.
Perhatikan teks drama berikut.
Seperti biasa, saat jam istirahat sekolah, Tono dan Lulu menghabiskan waktu dengan memesan makanan ringan di kantin dan berbincang-bincang. Namun, ada yang berbeda dengan sikap Lulu. Dia datang ke sekolah dengan wajah sembab seperti habis menangis. Tono pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
Tono: Kamu kenapa wajahnya cemberut terus gitu?
Lulu: Aku ada masalah Ton (sambil memutar-mutar sedotan plastik di gelas minumnya).
Tono: Masalah apa? Cerita dong sama aku, kan kita udah lama jadi teman baik.
Lulu: Sudahlah, ini rumit, Ton. Kamu jangan ganggu aku.
Tono: Semua masalah itu rumit, Lu. Sudah deh jangan suka menyimpan masalah sendirian. Nantinya kamu malah stres. Apa gunanya ada aku sebagai sahabat kamu kalau kamu mau berbagi cerita aja susah?
Lulu: Sudah seminggu ini orang tuaku tak akur. Mereka sering sekali ribut masalah sepele (tertunduk lesu).
Tono: Memangnya ada masalah apa sampai mereka bertengkar terus?
Lulu: Tak tahu, intinya mereka merasa sudah enggak cocok satu sama lain dan ingin menjauh.
Tono: Sabar ya, Lu, semoga semua masalah ini cepat selesai. Kamu berdoa saja semoga mereka cepat berbaikan.
Lulu: Harapannya sih gitu. Tapi sepertinya susah.
Tono: Tidak ada masalah tanpa solusi. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, begitupun masalah yang sedang kamu hadapi. Meskipun ini menyangkut orang tua, pasti ada solusi terbaik yang bisa ditemukan. Kamu berdoa saja semoga masalah ini cepat selesai. Jangan putus asa dulu.
Lulu: Makasih ya, Ton. Berkat kamu, masalahku sedikit berkurang. Setidaknya aku lega karena sudah cerita.
Alur yang tampak pada teks drama tersebut adalah ...
alur maju
alur mundur
alur campuran
alur maju mundur
alur mundur maju
Perhatikan kutipan teks drama berikut.
Rina : Apa-apaan sih? Kok posterku disobek? (menahan marah)
Aji : […]
Rina : Maaf..maaf enak saja!
Aji : (dengan amat menyesal) Iya deh, aku ganti postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?
Rina : Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.
Aji : (dengan tersenyum) Oke, Bos!
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah...
Maafin aku Rina. Aku tidak sengaja.
Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.
Begitu saja kok kamu marah, Rin.
Baiklah aku akan beli yang baru.
Tenang, jangan marah Rin.
